Rabu, 23 April 2025

Anak-anak Esok Saat Dunia Tanpa Buku

Di tahun 2050 nanti, ada seorang anak bernama Lilo, berumur 10 tahun. Ia tinggal di suatu kota, di mana semua orang bergantung pada robot dan layar hologram. Tidak ada lagi buku di rumah, di sekolah, bahkan di perpustakaan. Karena semua pengetahuan langsung "diunggah ke otak" lewat chip digital. Begitulah hidup di puluhan tahun mendatang.

 

Awalnya Lilo senang. Ia tidak perlu membaca. Ia tinggal duduk, lalu chip di belakang telinganya akan mentransfer semua pelajaran ke pikirannya. Tapi semakin lama, Lilo merasa… kosong. Semakin terfasilitasi dunia digital, justru semakin kosong.

 

Ia tahu fakta, tapi tidak bisa menceritakannya dengan baik. Ia tahu cerita, tapi tidak pernah merasakan petualangannya. Ia bisa menjawab soal, tapi tidak bisa membayangkan dunia lain. Suatu hari, Lilo menemukan sebuah benda tua berdebu di loteng rumah neneknya, ternyata itu adalah sebuah buku cerita berjudul “Petualangan di Hutan Ajaib.”

 

Karena penasaran, Lilo mencoba membacanya. Kata demi kata, halaman demi halaman… ia mulai tersenyum, tertawa, dan membayangkan hutan yang penuh makhluk lucu, pohon yang bisa bicara, dan langit yang bersinar warna-warni.

“Kenapa tidak ada lagi buku seperti ini?” pikir Lilo.

 


Ia pun mulai mencari buku-buku lain. Ia pergi ke kota tua, bertemu orang-orang yang masih menyimpan buku-buku lama. Lilo mulai membuat klub kecil bersama teman-temannya, sebutlah Klub Petualang Kata". Mereka membaca, menulis, dan bercerita seperti dulu orang-orang melakukannya, seperti anak-anak yang ada di taman bacaan.

 

Dan siapa sangka, ketika semua orang sibuk dengan teknologi, Lilo dan teman-temannya menemukan kekuatan baru: kekuatan imajinasi. Hanya karena Lilo masih mau membaca buku manual, membaca kata demi kata yang ada di halaman buku. Sebagai bukti, dunia tanpa buku memanglah hampa, seperti sayur tanpa garam.

 

Banyak orang terlalu cinta era digital, lalu meremehkan membaca buku manual. Hingga lupa, membaca buku bukan hanya menyimpan informasi, tapi juga menghidupkan imajinasi, empati, dan rasa ingin tahu. Jangan biarkan masa depan kehilangan keajaiban akibat tidak lagi mau akrab dengan buku. Dunia tanpa buku itu hampa. Salam literasi!



Selasa, 22 April 2025

Kisah Pensiunan Pegawai Swasta di Jakarta

 

Pak Rahmat (62 tahun) adalah mantan pegawai swasta yang mengabdi selama lebih dari 30 tahun di sebuah perusahaan di Jakarta. Selama masa kerjanya, Pak Rahmat hidup cukup, gaji pas-pasan tapi bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Ia memiliki tiga anak, dan seluruh penghasilannya digunakan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya hingga selesai kuliah. Tentu dengan standar kehidupan sehari-hari yang biasa.

 

Sayangnya, Pak Rahmat tidak pernah menyiapkan dana pensiun secara khusus. Ia berpikir bahwa anak-anaknya akan menopang hidupnya di masa tua, dan berharap bisa membuka usaha kecil setelah pensiun. Namun, realita berkata lain. Setelah pensiun di usia 58 tahun, usaha kecil yang coba ia rintis gagal karena kurangnya modal dan tidak punya pengalaman bisnis. Anak-anaknya pun belum mapan secara ekonomi; dua ankanya masih berjuang dalam pekerjaan kontrak, satu lagi menganggur akibat PHK saat pandemi Covid-19.

 

Kini, di usia senjanya, saat pensiun, Pak Rahmat tinggal bersama anak sulungnya di rumah kontrakan kecil. Ia mengandalkan bantuan dari saudara atau sumbangan pensiunan yang jumlahnya sangat kecil dan tidak tetap. Beberapa kali ia bahkan terpaksa meminjam uang untuk membeli obat karena penyakit yang mulai datang seiring usia. “Dulu saya pikir pensiun itu waktu buat istirahat, tapi ternyata malah jadi waktu yang paling berat secara finansial,” kata batin Pak Rahmat lirih. Mimpi Pak Rahmat bisa menjalani masa pensiun dengan indah dan nyaman jadi tertunda, bahkan disesali. Karena nyatanya, Pak Rahmat tidak berdaya di hari tuanya. Terlambat untuk antisipasi masa pensiun yang nyaman dan sejahtera.

 


Belajar dari cerita Pak Rahmat di usia pensiun. Sangat tidak tepat mengandalkan anak atau keluarga di masa pensiun karena kondisi ekonomi anak berbeda dan belum tentu mampu memberi ke orang tua. Sebagai pegawai, terbukti tanpa dana pensiun, Pak Rahmat tidak punya kesinambungan penghasilan di hari tua, tidak mandiri secara finansial di masa pensiun. Hingga akhirnya Pak Rahmat menyesal tidak punya dana pensiun. Memang benar, penyesalan adanya di belakang. Karena bila di depan, namanya pendaftaran.

 

Agar tidak mengalami kasus seperti Pak Rahmat di masa pensiun, maka setiap pegqawaiatau pekerja penting untuk menyiapkan dana pensiunnay sendiri. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah menjadi peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Dengan menyisihkan sebagian gaji sebagai iuran pensiun setiap bulan. Agar nantinya, dapat menjaga kesinambungan penghasilan di hari tua, saat tidak bekerja lagi. DPLK sangat penting bagi pekerja, setidaknya 1) agar tidak jatuh miskin di masa pensiun, 2) tetap punya penghasilan di saat pensiun, dan 3) mampu mempertahankan gaya hidup seperti saat bekerja. Melalui DPLK, siapapun akan punya dana yang pasti untuk hari tua dan bisa mendapat hasil investasi yang optimal untuk memperbesar manfaat pensiunnya.

 

Jangan sampai mimpi pensiun kita tertunda. Mulailah siapkan dana pensiun sejak dini. Karena semakin dini merencanakan dana pensiun, semakin ringan bebannya di masa depan. Semakin besar pula manfaat pensiunnya di hari tua. Jadi, mulailah menabung untuk masa pensiun kita sendiri. Salam #YukSiapkanPensiun #EdukasiDanaPensiun #DPLKSAM

Senin, 21 April 2025

Berkiprah di Motor Baca keliling, Kamu Menyesali atau Mensyukuri?

Ini patut jadi renungan Bersama. Soal literasi bersyukur. Bagi siapapun, mau memilih sering menyesali atau mensyukuri?

 

Mungkin ada baiknya, sebelum kita melihat duri dalam bunga, perhatikan dahulu keindahan bunga itu. Sebelum kita mengeluh teriknya sinar matahari, nikmatilah dahulu cahaya indahnya. Sebelum kita menyesali gelapnya malam, ingatlah keteduhan dan ketenangannya.

Kita ini, jarang merasa puas dengan apa yang dimiliki. Sering mengeluh, tanpa mau ikhtiar yang lebih baik. Gampang melihat yang kurang-kurang, dan membandingkan diri dengan orang lain. Untuk apa?

 

Bisa jadi, kita kurang bersyukur atas apa yang ada, atas karunia yang dimiliki. Di kala turun hujan kita mengeluh. Tapi bila cuaca panas terik, kita pun mengeluh. Hujan salah, panas pun salah.

 


Apapun di dunia ini, pasti ada sisi positif dan negatifnya. Asal mau dilihat dari sisi positif, semuanya akan kelihatan indah, berkilauan dan memukau. Namun sebaliknya, jika dipandang dari sudut negatif, semuanya pasti buruk dan jelek. Terpulang kepada kita untuk menilai dan menafsirkannya sendiri.

 

Seperti relawan TBM Lentera Pustaka yang menjalankan MOtor BAca KEliling (MOBAKE) ke kampung-kampung. Hanya untuk sediakan akses bacaan pada anak-anak. Biar lebih dekat dengan buku dan bisa mengisi waktu dengan membaca buku. Terlepas dari apa kata orang, motor baca keliling merupakan cara sederhana relawan TBM Lentera Pustaka mensyukuri karunia-Nya. Sebuah cara bersyukur dengan berbuat baik dan menebar manfaat kepada sesama walau hanya dengan buku bacaan.

Maka berhati-hatilah. Hidup akan terus berjalan, apapun keadaannya. Maka lebih baik kurangi menyesali dan perbanyak mensyukuri. Insya Allah, semuanya jadi lebih lancar lebih berkah. Salam MOBAKE!

 


DPLK di Tengah Kondisi Ekonomi Global, Apa yang Harus Dilakukan?

Mengacu pada statistik dana pensiun dari OJK, industri DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), aset kelolaan DPLK per Desember 2024 tumbuh 9%, dari Rp. 134,6 triliun (2023) menjadi Rp. 146,1 triliun (2024). Akan tetapi, dari jumlah peserta mengalami penurunan 1%, dari 2,9 juta peserta (2023) menjadi 2,8 juta peserta (2024). (Simak: https://ojk.go.id/id/kanal/iknb/data-dan-statistik/dana-pensiun/Pages/Statistik-Bulanan-Dana-Pensiun-Desember-2024.aspx). Karena itu, DPLK dihadapkan pada tantangan yang tidak kecil, di samping tetap memiliki potensi yang sangat besar untuk terus tumbuh dan berkembang dalam membantu perencanaan masa pensiun masyarakat Indonesia.

 

Di tengah kondisi perang dagang yang dipicu oleh kebijakan tarif sepihak AS pada 2025 ini, kondisi ekonomi global kian tidak pasti. Apa dampaknya terhadap DPLK? Tentu, bisa bermacam-macam. Mungkin teori yang paling sederhan, DPLK perlu kembali mengharmonisiasikan hukum “supply – demand”, menyelaraskan penawaran (supply) dengan permintaan (demand). Sebagai produk keuangan yang "diperdagangkan" untuk masa pensiun atau hari tua, apakah DPLK hari ini menarik bagi konsumennya?

 

Mempersiapkan masa pensiun sejak dini, semua orang sepakat sangat penting. Memiliki kesinambungan penghasilan di hari tua, saat tidak bekerja lagi, pasti sangat dibutuhkan siapapun. Lalu, bagaimana menjadikan DPLK sebagai produk keuangan untuk masa pensiun menjadi lebih menarik? Itulah fokus industri DPLK ke depan, menjadikan DPLK harus beradaptasi dengan “permintaan” konsumen dan menyesuaikan “penawaran” yang menarik. Agar DPLK mampu menggugah oikiran dan perilaku masyarakat akan pentingnya mempersiapkan masa pensiun lebih nyaman dan sejahtera.

 

Sudah sangat jelas, Peta Jalan Dana Pensiun 2024-2028 yang dikeluarkan OJK, ditegaskan ada 3 (tiga) arah pengembangan dana pensiun secara global ke depan, yaitu: 1) Digitalisasi Sektor Dana Pensiun, untuk mendorong perluasan akses dana pensiun dan efisiensi, 2) Program Pensiun Sektor Informal, tersedianya program pensiun yang sesuai dengan karakteristik pekerja sektor informal, dan 3) Pergeseran Tren Program Manfaat Pasti ke Iuran Pasti, agar  pengelolaannya lebih fokus kepada strategi investasi dana pensiun. Tentu saja, inisiatif sesuai dengan arah pengembangan dana pensiun ini harus lebih didalami, utamanya berkaitan dengan implementasi dan cara-cara eksekusinya.

 




Khusus untuk DPLK, tentu saja “penawaran” yang disesuaikan dengan “permintaan” konsumen harus segera diantisipasi. Di luar Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) yang menjadi "core business" dan sesuai dengan POJK 27/2023 tentang Penyelenggaraan Usaha Dana Pensiun, DPLK perlu mengoptimalkan fitur-fitur layanan yang lebih menarik dan dapat memenuhi keinginan konsumen. Beberapa layanan yang patut dikembangkan ke depan adalah:

1.       Iuran sukarela (selain iuran reguler) bagi peserta eksisting DPLK untuk memperbesar nilai manfaat pensiunnya. Apalagi akumulasi iuran sukarela peserta serta hasil pengembangannya dapat dibayarkan secara sekaligus atau berkala sesuai dengan pilihan peserta.

2.       Program manfaat pensiun lainnya, seperti dana kompensasi pascakerja; dana manfaat tambahan; dana santunan Disabilitas; dana santunan kematian; dana santunan kesehatan pensiunan dapat ditawarkan sesuai kebutuhan korporasi saat ini, sebagai bagian dari pemenuhan kewajiban imbalan pascakerja/pesangon dan fasilitas employee benefits perusahaan.

3.       Program manfaat lainnya seperti dana pendidikan, dana perumahan, dana ibadah keagamaan; dana santunan kesehatan karyawan untuk melayani kayanan yang dibutuhkan peserta DPLK secara individual, sehingga DPLK mampu mengakomodasi tujuan keuangan peserta di luar manfaat pensiun.

4.       Pembayaran manfaat pensiun secara berkala, sebagai implementasi kesinambungan penghasilan di masa pensiun bagi peserta DPLK. Karena tidak semua peserta DPLK menginginkan pembayaran manfaat pensiun secara sekaligus.

 

Memang benar, kini total angkatan kerja di Indonesia mencapai 150 juta pekerja, terdiri dari 60% berada di sektor informal dan 4)% di sektor formal. Dari jumlah tersebut yang menjadi peserta DPLK hanya 2,8 juta pekerja, sedangkan peserta dana pensiun mencapai 4 juta orang. Bila dikalkulasi, berarti hanya 2,6% dari total angkatan kerja yang memiliki dana pensiun atau hanya 6,6% dari total pekerja sektor formal yang punya dana pensiun. Oleh karena itu, DPLK mau tidak mau harus “berjuang keras” untuk menyelaraskan hukum “permintaan” dan “penawaran” dana pensiun, seiring dinamika ketenagakerjaan yang terjadi.

 

Mungkin, DPLK perlu “merevitalisasi” bisnisnya untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik DPLK di mata masyarakat, serta memastikan tetap tumbuhnya bisnis DPLK di tengah perubahan regulasi dan kebutuhan pasar.  Dna tidak kalah penting, DPLK harus terus meningkatan kompetensi SDM, mengoptimalkan proses bisnis internal sesuai tata kelola dana pensiun yang baik, menerapkan manajemen risiko yang efektif, optimalisasi pengelolaan investasi yang kompetitif, melakukan transformasi digital untuk layanan online, dan melakukan edukasi yang masif dan berkelanjutan kepada publik.

 

Insya Allah, DPLK akan mampu menjadi pilihan pekerja dan Masyarakat dalam mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera, hari tua yang lebih nyaman. Asal menarik dan kompetitif dari segala hal. Salam #YukSiapkanPensiun #EdukasiDanaPensiun #DPLKSAM

Minggu, 20 April 2025

Halalbihalal di Taman Bacaan, Perkuat Persaudaraan Sesama Pembaca Buku

Dihadiri 160 orang pengguna layanannnya, TBM Lentera Pustaka menggelar halalbihalal bertajuk ”memaafkan untuk persaudaraan” hari ini (20/4/2025) dalam rangka Idul Fitri 1446 H. Dibuka oleh Pendiri TBM Lentera Pustaka, halal bihalal kali ini ditandai dengan sholawatan, lagu gemar membaca, dan saling bersalaman untuk memaafkan atas kesalahan yang pernah terjadi selama berada di taman bacaan.

 

Sebagai hiburan disediakan organ tunggal untuk ekspresi anak-anak TBM, relawan, dan para ibu tampil sambil menyanyikan lagu yang disenanginya. Harapannya, melalui halalbihalal ini kelaurga besar TBM Lentera Pustaka terus memperkuat persaudaraan dan saling memaafkan, di samping menjadi tradisi silaturahmi antar keluarga besar TBM Lentera Pustaka.

 

”Alhamdulillah, keluarga besar TBM Lentera Pustaka hari ini saling bersalaman dan bermaafan atas kesalahan yang pernah ada. Semoga kita semakin rajin ke TBM dan tetap sehat dan diberkahi Allah SWT. Maaf lahir batin untuk semuanya” ujar Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka saat memberi sambutan.

 


Turut hadir pula di acara ini, Rahmat Istaji (teman se-kost Pendiri TBM Lentera Pustaka saat kuliah di UNJ Rawamangun) yang ikut mendukung aktivitas TBM Lentera Pustaka sekaligus memberikan hadiah Rp. 500.000 untuk 10 anak yang berhasil menjawab games dengan benar dan cepat. Di ujung acara, setiap penggun layanann TBM Lentera Pustaka antre mengambil kupon jajanan kampung gratis untuk ditukarkan ke pedagang kampung di sekitar TBM. Sebuah tradisi mengajarkan antre yang sudah berjalan 8 tahun di TBM Lentera Pustaka.

 

Melalui halalbihalal, TBM Lentera Pustaka berharap dapat mengurai kesalahpahaman, menciptakan keharmonisan, dan memperkuat persaudaraan. Agar esok selalu menjaga hubungan baik dengan sesama sebagai bagian ajaran yang dianjurkan. Semoga ke depan, selalu sehat dan tetap komitmen untuk ”menghidupkan” aktivitas taman bacaan secara bersama-sama. Salam literasi!

 




Sabtu, 19 April 2025

Kita Hanya Kurang Sungguh-sungguh

Kemarin saat OSIS SMP Islam Al Azhar 19 Jakarta berbakti sosial di TBM Lentera Pustaka, mulai pukul 08.30 s.d. 11.00 WIB, semuanya dijalan step by step. Mulai dari pembukaan di kebun baca, lalu bermain games, interaksi per kelompok secara terpisah, hingga penutupan dan membagikan buku-alat tulis dan nasi box makan siang. Berproses, tertib, dan akhirnya bubar.

 

Ada pesan sederhana dari event di TBM Lentera Pustaka, saat terjadinya interaksi anatar siswa SMP dengan anak-anak pembaca aktif di taman bacaan. Bahwa apapun, jangan rencanakan yang lain sebelum selesaikan yang ada di tangan. Kita diingatkan untuk fokus dan menyelesaikan apa yang sedang dikerjakan sebelum memikirkan hal-hal lain. Tuntaskan saja apa yangsedang dikerjakan, tanpa perlu berpikir yang lain-lain dan memecah focus diri sendiri.

 

Kita, terlalu sering tergoda untuk melompat dari stau pekerjaan ke rencana yang lain. Belum elesai mengerjakan yang ini, sudah berpikiur untuk ide baru yang lain. Seperti orang yang belum tuntas membaca buku, tapi sudah menyiapkan buku lain yang akan dibaca berikutnya. Akhirnya, semuanya tidak ada yang tuntas. Banyak yang dikerjakan tapi tidak ada yang selesai. Akibatnya, banyak pekerjaan yang terbengkalai dan tidak ada yang benar-benar tuntas. Maka jangan bikin rencana lain sebelum menyelesaikan tugas yang sedang berjalan.

 


Pesan ini menekankan pentingnya komitmen dan sikap disiplin terhadap diri sendiri. Punya kesungguhan dalam bertindak, konsistensi dalam mengerjakan apapun. Tuntaskan saja apa yang dikerjakan, jangan bikin rencana lain sebelum kelar. Di dunia yang serba cepat dan penuh distraksi, memang mudah sekali berpindah fokus. Pengen ini pengen itu. Tapi jika kita tidak menyelesaikan satu hal dengan baik, maka semua rencana besar apapun akan menjadi sia-sia. Kita sering lupa, satu pekerjaan yang selesai lebih berharga daripada sepuluh rencana yang hanya tinggal wacana.

 

Literasi itu dimulai dari diri sendiri. Dari pekerjaan yang selesai lalu berpindah ke pekerjaan lain. Kita bukan manusia sakti yang bisa mengerjakan semuanya dalam satu waktu. Semuanya butuh proses, butuh waktu dan kesungguhan. Jangan rencanakan yang lain sebelum selesaikan yang ada di tangan. Cita-cita boleh besar tapi harus dimulai langkah pertama yang selesai. Apapun alassannya, kita harus selesaikan tanggung jawab hari ini sebelum terburu-buru merancang masa depan yang wah. Visi memang penting, tapi fondasi yang kokoh dibangun dari kerja yang tuntas, bukan dari impian yang belum dijalankan.

 

Jangan rencanakan yang lain sebelum selesaikan yang ada di tangan. Sebab kekurangan kita sebenarnya adalah tidak punya kesungguhan. Belum tuntas aktivitas yang satu tapi sudah bergeser ke aktivitas yang lain. Salam literasi!

 

Apa Hebatnya Usia Tua?

Usia saya kini 55 tahun, ternyata saya sudah tua. Kalau jadi pegawai swasta ya sudah usia pensiun, saatnya berhenti bekerja. Sudah punya cucu pula, Aleena namanya, maka pantas disebut "sudah tua". Punya anak 3, si sulung sudah berumah tangga, yang kedua sudah bekerja dan mungkin tahun depan menikah. Si bontot perempuan, insya Allah tahun 2025 ini mulai kuliah di kampus pilihannya. Bersyukur masih mengajar di kampus, jadi konsultan dan baru saja bergabung sebagai Ketua Dewas salah satu DPLK grup bisnis besar. Hanya menjalani hari-hari bersama istri. Bersyukur lagi, karena saya sudah siapkan tempat pengabdian sosial di hari tua di TBM Lentera Pustaka yang sudah berdiri sejak 8 tahun lalu. Sebagai ladang amal di hari tua. Alhamdulillah banget ...

 

Di usia yang tidak lagi muda, justru saya lebih menghargai hal-hal kecil. Mengurus taman bacaan, jadi driver motor baca, dan menikmati secangkir kopi hitam sambil menikmati sebatang rokok. Ternyata, baru terasa. Semakin kita tua, justru semakin butuh ketenangan, ingin memperbanyak ibadah sambil bersenda gurau dengan keluarga, bersama istri anak dan cucu. Pergaulan seperlunya saja dan lebih memilih yang banyak positifnya saja. Prinsipnya sederhana, asal masih enak makan, enak tidur berarti masih sehat. Dan terhindar dari lingkungan yang toxic. Itulah berkah hari tua yang indah.

 

Sudah tua, sudah nggak doyan lagi berdebat apalagi berurusan dengan konflik yang tidak perlu lagi. Untuk apa membandingkan diri dengan orang lain? Lebih baik perbanyak berbuat baik dan menebar manfaat semampu yang kita bisa. Lebih memilih tempat yang lebih menghargai diri. Karena sudah nggak ada yang mau dikejar. Nggak pengen juga membuktikan diri kepada siapa pun. Sebab, sudah kelar dengan diri sendiri dan yakin semuanya sudah ada jalannya.  Di usia tua, hanya ingin nyaman dan damai ketimbang keluh-kesah, benci apalagi menyalahkan orang lain.

 


Usia terus bertambah, pandangan hidup pun pasti berubah. Sikap dan prinsip hidup beradaptasi dengan usia itu sendiri. Hal-hal yang dulunya kelihatan penting, sekarang tidak lagi penting. Barang yang dulu kesannya wah, kini sudah biasa saja. Jadi makin paham bahwa kenyamanan, kebahagiaan, dan cinta pada diri sendiri lebih berharga daripada drama, stres, atau lamunan. Betul banget, hidup memang mengajarkan kita bahwa waktu itu singkat. Jangan sia-siakann waktu kecuali untuk berbuat baik dan menebar manfaat. Maka nikmati setiap anugerah-Nya setiap saat dan selalu bersyukur saja, apapun keadaannya.

 

Setelah direnungkan, saya pun makin paham. Ternyata hidup bukan tentang menjadi kaya, populer, atau sempurna. Justru tentang apa yang akan ditinggalkan kelak. apa yang sudah diperbuat untuk sesama. Tentang menjadi nyata dalam kebaikan dan kemanfaatan. Tentang seberapa banyak orang-orang yang sudah kita bantu, kita tolong apapun alasannya.  Hidup yang lebih memilih kualitas daripada kuantitas dalam hubungan dan pergaulan. Tidak tergantung kepada manusia lainnya, hanya kepada-Nya segalanya diserahkan. Senantiasa perbaiki niat baik, ikhtiar yang bagus, dan selebihnya biarkan Allah yang bekerja untuk kita.

 

Entah kenapa, terpikir justru di usia tua. Sejatinya kita sedang memulai perjuangan baru untuk berkontribusi secara sosial dan memilih yang asyik-asyik saja. Melepaskan suara bising dan berdiam dalam keheningan. Tetap apa adanya, bukan ada apanya sambil bersyukur atas apa yang dimiliki. Hidup sederhana dan menikmati yang dimilili menjadi saat-saat yang sangat penting dan berdampak positif untuk diri sendiri. Di usia tua, maaf, sudah tidak terlalu peduli apa kata orang. Hanya peduli pada kesehatan diri sendiri lahir dan batin, peduli pada pasangan yang akan menemani di usia tua.

Dan ternyata, kehebatan semua orang yang berusia tua adalah dia pernah berusia muda. Sementara orang muda belum tentu sampai usia tua. Bersyukurlah dan nikmatilah yang ada.

Kita di usia tua, mau apa lagi coba? Salam literasi!.

 


Dukung Gerakan Literasi, Siswa SMP Islam Al Azhar 19 Baksos ke TBM Lentera Pustaka Bogor

Setelah melakukan aktivitas pelatihan kepemimpinan dan organisasi “OSIS/MPK Leadership Training (OLT)”, siswa SMP Islam Al Azhar 19 melakukan bakti sosial “Siswa Peduli Literasi” ke TBM Lentera Pustaka (19/4/2025).  Sekitar 55 siswa beritenraski, bermain games bersama 40 anak pembaca aktif di taman bacaan, sekaligus menyerahkan bantua berupa bbuku-buku, karpet, alat peraga, jam dinding, dan perlengkapan sholat bagi wali baca. Tim SMP Islam Al Azhar 19 terdiri dari Ela Hayati M.Pd (Wakasek), Farah Zakia Ahdiana S.Pd, Ema Suryanti S.Pd, Gunawan S.Pd, Drs. TB. Denny. M, Drs. Riswan Efendi, Azka Fuadi S.Pd, Sendy Fajar Riyadi. S.Pd (guru), dan Vajar, Sopyan (karyawan) dan diterima langsung oleh Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. (Pendiri TBM Lentera Pustaka0ndan para wali baca di Bogor.

 

Bertajuk “Siswa Peduli Literasi”, siswa SMP Islam Al Azhar 19 melihat langsung aktivitas taman bacaan dan literasi di kalangan anak-anak kampung, di samping membimbing langsung kegiatan bermain games dan motivasi akan pentingnya membaca buku. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen melatih kepedulian sosial siswa SMP Islam Al Azhar 19, di samping mempraktikkan ketermapilan berorganisasi yang dilatih saat OLT 2025. Sebuah kolaborasi antara sekolah dan taman bacaan yang sangat penting di era digital.

 

"Kami senang bisa berbakti sosial di TBM Lentera Pustaka, luar biasa antusias anak-anak yang membaca. Kami sangat mendukung kegiatan membaca apalagi di era digtal sekarang. Semoga kami dapat ikut menggerakkan literasi di sekolah dan untuk siswa SMP Islam Al Azhar 19” ujar Ela Hayati, wakil Kepsek SMP Islam Al Azhar 19 dalam sambutannya.

 


Interaksi secara akrab dilakukan siswa SMP Islam Al Azhar 19 saat secara berkelompok menjalankan aktivitas literasi, bermain games atau berdisksi tentang pentingnya membaca buku. Antusiasme anak-anak taman bacaan pun terlihat dari dialog dan diskusi yang berlangsung. Hal ini menggambarkan gerakan literasi memang harus melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk sekolah dan siswa. Untuk masa depan yang baik baik anak-anak Indonesia.

 

Dukungan terhadap gerakan literasi dan aktivitas membaca anak-anak di era digital patut menjadi perhatian. Agar kebiasaan membaca tetap mendapat porsi dan ruang yang cukup daripada bermedia sosial semata. Dan sebagai wujud kepedulian sosial, siswa SMP Islam AL Azhar 19 sudah membuktikannya secara langsung dengan berbakti sosial di TBM Lentera Pustaka. Sebuah kolaborasi yang patut dicontoh antara sekolah dan taman bacaan dalam mensosialisasikan kegemaran membaca anak.

 

"Atas nama TBM Lentera Pustaka, saya mengucapkan terima kasih kepada SMP Islam Al Azhar 19 atas bakti sosial dan donasi yang diberikan. Semoga kegiatan jni menjadi pertemuan yang diberkahi Allah SWT. Bakti sosial ini sangat memotivasi anak-anak pembaca kami untuk terus sekolah. Semoga sehat selalu atas kepeduliannya di taman bacaan” kata Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka.

 

Di akhir acara, anak-anak TBM Lentera Pustaka mengantre untuk mendapatkan bingkisan allat tulis dan makan siang dari siswa SMP Islam Al Azhar 19. Bakti sosial di taman bacaan ini jadi bukti pentingnya kontribusi nyata dan keterlibatan semua pihak dalam gerakan literasi. Untuk mengubah niat baik jadi aksi nyata. Salam literasi #BaktiSosial #SMPIslamAlAzhar19 #TBMLenteraPustaka





Jumat, 18 April 2025

SMP Islam Al Azhar 19 Cibubur Gelar OLT, Perkuat Organisasi Siswa

Sebagai ikhtiar memperkuat jiwa kepemimpinan dan organisasi siswa, SMP Islam Al Azhar 19 Jakarta menggelar “OSIS/MPK Leadership Training (OLT)” yang diikuti 55 siswa dan 9 Kepsek/guru/karyawan di Curug Nangka Bogor (18-19 April 2025). Diawali melakukan tracking ke Curug Nangka sebagai melatih sikap disiplin dan tanggung jawab pada siswa. Kegiatan OLT SMP Islam Al Azhar 19 didampingi langsung oleh Sopan MS. M.Pd (Kepsek), Ela Hayati M.Pd (Wakasek), Farah Zakia Ahdiana S.Pd, Ema Suryanti S.Pd, Gunawan S.Pd, Drs. TB. Denny. M, Drs. Riswan Efendi, Azka Fuadi S.Pd, Sendy Fajar Riyadi. S.Pd (guru), dan Vajar, Sopyan (karyawan).

 

Sesi ke-1 OLT diisi oleh narasumber Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. (Dosen Unindra dan Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka) yang memaparkan tentang "Over the Top Mindset Literasi bagi Siswa".  di sebuah villa di Curug Nangka. Sesi literasi ini menekankan pentingnya membaca buku di tengah gempuran era digital, di sampiing untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan baik + memahami realitas untuk selalu menebar manfaat kepada sesama. Karena itu, kegiatan membaca harus dibiasakan dan dibuat lebih asyik dan menyenangkan. Literasi menjadi landasan untuk menatap masa depan dengan optimis, agar tidak ada lagi celah antara rencana dan aksi.

 


Melalui kegiatan OLT, siswa SMP Islam Al Azhar 19 diharapkan dapat meningkatkan jiwa kepemimpinan sejak dini, di samping memperkokoh kemampuan berorganisasi melalui OSIS/MPK. Untuk selalu memahami peran dan cara bekerjasama dalam mencapai tujuan organisasi. Karena itu, peserta OLT juga diperkuat dengan materi keorganisasian, adab berorganisasi, dan teknik persidangan. OLT juga membiasakan siswa sholat wajib berjamaah,  sholat tahajud, almatsurat dan olahraga.

 

Rencananya esok hari (Sabtu, 19 April 2025), peserta OLT SMP Islam Al Azhar 19 akan melakukan kunjungan ke TBM Lentera Pustaka untuk melihat dan berinteraksi secara langsung bersama anak-anak usia sekolah yang terbiasa membaca di taman bacaan, di samping melakukan bakyti sosial sebagai upaya menanamkan kepedulian sosial. Selain mempersiapkan siswa untuk menjadi pribadi yang optimis, OLT juga mengajak siswa untuk berkontribusi positif bagi masyarakat. Semoga dari kegiatan OLT, akan hadir pemimpin masa depan yang ber-akhlak dan berilmu yang bermanfaat. Salam literasi #SMPAlAzhar19 #TBMLenteraPustaka #LeadershipTraining




Kamis, 17 April 2025

Profil TBM Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor

 

PROFIL TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) LENTERA PUSTAKA

KAMPUNG WARUNG LOA DESA SUKALUYU KEC. TAMANSARI

 

 

 

1.     Informasi Profil:

 

Nama                    : TBM LENTERA PUSTAKA

Berdiri sejak          : 5 November 2017

Alamat Lengkap    :  Jl. Masjid Jami Kp. Warung Loa No. 22 RT 002/RW 012 Desa

                                 Sukaluyu Kec. Tamansari Kab. Bogor 16610

Izin Operasi           : Keputusan Bupati Bogor tentang Pemberian Izin Penyelenggaraan

                                Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka  No.

                                421.10/01/Kpts/ITBM/Kec. Tamansari/2017 tertanggal November

                                2017.

Nama Yayasan      : Yayasan Lentera Pustaka Indonesia

Akta Notaris No.   : 01 Tanggal 8 Juni 2021

SK Kemenkumham: No. AHU-0014032.AH.01.04 Tahun 2021

No. NPWP             : 42.716.474.4-434.000

 

Kepala Program    : Syarifudin Yunus, M.Pd.

No. HP (WA)          : 0812 8568 3535

Wikipedia             :

- https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Bacaan_Masyarakat_Lentera_Pustaka

- https://id.wikipedia.org/wiki/Syarifudin_Yunus

Website                : https://tbmlenterapustaka.com/

Blog                      : https://tbmlenterapustaka.blogspot.com/

Facebook              : Lentera Lentera

Instagram              : @tbmlenterapustaka.official

Youtube                : TBM Lentera Pustaka atau LenteraPustaka TamanBacaanTV

Email                     : tbmlentera.pustaka@gmail.com

 

2.     Kinerja TBM Lentera Pustaka (Per Desember 2023):

 

No.

INDIKATOR

Des 2022

Des 2023

Capaian

1.

Anak Pembaca Aktif

80 anak

110 anak

37,5%

2.

Jumlah Koleksi Buku

6.000 buku

8.000 buku

33%

3.

Rata-rata buku dibaca setiap anak per minggu

3-5 buku

3-8 buku

-

4.

Jam Baca Rutin per minggu

3 hari

6 hari

-

5.

Liputan Media Tahun 2023: RCTI, iNews, GTV, RTV, DAAI TV, Antara TV, Jawa Pos TV, Koran Tempo, Republika

6.

Prestasi:

-    Pemenang Lomba Esai Kemerdekaan Indonesiana.id – Tempo Media Group (Okt 2023)

-    Penulis terproduktif Indonesiana.id – Tempo Media Group tahun 2022 (Jan 2023)

-    Penghargaan dari Dinas Arsip & Perpustakaan Kab. Bogor sebagai Kampung Literasi meninkatkan literasi masyarakat (Okt 2022)

-    Pendiri TBM Lentera Pustaka dijadikan Pengurus Pusat Forum TBM Indonesia (Okt 2022)

-    Jagoan RTV tahun 2021 dari RTV (Des 2021)

-    31 Wonderful People 2021 dari Guardian Indonesia (Sept 2021)

-    Penerima program “Kampung Literasi 2021” dari Kemdikbud RI (Juli 2021)

-    Ramadhan Heroes Tonigt Show 2021 dari NET TV (Mei 2021)

6.

Program:

1. TABA (Taman BAcaan) dengan 75 anak pembaca aktif dari 4 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya, Sukajadi)

2. GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) dengan 9 ibu warga belajar

3. KEPRA (Kelas PRAsekolah) diikuti 35 anak usia PAUD

4. YABI (YAtim BInaan) dengan 12 anak yatim

5. JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 12 jompo

6. TBM Ramah Difabel dengan 2 anak difabel

7. KOPERASI LENTERA dengan 25 ibu-ibu anggota koperasi simpan pinjam untuk mengatasi soal rentenir dan utang berbunga tinggi

8. DonBuk (Donasi Buku) untuk menerima dan menyalurkan buku bacaan

9. RABU (RAjin menaBUng) karena semua anak punya celengan

10. LITDIG (LITerasi DIGital) seminggu sekali setiap anak

11. LITFIN (LITerasi FINansial), edukasi 2 bulanan tentang menabung

12. LIDAB (LIterasi ADAb), sebulan sekali dilatih antre dan adab

13. MOBAKE (MOtor BAca KEliling), sediakan akses baca ke 2 kampung

14) Rooftop Baca, membaca buku dengan view Gunung Salak

 

 

  1. Portofolio dan Liputan Media

 

1.     DAAI TV - DI BULLY CUMA KARENA SUKA BACA BUKU - CERITA SAHABAT, 4 Maret 2024 - https://www.youtube.com/watch?v=p9uaPqKnMQo

 

2.     INews/RCTI - MNC Peduli Salurkan Bantuan Buku Bacaan untuk Syarifudin Pemilik MOBAKE, 23 Mei 2023 - https://www.youtube.com/watch?v=uMCVQVxEOMM&t=3s

 

3.     JPM TV – Gerakan Berantas Buta Aksara di Kaki Gunung Salak, 31 Mei 2023 - https://www.youtube.com/watch?v=3xWIxHHXmO8

 

 

4.  BTV - Sosok Inspiratif: Mimpi Lentera Pustaka Hapus Buta Aksara, 14 Januari 2023 - https://www.youtube.com/watch?v=b4QNl7NplU4

 

5.     DAAI TV - Jalan Sunyi Pengabdian, 3 Agustus 2022 - https://www.youtube.com/watch?v=L66wXzjVJ6E

 

6.     NET TV – “Semangat Untuk Membasmi Buta Aksara Kepada Ibu-Ibu yang Kurang Beruntung” – 5 Mei 2021 - Semangat Untuk Membasmi Buta Aksara Kepada Ibu-Ibu yang Kurang Beruntung - YouTube

 

7.   CNN TV – “Taman Baca Motivasi Masyarakat Untuk Membaca” – 8 Sept 2020 -https://www.cnnindonesia.com/tv/20200908162329-405-544110/video-taman-baca-memotivasi-masyarakat-untuk-membaca?fbclid=IwAR2gEgRqtjr9GJqDdU4uqZleYpc0ZQcuLnfKH8ftPSu8_3TdfQgCZIJpXnQ

 

  

  1. Foto-foto Aktivitas TBM Lentera Pustaka