Elo pernah nggak? Kerja bareng satu tim, yang isinya anak-anak muda ambisius. Saking ambisiusnya, semua pengen "tampil." Hebatnya lagi, ada satu orang di antara mereka. Setiap ada project, dia selalu kelihatan sibuk. Rapat sana-sini. Email sana-sini. Tapi anehnya, nggak pernah ngerjain apa-apa. Semua tugas selalu didelegasikan ke orang lain, termasuk ke gue.
Kesal banget gue. Karena yang
ngerjain orang lain tapi yang dapat kredit dia. Bahkan lebih dari itu. Gue
inget banget, waktu itu, sebut saja namanya Alex. dia baru selesai presentasi.
Keringet dingin. Mikir keras. Proyeknya gede. Hasilnya bagus. Tapi pas nama tim
disebut, nama dia yang paling banyak disebut. Padahal, dia nggak
ngapa-ngapain. Gue diam aja. Si Alex senyum.
Gue langsung inget kata-kata
mentor gue. "Kalau lo gak ngerti kenapa orang sukses, mungkin karena lo
gak tahu apa yang mereka lakuin." Malam itu gue nggak bisa tidur. Ada yang
salah.
Gue mulai perhatiin si Alex. Rapat
selalu datang paling telat, pulang paling cepat. Tapi emailnya selalu paling
banyak. Isinya: "Tolong bantu ini," "Cek ini ya,"
"Update progress dong." Delegasi-nya jago, dan itulah yang dia
lakuin.
Gue mulai ngitung. Di proyek
terakhir, Alex mendelegasikan 80% pekerjaannya. Tapi di akhir, dia dapat 30%
pujian dari atasan. Gue? 10%. Padahal gue yang ngurus semua. Gue mulai paham, ini
bukan soal kerja keras. Ini soal "penampilan." Alex jago banget
bikin dirinya kelihatan sibuk. Rapat. Email. Diskusi. Presentasi. Semuanya buat
nunjukkin dia "berkontribusi." Padahal, dia cuma
"mengatur."
Jadi, ya kayak begitulah, keahlian yang harus kita kuasai di dunia kerja. Kenapa? Karena: 1) Era spesialisasi. Nggak mungkin lo bisa semua. Delegasi adalah kunci, 2) "Soft skill" lebih penting dari "hard skill." Komunikasi, negosiasi, manajemen, itu yang dicari, dan 3) "Visibility" = mata uang baru. Lo harus kelihatan, meskipun nggak ngerjain.
Gue mulai coba. Gue belajar
mendelegasikan tugas yang nggak gue kuasai. Gue bikin tim kecil yang fokus di
satu hal. Gue mulai berani minta bantuan. Hasilnya?
Gue lebih fokus. Kerja lebih
efisien. Gue punya waktu buat belajar hal baru. Dan yang paling penting: orang
lain mulai ngeliat gue sebagai "pemimpin," bukan cuma "tukang
kerja." Tapi ada satu hal yang harus lo perhatiin: delegasi bukan
cuma nyuruh. Lo harus jelasin: tujuan, kenapa
tugas ini penting – ekspektasi, hasil yang diharapkan – deadline, kapan harus
selesai?
Dan jangan lupa, kasih
apresiasi ke yang teman yang ikut ngerjain. Beri kredit yang pantas dan mention
mereka. Kalau nggak, lo akan ditinggalin teman. Setelah itu, mulailah "mengatur" diri sendiri. atur waktu untuk
belajar hal-hal baru, bangun jaringan, dan rencanakan karier. Biar nggak cuma
jadi "tukang kerja" dan sering kena tipu di dunia kerja. Salam
literasi!




.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)

.jpg)
.jpg)

.jpg)
