Minggu, 17 November 2019

TBM Lentera Pustaka Gelar festival Literasi Gunung Salak Dihadiri 350 Orang


Festival Literasi Gunung Salak Usung Budaya Lokal untuk Tradisi Baca

Bertajuk “Membaca Budaya Lokal”, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor usai menggelar #2 Festival Literasi Gunung Salak sebagai ajang kreativitas anak-anak pembaca aktif usia sekolah dan ibu-ibu berantas buta aksara, Minggu 17 November 2019. Dihadiri 350 pegiat dan pemerhati literasi, acara ini dibuka oleh Yustinus Ivan, Corporate Secretary Bank Sinarmas sekaligus menyerahkan bantuan CSR pembangunan kebun baca lentera, perangkat komputer, dan buku bacaan.

Di tengah gempuran era digital dan revolusi industri, “membaca budaya local” menjadi penting di ke depankan. Agar nilai kearifan lokal dan adab yang dimiliki anak-anak tetap terpelihara. Sebagai bekal menyongsong masa depan yang diberkahi. Karena hari ini, berapa banyak budaya lokal yang kian tersingkir dari pribadi-pribadi orang Indonesia.


Maka tradisi baca dan budaya literasi harus tetap tegak di anak-anak Indonesia. Seperti kata bijak “Kita tidak harus membakar buku untuk menghancurkan budaya. Tapi cukup membuat orang berhenti membacanya”. Itulah titik kematian budaya …

Maka melalui #2 Festival Literasi Gunung Salak, TBM Lentera Pustaka mengajak masyarakat untuk mengkampanyekan akan pentingnya tradisi baca dan budaya literasi masyarakat Indonesia. Demi tegaknya nilai-nilai budaya local sesuai aslinya yang tetatp harus dihormati dan dijunjug tinggi.

Kemeriahan #2 Festival Literasi Gunung Salak bukan hanya dihadiri ratusan pegiat literasi, namun mampu menyajikan acara yang kreatif dan menarik. Deni tegaknya tradisi baca dan budaya literasi. Diawali tarian massal “jaran goyang” dan “senam literasi khas TBM Lentera Pustaka”, semua bergerak bersenam ria sebagai simbol semangat membaca di kalangan anak-anak dan ibu-ibu.


Mengusung budaya local, Festival Literasi Gunung Salak kali ini pun menamilkan pentas musik dari KMJ Band, Goesrax Band, dan  Bayu & Friend Band serta Pesulap Nasrul Magic dari AJ Tugu Mandiri. Makin ciamik dengan aksi panggung mahasiswa Unindra, IPB, dan Unpam sebagai pemerhati budaya literasi. Aksi Literasi pun dibawakan anak-anak TBM Lentera Pustaka yang menampilkan 6 tarian lokal dan performa ibu-ibu buta aksara sebagai potret aktivitas membaca yang selalu dilakukan di TBM Lentera Pustaka, di samping apresiasi kepada anak-anak yatim, anak-anak pembaca terbaik, dan murid terbaik gerakan berantas buta aksara.

Pendiri TBM Lentera Pustaka, Syarifudin Yunus, pun membacakan puisi “sajak tiga lentera” yang dipersembahakan kepada sleuruh tamu dan anak-anak pembaca, di samping bersama mahasiswanya meluncurkan 2 buah buku, yaitu “Negeri Hancur Akibat Korupsi” karya liputan jurnalistik semester 5 PBI Unindra dan “Apa Enaknya Sih Jadi Koruptor” karya artikel ilmiah kuliah menulis ilmiah semester 7 PBI Unindra.


Semua tamu dan peserta yang hadir di Festival Literasi Gunung Salak pun mendapatkan kupon “jajanan kampung gratis” untuk menikmati jajanan kampung yang berjualan di sekitar acara, di samping sajian organ tunggal tunggal sebagai hiburan kepada warga. Semuanya dilakukan tentu utuk memberi spirit agar anak-anak selalu rajin dan tekun membaca.

Festival Literasi Gunung Salak digelar sebagai rangkaian peringatan 2 tahun berdirinya TBM Lentera Pustaka. Sekaligus membangun tradisi baca masyarakat kampung. Agar jangan ada lagi anak putus sekolah, di samping menghormati budaya lokal yang kini mulai terpinggirkan.

"Festival Literasi Gunung Salak kali ini mengusung budaya lokal. Agar anak-anak tetap mau membaca dan akrab dengan buku. Sambil menghormati budaya lokal melalui pementasan seni dan budaya baca. Luar biasa, animo dan antusiasme pegiat literasi terbukti sangat besar di acara ini" ujar Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka sekaligus Pegiat Literasi Indonesia.


Patut diketahui, TBM Lentera Pustaka diusianya ke-2 tahun telah menjadi tempat membaca 65 anak pembaca aktif yang terbiasa membaca 5-8 buku per minggu. Dengan jam baca 3 kali seminggu. TBM Lentera Pustaka dikenal sebagai taman bacaan yang unik dan kreatif, sehingga sering menjadi narasumber di DAAI TV dan TV Parlemen serta beberapa media cetak lainnya.

Maka di tengah maraknya hoaks dan ujaran kebencian, tradisi baca dan budaya literasi menjadi penting dilestarikan, khususnya di kalangan anak-anak usia sekolah. Agar anak-anak tidak tergilas oleh zaman yang serba digital di masa depan. Maka, tradisi baca dan budaya literasi harus tetap tegak di bumi Indonesia.

Maka, membacalah dan hormati budaya local. Karena anak-anak yang tidak membaca dan tanpa pengetahuan tentang sejarah masa lalu, asal-usul, dan budaya. Mereka bagai pohon tanpa akar…  #FestivalLiterasiGunungSalak #TBMLenteraPustaka #BudayaLiterasi



Minggu, 10 November 2019

Komunitas Bhineka Alumni SMPN 216 Bakti Sosial di TBM Lentera Pustaka


Tempatkanlah peduli di depan, jangan sisihkan ke belakang.
Karena itu, kepedulian sangat membutuhkan aksi nyata. Bukan hanya narasi dan diskusi.
Aksi nyata kepedulian itulah yang diwujudkan Komunitas Bhineka Alumni SMPN 216 Jakarta Angkatan 1986 dalam Bakti Sosial Bhineka 216-86” di Taman Bacaan Masyaralat (TBM) Lentera Pustaka pada Minggu, 10 November 2019 di Kaki Gunung Salak Bogor.  Berbagai aktivitas sosial seperti 1) mengajar ecoprint, 2) donasi pakaian layak pakai, dan 3) donasi buku bacaan diberikan Bhineka 216-86 di hadapan 60 anak-anak pembaca aktif dan 10 ibu-ibu gerakan buta aksara.

Donasi bakti sosial Bhineka 216-86 diserahkan oleh Monica, Ikmah, Yaltini, Maya, Epo, Maria, Regina, Pola, Tuti, Vira, Widio, Syarif Kotak, dan Mezack kepada 2 anak taman bacaan. Hal ini menjadi momentum istimewa bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November.   
“Kami dari Bhineka 216-86 bersyukur bisa ikut membantu anak-anak pembaca dan ibu-ibu buta aksara di TBM Lentera Pustaka ini. Apalagi pas di Hari Pahlawan. Karena bagi kami pahlawan bukan hanya untuk k=dikenal. Tapi mau berkorban dan peduli kepada mereka yang membutuhkan. Bakti sosial ini kami gelar sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial” ujar Monica dan Ikmah di sela acara.


Aksi sosial Bhineka 216-86 ini pun menjadi momentum kampanye gerakan alumni untuk berbagi. Alumni yang tidak bicara tentang aku dna kamu. Tapi tentang kita, tentang apa yang bisa diperbuat komunitas alumni kepada sesama. Agar setiap momentum alumni di manapun jadi lebih sehat dan positif. Aksi nyata sosial untuk memperkuat kebersamaan dan persamaan, bukan mempertegas perbedaan.

Bhineka 216-86 menyadari bahwa setiap individu alumni selayaknya punya rasa peduli terhadap sesama. Sehingga bisa menjadi bagian dari solusi masalah sosial, di samping terus melanggengkan kebersamaan.
Karena itulah, Bhineka 216-86 pun memiliki aktivitas sosial untuk menumbuhkan solidaritas sosial, jiwa kebersamaan, dan memelihara kebersamaan. Dan hebatnya, semua ini bersifat sukarela; sekaligus menyalurkan kepedulian sosial sesama teman-teman alumni SMPN 216 ANgkatan 1986.

Komunitas Bhineka 216-86 berharap anak-anak TBM Lentera Pustaka bisa lebih termotivasi dalam membaca buku di taman bacaan dan ibu-ibu buta aksara makin giat belajar baca dan tulis. Untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan. Karena di era digital seperti sekarang, kemampuan antisipasi terhadap keadaan dan kreativitas menjadi penting untuk ditingkatkan. Dan salah satunya bisa dilakukan melalui tradisi baca dan budaya literasi anak-anak dan masyarakat seperti yang terjadi di TBM Lentera Pustaka.


“Atas nama TBM Lentera Pustaka, saya sebagai alumni SMPN 216 Angkatan 1986 sangat berterima kasih atas kepedulian rekan-rekan dalam bakti sosial Bhineka 216-86 ini. Aksi sosial ini patut menjadi contoh konkret komunitas alumni dalam meningkatkan budaya baca anak-anak, di samping kepedulian sosial. Sudah saatnya ikata alumni di manapun bergerak untuk kaum yang membutuhkan” kata Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka yang sekaligus alumni SMPN 216 Jakarta.

Dalam kesempatan ini, anak-anak dan ibu-ibu TBM Lentera Pustaka pun diajarkan untuk keterampilan Ecoprint, membuat tas dengan sentuhan seni kreativitas anak yang dipandu oleh Yaltini dan Maya. Hal ini dilakukan untuk menggali potensi keterampilan atau prakarya yang dimiliki anak-anak TBM Lentera Pustaka.

Sebagai satu-satunya taman bacaan masyarakat di Kec. Taman Sari Kab. Bogor, TBM Lentera Pustaka bertekad menjadikan anak-anak usia sekolah bisa terbeas dari ancaman putus sekolah, di samping dapat mewujudkan kawasan wisata literasi, sebuah perjalanan wisata sambil membaca di sungai, di kebun, dan di jalanan. Dengan mengusung #BacaBukanMaen, TBM Lentera Pustaka berusaha memperkuat pengetahuan dan wawasan anak-anak melalui bacaan.

Maka, berbaktilah pada masyarakat yang membutuhkan.
Karena di situ, kita dapat menapaki jalan gelap menjadi lebih terang. Tentu, dengan bersama-sama dalam nuansa kepedulian …. #Bhineka216-86 #AlumniSMPAN216Jkt



Rabu, 06 November 2019

Komunitas Fashion Runners Donasi 1.000 Buku ke TBM Lentera Pustaka


Semangat filantropi memang harus terus digaungkan. Sebagai aksi nyata untuk peduli sesama dan nilai kemanusiaan. Filantropi, sebuah semangat kedermawanan. Tindakan sederhana yang bukan hanya sebatas dana, tetapi juga kontribusi sosial, waktu, tenaga, dan pikiran.

Komitmen filantropi inilah yang dilakukan Komunitas Fashion Runners  (FR) yang hari ini mendonasikan 1.000 buku ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor. Donasi diserahkan langsung oleh Dini Indra (Ketua Komunitas Fashion Runners) kepada Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Jakarta (6/11) sebagai wujud kepedulian dalam meningkatkan tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah.
  
“Donasi buku-buku ini adalah bentuk kepedulian anggota Fashion Runners. Sebagai bagian tanggung jawab sosial kami untuk anak-anak Indonesia agar tetap membaca buku, seperti yang dijalankan di Taman Bacaan Lentera Pustaka. Sebagai komunitas olahraga lari, kami pun membangun semangat filantropi, sikap peduli terhadap sesama” ujar Dini Indra, Ketua Fashion Runners saat penyerahan donasi buku.


Sebelumnya, Fashion Runners pun telah menyumbangkan program tanaman 1.000 polybag ke TBM Lentera Pustaka, di samping buku dan jam digital. Komunitas Fashion Runners (FR) merupakan komunitas lari yang terdiri dari sekitar 60 anggota yang berlatar belakang profesional seperti pengusaha, eksekutif bisnis tingkat atas dan profesional. Dengan fokus pada kebugaran sosial, pelatihan kompetitif rutin, pembaruan kesehatan serta pengetahuan nutrisi, Fashion Runners sering mengikuti lomba marathon, di samping aktif dalam program filantropi.

“Terima kasih Fashoin Runners atas kepeduliannya pada TBM Lentera Pustaka. Buku-buku ini sangat berguna bagi 65 anak pembaca aktif yang ada di taman bacaan kami. Sunggung, donasi dan semangat filantropi Fashion Runner  ini patut menjadi contoh konkret komunitas sosial di Indonesia. Agar tetap berkontribusi terhadap tradisi baca dan budaya literasi anak” sambut Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka.

Fashion Runners memandang tradisi baca dan budaya literasi anak perlo didukung dan digenjot di era digital seperti sekarang. Karena dengan membaca, akan lahir generasi penerus bangsa yang berwawasan luas, toleran dan memiliki karakter yang tangguh. Maka tidak bisa tidak, semua pihak harus ikut berkontribusi demi tegaknya tradisi baca anak-anak Indonesia. Apalagi saat ini, kebiasaan membaca anak-anak tergolong rendah.


Perlu diketahui, TBM Lentera Pustaka saat ini menjadi taman bacaan 65 anak-anak pembaca aktif. Seminggu 3 kali membaca dengan rata-rata menghabiskan 5-8 buku per minggu. Dengan koleksi buku mencapai 3.400, TBM Lentera Pustaka dikenal sebagai taman bacaab unik dan menyenangkan. Karena menerapkan model “TBM Edutainment”, program membaca yang edukatif dan entertainment.

Sebagai satu-satunya taman bacaan masyarakat yang resmi di Kec. Taman Sari Kab. Bogor, TBM Lentera Pustaka bertekad menjadikan anak-anak usia sekolah di Desa Sukaluyu terbiasa membaca. Sehingga terbebas dari ancaman putus sekolah. Dengan mengusung #BacaBukanMaen, TBM Lentera Pustaka berusaha memperkuat pengetahuan dan wawasan anak-anak melalui bacaan. Sebagai sarana untuk membentuk karakter dan budi pekerti baik anak-anak Indonesia… Salam literasi #TBMLenteraPustaka #FashionRunners #BudayaLiterasi #DonasiBuku

Selasa, 05 November 2019

Di Usia 2 Tahun, TBM Lentera Pustaka Optimis Bangun Tradisi Baca dan Budaya Literasi Anak


Adalah fakta, tidak banyak taman bacaan masyarakat (TBM) yang terpantau aktif berkegiatan di Indonesia. Taman bacaan yang akhirnya seakan “mati suri”. Taman bacaan di ufuk senja, yang sebentar lagi terbenam.

Namun tidak demikian halnya dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Desa Sukaluyu Kaki Gunung Salak Bogor. Di usia ke-2, TBM Lentera Pustaka yang diresmikan pada 5 November 2017 dikenal taman bacaan yang unik dan menyenangkan. Karena aktivitas membaca anak-anak seminggu 3 kali tetap berjalan dengan penuh antusias. Bahkan dengan menerapkan model “TBM Edutainment”, TBM Lentera Pustaka mampu mengemas kegiatan membaca dan budaya literasi secara kreatif, dengan menerapkan senam literasi, salam literasi, doa literasi, lab baca, membaca bersuara, dan event bulanan secara rutin sepaket + jajanan kampung gratis. Seperti kata DAAI TV, TBM Lentera Pustaka dikenal punya kegiatan literasi yang menyenangkan: https://www.youtube.com/watch?v=86pl8Rz5PgQ&t=244s

Didirikan oleh Syarifudin Yunus, Dosen Pendidikan Bahasa Universitas Indraprasta PGRI dan Konsultan DSS Consulting, TBM Lentera Pustaka hadir di Desa Sukaluyu untuk menekan angka putus sekolah anak-anak usia sekolah yang mencapai 81% SD dan 9% SMP. Melalui tradisi baca dan budaya literasi, diharapkan kesadaran belajar dan sekolah anak-anak semakin kokoh sehingga tidak putus sekolah. Karena itu, untuk mendukung operasional kegiatan, TBM Lentera Pustaka setiap tahun selalu melibatkan sponsor CSR dari korporasi.

“Setelah berusia 2 tahun, saya sebagai pendiri dan kepala program optimis TBM Lentara Pustaka mampu membangun tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah di Desa Sukaluyu dan sekitarnya. Apalagi di era digital begini, anak-anak harus lebih akrab dengan buku” ujar Syarifudin Yunus yang kini tengah studi Program Doktor – S3 Manajemen Pendidikan di Pascasarjana Universitas Pakuan Bogor.


Sebagai wujud syukur dan mengkampanyekan tradisi baca, TBM Lentera Pustaka pun menggelar #2 Festival Literasi Gunung Salak bertajuk “Membaca Budaya Lokal” pada Minggu, 17 November 2019 sekaligus memperingati HUT Ke-2 TBM Lentera Pustaka. Untuk meningkatkan tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah, di samping menjadi momentum “pestanya orang kampung”. Hingga saat ini, pencapaian yang diraih TBM Lentera Pustaka tergolong luar biasa, seperti:

INDIKATOR
Des 2017
Des 2018
Capaian
Anak Pembaca Aktif
24 anak
60 anak
150%
Jumlah Koleksi Buku
900 buku
3.200 buku
255%
Rata-rata buku dibaca per minggu
1 buku
5-8 buku
500%
Jam Baca Rutin per minggu
2 kali
3 kali
50%

Selain itu, Syarifudin Yunus selaku pendiri TBM Lentera Pustaka pun didapuk sebagai pegiat literasi Indonesia yang sering menjadi nara sumber budaya literasi di berbagai media dan sekolah, seperti di DAAI TV dan TV Parlemen (Gerakan Literasi Nasional – 11 Sept 2019: https://www.youtube.com/watch?v=qBTAJvdgmmE&t=2107s). Lebih dari itu, TBM Lentera Pustaka di tahun 2019 ini pun telah menjalankan program pemberantasan buta huruf melalui GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA) Lentera Pustaka yang saat ini secara rutin mengajar melek baca dan tulis bagi 10 ibu-ibu di Desa Sukaluyu. Dengan penuh semangat memberantas buta aksara (DAAI TV – 28 Agustus 2019: https://www.youtube.com/watch?v=_USSmScL2YQ). GEBERBURA lahir sebagai ebntuk keprihatian sekaligus tanggung jawab sosial untuk bertindak nyata dalam memberantas buta huruf di Kaki Gunung Salak, yang reatif tidak jauh dari Jakarta (Talkshow Semangat Berantas Buta Aksara DAAI TV – 11 Sept 2019: https://www.youtube.com/watch?v=keqUjYFLYxk&t=329s).

TBM Lentera Pustaka, bisa jadi, saat ini tercatat sebagai satu-satunya taman bacaan resmi di Kec. Tamansari Bogor yang memiliki fasilitas wifi dengan petugas baca 4 orang yang “buka tutup” warung baca seminggu 3 kali. Terletak di kawasan wisata Gunung Salak (dekat dengan Curug Nangka, Pura Parahiyangan Jagatkarta, dan Kampung Salak) bahkan terlewati saat wisatawan ingin ke kawasan wisata Gunung Halimun Salak atau Curug Luhur, TBM Lentera Pustaka tetap konsisten untuk menjadi “lentera” dalam menerangi pikiran dan perilaku anak-anak usia sekolah melalui buku bacaan (Mewujudkan Budaya Literasi TV Parlemen, 24 Sept 2019: https://www.youtube.com/watch?v=qOPq3TzMjts).


Berawal dari garasi rumah, TBM Lentera Pustaka kini telah menjadi sentra pembelajaran informal anak-anak usia sekolah dan masyarakat. Selain mengajarkan adab kepada anak-anak, TBM Lentera Pustaka pun mengusung motto #BacaBukanMaen. Agar anak-anak tidak melulu bermain sepulang sekolah. Tapi mau dan terbiasa untuk membaca di taman bacaan. Demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah. Anak-anak yang tidak “tergilas” media sosial (Literasi Media Sosial TV Parlemen – 17 Okt 2019: https://www.youtube.com/watch?v=VrOqBDSucP0&t=123s) bahkan tidak perlu terlibat urusan politik yang membingungkan (Literasi Politik TV Parlemen, 22 Oktober 2019: https://www.youtube.com/watch?v=3Dg8e1Kjje8). Agar tercipta masyarakat yang literat dalam berbagai bidang kehidupan.

Lalu, apa yang akan dilakukan TBM lentera Pustaka ke depan?
Tidak muluk-muluk. TBM Lentera Pustaka hanya ingin tetap konsisten meningkatkan tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah dan memberantas buta huruf kaum ibu. TBM Lentera Pustaka bertekad menjadi taman bacaan sebagai tempat yang menyenangkan bagi anak-anak. Karena itu, TBM Lentera Pustaka kini sedang mewujudkan “Kebun Baca Lentera” sebagai tempat nyaman membaca di kebun, di samping bertekad mewujudkan “motor baca” yang siap keliling ke kampung-kampung dalam menularkan tradisi baca dan budaya literasi anak-anak yang selama ini belum mendapat akses bacaan. Tentu, semua niat baik tersebut membutuhkan partisipasi korporasi, donator, dan relawan agar bisa terealisasi.

TBM Lentera Pustaka pun kini telah menjadi rujukan kegiatan literasi di Indonesia. Seperti menjadi narasumber Majalah Kartini tentang “Pentingnya Literasi Dalam Memilih Buku Bacaan Di Tengah Gelombang Buku ImporNo. 2497 edisi Agustus 2019 dan narasumber “Motivasi Anak Membaca” Harian Jawa Pos – Januari 2018. Komitmen dan konsistensi kegiatan membaca inilah yang menjadikan Pendiri TBM Lentera Pustaka, Syarifudin Yunus meraih UNJ Award 2017 bidang Pengabdian Masyarakat.

Maka TBM Lentera Pustaka pun mengajak seluruh pihak untuk lebih peduli terhadap tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah. Agar mereka tidak tergilas oleh gempuran teknologi dan era digital yang kian mengungkung hidup manusia.

Dan yang paling penting. Taman bacaan pun harus mampu menjadi tempat menyenangkan bagi semua kalangan, di samping menjadi “lading amal” bagi semua orang. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau tidak sekarang , kapan lagi? Tegakkan terus tradisi baca dan budaya literasi … AYO KITA MEMBACA #TBMLenteraPustaka #BudayaLiterasi #BacaBukanMaen



Minggu, 03 November 2019

2 Tahun Usia TBM Lentera Pustaka; Mengabdi untuk Budaya Literasi

Dua tahun lalu, persis hari ini 3 Nov, TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Lentera Pustaka mendapat izin resmi penyelenggaraan taman bacaan dari Pemerintah Kabupaten Bogor. Dan hingga kini, menjadi satu-satunya TBM resmi yang ada di kec. Tamansari. Hari ini pula, TBM Lentera Pustaka akan bermitra dgn Kepala Desa Sukaluyu yg baru terpilih malam ini.

Setelah 2 thn, tidak kurang 60 anak telah menjadi pembaca aktif; 3 kali seminggu baca dgn 5-8 buku per minggu. Plus 10 ibu2 peserta GErakan BERantas BUta aksaRA (GEBERBURA). TBM Lentera Pustaka hanya berbuat demi tegaknya tradisi baca dan budaya literasi anak-anak kampung. Agar tidak ada lagi anak yg putus sekolah. Maklum 81% tingkat pendidikan desa ini 81% SD n 9% SMP.

Terima kasih kepada semua pihak yg telah mendukung operasional TBM Lentera Pustaka, utamanya AJ Tugu Mandiri, Chubb Life n PDPLK sbg sponsor tahun 2019. Semoga sehat n berkah bg 4 org petugas TBM yg luar biasa, para pengisi acara event bulanan, donatur, relawan, dan tamu2 yg berkunjung ke TBM Lentera Pustaka selama ini. Inilah "ladang amal" semua pihak dan kelak akan menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.

Sungguh, kita boleh jadi apa saja yg kita mau. Tapi kita pun perlu berbuat untuk tinggalkan "warisan" untuk umat ... Alhamdulillah, semoga berkah dan Allah SWT ridho ... salam literasi #TBMLenteraPustaka #BacaBukanMaen #BudayaLiterasi #2ndAnniversaryTBMLenteraPustaka