Tampilkan postingan dengan label hargai waktumu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hargai waktumu. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2024

Hargai Waktumu di Bulan Puasa

Bulan puasa kadang serba salah. Atas alasan lapar dan haus, akhirnya banyak tidur. Di saat punya waktu luang, kita justru sering menghabiskannya untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya. Waktu dipakai main game seharian, atau nonton serial film, atau ngobrol di grup whatsapp sampai ke sana ke mari ratusan chat. Bahkan tidak sedikit yang terjerumus ke dalam dosa besar berupa menggunjing aib orang lain. Memang benar adanya, di antara nikmat besar yang sering dilalaikan manusia adalah nikmat waktu luang. Terlalu sering dipakai untuk hal-hal yang tidak ada manfaatnya.

 

Penting disadari, sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Itulah cara sederhana menghargai waktu. Karena orang sibuk, pasti tidak punya waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Siapapun, sat sedang sibuk dengan urusan-urusan penting, pasti tidak punya waktu yang cukup untuk sekedar istirahat. Apalagi untuk hal-hal yang tidak penting. Main game, nonton TV, atau ngobrol di dunia maya.

 

Hargai Waktumu. Begitu nasihat saya ke anak-anak TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Selama puasa di TBM ini, digelar "NgabubuRead - Ramadhan Ceria". Selain bisa membaca buku umum, anak-anak dikondisikan untuk tadarusan pada setiap jam baca. Sehingga nantinya di hari Sabtu sore, secara bersama-sama khataman Al Qur'an sambil disediakan takjilan. Duduk di TBM, satu dua jam sambil tadarusan itu bukan waktu yang sebentar. Membaca Al Qur'an 1-2 halaman sama sekali tidak sia-sia. Pasti ada hikmah dan pelajaran yang diperoleh, sangat bermanfaat buat masa depan anak-anak itu sendiri.

 

Kenapa tadarus itu penting? Berbagai riwayat menyebut, beberapa keutamaan tadarus antara lain 1) mendapatkan kebaikan di sisi Allah SWT, 2) mendapatkan rezeki yang berkah, 3) memperoleh ketenangan hati dan jiwa, dan 4) sebagai sumber ilmu. Makanya  Rasulullah bersabda, “Bacalah Alquran oleh kamu sekalian, karena bacaan Alquran yang sering dibaca ketika hidup di dunia ini, akan menjadi penolongnya nanti di hari Kiamat nanti.” (HR. Muslim). Jadi, siapa yang bisa tolong kita di hari akhir kelak? Bukan teman, bukan tetangga. Tapi tadarus Alquran yang kita lakukan, di samping amal jariyah yang dilakukan selagi masih hidup.

 


Kadang saya iri pada anak-anak TBM Lentera Pustaka. Selagi kecil sudah mampu mengatur waktu dengan baik. Tahu kapan main, kapan membaca buku, kapan ke TBM. Anak-anak langka di zaman sekarang, karena rela membayar lebih, demi tidak kehilangan waktunya. Terlatih cara menghargai waktu dari kecil itu baik.

 

Uang yang habis bisa dicari, kain yang robek bisa ditambal, perut lapar bila bedug tiba pun kenyang. Tapi waktu yang terbuang tidak akan kembali lagi. Ferrari sanggup menciptakan mobil tercepat. Intel sanggup membuat komputer tercanggih. Barista pun mampu bikin kopi ter-enak. Tapi, sama sekali tidak seorang pun di dunia ini yang sanggup menciptakan waktu? Bahkan banyak yang merugikan karena waktu.

 

Saya lupa bukunya apa. Tapi kalimatnya masih terngiang hingga sekarang. "Barangsiapa yang meninggalkan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya, padahal memungkinkan baginya untuk meraihnya (namun dia tidak mau berusaha meraihnya), maka dia akan mendapat ujian dengan disibukkan dalam hal-hal yang membahayakan dirinya. Barangsiapa yang meninggalkan ibadah kepada Allah, maka dia akan mendapat ujian berupa beribadah kepada berhala. Barangsiapa yang meninggalkan rasa cinta kepada Allah, takut, dan berharap kepada-Nya, maka dia akan mendapat ujian dengan mencintai, takut, dan berharap kepada selain Allah". Jujur, saya takut banget bila itu terjadi.

 

Yuk hargai waktu kita. Gunakan untuk yang bermanfaat. Membaca buku, tadarusan, atau saling bernasihat yang baik. Kita boleh hebat, boleh pintar, bahkan boleh populer. Tapi selagi tidak mampu menghargai waktu tetap saja akan menjadi orang yang merugi. Salam literasi #NgabubuRead #BacaBukanMaen #TBMLenteraPustaka

 

Minggu, 11 Juli 2021

Jangan Sia-siakan Waktu, Karena Covid-19 Terus Mengintai

Hari-hari gini, akibat Covid-19 serab tidak menentu. Artinya sungguh, kita tidak bisa memprediksi apa yang bakal terjadi. Pada teman, pada tetangga atau keluarga kita sendiri dalam seminggu ke depan. Saya sudah menyaksikan sendiri. Setiap hari, ada saja yang pergi. Teman yang seminggu lalu menyapa, kini tiada lagi. Saudara yang kemarin masih WA, kini telah berpulang. Tidak terduga dan tiba-tiba. Mereka pergi terdampak Covid-19. Hampir sulit dipercaya?

 

Bila anak-anak kita nakal, rewel. Biarkahlah dan syukuri karena mereka masih Bersama kita. Tidak perlu marah-marah. Dan beri tahu dengan kelembutan. Ajari mereka untuk menghargai waktu. Siapa tahu mereka pun akan kehilangan kita? Katakan itu apa adanya. Pasti mereka pun takut kehilangan kita. Maka, hargailah waktu.

 

Bila suami atau istri menjengkelkan, atau bersikap tidak seperti yang diharapkan. Biarkanlah dan syukuri toh mereka masih hadir dalam hidup kita.  Jangan diajak bertengkar atau memusuhinya. Tidak penting, siapa yang salah siapa yang benar? Memang, apa lagi bila sudah melukainya? Beri tahu saja, suami istri pun harus menghargai waktu selagi masih ada. Karena esok, bisa mendadak pergi. Atas sebab apapun. Hargailah waktu kita selagi masih ada.

 

Bila orang tua yang lansian rewel dan merepotkan. Biarkanlah dan syukuri. Tidak perlu dibentak-bentak, apalagi dimarahi. Asal mereka masih ada di samping kita, masih bisa ngerepotin anaknya. Sayangiilah mereka tanpa syarat. Usianya sudah tua dan terlalu rentan dengan sakit. Lindungi mereka dan hargai waktu bersama mereka bila masih ada.

 

Bila ada teman-teman yang menjengkelkan atau kadang ngeselin. Biarkanlah dan maafkanlah mereka. Syukuri saja, mereka masih ada dan mau bertegur sapa. Bahkan bercanda sekalipun. Karena kita tidak tahu, apakah besok atau lusa mereka masih ada? Jangan mudah tersinggung, jangan gampang sakit hati. Manusia itu tidak ada yang sempurna. Apalagi diri kita sendiri. Mungkin menurut mereka, kita juga mengjengkelkan. Maka hargai lagi waktu saat bersama mereka.  

 

Jadi, hargai waktu kita yang tersisa. Selagi masih ada waktu. Dan tetaplah berbuat baik, berpikir positif. Jangan buang-buang waktu. Ketahuilah, hidup itu bukan untuk diri sendiri. Tapi juga harus bermanfaat dan berarti untuk orang lain. Maka hargai waktu yang kita punya, jangan lalu pada waktu. Karena waktu tidak bisa diulang.

 

Di luar sana, Covid-19 jelas mengubah semuanya. Berdampak negatif bahkan memanggil teman, saudara atau kelauarga kita pergi lebih dulu. Tapi di balik itu, ada hal positif yang dijadikan hikmah. Agar kita selalu mensyukuri atas waktu yang ada. Saat kita masih sehat, masih bisa berbuat yang baik. Maka kerjakanlah dan hargai waktu kita. Jangan sia-siakan waktu.

 


Sungguh, ada pelajaran penting hari ini.

Di media sosial, di grup WA, di mana pun. Hargailah waktu. Berhentilah untuk membenci, stop permusuhan, tidak usah bertindak keras. Jadilah lebih baik, lebih lembut, lebih mencintai, dan lebih sabar. Dalam segala keadaan. Sekali lagi, hargai waktu yang tersisa.

 

Ketahuilah, siapa pun. Manusia di mana pun pasti tidak ada yang sempurna. Karena hanya Allah SWT yang sempurna dan berkehendak. Tetap jaga Kesehatan, patuhi protokol kesehatan. Jangan abai untuk baik, untuk ikhtiar baik. Untuk terus mengingat Allah SWT. Di setiap waktu yang tersisa. Sekali lagi, hargai waktu kita.

 

Tetaplah berpikir positif, hargai waktu kita untuk berbuat baik. Karena waktu pula yang menentukan, apakah esok kita masih ada atau tidak? Sekarang, bersikaplah lebih eling dan legowo.

 

Hargai waktu yang tersisa, tanpa syarat apapun. Salam literasi