Di tengah kehidupan kampung yang sederhana, Taman Bacaan Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor hadir membawa sebuah gerakan kecil dengan makna yang besar: menyediakan akses bacaan bagi anak-anak kampung. Di tempat ini, buku bukan sekadar kumpulan halaman yang penuh tulisan, tetapi menjadi jendela untuk mengenal dunia, menemukan pengetahuan, membangun imajinasi, dan menumbuhkan mimpi. Anak-anak datang, duduk bersama, membuka buku, membaca, berdiskusi, dan menikmati kegembiraan belajar dalam suasana yang akrab.
Lentera Pustaka tumbuh dari keyakinan bahwa setiap anak berhak
mendapatkan kesempatan untuk membaca, tanpa memandang dari mana mereka berasal.
Keterbatasan fasilitas bukan alasan untuk berhenti belajar. Justru dari ruang
sederhana inilah semangat literasi terus dinyalakan. Ada anak yang membaca
cerita, ada yang menikmati buku pengetahuan, ada pula yang sekadar membuka-buka
halaman dengan rasa ingin tahu. Dari kebiasaan kecil itu, perlahan tumbuh
kecintaan terhadap buku dan pengetahuan.
Gerakan ini dikelola oleh Syarifudin Yunus, seorang akademisi sekaligus
pegiat literasi yang konsisten menghidupkan budaya membaca di tengah
masyarakat. Baginya, literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca kata demi
kata, tetapi tentang membangun manusia yang mampu berpikir, memahami kehidupan,
dan memiliki keberanian untuk bermimpi. Karena itu, ajakan “Ayo Membaca” terus
disuarakan sebagai gerakan sederhana yang dapat dilakukan siapa saja, kapan
saja, dan di mana saja.
Yang menarik, aktivitas di Lentera Pustaka bukan sekadar kegiatan
meminjam dan mengembalikan buku. Anak-anak diajak menjadikan membaca sebagai
pengalaman yang menyenangkan. Mereka berkumpul, membaca bersama, saling
bercerita, menggambar, berdiskusi, dan belajar mengekspresikan gagasan. Di
sinilah taman bacaan menjadi ruang tumbuh: tempat anak-anak belajar mengenal
buku sekaligus belajar mengenal dirinya sendiri, teman-temannya, dan dunia yang
lebih luas.
Taman Bacaan Lentera Pustaka adalah cahaya kecil yang terus dijaga agar
tidak padam. Dari kampung, gerakan membaca itu tumbuh menjadi harapan bahwa
anak-anak hari ini akan menjadi generasi yang lebih berpengetahuan, percaya
diri, dan mampu menentukan masa depannya. Sebab setiap buku yang dibuka adalah
satu langkah menuju pengetahuan, dan setiap anak yang membaca adalah satu
harapan bagi masa depan. Maka, seperti pesan yang terus disampaikan Syarifudin
Yunus: “Ayo membaca, karena dari membaca kita menyalakan lentera untuk masa
depan.”



Tidak ada komentar:
Posting Komentar