Tampilkan postingan dengan label Puasa di TBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa di TBM. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Maret 2025

Ngabubu Read di TBM: Gimana Caranya Sih Pengen Bahagia di Bulan Puasa?

Ada yang bilang. Bila ingin bahagia, mulailah dengan mengubah cara berpikir tentang kebahagiaan. Bila ingin sukses, ubahlah cara berusaha dan berpikir tentang kesuksesan. Karenanya, jangan melihat bahagia dan sukses pada orang lain. Tapi mulailah merintis dari dalam diri sendiri. Setuju nggak?

 

Kita, siapapun dia, adalah arsitek dari kehidupan kita sendiri. Maka bila ingin dunia di sekitar kita menjadi lebih baik, mulailah dengan memperbaiki pikiran, sikap, dan tindakan kita sendiri. Karena perubahan ke arah yang lebih baik tidak dimulai dari luar. Melainkan dari keputusan kecil dalam diri kita di hari ini, bukan besok atau lusa. Karena hukum alamnya, ketika kita berubah maka dunia di sekitar kita pun akan ikut berubah.

 

Jadi, mau tidak mau, bila kita ingin melihat perubahan dalam hidup, lingkungan, atau bahkan masyarakat, maka kita harus terlebih dahulu bertransformasi. Kita yang harus berubah terlebih dulu daripada menyuruh orang lain untuk berubah. Biar ada “raw model”, ada contoh apa dan bagaimana berubah itu?

 

Seperti yang dilakukan di TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Sekitar 230-an anak usia sekolah sudah terbiasa membaca buku rutin seminggu 3 kali. Dari tidak punya akses baca, kini mereka sudah terbiasa membaca buku. Dan di setiap bulan puasa, orientasi membaca buku diubah menjadi “tadarusan” untuk menuntaskan satu juz per minggu per anak atau kelompok anak. Dengan ada 30 kelompok, maka setiap Sabtu sore dipimpin Pendiri TBM Lentera Pustaka melakukan “khataman” Alquran sambil disediakan takjil. TBM pun berubah sejenak di bulan puasa. Sebagai bagian untuk menanamkan akhlak dan keimanan anak-anak selama bulan suci Ramadan. Harapannya, dengan khataman Al Qur’an, anak-anak pun mampu meraih bahagia dengan cara sederhana. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar.

 


Bahagia atau sukses memang harus dimulai dari diri sendiri. Karena berubah adalah proses internal. Kita tidak bisa berharap kehidupan menjadi lebih baik jika kita tetap sama, dengan pola pikir lama, kebiasaan lama, atau ketakutan yang sama. Berubah memang butuh keberanian untuk introspeksi, memperbaiki diri, dan mengambil tanggung jawab penuh atas hidup kita sendiri. Karena hanya dengan mengubah diri, kita bisa menciptakan realitas baru. Itulah prinsip yang ditanamkan ke anak-anak TBM Lentera Pustaka.

 

Ibaratnya bila ada air kolam yang kotor atau butek, kita tidak bisa hanya berceloteh kolamnya kotor dan butek. Selama kebiasaan berceloteh tidak berhenti, maka air kolam tidak akan pernah berubah jadi jernih. Maka untuk menjernihkan kolam, kita yang harus berhenti berceloteh dan memulai menyaring kotoran di kolam. Sama artinya, bila ingin dunia lebih baik maka kita harus memulai dengan memperbaiki kebiasaan dan pola pikir kita menjadi lebih baik. Mumpung bulan puasa, ubahlah hal-hal kecil menjadi lebih baik. Insya Allah, bahagia dan sukses menanti kita di depan. Salam literasi! #NgabubuRead #RamadanCeria #TBMLenteraPustaka

 



Sabtu, 17 April 2021

Selain Membaca Buku, Anak-anak TBM Lentera Pustaka Ngabubu-Read Sambil Khatamkan Al Quran

 

Ada banyak aktivitas taman bacaan untuk menyempurkan ibadah puasa. Salah satunya dilakukan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Kaki Gunung Salak Bogor. Selain membaca buku secara rutin, 170 anak-anak TBM Lentera Pustaka pun menggelar “Ngabubu-Read Ramadahan Ceria” dengan mengkhatamkan Al Quran 4 kali selama puasa, setiap hari Sabtu sambil berbagi takjil buka puasa.

 

Taman bacaan yang berdiri sejak 2017 ini, mengajak anak-anak pembaca aktif usia sekolah yang berasal dari keluarga prasejahtera dari 3 desa untuk tadarusan bersama sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa, seminggu 3 kali. Di samping membangun perilaku membaca, anak-anak TBM Lentera Pustaka pun diperkuat akhlak dan adab sebagai landasan moralitas yang penting dalam menghadapi tantangan era digital yang kian kompetitif dan materialistis.

 

"Bulan puasa tahun ini, TBM Lentera Pustaka menargetkan 4 kali khatam Al Quran pada setiap hari Sabtu. Inilah cara kami mengajarkan akhlak dan adab ke anak-anak. Zaman begini tidak cukup hanya cerdas atau punya pengetahuan luas. Tapi harus punya akhlak yang baik, punya hati sebagai bekal batiniah dalam hidup” ujar Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka saat khataman ke-1 (17/4) di taman bacaan.

 

Program “Ngabubu-Read” khataman Al Quran ini ditempuh TBM Lentera Pustaka sebagai bagian menyempurnakan ibadah puasa melalui kegiatan yang positif. Di samping menjadi “obat kerinduan” anak-anak terhadap sekolah yang sudah 1 tahun lebih belajar di rumah. Hal ini sekaligus menegaskan taman bacaan bukan hanya tempat membaca semata. Tapi juga bisa menjadi media pembentukan akhlak baik anak di tengah serbuan era digital yang kian mengancam gaya hidup instan dan tidak produktif.

 


TBM Lentera Pustaka menyadari betul, anak-anak zaman now sudah “terlalu jauh” dari kitab suci sebagai pijakan hidup. Karena itu, kegiatan khataman Al Quran ini ditegakkan di taman bacaan. Karena membaca Al Quran merupakan salah satu amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, di samping untuk menggapai ridho-Nya dalam meraih cita-cita anak-anak di masa depan.

 

Melalui “Ngabubu-Read” khataman Al Quran, TBM Lentera Pustaka pun mengajarkan manfaat membaca Al Qur'an yang terdiri dari 1) membuka pintu kebaikan dari berbagai arah, 2) menyelamatkan hidup agar lebih baik, 3) menyempurnakan ibadah puasa, dan 4) menjaga perilaku baik dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

 

"Kami menganggap taman bacaan tidak cukup hanya eksis. Tapi harus ekspansi dalam menebar praktik baik melalui kegiatan positif dan kreatif yang menuntut partisipasi aktif anak-anak. Baca buku penting agar bisa survive. Tapi akhlak baik harus dibentuk agar bermanfaat untuk orang lain," tambah Syarifudin Yunus yang juga kandidat doktor taman bacaan dari Pascasarjana Unpak.

 

Saat hari khataman Sabtu, semua anak diberikan takjil buka puasa sebagai motivasi. Saat ini anak-anak TBM Lentera Pustaka sudah terbiasa membaca 5-10 buku per minggu. Dengan koleksi lebih dari 6.000 buku, TBM Lentera Pustaka bertekad agar tidak ada lagi anak putus sekolah di sekitarnya atas sebab apapun.  Selain taman bacaan, TBM Lentera Pustaka mengelola proram 1) GEBERBURA (Gerakan BERantas BUta aksaRA), 2) KEPRA (KElas PRAsekolah), 3) YABI (Yatim BInaan), 4) JOMBI (JOMpo BInaan), 5) RABU (RAjin menaBUng), 6) Koperasi Lentera, dan 7) Donasi Buku Bacaan.

 

Ke depan, TBM Lentera Pustaka berharap taman bacaan dapat lebih diperhatikan pemerintah sebagai saran alternatif pendidikan masyarakat, khususnya dalam membentuk karakter anak yang berbasis inklusi sosial. Agar mampu memahami realitas sosial yang terjadi dan mampu menyiapkan diri dalam segala keadaan yang dihadapi. Tentu, dengan modal akhlak yang baik. Salam literasi #TBMLenteraPustaka #NgabubuRead #TamanBacaan