Rabu, 31 Agustus 2022

Mau Sejahtera di Masa Pensiun, Programnya DPLK Bukan Asuransi Pensiun

Saat ditanya dalam acara Podcast Dana Pensiun, seberapa sih pentingnya dana pensiun, terutama untuk pekerja di Indonesia? Maka saya pun menjawab, sangat penting bahkan jangan ditunda lagi untuk punya program pensiun. Karena siapa pun yang bekerja di mana pun tidak akan pernah tahu kondisi di masa depan, di hari tua. Maka, mumpung masih bekerja sangat penting menyiapkan dana pensiun sejak dini. Sisihkan sebagian dari gaji sebagai tabungan yang hanya bisa diambil saat usia pensiun tiba.

 

Dana pensiun jadi lebih penting bagi pekerja. Karena biaya hidup dari waktu ke waktu semakin tinggi. Nah bayangkan apabila di hari tuan anti, kita sudah tidak bekerja lagi. Dari mana uang untuk membiayai hidup di masa pensiun? Masa kehidupan saat pensiun yang Panjang, sekitar 17 tahun setelah pensiun di usia 55 tahun, tentu membutuhkan biaya yang tidak kecil. Belum lagi akibat ketidak-pastian kondisi keuangan di masa datang. Lagi-lagi, dana pensiun makin penting dipersiapkan sejak dini. Selain agar sejahtera di hari tua saat tidak bekerja lagi, dana pensiun pun untuk mempertahankan gaya hidup di masa pensiun.

 

Ada istilah “kerja yes, pensiun oke”. Itu artinya, siapa pun saat bekerja secara ekonomi cukup dan mapan. Maka di saat pensiun pun harus tersedia dana yang cukup. Jangan sampai gaya hidup menurun di masa pensiun. Bahkan tidak punya dana yang cukup di masa pensiun. Karena faktanya di Indonesia, 7 dari 10 pensiunan pada akhirnya mengalami masalah keuangan sehingga banyak pensiunan yang bergantung kepada anak-anaknya. Kemiskinan dan ketidak-mampuan finansial adalah risiko pekerja di masa pensiun. Maka cara antisipasinya adalah dengan mempunyai program pensiun seperi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

 

Saat ini, tidak lebih dari 6% pekerja sektor formal di Indonesia yang suah memiliki program dana pensiun. Mungkin, Anda termasuk yang belum punya dana pensiun, kenapa? Maka mumpung belum terlambat, mulailah untuk merencanakan masa pensiun dari sekarang. Karena masa penisun bukan soal waktu. Tapi soal keadaan, mau seperti ap akita di masa pensiun? Nyaman dan sejahtera di hari tua atau sebaliknya.

 


Maka tips sederhana menyiapkan dana pensiun untuk pekerja dan kaum milenial adalah segera sisihkan sebagian gaji atau sejumlah uang untuk program dana pensiun, khususnya di DPLK. Bukan di unit link asuransi jiwa, bukan di reksadana atau bermain saham. Karena DPLK adalah program yang memang dipersiapkan untuk membayarkan manfaat pensiun, saat tidak bekerja lagi. Ada iuran yang disetor secara berkala, ada hasil investasi selama jadi peserta, dan ada kaitan usia pensiun saat manfaat penisun dibayarkan. Jadi, dana pensiun adalah produk keuangan yang didedikasikan untuk masa pensiun, orientasinya hari tua. Agar siapa pun saat pensiun nanti, ada ketersediaan dana yang memadai di hari tua. Secara regulasi, dana pensiun punya mekanisme dan skema yang sudah diatur tersendiri. Tidak sama dengan asuransi pensiun atau reksadana pensiun.

 

Jadi, tidak ada ruginya bagi pekerja dan kaum milenial untuk mulai mempersiapkan dana pensiun sejak dini. Karena masa pensiun bukan soal waktu tapi soal keadaan. Mau seperti apa kita di masa pensiun? Tetap sejahtera seperti masa bekerja atau mengalami masalah finansial di hari tua.

 

Ketahuilah, riset membuktikan 9 dari 10 pekerja di Indonesia saat ini sama sekali tidak siap untuk pensiun. Karena tidak tersedianya dana yang memadai untuk membiayai kebutuhannya sendiri. Tidak siap pensiun akibat tidak ada dana yng cukup. Jadi, penting tidak pentingnya dana pensiun tergantung kepada Anda sendiri. Salam #YukSiapkanPensiun #EdukasiDanaPensiun #KenapaDPLK?

TBM Lentera Pustaka Dikunjungi Sekolah Alam, Untuk Apa?

Melihat dari dekat, itulah spirit Sekolah Alam Indonesia Business dan Leadership School (SAI BLESS) Depok saat studi banding ke TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak sore ini (31’8’2022). Dikuti 8 orang guru dan siswa, tim SAI Bless ingin tahu bagaimana TBM Lentera Pustaka mampu membangun tradisi baca di kalangan anak-anak usia sekolah, yang sebelum ada TBM tidak punya akses bacaan?

 

Diterima oleh Susi - Ai (Wali Baca TBM Lentera Pustaka), kisah perjuangan TBM lentera Pustaka yang awalnya hanya punya 14 anak pembaca aktif lalu kini berkembang menjadi 130-an anak pembaca aktif dari 3 desa (sukaluyu, Tamansari, Sukajaya) dan program literasi yang dijalankan TBM Lentera Pustaka dijelaskan dengan gambling ke tim SAI Bless.

 

“Kami senang SAI Bless bisa berkunjung dan belajar dari TBM Lentera Pustaka. Ini tempat baca yang menarik lagi pula banyak spot fotonya. Instagramable pula, apa lagi di area kebun baca. Luar bias ataman bacaan ini, seru banget" ujar salah seorang siswa SAI Bless Depok.

 


Studi banding SAI Bless ke TBM Lentera Pustaka ini pun menegaskan pentingnya relasi dan hubungan baik antar lembaga pendidikan seperti sekolah alam dan taman bacaan dalam bertukar informasi tentang kegiatan literasi. Selain bersilahturahim, studi banding ini pun menjadi ajang diskusi yang produktif tentang pengembangan taman bacaan.  Sekolah alam dan taman bacaan sejatinya memiliki kesamaan visi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa  dan generasi muda. Agar lebih kreatif dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

 

Hal ini sekaligus jadi bukti. Bahwa TBM atau taman bacaan tidak melulu sola kegiatn literasi atau CSR. Tapi mampu jadi "tempat belajar" dan studi banding semua pihak, semua orang yang mau hidup literat. Salam literasi #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka #BacaBukanMaen

 

Selasa, 30 Agustus 2022

Kopi Pagi Ketenangan di Taman Bacaan

Apa yang dirasakan saat meneguk secangkir kopi pagi?

Selain memberi kehangatan, kopi pagi pun menghadirkan ketenangan. Hingga hilang rasa pahit yang ada di dalamnya. Maka jadilah tenang, tidak usah berisik.

 

Tenang itu penting, bahkan tenang pun ciri orang literat. Karena zaman begini, banyak orang yang sudah tenang. Terlalu berisik, gerabak-gerubuk. Apa saja dikeluhkan, apa saja diomongin. Akhirnya, ribet sendiri. BBM belum naik sudah komplain, pilpres masih lama sudah berisik sana gaduh sini. Orang-orang yang tidak tenang. Terlalu banyak obsesi. Bahkan mungkin, terlalu banyak benci.

 

Di muka bumi ini, orang pintar itu banyak. Orang intelek bahkan ada di aman-aman. Hanya saja, tidak banyak dari mereka yang tenang. Dalam banyak urusan, terlihat jelas banyak orang tidak tenang. Terlalu fokus pada masalah, bukan pada solusi. Seperti yang dilakukan Pak Irjen FS dan rekan-rekan. Bila ada masalah, kenapa harus membunuh?

 

Maka tenanglah dalam hidup. Karena tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. Semua yang terjadi itu sudah dalam kehendak-Nya. Hadapi dengan tenang dan ikhlas. Insya Allah, tuntas. Lupa ya, sikap tenang itu obat terbaik untuk tubuh dan pikiran yang gelisah.

 

Tenang itu diam. Tidak gundah, bahkan tidak perlu gaduh. Hanya orang tenang yang fokus pada hal-hal yang baik. Tetap bersikap dan berperilaku positif. Membiarkan orang-orang yang benci, mengabaikan orang-orang yang gemar bergibah. Toh hukumnya sederhana, apa yang diperbuat maka itulah yang akan dipanen. Berbuat jahat maka kejahatan pula yang akan dialaminya.

 


Tenang, itulah spirit pegiat literasi di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak. Apapun kondisinya tetap tenang. Ada anak yang dilarang membaca oleh orang tuanya, ada anak yang hanya main di taman bacaan. Bahkan ada yang membaca dengan tekun. Semua dihadapi dengan tenang. Karena sikap tenang, memang tidak ada batasnya. Di taman bacaan, siapa pun butuh ketenangan di samping kesungguhan.

 

Jadi, tenang saja dalam hidup. Sama sekali tidak perlu mencari jeleknya orang lain. Tidak ada guna mengumpulkan aib orang lain. Apalagi mencaci-maki bangsa dan pemimpinnya sendiri. Bila ada yang salah ya perbaiki, bila ada yang kurang ya lengkapi. Bahkan bila berbeda pendapat pun ya hindari. Tidak sah memaksa siapa pun untuk menerima pendapat kita. Jadi, tenang saja dalam keadaan apapun.

 

Rumus orang tenang itu sederhana. Bila kamu ingin bangsa ini lebih baik. Bila ingin orang lain menjadi baik. Maka berjuanglah dengan cara-cara yang baik. Tetap bertindak baik. Memang jadi baik itu susah tapi bukan berarti tidak  bisa kan?  Tenang itu berani menjernihkan pikiran. Mau membersihkan hati dari luka dan benci. Tetap ikhlas dan sabar lalu siap melangkah lagi. Tenang!

 

Siapa pun butuh hujan untuk bisa menikmati pelangi. Itu artinya, semua yang indah itu harus melewati cobaan dan ujian. Seperti di taman bacaan, mengajak anak-anak membaca itu butuh proses. Bukan hanya berharap hasil. Maka apa pun tantangannya harus dihadapi dan dijalani dengan tenang.

 

Tenang itu literat. Karena mau sekeras apapun kamu berjuang. Sungguh kamu tidak akan pernah bisa memperolehnya tanpa izin-Nya. Kamu hanya butuh lebih tenang. Agar mampu mendengar bisikan Sang Maha Kuasa. Dan pada akhirnya, apa yang kita miliki saat ini memang pantas untuk kita. Jadi tenang saja. Salam literasi #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka #BacaBukanMaen

Sinergikan Pegiat Literasi, Forum TBM Jawa Barat Gelar Kemah Literasi 2022

Sebagai upaya untuk menyinergikan pegiat literasi se-Jawa barat, Forum TBM Jawa Barat siap menggelar “Kemah Literasi Jawa Barat 2022” pada 2-4 September 2022 di Bumi Perkemahan Kiarapayung Jatinangor Sumedang. Mengusung tagline “Perkuat Jati Diri Bangsa”, Kemah Literasi ini pun menajdi momen untuk memperkuat literasi budaya Bandung Purba sebagai wadah melestarikan kembali pusaka bumi Bandung.

 

Kegiatan kemah literasi yang akan diikuti sekitar 200 pegiat literasi ini ditujukan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat melalui aktivitas taman bacaan, di samping menjadi wahana diskusi dalam memperkuat aktivitas literasi di Jawa Barat.  Aam Siti Aminah, Ketua Forum TBM Jawa Barat menegaskan pentingnya peran kemah literasi dalam memperkuat nilai-nilai kearifan lokal melalui literasi.

 


Selain menjadi sarana silaturahim pegiat literasi, Kemah Literasi Jawa Barat 2022 juga diisi menyajikan berbagai sesi diskusi dengan menghadirkan Narasumber, seperti: T. Bachtiar (Ahli Geologi dan Penulis Bandung Purba), Opik, M.Pd (Ketua Forum TBM Pusat), Bayu Gautama (Founder Sekolah Relawan), Prof. Davidescu Cristiana Victoria (Direktur Pasca Sarjana UNLA), Etty RS (Budayawan/Sing Rancage), Kusnandar S.Sos, M.Si (Dosen UNPAD), dan Maman Suherman (Penasehat Forum TBM). Aksi literasi budaya pun tersaji di Kemah Literasi Jawa Barat 2022 seperti: Kacapi Anak Berprestasi, Jaipong, Final Lomba Baca Puisi Sunda, Sejarah Desa, dan Diseminasi karya dalam Pendokumentasian Budaya.

 

Harapannya, Kemah Literasi Jawa Barat 2022 dapat memacu kreativitas pegiat literasi dalam meningkatkan kegemaran membaca masyarakat. Sekaligus menjadi ruang terbuka dalam menyatukan spirit literasi untuk semua. Salam literasi!

Pentingnya Perencanaan Masa Pensiun untuk Pekerja

Adalah fakta hari ini, 7 dari 10 pensiunan di Indonesia mengalami masalah keuangan. Pensiunan yang tidak punya cukup dana untuk membiayai hidup setelah tidak bekerja lagi. Maka wajar, saat ini 7 dari 10 pensiunan yang ada pun hidupnya sangat bergantung kepada anak-anaknya. Iytulah realitas kehidupan pekerja di masa tua, di masa pensiun.

 

Sementara itu, ada 130-an juta pekerja di Indonesia saat ini, di sektor formal maupun informal. Tapi sayangnya, hanya 6% saja dari pekerja formal yang sudah memiliki program pensiun. Apalagi pekerja di sektor informal, praktis sangat minim yang punya dana pensiun. Atas dasar itu, sangat penting pekerja mulai mempersiapkan masa pensiunnya sendiri. Mulai merencanakan masa pensiun untuk dirinya sendiri. Karena cepat atau lambat, masa pensiun pasti tiba.

 

Kenapa setiap pribadi atau pekerja perlu punya dana pensiun?

Jawabnya sederhana, karena setiap pensiunan pasti punya kebutuhan biaya hidup. Sementera di masa penisun sudah tidak punya penghasilan. Lalu, dari mana uang untuk membiayai hidupnya? Karena dana pensiun sangat diperlukan. Sebagai contoh, riset menyebutkan setiap orang yang pensiun membutuhkan dana sekitar 70% s.d. 80% dari gaji terakhir. Bila gaji terakhirnya Rp. 10 juta, maka dibutuhkan uang sebesar Rp. 7-8 juta per bulan untuk biaya hidup di masa pensiun. Itulah yang disebut “replacemen ratio”. Pertanyaaannya, dari mana uang tersebut diperoleh sementara kita sudah tidak punya gaji?

 

Dana Pensiun sangat dibutuhkan setiap orang. Tujuannya, agar memiliki kesinambungan penghasilan di masa pensiun. Atau punya uang yang cukup untuk memenuhi biaya hidup di masa tua. Bahkan untuk mempertahankan gaya hidup di masa pensiun seperti saat masih bekerja. Hanya saja di saat pensiun, siapa pun tidak lagi punya gaji untuk membiayai hidupnya. Maka dana pensiun sangat diperlukan untuk penyambung hidup di hari tua. Sebagai bekal hidup di masa pensiun.

 


Sangat penting diketahui, ada 5 (lima) alasan kenapa setiap pekerja atau seseorang butuh dana pensiun sebagai perencanaan masa pensiun, yaitu:

1.      Biaya hidup yang makin tinggi dari tahun ke tahun, minimal mengikuti laju inflasi.

2.      Masa kehidupan di masa pensiun yang “panjang” pasti membutuhkan biaya yang besar. Apalagi saat ini angka harapan hidup Indonesia berada di di usia 72 tahun, berarti masih ada 17 tahun masa kehidupan setelah pensiun.

3.      Adanya ketidakpastian kondisi keuangan di masa datang.

4.      Adanya ketidakpastian kondisi kesehatan pensiunan di saat tidak bekerja lagi.

5.      Perlunya mempertahankan gaya hidup di masa pensiun seperti saat masih bekerja.

Atas dasar kelima alasan di atas, maka perencanaan dana pensiun sangat diperlukan setiap orang. Ibaratnya, kerja yes pensiun oke. Tapai mau sehebat apa pun saat bekerja, namun bila tidak punya uang yang cukup di masa pensiun maka akan merana di hari tua. Itulah pentingnya perencanaan masa pensiun.

 

Patut diketahui, siapa pun bila punya dana pensiun untuk hari tuanya. Maka yang bersangkutan berhak memperoleh maanfaat pensiun yang siap dibayarkan, saat memasuki usia pensiun normal. Sejumlah uang yang dapat digunakan untuk kebutuhan hidup di masa pensiun. Bahkan lebih dari itu, manfaat pensiun pun dapat dibayarkan akibat pensiun dipercepat, pensiun akibat cacat atau meninggal dunia, dan pensiun akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

 

Menariknya, ada keunggulan dana pensiun yang tidak dimiliki produk keuangan lainnya, yaitu: 1) ada kepastian dana di masa pensiun karena manfaat pensiun hanya dapat diambil saat mencapai usia pensiun, 2) ada hasil investasi yang optimal selama menjadi peserta dana pensiun, dan 3) ada fasilitas perpajakan saat menjadi peserta dana pensiun dan saat manfaat pensiun dibayarkan.

 

Jadi sekarang, terserah Anda. Mau seperti apa saat masa pensiun tiba? Salm #YukSiapkanPensiun #EdukasiDanaPensiun #EdukatorDanaPensiun

Senin, 29 Agustus 2022

Jadwal Buka TBM Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor

Seiring makin banyaknya kunjungan dan pertanyaan tentang “jadwal buka” Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor, maka penting untuk diketahui “Jadwal Buka TBM Lentera Pustaka”. Agar menjadi informasi kepada organisasi, komunitas, sekolah, korporasi maupun perorangan yang ingin berkunjung atau melakukan event literasi bersama anak-anak dan pengguna layanan taman bacaan.

 

Adapun jadwal buka TBM Lentera Pustaka adalah sebagai berikut:

No.

Aktivitas

Hari dan Jam

1.

TAman BAcaan (TABA), aktivitas membaca buku sekitar 130-an anak secara rutin seminggu 3 kali

1.MINGGU, Pukul. 10.00 WIB

2.RABU, Pukul 15.00 WIB

3.JUMAT, Pukul 15.00 WIB

2.

KElas PRAsekolah (KEPRA), aktivitas belajar calistung 26 anak pra SD/balita.

1.SELASA, pukul 14.00 WIB

2.KAMIS, pukul 14.00 WIB

3.

GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA), aktivitas pemberantasan buta aksara diikuti 9 kaum ibu

1.KAMIS, pukul 10.00 WIB

2.MINGGU, pukul 13.00 WIB

4.

KOPERASI LENTERA, aktivitas koperasi simpan pinjam diikuti 31 kaum ibu

SABTU, pukul 15.00 WIB

5.

MOtor BAca KEliling (MOBAKE), aktivitas penyediaan akses bacaan anak ke kampung-kampung dengan motor

MINGGU, pukul 15.30 WIB

6.

Yatim BInaan (YABI) dan JOMpo BInaaan (JOMBI), aktivitas pengajian dan santunan bulanan ke 14 anak yati, dan 12 kaum jompo.

SABTU pada Minggu terakhir setiap bulan, pukul 16.00 WIB.

*TBM Lentera Pustaka TUTUP setiap hari Senin, tidak ada aktivitas.

 

Oleh karena itu, semua pihak kiranya perlu memperhatikan jadwal “jam buka” TBM Lentera Pustaka demi efektivitas dan efisiensi. Apalagi bila berkujung langsung ke TBM Lentera Pustaka agar tidak menyita waktu, tenaga, dan biaya. Dengan mengetahui jadwal TBM Lentera Pustaka, diharapkan siapa pun dapat merencanakan dan mempersiapkan kunjjungan sesuai dengan tujuan dan ausdiens. Agar lebih terarah, sesuai dengan keperluan literasi dan aktivitasnya.

 


Patut diketahui, sejak berdiri tahun 2017 lalu, TBM Lentera Pustaka saat ini menjalankan 13 program literasi  yang terdiri dari: 1) TABA (TAman BAcaan) dengan 130 anak pembaca aktif dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya), 2) GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) dengan 9 warga belajar, 3) KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak usia prasekolah, 4) YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim yang disantuni dan 4 diantaranya dibeasiswai, 5) JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 8 jompo usia lanjut, 6) TBM Ramah Difabel dengan 2 anak difabel, 7) KOPERASI LENTERA dengan 31 kaum ibu agar terhindar dari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi, 8) DonBuk (Donasi Buku), 9) RABU (RAjin menaBUng), 10) LITDIG (LITerasi DIGital) untuk mengenalkan cara internet sehat, 11) LITFIN (LITerasi FINansial), 12) LIDAB (LIterasi ADAb), dan 13) MOBAKE (MOtor BAca KEliling). Dengan koleksi lebih dari 10.000 buku serta didukung 5 wali baca dan 18 relawan, TBM Lentera Pustaka dikenal taman bacaan paling komprehensif dan kreatif. Tidak kurang dari 250 orang pengguna layanan TBM Lentera Pustaka setiap minggunya.

 

Sepanjang tahun 2021 lalu, TBM Lentera Pustaka pun mencatat torehan prestasi seperti: 1) ) Ramadhan Heroes dari Tonight Show NET TV, Mei 2021, 2) terpilih 1 dari 30 TBM di Indonesia untuk program “Kampung Literasi” dari Direktorat PMPK Kemdikbudristek RI, Juli 2021, 3) terpilih "31 Wonderful People tahun 2021" kategori pegiat literasi dan pendiri taman bacaan dari Guardian Indonesia, September 2021, 4) Sosok Inspiratif Spiritual Journey PLN, Oktober 2021 dan 5) terpilih sebagai “Jagoan 2021” dari RTV, Desember 2021. Deretan prestasi itu menjadi bukti pengakuan dari pihak luar dan publik atas proses dan program yang dijalankan TBM Lentera Pustaka.

 

TBM Lentera Pustaka dikenal aktif dan kreatif dalam tata kelola taman bacaan. Semuanya dipersembangkan untuk meningkatkan kegemaran membaca dan budaya literasi masyarakat. Karena tanpa baca, siapa pun akan merana. Salam literasi #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan #BacaBukanMaen

 

Taman Bacaan Lentera Pustaka Implementasikan Reading Group ke Anak-anak

Cara meningkatkan kemampuan membaca anak-anak tentu berbeda-beda. Ada anak yang senang membaca sendirian, ada pula yang membaca sambil diiringi musik. Sah-sah saja selagi masih membaca daripada ngobrol. Walau kadang masalahnya, di mana anak-anak bisa mendapat akses bacaan?

 

Nah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor pun selalu mencari cara untuk meningkatkan kemampuan membaca anak-anak yang kini ada 130-an anak pembaca aktif. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui membaca kelompok atau reading group. Cara ini ditempuh untuk mengecek peningkataan kemajuan membaca buku anak-anak. Di samping untuk meningkatkan pemahaman terhadap isi buku bacaan.

 

Selain membantu anak-anak lebih lancar membaca dan memahami isi bacaan, membaca kelompok pun dapat memotivasi anak akan manfaat membaca buku. Agar anak-anak mampu mengasah reading comprehension yang optimal. Tentu, membaca kelompok dapat menjadi solusi atas 1) persoalan minat membaca anak, 2) akses bacaan anak, dan 3) kegemaran membaca anak. Saat ketiga hal di atas terpenuhi, maka membaca kelompok atau reading group bisa diterapkan di rumah atau di taman bacaan.

 


Patut diketahui, setidaknya ada 7 (tujuh) manfaat membaca kelompok atau reading group sesuai pengalaman yang dilakukan di TBM Lentera Pustaka. Ketujuh manfaat reading group atau membaca kelompok adalah sebagai berikut:

1. Dapat meningkatkan pemahaman terhadap isi bacaan

2. Dapat meningkatkan ide yang diperoleh dari buku bacaan

3. Dapat mengenal kelemahan dan kesalahan teknik membaca

4. Mampu meningkatkan kepercayaan diri anak

5. Mampu meningkatkan keterampilan membaca

6. Mampu meningkatkan konsentrasi terhadap bacaan

7. Melatih keterampilan komunikasi dan sosialisasi anak

 

Memang, ada anak yang lebih menyukai membaca sendirian, begitu pun sebaliknya. Namun, cara membaca kelompok atau reading group dapat menjadi alternatif teknik membaca yang ditempuh taman bacaan. Karena membaca kelompok dirancang untuk meminimalkan gangguan pada saat membaca buku. Agar setiap anak dapat meningkatkan pemahaman terhadap bacaan.

 

Hasil studi menyebutkan, kemampuan membaca kelompok yang baik pada akhirnya dapat menigkatkan kompetensi individual dan sosial seseorang saat mengerjakan tugas dan tanggung jawab saat berada di dunia kerja. Sebagai landasan penting dalam membentuk perilaku profesional di kehidupan nyata. Di samping dapat meningkatkan kemampuan interaksi dan partisipasi dalam kelompoknya.

 

Semua sepakat membaca itu penting, Tapi tidak mudah dilakukan oleh siapa pun. Karena itu, kemampuan membaca harus tetap dilatih dan dibiasakan. Oleh siapa pun dan di mana pun. Salam literasi #ReadingGroup #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

Minggu, 28 Agustus 2022

90% Event Literasi TBM Lentera Pustaka, Dieksekusi dari Kebun Baca

Kebun Baca adalah salah satu fasilitas yang dimiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Fasilitas lainnya, ada ruang baca utama yang berisi rak-rak buku dan rooftop baca di lantai 2 ber-view Gunung Salak, Nah, Kebun Baca merupakan tempat membaca di ruang terbuka berkonsep kebun. Agar membaca buku lebih rileks dan alamiah. Di Kebun Baca TBM Lentera Pustaka ada fasilitas seperti gudang buku, toilet, musholla, dan pepohonan. Di dinding tembok pun dilengkapi tulisan-tulisan nyeleneh tentang literasi.

 

Menariknya, sekitar 90% event kegiatan literasi dilakukan di Kebun Baca TBM Lentetra Pustaka. Seperti kegiatan CSR dari perusahaan, bakti sosial kampus dan mahasiswa, dialog dari komunitas dan organisasi, bahkan event bulanan. Untuk diketahui, TBM Lentera Pustaka saat ini setidaknya melayani 3-4 event dari luar per bulan seperti CSR, kunjungan, diskusi, launching buku dan sebagainya. Kebun Baca TBM Lentera Pustaka dengan luas 310m2 menjadi tempat sentral kegiatan literasi di TBM yang dikenal aktif dan kreatif ini.

 

Mengapa Kebun Baca?

Karena “kebun” adalah tempat tumbuhnya pepohonan dan tanaman. Dari benih yang kecil, disirami, dan dirawat hingga tumbuh "pegangan akar" yang kokoh. Lalu, berbuah sehingga bisa dinikmati banyak orang. Maka seperti itulah taman bacaan bekerja. Sebagai tempat membangun kesadaran membaca anak-anak usia sekolah di tengah gempuran era digital. Melalui taman bacaan, harapannya anak-anak kampung punya pengetahuan yang memadai sehingga dapat tumbuh di masa depan lebih baik dan lebih berkualitas.

 

Di kebun pun ada pohon yang tidak kuat angin. Ada pohon yang butuh sinar matahari. Ada pohon yang mudah rontok daunnya saat batangnya digoyang sedikit. Ada pohon yang berbuah lebat. Dan ada pula pohon yang tumbuhnya bagus tapi saat berbuah malah busuk. Bukti bahwa pohon-pohon di kebun itu beda-beda. Begitu juga manusia, punya keadaan sendiri-sendiri dan berbeda-beda pula. Kebun Baca TBM Lentera Pustaka menjadi cermin kehidupan manusia.

 


Manusia memang hidup. Tapi ada yang mudah mengeluh. Ada pula yang mudah tercerabut dari “akarnya”. Ada pula yang indah fisiknya tapi rusak batinnya. Ada yang manis mulutnya tapi pahit perilakuknya. Maka harus berhati-hati dalam hidup. Untuk selalu berbuat baik dan peduli kepada sesama. Dan manusia yang paling ideal adalah mereka yang kokoh dan tangguh dalam keadaan apapun. Selalu sabar, ikhlas, dan bersyukur seperti yang dijalankan pegiat literasi di TBM Lentera Pustaka selama ini dalam membimbing aktivitas membaca 130-an anak-anak usia sekolah di taman bacaan.

 

Kebun itu selalu memberi pelajaran. Bahwa pepohonan apapun. Terkadang harus mengorbankan bagian dirinya untuk memberi jalan untuk “berbuah”. Pohon yang tidak perlu membandingkan dirinya dengan pepohonan lainnya. Semua berjalan apa adanya dan terus bergerak untuk memberi “buah” untuk orang lain yang memakannya. Siapapun yang ada di kebun. Cukup bertindak sesuai keperluan masing-masing pohon. Agar pas pupuknya dan tetap tumbuh. Tidak perlu berlebihan. Tapi jangan sampai kekurangan. Sesuai karakter tiap-tiap pohon.

 

Kebun adalah “sekolah” untuk membentuk sikap saling mengerti. Bukan untuk berkompetisi antar tanaman. Bukan untuk saling membandingkan, apalagi mengalahkan. Tapi agar masing-masing tetap tumbuh dengan semestinya.  Karena di kebun, ada banyak yang bisa disuburkan. Bisa ditumbuhkan lewat tangan manusia.

 

Atas spirit itulah, Kebun Baca TBM Lentera Pustaka hadir. Selain sebagai tepat kegiatan literasi sekaligus menjadi kawah candradimuka dalam membentuk manusia literat. Bahwa setiap orang itu berbeda. Maka sangat dibutuhkan sikap untuk saling mengerti dan saling memahami. Bukan saling menjatuhkna apalagi menghancurkan.

 

Maka di Kebun Baca TBM Lentera Pustaka. Di situlah disemai sikap untuk saling mengerti. Sambil tetap membaca buku. Hingga pada akhirnya, siapa pun akan dapat “memanen” sesuai dengan benih yang ditanam dan dibesarkannya. Salam literasi #KebunBacaLenteraPustaka #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan

Kisah Pedagang Kecil di TBM Lentera Pustaka

Namanya Pak Ujang, seorang pedagang kecil. Jualan es kue. Beliau aslinya dari Gn. Mulia Tenjolaya tapi ngontrak di Ciomas Bogor. Sudah 2 minggu ini mangkal di Kebun Baca TBM Lentera Pustaka. Untuk berdagang ke daerah TBM di Sukaluyu-Tamansari, dia butuh 3 kali naik angkot. Bila dihitung pulang-pergi, butuh uang Rp. 20.000,-.

 

Es kue dagangannya pun dijual Rp. 2.000. Ternyata, dia ambil di bandar seharga Rp. 800,-. Berarti beliau dapat untung Rp. 1.200 per 1 es kue yang dibeli orang. Karena usianya yang tidak lagi muda dan berdagang sambil nongkrong, pagi ini saya pun menemuinnya. Ngobrol tanya tinggal di mana dan jual apa? Pas, anak sulung dan bontot saya pun sedang menginap di TBM maka mereka saya panggil dan perkenalkan untuk mencicipi dagangan Pak Ujang. Agar anak-anak saya bisa merasakan perjuangan sebagai pedagang kecil keliling. Untuk memperbesar rasa syukur dan peduli kepada "orang-orang kecil". Karena tidak banyak orang seberuntung anak-anak saya.

 

Dari Pak Ujang pula saya belajar. Betapa kepedulian memang harus ditanamkan pada diri saya dan siapa pun. Karena bila tidak, si kuat menolong di lemah itu hanya omong kosong. Baik di mulut tapi nol besar di aksi. Kebetulan di TBM Lentera Pustaka hari ini (28/8/2022) pun ada kegiatan dari BEM Faperta IPB. Maka saya putuskan dagangan Pak Ujang saya borong dan diberikan ke anak-anak, orang tua yang mengantar anaknya baca, dan mahasiswa IPB serta wali baca - relawan TBM Lentera Pustaka yang hadir. Alhamdulillah hari ini, Pak Ujang bisa pulang lebih siang dan membawa uang hasil dagang Rp. 182.000,-  Bantu pedagang kecil bisa pulang ke rumah lebih cepat saja sudah cukup. Maka jangan tawar harga dagangan pedagang kecil.

 


Ini bukan soal untung atau dagangan Pak Ujang habis. Bukan soal itu. Tapi saya mau bilang, betapa hebat Pak Ujang sebagai pedagang kecil keliling terus ikhtiar dan berjuang mencari sesuap nasi untuk diri dan keluarganya. Padahal umurnya tidak lagi muda, bahkan fisiknya pun untuk ukuran saya sudah ringkih. Sungguh luar biasa dan sekali lagi, saya harus bersyukur atas apa yang sudah saya miliki. Di samping harus terus peduli kepada sesama dan pedagang kecil.

 

Maka saya pun mengingatkan diri sendiri. Untuk tidak usah menawar pedagang kecil keliling. Bila mau bantu ya beli saja. Bila tidak mau beli ya perlakukan yang baik dan tidak usah menyebut dengan, "cuma begitu aja, mahal banget". Jangan tawar apa pun yang dijual pedagang kecil.

 

Uang memang tidak bisa dimakan. Tapi karena uang, siapa pun bisa membeli makanan atau barang sekaligus membantu pedagang kecil. Saya nggak pernah takut, uang "dibelanjakan" di jalan kebaikan. Apalagi berpikir untuk menawar ke pedagang kecil hanya karena merasa tidak sebanding uang yang dikeluarkan dengan makanan yang dibeli, tidak sekeren barang di swalayan. Beli di pedagang kecil itu untuk membantu, sekaligus peduli pada mereka.

 

Karena di luar sana, banyak orang sibuk mencari uang. Lalu-lalang mengejar dunia tapi sama sekali tidak punya waktu untuk membantu orang lain atau menikmatinya. Bersyukur dan teruslah bantu pedagang kecil. Karena mereka hanya ingin menafkahi keluarganya, bukan untuk kaya karena berdagang.

 

Karena itu pula, di TBM Lentera Pustaka selalu ada jajanan kampung gratis setiap bulan. Untuk menyenangkan anak-anak yang membaca di TBM, membantu pedagang kecil. Dan membuat semua orang senang ada di taman bacaan. Wallahu a'lam bishowab, semoga Allah SWT ridho. Salam literasi #JanganTawarPedagangKecil #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka