Ini sebuah pesan literasi. Kalau ingin jadi pohon yang tinggi, siaplah diterpa angin. Karena semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar juga ujian dan omongannya. Tapi kalau memilih jadi rumput, memang jarang diterpa badai. Sayangnya harus rela diinjak-injak banyak kaki. Jadi hidup bukan soal mau aman atau hebat, tapi soal seberapa kuat kita bertahan. Begitulah kira-kira.
Kalau ingin jadi pohon yang
tinggi, siaplah diterpa angin. Bahwa setiap pilihan hidup memiliki konsekuensi.
Dalam pengabdian sosial, seseorang yang memilih untuk terlibat membantu
masyarakat sering kali menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ada kritik,
salah paham, fitnah bahkan cibiran ketika niat baik tidak selalu dipahami semua
orang. Namun seperti pohon yang tinggi, keberadaan mereka memberi manfaat luas:
menghadirkan keteduhan, harapan, dan perubahan bagi banyak orang yang
membutuhkan.
Hal yang sama terlihat dalam
aktivitas di taman bacaan masyarakat. Orang-orang yang mengabdikan waktu untuk
mengelola taman bacaan sering bekerja tanpa sorotan besar. Mereka harus
menghadapi keterbatasan buku, minimnya dukungan, hingga rendahnya minat baca di
lingkungan sekitar. Tetapi mereka tetap bertahan karena percaya bahwa membaca
adalah jalan untuk mengubah masa depan. Semakin besar dampak yang ingin
diberikan, semakin besar pula tantangan yang harus dihadapi.
Sebaliknya, memilih hidup
“aman” tanpa berbuat apa-apa mungkin terasa nyaman seperti rumput yang rendah
dan tidak diterpa angin besar. Namun kehidupan yang terlalu takut menghadapi
tantangan sering membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk bertumbuh dan
memberi arti bagi orang lain. Dalam konteks sosial, diam terhadap masalah
pendidikan dan rendahnya literasi sama saja membiarkan banyak anak kehilangan
kesempatan berkembang. Karena itu, keberanian untuk tetap hadir di tengah
masyarakat menjadi bentuk keteguhan yang sangat berharga.
Dari taman bacaan kita
belajar bahwa kekuatan sejati bukan hanya tentang menjadi hebat, tetapi tentang
konsistensi untuk bertahan dan memberi manfaat. Seorang relawan yang setiap
minggu membacakan buku untuk anak-anak mungkin tidak dikenal banyak orang, tetapi
pengaruhnya bisa mengubah cara berpikir generasi muda. Seperti pohon yang tetap
berdiri meski diterpa angin, mereka yang mengabdikan diri melalui literasi
menunjukkan bahwa ketahanan, kesabaran, dan kepedulian adalah akar yang membuat
kehidupan menjadi lebih bermakna. Salam literasi!

.jpg)
.jpg)

.jpeg)
.jpg)
%20rev.jpg)


.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)

.jpg)



.jpg)