Menulis Kreatif adalah menulis dengan cara yang beda. Beda dari berbagai hal, boleh dari perilakunya saat menulis atau dari pikiran dan hasil karyanya. Intinya, menulis kreatif mempelajari cara menuangkan ide, perasaan, dan pengalaman menjadi tulisan yang menarik, imajinatif, dan bermakna. Maka kuliahnya, tidak hanya teori belaka tapi melatih kreativitas dan praktik menulis sebagai sarana ekspresi melalui bahasa.
Sebagai dosen pengampu mata kuliah Menulis Kreatif di semester 6 Prodi PBSI
FBS Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), saya menekankan pentingnya menulis
secara kreatif, baik berbentuk puisi, cerpen atau novel bahkan tulisan ilmiah
tentang sastra sebagai hasil penelitian. Saat kuliah perdana semester gasal
tahun 2026 (7/3/2026), saya memberi contoh pengembangan tulisan kreatif
berdasarkan pengenalan di dalam kelas. Sebutkan nama panggilan dan status “jomblo
atau bukan”? Dan hasilnya, 36% dari
mahasiswa yang berasal dari dua kelas adalah “jomblo”. Ini berarti, 3 sampai 4
mahasiswa di kelas saya tidak punya pasangan. Saya tidak bertanya, kenapa jomblo
atau alasannya. Maka pembaca yang tertarik, silakan saja hehe…..
Dalam tulisan kreatif (baca: sastra), ada yang disebut tokoh dalam
cerita. Pelaku atau karakter yang terlibat dalam suatu cerita dan menjalankan
peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalamnya. Tokoh dalam cerita itu punya
peran dalam alur cerita, punya sifat atau karakter, bahkan berinteraksi dengan
tokoh lain. Setiap tokoh dalam cerita pasti punya kebiasaan tokoh. Misalnya tokoh
yang selalu membaca buku menunjukkan sifat rajin belajar dan ingin tahu.
Begitu pula dengan tokoh “jomblo” seperti 36% dari mahasiswa yang
mengikuti kuliah menulis kreatif. Sebagai insan yang tidak memiliki pasangan,
biasanya sering melakukan aktivitas secara sendirian. Buka puasa sendiri, datang
ke acara sendirian, bahkan nonton atau makan pun sendirian. Para jomblo tidak
memiliki rutinitas komunikasi yang romantis. Tidak ada chat atau telepon rutin
dari pasangan. Kasihan nggak sih? Makanya, kaum jomblo fokusnya pada diri
sendiri. Banyak jomblo memanfaatkan waktunya untuk belajar atau bekerja, hobi
dan pengembangan diri, dan berkumpul dengan teman.
Tapi yang paling substansi adalah jomblo pastinya “tidak sedang
memiliki pasangan”. Dalam konteks tulisan kreatif, status jomblo itu sebagai
bagian pengungkapan tokoh atau penokohan dalam cerita. Dan lingkungan tempat
tokoh berada juga dapat menggambarkan karakternya. Selamat menulis kreatif!


.jpeg)

.jpeg)



_cropped_processed_by_imagy.jpg)

.jpg)

.jpeg)

%20rev.jpg)


_cropped_processed_by_imagy.jpg)






