Sabtu, 18 April 2026

Ngobrol Ringan Sesi Kuliah Menulis Kreatif di Depan Kelas

 

Tadi siang setelah sesi kuliah di Unindra, ngobrol ringan sambil becanda bareng mahasiswa. Dari mulai soal kreativitas, menulis cukstaw cerpen, prioritas dalam hidup hingga sampaikan pada tolok ukur sukses atau keberhasilan seseorang.

 

Ternyata, masyarakat kita lebih senang mengukur kesuksesan seseorang dari “urusan finansial”. Banyak uang dan besarnya angka nominal uang menjadi bukti suksesnya seseorang. Apa iya sukses cuma diukur dari uang?

 

Sama sekali tidak cukup, bila ukurannya cuma uang. Tentu, ada banyak indikator untuk sukses, Ada banyak hal yang bisa dilihat untuk tahu bagaimana dan seberapa kemampuan seseorang atau bahkan diri kita sendiri dalam mencapai sukses. Bukan hanya uang, justru orang sukses itu harus bisa dlihat dari:

 

1.  Mandiri. Sekarang ini ada banyak orang dianggap mampu dan cukup dalam secara finansial tapi dalam kehidupan sehari-hari masih sangat bergantung pada orang lain. Hidupnya tidak mandiri. Misalnya, sudah punya penghasilan sendiri tapi masih belum bisa mengatur waktu, belum bisa mengambil keputusan sendiri, atau bahkan masih mengandalkan orang lain untuk hal-hal kecil. Kok bisa begitu?

2. Tanggung Jawab. Sebagai salah satu tanda kedewasaan seseorang. Orang yang benar-benar “sukses” bukan hanya yang punya banyak uang atau prestasi tapi yang mau dan mampu menanggung konsekuensi dari pilihan hidupnya sendiri. Bertanggung jawab atas apa yang dipilihnya, apapun bentuknya.

3. Kesiapan Diri.  Banyak orang sukses yang punya uang tapi tidak punya kesiapan diri dalam menghadapi masalah-masalah kecil dalam hidupnya. Apalagi dikasih masalah besar. Terlalu enak di zona nyaman, akhirnya tidak siap bermasalah. Lupa kalau hidup itu isinya masalah, satu kelar maka masalah yang lain muncul lagi. Kesiapan diri bukan berarti hidup tanpa masalah, tapi bagaimana kita tidak kaget, tidak lari, dan tidak mudah menyerah saat masalah datang?



4. Kreatif. Soal sikap mental dan cara berpikir yang beda, selalu ada cara baru dalam melihat persoalan. Sukses dan banyak uang bila tidak kreatif hidupnya monoton, ya gitu-gitu saja. Orang kreatif itu cara pandangnya luas, bukan sempit. Selalu fokus pada solusi, bukan pada masalah.

5. Bermanfaat. Ini penting banget, orang sukses itu orientasinya menebar manfaat kepada yang lain. Buat apa sukses tapi tidak bermanfaat untuk orang lain? Surg aitu indah karena diisi bareng-bareng, kalau sendiri di surga, apa enaknya? Karena pada akhirnya, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

 

Di penghujung obrolan ringan di kelas, saya pun berpesan lebih baik jadi orang bermanfaat daripada sukses. Karena orang yang bermanfaat pasti sudah kelar dengan dirinya sendiri. Tapi orang sukses belum tentu kelar dengan dirinya sendiri. Sebab belum teruji, banyak orang sukses takut tidak kerja, cepat pusing, dan sering bermentalitas jadi “korban”. Punya masalah kecil saja sudah mengeluh setiap hari, seperti orang paling menderita sedunia.

   

Makanya, tolok ukur sukses itu bukan hanya finansial, Tapi tentang diri sendiri, apa sudah mandiri, tanggung jawa, siap di segala keadaan, kreatif, dan yang paling penting bermanfaat untuk orang lain. Dan akhirnya, kalau belajar tidak usah terlalu serius. Rileks saja, toh “takaran” kita sudah ada yang menetapkan akan seperti apa? Mahasiswa pun tertawa …



Tidak ada komentar:

Posting Komentar