Senin, 06 April 2026

Sambil Pakai Topi, ADPI Gelar Munas 1/2026 Optimalkan Kompetensi SDM Dana Pensiun

Dihadiri 60 pengurus dan komda, Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) hari ini (7/4/2026) menggelar Munas 1/2026 sebagai amanat anggaran dasar organisasi untuk melaporkan kinerja dan keuangan ADPI periode 2025 lalu. Dipimpin oleh pengurus teras ADPI terdiri dari: Abdul Hadi (Ketua Umum), Sularno (Sekjen), Chairi Pitono (Waka 1), Antonius R. Tyas (Waka 2), Budi Sutrisno (Waka 3), Abdul Hadie (Bendahara), Mujiharno (Dewan Pengawas) dan Budi Sulistijo (Direktur Eksekutif).

 

Munas ADPI kali ini fokus untuk melaporkan kinerja pada tahun lalu, mencakup bidang 1) Investasi & kemitraan - kelembagaan, 2) Kepesertaan & database – litbang, 3) Edukasi – kompetensi & sosialisasi literasi, dan 4) Regulasi & Advisory. Dilaporkan pula sepanjang tahun 2025, ADPI telah menggelar Pelatihan Dana Pensiun secara reguler 51 kali dan inhouse training 64 kali sebagai bagian peningkatan kompetensi SDM dana pensiun. Saat ini, ADPI memiliki anggota 160 dana pensiun pemberi kerja.

 

Sularno, Sekjen ADPI menyampaikan pula update terkait KKNI Manajemen Risiko Dana Pensiun (MRDP) yang memasuki tahap konvensi nasional sebelum dijalankan, harmonisasi program pensiun, dan arahan kepada DPPK untuk mengoptimalkan program sebagai bagian perlindungan peserta.

"Melalui Munas ADPI ini mari kita update pengetahuan bersama untuk optimalkan industri dana pensiun. Kolaborasi dan sinergi yang lebih produktif, mari kita bergandengan tangan untuk ADPI yang lebih bermanfaat untuk anggotanya" ujar Sularno dalam paparannya di kantor ADPI Wisma BNI 46 Jakarta.

 


Dengan tekad kolaborasi antar pengurus dan anggota, ADPI berusaha untuk memajukan industri dana pensiun, di samping mewujudkan tata kelola dana pensiun yang berkualitas. Untuk itu, upaya meningkatkan kompetensi insan dana pensiun melalui MUDP, MRDP, dan KKNI dana pensiun akan dioptimalkan. Sebagai bagian implementasi regulasi yang berlaku di dana pensiun, baik POJK 27/2023, POJK 35/2024, dan POJK 34/2024 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia.

 

Munas ADPI memakai topi ini, terinspirasi dari konsep Six Thinking Hats yang diperkenalkan oleh Edward de Bono, di mana setiap “topi” melambangkan cara berpikir berbeda: logika (fakta), emosi (perasaan), kritis (risiko), optimis (manfaat), kreatif (ide baru), dan pengendali (proses). Sehingga rapat menjadi lebih terarah, tidak didominasi satu sudut pandang, dan membantu menghasilkan keputusan yang lebih objektif dan komprehensif. Secara filosofis, “pakai topi” juga berarti menanggalkan ego pribadi dan tidak kaku pada satu posisi.

 

Sekalipun dihadapkan pada tantangan yang besar, ADPI bertekad untuk terus mendorong pertumbuhan dana pensiun yang lebih signifikan ke depannya. Per Desember 2025, total aset dana pensiun sukarela (DPPK/DPLK) mencapai Rp411,29 triliun, tumbuh 7,52% year-on-year dengan melayani 5,41 juta peserta tahun 2025 untuk mengelola kepesertaan secara memadai, pengelolaan investasi, tata kelola, dan manajemen risiko menjadi perhatian yang harus dijaga oleh pelaku dana pensiun.

 

 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar