Tampilkan postingan dengan label Pemasaran DPLK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemasaran DPLK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Juli 2025

Edukasi DPLK Jalan Terus, Potret Industri DPLK di Indonesia dalam 3 Tahun Terakhir

Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir (2022-2024), industri DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) di Indonesia, tingkat pertumbuhan aset kelolaan sebesar 9,9%, sedangkan jumlah peserta tumbuh hanya 2,9%.  Per Desember 2024, aset keloaan DPLK mencapai Rp. 146,1 triliun dengan jumlah peserta 2,8 juta orang. Setelah eksis selama 33 tahun (sejak UU N0. 11/1992), angka pertumbuhan tersebut dapat ditafsirkan beragam. Bisa dibilang “tetap tumbuh”, bisa pula disebut “stagnan” bila dibandingkan besarnya potensi pekerja yang ada di Indonesia saat ini mencapai 152 juta pekerja.

 

Mau tidak mau, upaya untuk terus meningkatkan pertumbuhan DPLK di Indonesia harus tersu ditingkatkan. Diantaranya sesuai dengan UU No. 4/2023 tentang P2SK yang membolehkan manajer investasi untuk mendirikan DPLK, termasuk DPPK yang diperbolehkan membuka program PPIP (Program Pensiun Iuran Pasti). Tujuannya, tentu untuk meningkatkan aset kelolaan dan kepesertaan dana pensiun sukarela di Indonesia.

 

Sebagai produk keuangan yag didedikasikan untuk mempersiapkan kemandirian finasial di hari tua, sekaligus kesinambungan pengasilan di masa pensiun, DPLK harus melakukan inovasi agar lebih diminati masyarakat. Agar “tidak kalah” dari pinjol, reksadana, atau produk keuangan lainnya. Karena sejatimya, DPLK atau dana pensiun berperan penting dalam mendukung ketahanan finansial masyarakat di masa pensiun.

 

Salah satu cara yang realistis untuk mempercepat pertumbuhan industri DPLK adalah “membaca data” terkait kinerja dan layanan yang ada di industri DPLK. Setidaknya ada beberapa agenda penting yang stratgeis untuk mendorong pertumbuhan aset kelolaan dan jumlah peserta DPLK, di samping menjadikan DPLK mampu bersaing dengan produk keuangan lainnya. Beberapa cara yang harus ditempuh antara lain:

1. Penguatan literasi dan edukasi DPLK, yang dilakukan melalui kampanye literasi DPLK berbasis media digital dan tatap muka utamanya kepada perusahaan-perusahaan, di samping menyasar pada segmen karyawan muda dan profesional.

2. Digitalisasi pemasaran dan layanan, dengan menyediakan akses digital untuk membeli DPLK agra lebih efisien dan efektif bagi masyarakat. Ketersediaan aplikasi mobile dan platform digital DPLK sangat penting untuk menyederhanakan proses pendaftaran dan pembayaran iuran, termasuk mengecek saldo dan mengalihkan arahan investasi. Aplikasi digital juga penting untuk mengintegrasikan sistem e-KYC dan auto-debit untuk meningkatkan kenyamanan peserta.

3. Pengembangan produk dan layanan yang Ffleksibel, dengan menawarkan skema iuran DPLK yang sesuai dengan profil gaji/penghasilan peserta, di samping menyediakan pilihan investasi yang sesuai dengan profil risiko peserta.

4.  Optimalisasi kemitraan korporasi, dengan mendorong perusahaan-perusahaan menjadikan DPLK sebagai bagian dari program kesejahteraan karyawan khususnya terkait dengan dana kompensasi pascakerja (uang pesangon pensiun). Karenany diperlukan adanya skema kerjasama dan insentif ynag menarik bagi mitra korporasi DPLK.

5. Penguatan kinerja investasi dan transparansi, melalui pengelolaan portofolio investasi secara profesional dan transparan, di samping adanya laporan yang dapat dipahami dan mudah diakses setiap peserta.

6. Dukungan regulasi dan insentif pajak, dilakukan dengan mendorong kebijakan fiskal yang mendukung pertumbuhan DPLK, termasuk insentif pajak bagi peserta dan pemberi kerjaserta pekerja sektor informal.

 


Sulit dibantah, industri DPLK hari ini dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Besarnya potensi pasar tenaga kerja semestinya diterjemahkan ke dalam inovasi dan layanan yang lebih konkret. Agar DPLK benar-benar mampu menggaet pekerja dalam mempersiapkan masa pensiun yang lebih nyaman. Semua pekreja pasti sadar dan tahu, bahwa mempersipakan masa pensiun hari tua itu penting, Tapi hal yang perlu dijawab, bagaimana caranya untuk bisa menjadi peserta DPLK?

 

Maka kata kuncinya adalah edukasi dan ketersediaan akses digital di DPLK. Agar aset kelolaan dan jumlah peserta DPLK akan semakin bertumbuh secara signifikan di tahun-tahun mendatang. Salam #SadarPensiun #YukSiapkanPensiun #EdukasiDanaPensiun #DPLKSAM

Kamis, 12 Oktober 2023

Edukator Dana Pensiun Imbau Optimalkan Pemasaran DPLK melalui Pialang Asuransi

Edukator Dana Pensiun, Syarifudin Yunus mengajak pelaku DPLK dan broker asuransi untuk optimalkan pemasaran dana pensiun. Tujuannya, untuk membantu pekerja dan pemberi kerja dalam menyiapkan masa pensiun yang sejahtera.

Sebagai upaya membangun kolaborasi pemasaran DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), DPLK Simas Jiwa dan APPARINDO (Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia) menggelar edukasi pemasaran di Surabaya hari ini (12/10/2023). Acara ini dibuka oleh Pak Dwi (Wakil Ketua Apparindo Jawa Timur) didampingi Selviya Debora dan Imas (Dept. Organsos Apparindo).

 

Bertajuk "Adaptasi Pemasaran DPLK Pasca UU P2SK & Optimalisasi Edukasi Dana Pensiun untuk Corporate" dan dihadiri 15 broker/pialang, harapannya acara ini dapat memacu penetrasi pasar DPLK di Jawa Timur. Sebagai bagian untuk mempersiapkan kesejahteraan masa pensiun para pekerja di Jatim.

 

"Atas nama Apparindo Jatim, saya ucapkan terima kasih atas edukasi tentang pentingnya DPLK. Sangat menarik sekali dan kami siap berkolaborasi untuk memasarkan DPLK di sini" ujar Pak Dwi Apparindo Jatim dalam sambutannya.

 

Bertindak sebagai narasumber Syarifudin Yunus (Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK/Edukator Dana Pensiun) yang menjelaskan pentingnya DPLK sebagai program yang menjanjikan manfaat pensiun pekerja di Indonesia, di samping menjamin kesinambungan penghasilan pekerja di hari tua. Karena itu, kolaborasi pemasaran DPLK sangat diperlukan. Agar tiap pekerja dan perusahaan punya program DPLK untuk persiapan masa pensiun.

 

"Acara ini sangat penting sekali untuk anggota APPARINDO. Selain memberi pemahaman yang pas juga dapat menjadi alternatif pemasaran yang menjanjikan, di samping membantu pekerja Indonesia dalam mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera" kata Syarifudin Yunus dalam paparannya.

 


Karena faktanya, hari ini 9 dari 10 pekerja di Indonesia tidak siap pensiun. Maka DPLK Simasjiwa dan pilang asuransi perlu membantu kesiapan masa pensiun pekerja. Karena cepat atau lambat, setiap pekerja pasti akan pensiun. Harus disiapkan sejak dini. Acara ini pun disambut antusias peserta, yang terbukti ada 4 pertanyaan yang mengangkat tema pemasaran dan praktik DPLK bagi perusahaan. Intinya, DPLK merupakan cara termudah dalam pendanaan progran pensiun dan pesangon yang sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja dan pekerja.

 

Di akhir sesi, Alvin Ginardi (Head Sales DPLK Simas Jiwa) memaparkan hasil investasi di DPLK Simas Jiwa, di samping "kompensasi menarik" bila perusahaan pialang bekerjasama memasarkan DPLK di Jawa Timur. Ayo kita majukan DPLK untuk pekerja dan perusahaan. Salam #YukSiapkanPensiun #DPLKSimasJiwa #EdukasiDPLK

Selasa, 05 September 2023

DPLK Simas Jiwa Siapkan Strategi Pemasaran DPLK Bersama APPARINDO

Bertajuk “Adaptasi Pemasaran DPLK Pasca UU P2SK & Optimalisasi Edukasi Dana Pensiun untuk Corporate”, DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) Simas Jiwa menggelar Edukasi DPLK bekerja sama dengan APPARINDO (Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia) di Jakarta hari ini (5/9/2023). Acara ini dibuka oleh Dewi Listyaningtyas (Direktur Utama Asuransi Simas Jiwa) dan Yulius Bhayangkara (Ketua Umum APPARINDO) yang dihadiri 80 peserta dari berbagai perusahaan pialang asuransi dan reasuransi.

 

“Kami dari DPLK Simas Jiwa berharap acara ini dapat memberi informasi dan pencerahan kepada anggota APPARINDO tentag pentingnya dana pensiun, Sehingga ke depan, kami bisa kerja sama dalam melakukan pemasaran DPLK” ujar Dewi Listyaningtyas, Direktur Utama Asuransi Simas Jiwa dalam sambutannya.

 

Bertindak sebagai narasumber Syarifudin Yunus (Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK) yang menjelaskan pentingnya DPLK sebagai program yang menjanjikan manfaat pensiun pekerja di Indonesia, di sampibg menjamin kesinambungan penghasilan pekerja di hari tua. Dipandu oleh Selviya Debora (Kadep Organsos Apparindo), acara edukasi DPLK ini menekankan pentingnya kolaborasi dalam pemasaran DPLK yang melibatkan Perusahaan pialang asuransi.

 

“Acara ini sangat penting sekali untuk anggota APPARINDO. Selain memberi pemahaman yang pas juga dapat menjadi alternatif pemasaran yang menjanjikan, di samping membantu pekerja Indonesia dalam mempersiapkan masa pensiun yang sejahtera. Kami sangat optimis bisa kolaborasi bersama DPLK Simas Jiwa” kata Yulius Bhayangkara, Ketua Umum APPARINDO.

 


Dalam kesempatan ini, peserta yang hadir diberikan edukasi bahwa realitasnya 9 dari 10 pekerja di Indonesia tidak siap pensiun, di samping 7 dari 10 pensiunan akhirnya mengalami masalah keuangan. Bahkan saat ini, 93% perusahaan membayar imbalan pascakerja atau uang pesangon tidak sesuai regulasi. Karena itu, diperlukan perencanaan masa pensiun bagi pekerja dan pendanaan imbalan pascakerja bagi Perusahaan. Dan untuk itu, semua, program yang paling pas adalah DPLK. Karena sesuai UU No. 4/2023 tentang PPSK, dana pensiun merupakan badan hukum yang menjanjikan manfaat pensiun bagi pesertanya.

 

Untuk itu, diperlukan kolaborasi dalam pemasaran DPLK ke Perusahaan-perusahaan, di samping pentingnya edukasi secara berkelanjutan. Acara ini pun disambut antusias peserta, yang terbukti adanya 6 pertanyaan yang tajam tentang pemasaran dan praktik DPLK bagi perusahaan. Intinya, DPLK merupakan cara termudah dalam pendanaan progran pensiun dan pesangon yang sesuai dengan kebutuhan pemberi kerja dan pekerja.

 

Di akhir sesi, Alvin Ginardi (Head Sales DPLK Simas Jiwa) pun memaparkan hasil investasi di DPLK Simas Jiwa, di samping “kompensasi menarik” bila perusahaan pialang bekerjasama memasarkan DPLK ke depan. Tepuk tangan dan sambutan positif pun ditunjukkan anggota APPARINDO yang hadir. Maka siapapun yang ingin Sejahtera di masa pensiun, sangat penting mempersiapkan DPLK sejak dini. Salam #YukSiapkanPensiun #DPLKSimasJiwa #EdukasiDPLK