Senin, 17 Agustus 2026

Pembaca Masa Kini Lebih Pilih Realitas ketimbang Imajinasi, Buku Nonfiksi Ungguli Fiksi

Pergeseran menarik tengah terjadi dalam lanskap minat baca masyarakat. Alih-alih mencari pelarian lewat dunia imajiner, pembaca masa kini tampak jauh lebih pragmatis dengan mengutamakan buku-buku yang menawarkan peningkatan kapasitas diri serta pengetahuan fungsional.

 

Survei Goodstats (2025) menyebutkan urutan lengkap preferensi genre buku dari yang paling tinggi hingga terendah menarik minat baca masyarakat adalah: 1) Pengembangan diri 65%, 2) Nonfiksi 60%, 3) Pendidikan/akademik 57%, 4) Fiksi 50%, 5) Lainnya 9%, dan 6) Buku anak-anak 7%. Temuan ini menjadi cermin preferensi genre buku yang paling disukai. Genre pengembangan diri kukuh berada di posisi puncak tertinggi paling disukai, sebagi bukti tingginya kesadaran publik untuk terus meningkatkan keterampilan hidup (soft skills) dan kualitas personal secara mandiri. Genre nonfiksi di peringkat ke-2 paling disukai yang mempertegas dominasi bacaan yang berbasis pada fakta dan realitas, diikuti ke-3 buku bertema pendidikan/akademik sebagai indikasi buku penunjang studi, teori ilmiah, dan literatur pembelajaran formal tetap menjadi kebutuhan pokok yang tidak tergantikan bagi masyarakat. Khusus genre fiksi berada di posisi ke-4 menunjukkan setengah dari total responden masih menyukai fiksi dan menjadi bukti karya imajinatif tetap memiliki basis pembaca setia yang sangat solid.

 


Pemahaman mengenai dinamika preferensi ini sangat krusial bagi pengelola taman bacaan, pelaku industri penerbitan, penulis, dan institusi pendidikan dalam menyelaraskan konten dengan kebutuhan pembaca saat ini. Genre buku yang disukai ini merefleksikan pergeseran minat baca masyarakat yang kini cenderung lebih berorientasi pada aspek pragmatis, aplikatif, dan peningkatan kapasitas diri (self-improvement). Artinya, ketersediaan buku-buku bacaan utamanya di taman bacaan lebih diarahkan pada tema-tema peningkatan keterampilan hidup, literatur profesional, serta sains populer tanpa mengabaikan ceruk pasar fiksi yang tetap memiliki basis pembaca loyal yang solid.

 

Tingginya minat pada pengembangan diri, nonfiksi, dan literatur akademik menandai era baru di mana kegiatan membaca kini telah bergeser, bukan lagi sekadar sarana rekreasi pengisi waktu luang, melainkan sebuah instrumen investasi diri yang krusial dalam menghadapi tantangan masa depan. Yuk terus membaca! #TamanBacaan #GerakanLiterasi #TBMLenteraPustaka



Tidak ada komentar:

Posting Komentar