Ini cuma pesan refleksi. Usai Lebaran, hindari manusia yang kerjanya menyalahkan orang lain. Karena lebaran adalah momentum kembali ke hati yang bersih. Setelah Idulfitri, kita diharapkan kembali ke kondisi lebih sabar, lebih bijak, dan lebih rendah hati. Maka, bila ada orang yang kerjanya menyalahkan orang lain hindari saja. Mungkin, dia belum tahu arti lebaran?
Kebiasaan menyalahkan itu “energi negatif”. Orang yang gemar
menyalahkan biasanya sulit introspeksi, cenderung mencari “kambing hitam”, dan membuat
suasana tidak nyaman. Berada di dekat oranggseperti itu bisa melelahkan secara
emosional dan memicu konflik berulang. Bergaul pada orang yang kerjanya
menyalahkan, akan menghambat pertumbuhan diri dan hubungan baik. Orang yang
tidak mau bertanggung jawab atas dirinya sendiri sulit berkembang, sulit
belajar dari kesalahan, dan cenderung mengulang masalah yang sama. Bahkan susah
memaafkan orang lain. jika terus dekat, kita bisa ikut terseret dalam pola
pikir yang tidak sehat.
Hindari orang yang kerjanya menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan
kita. Padahal, semuanya tergantung pikirand an tingkah lakunya sendiri. Orang model
begitu, bicaranya bukan mencari solusi. Tapi mencaro-cari salahnya orang lan.
Terkadang, justru salahnya dia sendiri. Tapi selalu berusaha untuk mencuci
tangannya sendiri. Sekalipun harus mengotori nama orang lain.
Orang yang kerjanya menyalahkan orang lain. Saat dia salah, pasti orang lain
yang disalahkan. Saat dia gagal, pasti orang lain juga yang dituduh penyebabnya.
Bahkan saat kita diam, dia malah merasa menang. Jangan terjebak permainannya. Tidak
semua yang menuduh kita patut dijawab. Tidak semua yang menyakiti kita layak dijelaskan.
Biarkan saja dan hindari jauh-jauh.
Terkadang, ada fase dalam hidup ketika kita harus tegas. Menjaga jarak bukan karena benci tapi karena kita tahu nilai diri kita. Karena kita sadar, terus bertahan di dekat orang yang kerjanya menyalahkan orang lain hanya akan mengikis harga diri. Mengotori ketenangan hati kita sedikit demi sedikit.
Kita tidak diciptakan untuk menanggung kesalahan orang lain. Kita juga tidak
wajib memikul luka yang bukan milik kita. Jika hari ini kita disalahkan atas
sesuatu yang tidak kita lakukan, lepaskan! Serahkan pada Allah. Dia Maha Tahu
siapa yang jujur, siapa yang memutar cerita, dan siapa yang diam padahal
terluka.
Biarkan waktu yang membuktikan. Biarkan Allah yang membalikkan keadaan. Tugas
kita hanya satu: tetap jaga hati, tetap luruskan niat, dan tetap berjalan tanpa
harus menjelaskan segalanya. Karena yang benar tidak perlu berisik untuk
terlihat benar.
Jadi, hindari orang yang kerjanya menyalahkan orang lain. Jaga jarak, bukan
berarti membenci. Tapi menjaga batas, melindungi kesehatan mental, dan memilih
lingkungan yang lebih sehat. Lebaran, bukan hanya memaafkan orang lain. Tapi
juga lebih selektif dalam menjaga hubungan dan lingkungan yang positif.
Ingat, orang lain kalau
dicari-cari salahnya tidak akan pernah ada habisnya! Lebih baik baca buku daripada menyalahkan orang lain.

.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)

.jpg)





.jpg)
.jpg)
%20rev.jpg)