Hari gini “masih mengharap pahala?” Ya, memang begitu lazimnya. Semua orang yang beribadah pasti mengharap mengharap pahala dan ujungnya berharap mendapat surga. Tidak salah kok, itu sah-sah saja. Karena Allah memang menjanjikan pahala dan surga bagi hamba-Nya.
Namun, ada cinta yang lebih
tinggi dari mencari pahala. Apa itu? Yaitu ketika seseorang tidak lagi sibuk
menghitung pahala. Karena hatinya sudah jatuh cinta kepada Sang Pemberi Pahala.
Kita sholat bukan sekadar ingin surga tapi karena rindu kepada Allah. Jadi,
ibadah tertinggi bukan tentang mendapat balasan? Tapi karena cinta sang pemilik
pahala.
Sungguh, pecinta sejati tidak
lagi sibuk menghitung hadiah. Ia hanya takut jauh dari yang dicintainya. Maka jangan
hanya mencari pahala tapi carilah Dia yang memberi pahala. Sebab surga memang indah.
Tapi pemilik surga itu jauh lebih indah. Dan pada akhirnya, cinta tidak lagi
bertanya “kita mendapat apa?”. Tapi “kenapa kita harus bersama-Nya?”.
Begitulah diskusi bertajuk "Setiap
cerita adalah cermin dan setiap makna adalah pelita…" mahasiswa PBSI
FBS Unindra semester 6 saat meluncurkan buku kumpulan cerpen "Secangkir
Cerita Sejuta Makna" sebagai hasil kuliah Menulis Kreatif yang dibimbing
dosen Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. di
Kampus Unindra (16/5/2026) yang diikuti 94 mahasiswa penulis. Buku fiksi
setebal 423 halaman ini merupakan hasil kuliah Menulis Kreatif sebagai praktik
(bukan hanya teori) sebagai cara sederhana mengenalkan mahasiswa bahwa menulis
adalah perbuatan, bukan pelajaran. Semua cerpen dalam buku ini diangkat dari
pengalaman hidup setiap mahasiswa.
Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd
menegaskan tantangan besar mengajar adalah menjadikan kuliah lebih menyenangkan
dan materinya mudah dipahami (bukan diingat). Jangan sampai belajar jadi
membosankan. Maka belajar dibuat sevariatif mungkin, termasuk menulis cerpen
dan menerbitkannya menjadi buku. Belajar bukan hanya berharap lulus dan
mendapat ijazah. “belajar harus jadi momen untuk menemukan potensi diri dan
membangun tradisi dan perilaku yang menyenangkan. Senang saat melakukan
aktivitas itu barang langka di zaman begini” ujarnya.
Maka jangan berhenti hanya
pada pahala, karena tujuan tertinggi seorang hamba adalah mengenal dan
mencintai Allah. Jangan hanya mencari pahala tapi carilah Dia yang memberi pahala.
Ada di mana Dia, dan dekatilah dengan penuh rindu!





.jpg)
.jpg)

.jpeg)
.jpg)
%20rev.jpg)


.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)

.jpg)

