Tampilkan postingan dengan label asosiasi dana pensiun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asosiasi dana pensiun. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Mei 2026

Raden Pardede di Seminar ADPI: Krisis Masih Jauh Tapi Dana Pensiun Harus Hati-hati dalam Investasi

Sebagai bagian dari antisipasi terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik yang terus berdinamika, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menggelar Seminar “Penguatan Strategi Investasi Dana Pensiun melalui Outlook Ekonomi, Pendekatan Liability Driven Investment (LDI), dan Tata Kelola serta Standar Akuntansi yang Berkelanjutan” di Jakarta (12/05/2026). Acara ini menghadirkan keynote speaker Iwan Pasila, Deputi Komisioner Bidang Pengawasan  Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun - OJK dan dihadiri 100 peserta dari pengelola dana pensiun dan pengurus DPP ADPI. Turut hadir pula Ronald dari Kemenkeu RI dan Asep Suwondo dari OJK.

 

"Seminar penguatan strategi investasi ini penting untuk dana pensiun. Karena di tahun 2045 nanti, kontribusi dana pensiun diharapkan mencapai 60% dari GDP. Inilah tantangan kita bersama untuk memastikan kesejahteraan yang memadai masyarakat Indonesia di masa pensiun" ujar Iwan Pasila dalam pemaparannya.

 

Dalam sambutannya, Abdul Hadi, Ketua Perkumpulan ADPI berharap seminar yang memaparkan outlook ekonomi, Liability Driven Investment (LDI), dan Tata Kelola serta Standar Akuntansi yang Berkelanjutan dapat memperkuat strategi investasi dana pensiun. “Seminar ini sangat penting untuk pelaku dana pensiun, khususnya anggota ADPI. Selain untuk mengoptimalkan tata kelola dana pensiun, seminar ini juga untuk meningkatkan kapasitas investasi dana pensiun” kata Abdul Hadi, Ketua ADPI.

 

Tampil sebagai pembicara pada sesi 1, Raden Pardede (Ekonomi senior) yang memaparkan "Economic & Market Outlook 2026: Tantangan dan Peluang bagi Investasi Dana Pensiun” yang dimoderatori Chairi Pitono, Waka 1 ADPI.

"Terlepas dari kondisi geopolitik yang terjadi, saya sering menyatakan bangsa yang besar harus memperkuat asuransi dan dana pensiun secara lebih berkualitas. Dana pensiun harus tetap hati-hati di kondisi ekonomi saat ini meskipun krisis masih jauhlah, investasinya harus prudent" ujar Raden Pardede mengawali presentasinya.

 


Pada sesi siang, seminar ini menghadirkan panelis 1) Randy Sugiarto Wijoyo CFA, Head of Product & Distribution Bahana TCW yang membahas "Liability Driven Investment (LDI): Menjembatani Ketidaksesuaian Aset dan Liabilitas untuk Optimalisasi Investasi dan Stabilitas Rasio Kecukupan Dana” dan  2) Yakub, Direktur IAI bertajuk “Standar Akuntansi Investasi Fixed Income Dana Pensiun dan Penguatan  Tata Kelola untuk Mendukung Liability Driven Investment (LDI)” yang dimoderatori Siti Rakhmawati, Pengurus ADPI.                       

 

Selain menjadi bagian untuk meningkatkan kompetensi SDM dana pensiun, seminar ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta terkait strategi investasi dana pensiun yang lebih kompetitif dengan tetap mengacu pada kewajiban pembayaran manfaat pensiun kepada pesertanya. Salam #YukSiapkanPensiun #HumasADPI



Senin, 06 April 2026

Sambil Pakai Topi, ADPI Gelar Munas 1/2026 Optimalkan Kompetensi SDM Dana Pensiun

Dihadiri 60 pengurus dan komda, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) hari ini (7/4/2026) menggelar Munas 1/2026 sebagai amanat anggaran dasar organisasi untuk melaporkan kinerja dan keuangan ADPI periode 2025 lalu. Dipimpin oleh pengurus teras ADPI terdiri dari: Abdul Hadi (Ketua Umum), Sularno (Sekjen), Chairi Pitono (Waka 1), Antonius R. Tyas (Waka 2), Budi Sutrisno (Waka 3), Abdul Hadie (Bendahara), Mujiharno (Dewan Pengawas) dan Budi Sulistijo (Direktur Eksekutif).

 

Munas ADPI kali ini fokus untuk melaporkan kinerja pada tahun lalu, mencakup bidang 1) Investasi & kemitraan - kelembagaan, 2) Kepesertaan & database – litbang, 3) Edukasi – kompetensi & sosialisasi literasi, dan 4) Regulasi & Advisory. Dilaporkan pula sepanjang tahun 2025, ADPI telah menggelar Pelatihan Dana Pensiun secara reguler 51 kali dan inhouse training 64 kali sebagai bagian peningkatan kompetensi SDM dana pensiun. Saat ini, ADPI memiliki anggota 160 dana pensiun pemberi kerja.

 

Sularno, Sekjen ADPI menyampaikan pula update terkait KKNI Manajemen Risiko Dana Pensiun (MRDP) yang memasuki tahap konvensi nasional sebelum dijalankan, harmonisasi program pensiun, dan arahan kepada DPPK untuk mengoptimalkan program sebagai bagian perlindungan peserta.

"Melalui Munas ADPI ini mari kita update pengetahuan bersama untuk optimalkan industri dana pensiun. Kolaborasi dan sinergi yang lebih produktif, mari kita bergandengan tangan untuk ADPI yang lebih bermanfaat untuk anggotanya" ujar Sularno dalam paparannya di kantor ADPI Wisma BNI 46 Jakarta.

 


Dengan tekad kolaborasi antar pengurus dan anggota, ADPI berusaha untuk memajukan industri dana pensiun, di samping mewujudkan tata kelola dana pensiun yang berkualitas. Untuk itu, upaya meningkatkan kompetensi insan dana pensiun melalui MUDP, MRDP, dan KKNI dana pensiun akan dioptimalkan. Sebagai bagian implementasi regulasi yang berlaku di dana pensiun, baik POJK 27/2023, POJK 35/2024, dan POJK 34/2024 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia.

 

Munas ADPI memakai topi ini, terinspirasi dari konsep Six Thinking Hats yang diperkenalkan oleh Edward de Bono, di mana setiap “topi” melambangkan cara berpikir berbeda: logika (fakta), emosi (perasaan), kritis (risiko), optimis (manfaat), kreatif (ide baru), dan pengendali (proses). Sehingga rapat menjadi lebih terarah, tidak didominasi satu sudut pandang, dan membantu menghasilkan keputusan yang lebih objektif dan komprehensif. Secara filosofis, “pakai topi” juga berarti menanggalkan ego pribadi dan tidak kaku pada satu posisi.

 

Sekalipun dihadapkan pada tantangan yang besar, ADPI bertekad untuk terus mendorong pertumbuhan dana pensiun yang lebih signifikan ke depannya. Per Desember 2025, total aset dana pensiun sukarela (DPPK/DPLK) mencapai Rp411,29 triliun, tumbuh 7,52% year-on-year dengan melayani 5,41 juta peserta tahun 2025 untuk mengelola kepesertaan secara memadai, pengelolaan investasi, tata kelola, dan manajemen risiko menjadi perhatian yang harus dijaga oleh pelaku dana pensiun.

 

 



Rabu, 11 Maret 2026

Training Manajemen Umum Dana Pensiun

 

Bertempat di Jakarta dan diikuti oleh 6 peserta, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) memfasilitasi penyelenggaraan in-house training Manajemen Umum Dana Pensiun (MUDP) DPLK PertaLife (11-12 Maret 2026). Hal ini sekaligus menjadi komitmen dalam meningkatkan kompetensi dan keterampilan para praktisi dana pensiun, di samping untuk mendukung pertumbuhan bisnis dari DPLK PertaLife. Bertindak sebagai pengajar hari ke-1 dari ADPI yaitu Syarifudin Yunus (Asesor LSP Dana Pensiun) dengan materi pengetahuan, lingkungan dan kelembagaan dana pensiun. Training ini disaksikan pula oleh Deny Kurniawan (Ketua Pengurus DPLK PertaLife).

 

Dalam training MUDP ini juga diberikan contoh kasus DPLK sebagai bahan diskusi dan upaya meningkatkan literasi dana pensiun untuk publik. Dana pensiun sebagai badan hukum yang menjanjikan manfaat pensiun perlu disiapkan selama masa bekerja untuk memberikan penghasilan saat seseorang sudah tidak lagi produktif bekerja. Sebuah program pensiun yang mengelola iuran dari pemberi kerja dan/atau karyawan untuk memberikan manfaat finansial saat peserta pensiun. Tujuannya untuk menjamin kesinambungan penghasilan di hari tua, di samping berfungsi sebagai simpanan hari tua, jaminan kemandirian finansial, dan cara memutus rantai generasi sandwich.

 


Training MUDP ini juga diikuti calon dewan pengawas DPLK PertaLife. Antusiasme peserta training MUDP terlihat dari pertanyaan dan dialog interaktif yang terjadi selama training. Melalui training MUDP, peserta diberikan pembekalan terkait materi dasar hukum, asas, dan regulasi dana pensiun, penyelenggaraan usaha dana pensiun, kelembagaan dana pensiun, tata kelola dana pensiun, prinsip investasi dana pensiun, manajemen risiko dana pensiun, dan akuntabilitas dana pensiun. Training MUDP yang diselenggarakan ADPI juga menjadi bagian implementasi dari POJK No. 34/2024 tentang Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia bagi Perusahaan Perasuransian, Penjaminan, Dana Pensiun serta Lembaga Khusus bidang Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun yang menekankan pentingnya pengembangan SDM yang berkelanjutan dan sistematis untuk mendukung adaptasi industri terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pelanggan.

 

MUDP menjadi bagian dalam pengembangan SDM yang sistematis dan berkelanjutan, di samping memberikan pemahaman terhadap regulasi terbarukan dan memahami sistem dan prosedur dalam pengelolaan dana pensiun. Sehingga dapat mendukung kualitas SDM yang kompeten, beradaptasi dengan perubahan, dan mampu mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah persaingan yang ketat di era digital. Salam #YukSiapkanPensiun #KompetensiSDM #DanaPensiun




Kamis, 12 Februari 2026

Antisipasi Isu MSCI, Asosiasi Dana Pensiun Gelar FGD Pasar Modal dan Investasi

Sebagai upaya antisipasi terhadap kondidi pasar modal di Indonesia dan isu MSCI, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menggelar Focus Group Discussion “Kondisi Pasar Modal dan Implikasinya terhadap Investasi Dana Pensiun” di Jakarta (13/2/2026). Acara dibuka oleh Abdul Hadi (Ketua ADPI) dan dihadiri 60 peserta dari pengurus DPP dan komda ADPI.

 

Dimoderatori oleh Ch. Pitono, WaKa Ketua ADPI, FGD pasar modal ini menghadirkan narasumber 1) Poltak Hotradero (Penasihat Pengembangan Bisnis BEI), 2) Aliyahdin Saugi (Wakil Ketua Asosiasi Manajer Investasi Indonesia), dan 3) Handy Yunianto (Ekonom) yang memaparkan tentang damapk MSCI, kondisi aktual pasar modal Indonesia dan upaya yang perlu dilakukan, hingga kondisi pasar saham pasca Moody’s di Indonesia.

 

Ada tantangan dana pensiun di pasar modal, untuk menjaga keseimbangan risiko dan penempatan investasi. Upaya menghadapi volatilitas jangka pendek dan tetap menjaga kecukupan dana saat peserta pensiun. Dengan situais yang ada, maka transformasi p[asar modal di Indonesia patut dilakukan. Sebab dalam kondisi pasar modal yang sehat dan bertumbuh, dana pensiun akan sangat diuntungkan. Namun saat pasar melemah, pengelolaan profesional dan strategi jangka panjang menjadi sangat krusial.

 

Karena dana pensiun bersifat jangka panjang, maka volatilitas pasar berdampak risiko jangka pendek. Karenanya, stabilitas ekonomi jadi kunci pertumbuhan dana dan manajemen risiko harus tetap prioritas.



 

“FGD ini penting di tengah kondisi pasar modal di Indonesia dan dapat memberi pencerahan bagi pengelola dana pensiun di ADPI.  Semoga nantinya pasar modal kita segera membaik dan dana pensiun bisa lebih leluasa dalam menjalankan investasinya” ujar Abudl Hadi, Ketua ADPI dalam sambutannnya.

 

Melalui FGD pasar modal, diharapkan dapat memperkuat pemahaman tentang kondisi pasar modal di Indonesia sekaligus antisipasi invetsasi di dana pensiun. Tanya jawab dari peserta sangat antusias, yang menegaskan FGD pasar modal ini sebagai forum diskusi dan menambah wawasan terkait pasar modal dan investasi saham di dana pensiun. Salam #YukSiapkanPensiun




 

Jumat, 19 Desember 2025

Fungsi Humas ADPI, Asosiasi Dana Pensiun

Fungsi Humas (Hubungan Masyarakat) pada suatu organisasi memiliki peran sangat penting. Selain untuk menjaga reputasi organisasi, Humas juga berfungsi sebagai jembatan strategis antara organisasi dan publik, baik internal maupun eksternal. Tidak terkeculai Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), dengan visi menjadi wadah berhimpunnya Dana Pensiun di Indonesia yang dikelola secara profesional, berdaya guna dan berhasil guna pun menjalankan fungsi humas. Selain untuk menyampaikan informas dan aktivitas organisasi, fungsi huma juga untuk mewujudkan aspirasi peserta Dana Pensiun.

 

Berbekal misi merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengembangkan ADPI dalam rangka membantu Anggota, guna meningkatkan kemampuannya, fungsi humas ADPI diharapkan dapat menopang tujuan keberadaann ADPI, yang terdiri dari: 1) berpartisipasi aktif melaksanakan Pembangunan Nasional untuk mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur yang merata melalui pemberdayaan Anggota, 2) memperjuangkan kepentingan bersama dan mengusahakan kemajuan Anggota tanpa mencari keuntungan komersial, 3) mewujudkan kerjasama yang didasari saling pengertian antar Anggota guna peningkatan fungsi Dana Pensiun sebagai Badan Hukum Pengelolaan Program Pensiun, 4) sebagai wadah untuk menampung dan menyalurkan aspirasi Anggota demi kemajuan Dana Pensiun dalam arti luas, dan 5) mempererat hubungan kekeluargaan antar Anggota

 

Sesuai dengan komitmen Pengurus ADPI Periode 2025-2029 yang dikomandoi oleh Abdul Hadi sebagai Ketua Umum, dengan Sularno (Sekjen) dan Chairi Pitono (Waka 1), Antonius R. Tyas (Waka 2), Budi Sutrisno (Waka 3), Abdul Hadie (Bendahara) dan Budi Sulistijo (Direktur Eksekutif), ADPI menetapkan fungsi Humas dalam struktur organisasi yang dipercayakan kepada Syarifudin Yunus sebagai Humas ADPI.

 

Adapun beberapa fungsi Humas ADPI yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

1. Membangun dan menjaga citra – reputasi ADPI agar mendapat persepsi positif di publik, di samping menjadi lembaga yang kredibel dan terpercaya serta tetap konsisten dalam menjalankan peran strategis sebagai asosiasi industri dana pensiun.

2. Menjalankan komunikasi dua arah, untuk mendengar aspirasi public dan menyerap opini, di samping menjadi “corong” informasi ADPI kepada publik, termasuk edukasi akan pentingnya dana pensiun.

3. Menyebarkan informasi yang akurat dan strategis untuk kepentingan publik, di samping memberi update kegiatan dan aktivitas yang dijalankan ADPI.

4. Menjalanakn manajemen isu, dalam konteks mendeteksi potensi masalah dan menyiapkan narasi resmi organisasi sebagai upaya menjaga kepercayaan public.

5. Menjalankan media relations, dalam membangun hubungan dengan media massa dan  wartawan untuk pemberitaan yang akurat, objektif, berimbang dan tidak merugikan organisasi

6.  Membangun kesetaraan informasi dalam internal organisasi, khususnya dalam memberikan informasi terkini dan menguatkan budaya dan nilai-nila organisasi.

7.  Mendukung tujuan strategis organisasi untuk mendukung visi dan misi,  serta menyelaraskan komunikasi dengan tujuan organisasi,

8.  Membangun hubungan dengan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan regulator, anggota, mitra kerja, dan komunitas agar tercipta hubungan yang saling percaya dan berkelanjutan.

Intinya, Humas ADPI menjalankan informasi dan komunikasi yang objektif dan transparan sebagai landasan membangun kepercayaan public agar terjada reputasi yang positif.  Humas ADPI bukan hanya menyampaikan pesan, tetapi menjaga hubungan dan legitimasi organisasi di mata publik.

 


Untuk diketahui, ADPI didirikan pada tanggal 27 Agustus 1985, dengan akte notaris Haji Gunung Tua Alamsyah Harahap, SH No. 15 tanggal 5 Februari 1986. ADPI didirikan pada tanggal 27 Agustus 1985, dengan akte notaris Haji Gunung Tua Alamsyah Harahap, SH No. 15 tanggal 5 Februari 1986. ADPI memiliki anggota lembaga Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Melalui kepengurusan periode 2025-2029, ADPI berharap dapat berkontribusi dalam memajukan industri dana pensiun di Indonesia dan mampu mengembanh amanah untuk membangun soliditas antar anggota ADPI, untuk bergandengan tangan menjadikan ADPI lebih bermanfaat untuk anggotanya.

 

 

Selasa, 25 November 2025

ADPI Gelar Inhouse Training MUDP untuk Perkuat Kompetensi SDM Dana Pensiun

Bertempat di Jakarta (24-25/11/2025), Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menggelar inhouse training Manajemen Umum Dana Pensiun (MUDP) ++ untuk 8 peserta dari DPLK Bank Jateng. Diikuti oleh Yustin, Mella, Putri, Prezkabudi, Dhevy, Nabila, Sharina, dan Arina dari DPLK Bank Jateng, training MUDP ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendasar mengenai dana pensiun, di samping menjelaskan regulasi terbaru yang mempengaruhi industri dana pensiun di Indonesia, serta karakteristik dan kewajiban lembaga dana pensiun.

 

Bertindak sebagai pengajar Bambang Sri Mulyadi (hari ke-1) dan Syarifudin Yunus (hari ke-2), keduanya berlisensi BNSP sebagai asesor kompetensi dari LSP Dana Pensiun. Melalui MUDP =+ ini, peserta dibekali materi Pengetahuan Dana Pensiun, Lingkungan Dana Pensiun, Kelembagaan Dana Pensiun, Manajemen dan Tata Kelola Dana Pensiun (hari ke-1) dan Desain Dana Pensiun, Akuntabilitas Dana Pensiun, serta ditambah Administrasi Kepesertaan DPLK, Bisnis Proses DPLK dan Pemasaran DPLK (hari ke-2).

 

Training ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi SDM di industri dana pensiun, sesuai dengan POJK 34 Tahun 2024 tentang Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia bagi perusahaan perasuransian, lembaga penjamin, dana pensiun, dan lembaga khusus di bidang tersebut. Hal ini sebagai pemenuhan terhadap pengembangan SDM yang berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi di dana pensiun.

 


Dengan pengetahuan dan pemahaman mendasar tentang pengelolaan dana pensiun secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, para pelaku dana pensiun harapannya dapat mengutamakan kepentingan peserta di samping tata Kelola dana pensiun yang baik dan penerapan manajemen risiko yang efektif. Dengan begitu dan dengan dukungan kompetensi SDM yang memadai, nantinya DPLK dapat meningkatkan kepesertaan dana pensiun sebagai kesinambungan finansial yang memadai di masa pensiun untuk kesejahteraan jangka panjang.

 

Selain untuk menyamakan persepsi dan mastikan kepatuhan regulasi, training MUDP ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan tata kelola dana pensiun yang baik. Selama training MUDP peserta juga aktif bertanya dan berdiskusi terkait pengelolaan dan pemasaran dana pensiun untuk meningkatkan kesejahteraan peserta di hari tua.

 

Harus dipahami, kompetensi SDM menjadi landasan penting untuk memajukan industri dana pensiun, khususnya melalui edukasi dan pentingnya dana pensiun sebagai perencanaan hari tua seorang pekerja baik di sektor formal maupun informal. Salam #YukSiapkanPensiun



Rabu, 19 November 2025

Dihadiri Pengurus dan Komda, ADPI Sosialisasikan Program Kerja 2026

Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menggelar Musyawarah Tahunan II/2025 dan Sosialisasi Program Kerja tahun 2026 hari ini di Jakarta (20/11/2025).  Dihadiri 50-an Pengurus ADPI dan Komda 1 s.d. 8 ADPI di Indonesia, Munas II ADPI tahun ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi anggaran dan kinerja organisasi serta mensosialisasikan program kerja di tahun 2026.

“Momen Munas II tahun 2025 ini sangat penting untuk penguatan soliditas pengurus ADPI dan pemaparan program kerja tahun 2026, di samping anggaran. Selain untuk menopang kinerja organisasi, Munas ini juga berpesan pentingnya menjalan peta jalan dana pensiun sesuai arahan OJK” ujar Abdul Hadi, Ketua ADPI dalam sambutannya.

 

Munas II/2025 ADPI dipimpin langsung oleh Abdul Hadi sebagai Ketua Umum dan Sularno (Sekjen ADPI). Dipaparkan pula program kerja tahun 2026 ADPI dari masing-masing Wakil Ketua seperti Chairi Pitono, Waka 1 untuk bidang Investasi dan Kemitraan, Antonius R. Tyas, Waka 2 untuk bidang Kepesertaan dan Litbang, Budi Sutrisno, Waka 3 untuk bidang Edukasi & Literasi, dan Abdul Hadie untuk Bendahara – Regulasi/Advisory). Turut hadir dalam Munas II ADPI antara lain: Suheri, dan Ali Farmadi (Dewan Pengawas), Marzuki Usman dan Djoni Rolindrawan (Dewan Penasihat, dan Bambang Sri Mulyadi (staf ahli).

 


Melalui Munas II/2025 ADPI, rencananya ADPI akan melakukan 16 kegiatan di tahun 2026 yang mencakup refreshment, webinar, sarasehan, seminar termasuk Indonesia Pension Fund Summit 2026, dan Munas. Sementara aktivitas diklat mencapai 88 pelatihan, terdiri dari 58 diklat dan 30 inhouse training.

 

Harapannya melalui Munas II/2025, ADPI akan terus menyatukan visi dan arah Gerak untuk memajukan industri dana pensiun di Indonesia, di samping untuk menyamakan persepsi antara seluruh anggota dan pengurus.

 

Senin, 17 November 2025

Tingkatkan Literasi Dana Pensiun, ADPI Gelar Goes to Campus di Unpad

Sebagai upaya meningkatkan literasi dan kesadaran finansial di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa tentang pentingnya mempersiapkan masa pensiun sejak dini,  Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) menggelar acara “ADPI GOES TO CAMPUS” di Kampus Universitas Padjajaran Jatinangor (17/11/2025). Kuliah umum bertajuk “Hidup Tenang di Hari Tua melalui Pengelolaan Dana Pensiun yang Baik dan Profesional” ini diikuti 100-an mahasiswa dan dosen FEB Unpad.

 

Bertindak sebagai pembicara 1) Abdul Hadi, Ketua ADPI, 2) Faizal Ridwan Zamzamy, Ketua Bidang Literasi dan Sosialisasi ADPI, dan 3) Dr. Vita Sarasi, Dosen FEB Unpad sebagaikeynote speaker yang dimoderatori Denny S. Nugroho. Turut hadir memberikan opening remarks dalam kuliah umum ini Dr. Adiatma Yudistira Manogar Siregar, SE.,ME.Con.St selaku Wakil Dekan 1 FEB Unpad dan Cupian, SE.MT .,Ph.D selaku Ketua Prodi Ekonomi Islam.

 

“Kami menyambut baik ADPI Goes to Campus ini karena dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang cara mengelola keuangan pribadi dan pentingnya mempersiapkan pensiun. Acara ini penting untuk edukasi dan literasi finansial” ujar Dr. Adiatma Yudistira Manogar Siregar, SE,, ME.Con.St., Wakil Dekan 1 FEB Unpad dalam sambutannya.

 

Abdul Hadi, Ketua ADPI memaparkan pentingnya persiapan sejak dini tentang dana pensiun untuk mencapai ketenangan di masa depan. Untuk itu, edukasi dan kemampuan mengelola uang sejak masih produktif sangat penting. Agar nantinya, saat mahasiswa bekerja punya rencana untuk membuat hari tua bebas dari kekhawatiran finansial. Sebab hari tua bukan soal bertahan, tapi menikmati hidup. Dengan dana pensiun yang cukup, seseorang bisa tetap menjaga standar dan kualitas hidup, sehingga tidak tergantung kepada anak-anak atau keluarga.

 


Sementara itu, Faizal Ridwan Zamzamy, Ketua Bidang Literasi dan Sosialisasi ADPI menegaskan penting pengelolaan profesional di dana pensiunm agar memperoleh hasil yang optimal dan aman di hari tua. Selain dikelola oleh lembaga yang profesional, investasi dana pensiun juga harus dikelola secara prudent, transparan, dan berkelanjutan. Intinya, pengelolaan dana pensiun yang baik dan profesional dapat memberikan rasa aman, stabilitas, dan kebebasan untuk menjalani hari tua secara berkualitas.

 

Selain untuk membangun kesadaran mahasiswa akan pentingnya mempersipakan masa pensiun saat bekerja nanti, acara “ADPI Goes To Campus” ini juga menjadi bagian untuk mencegah ketergantungan finansial (sandwich generation) masyarakat Indonesia di masa pensiunnya. Mahasiswa perlu memiliki wawasan dan pengetahuan untuk menjaga kesinambungan penghasilan di hari tua, agar tidak bergantung pada keluarag atau orang lain setelah tidak lagi aktif bekerja.



Kamis, 09 Oktober 2025

Komitmen Tingkatkan Kualitas SDM, ADPI Sosialisasikan Materi Pelatihan KKNI Dana Pensiun

Bertempat di Jakarta, hari ini Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) melakukan sosialisasi materi pelatihan KKNI Dana Pensiun sekaligus menyamakan persepsi mekanisme dan proses pelatihan yang dijalankan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di dana pensiun (9/10/2025). Diikuti oleh 22 pengajar/asesor pelatihan dari ADPI, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan “delivery training” KKNI Dana Pensiun sesuai dengan acuan unit kompetensi sebagaimana tertuang dalam KKNI Dana Pensiun dan memenuhi proses uji kompetensi sertifikasi KKNI bagi peserta sesuai dengan SEOJK 12/2025 tentang sertifikasi kompetensi kerja dan sertifikasi kompetensi selain sertifikasi kompetensi kerja bagi dana pensiun dan POJK 34 Tahun 2024 tentang Pengembangan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada Dana Pensiun.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian pengembangan wawasan dan diskusi di antara pengajar/asesor pelatihan KKNI Dana Pensiun terkait unit kompetensi setiap jenjang di dana pensiun, materi training, metodologi,format makalah dan role play yang patut dilakukan peserta uji sertifikasi KKNI Dana Pensiun. Sosialisasi ini menjadi bagian komitmen ADPI untuk meningkatkan proses pelatihan yang sesuai regulasi, di samping berkoordinasi dengan LSP Dana Pensiun.

 

Para pengajar/asesor yang mengikuti kegiatan ini antara lain: Abdul Hadi, Budi Sutrisno, Budi Sulistijo, Purwaningsih, Suheri, Ali Farmadi, Rahmawati, Djoni Rolindrawan, Antonius, Bambang Sri Mulyadi, Ganis, Anto, Fajar, Wella, Adriyansyah, Ratna Ikawati, Syarifudin Yunus dan pengajar lainnya dalam naungan ADPI. Sebagai asosiasi industri, ADPI mengkonsolidasikan pengajar/asesor untuk memastikan sertifikasi KKNi Dana Pensiun berjalan optimal.

 


“Kegiatan sosialisasi materi pelatihan KKNI dana pensiun, tujuannya untuk menyamakan persepsi di antara pengajar dan mekanisme yang dijalankan selama pelatihan. Kita mengacu pada ketentuan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Bidang Dana Pensiun. Harapannya, SDM dana pensiun makin berkualitas” ujar Abdul Hadi (Ketua ADPI) didampingi Budi Sutrisno (Wakil Ketua ADPI) dalam sambutannya hari ini.

 

Acara yang berlangsung selama 3 jam ini juga menjadi ajang diskusi dan memberi masukan untuk menjalankan pelatihan KKNI Dana Pensiun secara lebih berkualitas. Sehingga semua peserta Uji Sertifikasi KKNI dana pensiun, baik di jenjang 4, 5, 6, dan 7 berjalan optimal dan nantinya memiliki relevansi kuat dengan pelaksanaan asesmen sertifikasi kompetensi di LSP Dana Pensiun melalui verifikasi portofolio dan wawancara.

 

Agar ke depan, SDM di bidang dana pensiun memiliki kompetensi sesuai standar regulasi dan ekspektasi masyarakat. Salam kompeten!

 


Sabtu, 23 Agustus 2025

Rayakan Empat Dekade Eksistensinya, ADPI Jalan Sehat Bersama 600 Praktisi Dana Pensiun di Car Free Day

ADPI (Asosiasi Dana Pensiun Indonesia) menggelar kegiatan jalan sehat untuk memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-40 ADPI. ADPI merayakan empat dekade kehadirannya di bumi Indonesia. Acara yang berlangsung di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Sudirman–Thamrin diikuti 600 anggota ADPI yang bertujuan untuk memacu semangat juang dalam memajukan industri dana pensiun di Indonesia, di samping mempererat soliditas anggota ADPI (24/8/2025).

 

Turut hadir dari OJK yaitu Dinar Sukmasari (Direktur Pengawasan Dana Pensiun & BPJS Ketenagakerjaan OJK), Asep Suwondo (Direktur Pengembangan PPDP OJK), Aas (Deputi Direktur Pengawasan Dana Pensiun 2 OJK), Teuku Heru (Deputi Direktur Pengawasan Dana Pensiun Syariah OJK) bersama Abdul Hadi (Ketua Umum ADPI) dan Sularno (Sekjen ADPI) beserta jajaran pengurus ADPI.

 

“Jalan sehat HUT ke-40 ADPI ini untuk menguatkan kebersamaan anggota ADPI, mempererat hubungan insan DPPK sekaligus mencontoh semangat juang para pahlawan bangsa dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-80 RI” ujar Abdul Hadi, Ketua Umum ADPI di sela acara jalan sehat pagi ini.

 


Jalan sehat HUT ke-40 ADPI juga menjadi simbol pentingnya kolaborasi dan menjaga soliditas anggota untuk terus mengembangkan industri dana pensiun di Indonesia. Untuk itu, semangat juang anggota harus dijaga dan dikobarkan, utamanya dalam meningkatkan kompetensi insan dana pensiun untuk mewujudkan hari tua yang tenang dan sejahtera.

 

Sekalipun dihadapkan pada tantangan yang besar, ADPI bertekad untuk terus mendorong pertumbuhan dana pensiun yang lebih signifikan ke depannya melalui . Per Juni 2025, aset dana pensiun sukarela tercatat senilai Rp 391 triliun dengan melayani lebih dari 5 juta peserta. Selain mengelola kepesertaan secara memadai, upaya pengelolaan investasi, tata kelola dan manajemen risiko menjadi perhatian yang harus dijaga oleh pelaku dana pensiun, khususnya anggota ADPI. Maju terus dana pensiun Indonesia, dirgahayu ADPI!