Tadi siang setelah sesi
kuliah di Unindra, ngobrol ringan sambil becanda bareng mahasiswa. Dari mulai
soal kreativitas, menulis cukstaw cerpen, prioritas dalam hidup hingga
sampaikan pada tolok ukur sukses atau keberhasilan seseorang.
Ternyata, masyarakat kita lebih
senang mengukur kesuksesan seseorang dari “urusan finansial”. Banyak uang dan besarnya
angka nominal uang menjadi bukti suksesnya seseorang. Apa iya sukses cuma diukur
dari uang?
Sama sekali tidak cukup, bila
ukurannya cuma uang. Tentu, ada banyak indikator untuk sukses, Ada banyak hal
yang bisa dilihat untuk tahu bagaimana dan seberapa kemampuan seseorang atau
bahkan diri kita sendiri dalam mencapai sukses. Bukan hanya uang, justru orang
sukses itu harus bisa dlihat dari:
1. Mandiri.
Sekarang ini ada banyak orang dianggap mampu dan cukup dalam secara finansial
tapi dalam kehidupan sehari-hari masih sangat bergantung pada orang lain. Hidupnya
tidak mandiri. Misalnya, sudah punya penghasilan sendiri tapi masih belum bisa
mengatur waktu, belum bisa mengambil keputusan sendiri, atau bahkan masih
mengandalkan orang lain untuk hal-hal kecil. Kok bisa begitu?
2. Tanggung
Jawab. Sebagai salah satu tanda kedewasaan seseorang. Orang yang benar-benar
“sukses” bukan hanya yang punya banyak uang atau prestasi tapi yang mau dan
mampu menanggung konsekuensi dari pilihan hidupnya sendiri. Bertanggung jawab
atas apa yang dipilihnya, apapun bentuknya.
3. Kesiapan
Diri. Banyak orang sukses yang punya
uang tapi tidak punya kesiapan diri dalam menghadapi masalah-masalah kecil
dalam hidupnya. Apalagi dikasih masalah besar. Terlalu enak di zona nyaman, akhirnya
tidak siap bermasalah. Lupa kalau hidup itu isinya masalah, satu kelar maka masalah
yang lain muncul lagi. Kesiapan diri bukan berarti hidup tanpa masalah, tapi
bagaimana kita tidak kaget, tidak lari, dan tidak mudah menyerah saat masalah
datang?
4. Kreatif.
Soal sikap mental dan cara berpikir yang beda, selalu ada cara baru dalam
melihat persoalan. Sukses dan banyak uang bila tidak kreatif hidupnya monoton,
ya gitu-gitu saja. Orang kreatif itu cara pandangnya luas, bukan sempit. Selalu
fokus pada solusi, bukan pada masalah.
5. Bermanfaat.
Ini penting banget, orang sukses itu orientasinya menebar manfaat kepada yang
lain. Buat apa sukses tapi tidak bermanfaat untuk orang lain? Surg aitu indah
karena diisi bareng-bareng, kalau sendiri di surga, apa enaknya? Karena pada
akhirnya, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.
Di penghujung obrolan ringan
di kelas, saya pun berpesan lebih baik jadi orang bermanfaat daripada sukses.
Karena orang yang bermanfaat pasti sudah kelar dengan dirinya sendiri. Tapi
orang sukses belum tentu kelar dengan dirinya sendiri. Sebab belum teruji,
banyak orang sukses takut tidak kerja, cepat pusing, dan sering bermentalitas
jadi “korban”. Punya masalah kecil saja sudah mengeluh setiap hari, seperti
orang paling menderita sedunia.
Makanya, tolok ukur sukses
itu bukan hanya finansial, Tapi tentang diri sendiri, apa sudah mandiri,
tanggung jawa, siap di segala keadaan, kreatif, dan yang paling penting bermanfaat
untuk orang lain. Dan akhirnya, kalau belajar tidak usah terlalu serius. Rileks
saja, toh “takaran” kita sudah ada yang menetapkan akan seperti apa? Mahasiswa
pun tertawa …


Tidak ada komentar:
Posting Komentar