Seorang kawan mengeluh,
gajinya tidak cukup untuk biaya hidup keluarga dengan dua anak. Padahal kerja
sudah dari pagi hingga malam. Bingung, mau cari usaha apa lagi untuk menutupi
kekurangan biaya hidup. Pengen nyoba jadi ojol tapi fisiknya mulai lemah. Gimana
solusinya? tanya kawan kepada saya.
Ada yang bisa bantu? Menurut
saya, yah dicoba dulu saja untuk memperbaiki diri. Karena setahu saya, orang
yang rezekinya kurang, badannya gampang lemah, bahkan hatinya keras sebabnya
karena "suka ikut campur urusan orang lain". Hindari dulu perilaku
buruk "sok peduli" urusan orang. Buat yang paham, terlalu sibuk
mencampuri urusan yang bukan bagian kita itu bahaya.
Ikut campur urusan orang lain
itu bikin hati keras. Sok peduli alias kepo. Akhirnya, urusannya sendiri nggak
dituntaskan. Tambah lagi urusan orang lain ya keraslah hati. Akhirnya, mudah
gelisah, sulit tenang, atau kehilangan kelembutan spiritual.
Konsekuensinya, hati yang
keras jadi sebab "tubuh melemah". Sebagai akibat hilangnya ketenangan
dan energi. Pikirannya terus-menerus dipenuhi urusan orang lain, gosip, atau
hal-hal yang sebenarnya tidak ada manfaatnya. Hati-hati, hari inipun banyak
orang sibuk tapi bukan urusannya. Sok sibuk sok peduli padahal zonk.
Dari situlah, bila mau
disadari, akhirnya jadi sebab kekurangan rezeki. Bukan cuma soal uang tapi
berkah hidupnya berkurang. Sebab terlalu sibuk ikut campur urusan orang lain.
Hidupnya nggak berkah, bahkan rezeki sempit. Allah itu nggak suka pada orang-orang
yang "sok ikut campur" urusan yang bukan urusannya, apapun dalihnya.
Jadi, ketika kita berbicara
tentang hal-hal yang tidak ada urusannya dengan diri kita itu merusak diri
sendiri. Terlalu banyak membicarakan kehidupan orang lain itu menghilangkan
berkah, apalagi orang yang dibicarakan tidak senang. Hati-hati soal-soal begini.
Tidak usah sok peduli, fokus saja untuk diri sendiri. Kesannya sederhana, tapi
mengurusi hidup orang lain itu "wajib" dihindari. Dan banyak orang
susah untuk tidak peduli urusan orang, begitu faktanya.
Pesan ini penting, untuk
mengajak kita lebih menjaga lisan, fokus memperbaiki diri, dan tidak menjadikan
kehidupan orang lain sebagai bahan pembicaraan yang tidak bermanfaat. Ngurus
diri sendiri saja belum tentu benar, ngapain urus hidup orang lain?
Semakin seseorang sibuk
mengurusi hal yang bukan bagiannya, semakin sedikit ruang untuk memperbaiki
dirinya sendiri. Di situlah mulai menjalar "hati keras, tubuh kemah dan
rezeki kurang".
Ketahuilah, ketenangan hidup
hanya datang ketika kita mau membatasi ucapan, menjaga hati, dan lebih sibuk
memperbaiki diri daripada membicarakan kehidupan orang lain. Urus diri sendiri,
bukan urus hidup orang lain!


(1).jpg)

.jpg)


.jpeg)

.jpg)
%20rev.jpg)





.jpg)
.jpg)

.jpeg)
.jpg)
%20rev.jpg)