Tampilkan postingan dengan label praktisi keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label praktisi keuangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juli 2026

PPJKI & Sertifikasiku Gelar Webinar Membedah Industri Dana Pensiun

Perkumpulan Praktisi Jasa Keuangan Indonesia (PPJKI) didukung oleh Sertifikasiku hari ini menggelar Financial Insight Series - 5, webinar series bertajuk “Mastering Pension Funds : Membedah Tantangan Industri & Strategi Mengamankan Finansial Masa Tua” secara daring (20/7/2026). Diikuti oleh 120 peserta, webinar ini dibuka oleh Drs. Budi Ruseno, MM., CSA., CRP selaku Ketua Umum PPJKI Perkumpulan Praktisi Jasa Keuangan Indonesia.

 

“Webinar PPJKI ini petning untuk meningkatkan literasi kita tentang dana pensiun dan harapannya bisa ikut meningkatkan partisipasi dana pensiun di Indonesia.  Tentu untuk mempersiapkan masa pensiun yang lebih bermartabat” ujar Budi Ruseno dalam sambutannya.

 

Bertindak sebagai pembicara yaitu 1) Zulfianto Arbi, SE., MM., AAAI-K, ACII, AMII, QIP, WMI, CSA, CRP, AMRP, CRGPsebagai Dosen Vokasi UI, Fasilitator Sertifikasiku, dan Wakil Divisi Organisasi dan Keanggotaan PPJKI yang membahas tentang pentingnya pekerja mempersiapkan masa pensiun sejak dini untuk menjadi kesinambungan penghasilan di hari tua.

 

 

Pembicara kedua Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd (Ketua Dewas DPLK Sinarmas AM, Asesor LSP Dana Pensiuun dan Sekretaris 5 Bidang Komisariat  Profesi Dana Pensiun PPJKI) membahas tentang apa dan bagaimana dana pensiun sekaligis tantangan serta strateginya untuk memperluas kepesertaan dana pensiun bagi pekerja sektor formal maupun informal.

 


Seperti diketahui, tingkat literasi (27,79%) dan inklusi (5,37%) dana pensiun di Indonesia masih tergolong rendah. Karena itu upaya memperkuat pemahaman pekerja tentang dana pensiun menjadi pensiun menjadi penting dilakukan. Sebab intinya, dana pensiun sesuai regulasi dimaksudkan untuk: 1) meningkatkan perlindungan hari tua bagi masyarakat, khususnya para pekerja, 2) meningkatkan literasi dana pensiun, 3) mendorong kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan program pensiun, dan 4) mempercepat akumulasi sumber dana jangka panjang sebagai sumber utama pembiayaan pembangunan.

 

Peserta webinar sangat antusias mengikuti webinar yang ditandai dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Sebuah kesadaran baru akan pentingnya mempersiapkan masa pensiun selalu didengungkan oleh PPJK sebagai organisasi para praktisi jasa keuangan di Indonesia (https://ppjki.or.id/)

 

Sebagai konklusi dalam webinar ini, maka pekerja diimbau untuk berani mempersiapkan masa pensiun dengan menyisihkan sebagian gaji untuk dana pensiun secara mandiri. Dan strategi mengamankan finansial di masa tua dpaat ditempuh dengan 1) edukasi terus-menerus, 2) digitalisasi pensiun untuk memudahkan publik memiliki dana pensiun, dan 3) menyadari cepat atau lambat, masa pensiun pasti tiba. Karena itu, siapkanlah masa pensiun sejak dini.  #YukSiapkanPensiun #WebinarPPJKI #PraktisiKeuangan

 




Kamis, 20 Maret 2025

Sambil Buka Puasa Bersama, Pengurus PPJKI Konsolidasikan Pengurus dan Diskusi Ekonomi Global 2025

Sebagai asosiasi profesional yang menaungi para profesional dan praktisi di industri jasa keuangan, PPJKI (Perkumpulan Praktisi Jasa Keuangan Indonesia) menggelar diskusi bertajuk “Prospek Ekonomi Global dalam Ketidakpastian Geopolitik 2025” sambil menggelar buka puasa bersama dan sesifoto pengurus PPJKI di Muamalat Tower Jakarta (20/3/2025). Dihadiri oleh Budi Ruseno (Ketua Umum), Haryajid Ramelan (Sekjen), Jo Denie (Bendahara Umum), Indra Gunawan (Ketua I dan Anggota BPKH), kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kompetensi jajaran pengurus PPJKI.

 

Bertindak Narasumber diskusi Haryanto yang memaparkann kondisi ekonomi global dalam ketidakpastian geopolitik 2025, diantaranya: realisasi APBN yang mengalami defisit, indeks keyakinan konsumen Indonesia yang menurun, dan tekanan pasar keuangan Indonesia akibat sentimen tarif  Trump dan perang dagang global hingga anjloknya IHSG kemarin. Untuk itu, soliditas semua pihak untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia sangat diperlukan. Agar hari-hari ke depan, prospek ekonomi Indonesia akan terus membaik dan semakin tumbuh. Ikut hadir pula Dewan Pembina PPJKI: Prof. Dr. Budi Frensidy, Prof. Dr. Chandra Wijaya, Prof. Ir. Roy Sembel, dan Aji Martono, dan Indra Safitri (Komite Etik).


“Sebagai wadah bagi para praktisi jasa keuangan, PPJKI berkomitmen untuk membangun komunitas yang saling mendukung, berbagi pengetahuan, dan mendorong inovasi melalui berbagai program pelatihan, seminar, dan kegiatan lainnya. PPJKI ini menjadi garda terdepan dalam memajukan standar profesionalisme dan etika di bidang jasa keuangan di Indonesia” ujar Budi Ruseno, Ketua Umum PPJKI dalam sambutannya.

 


Acara yang didukung BPKH dan Ina Sekuritas ini sekaligus menjadi cerminan visi PPJKI untuk mewujudkan praktisi-praktisi di industri jasa keuangan yang profesional, produktif, mandiri, sejahtera, dan adil dalam membangun daya saing dunia usaha khususnya jasa keuangan Indonesia sehingga mampu meningkatkan perekonomian nasional dalam mendorong percepatan transformasi pengembangan ekosistem digital dan ekonomi hijau berkelanjutan (ESG) di lingkungan industri jasa keuangan serta terus didorong dengan mempersiapkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa keuangan yang mumpuni.

 

Patut diketahui, Perkumpulan Praktisi Jasa Keuangan Indonesia (PPJKI) merupakan asosiasi profesional yang berdiri tahun 2019 untuk menaungi para profesional dan praktisi di industri jasa keuangan, dengan tujuan memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta mendorong perkembangan berkelanjutan dalam sektor jasa keuangan. Dengan misi "Kolaborasi, kompetensi, dan inovasi adalah kunci masa depan jasa keuangan. Bersama PPJKI, kita tumbuh dan berkembang untuk membangun industri yang lebih kuat dan beretika."  (https://ppjki.or.id/#)

 

Ke depan, PPJKI terus berupaya untuk menjadi mitra strategis bagi pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pertumbuhan dan stabilitas industri jasa keuangan di Indonesia, di samping  menggelar diskusi seputar isu-isu industri jasa keuangan seperti kripto dan investasi emas sebagai sarana menambah wawasan dan pemahaman terkait jasa keuangan.

 

Sesi diskusi PPJKI ditutup dengan foto bersama dan ramah Tamah sambil berbuka puasa bersama. Semoga ke depan, PPJKI terus memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas praktisi dan sumber daya manusia industri jasa keuangan di Indonesia. Salam kompeten PPJKI!



Kamis, 13 Maret 2025

Perkuat Ekosistem Keuangan, PPJKI Gelar Webinar Zakat Paymentby Metal Backed Cryptocurrency

Sebagai wadah bagi para praktisi jasa keuangan, Perkumpulan Praktisi Jasa Keuangan Indonesia (PPJKI) menggelar webinar FinTalk Series Ramadhan 2025 bertajuk “Zakat Payment by Metal Backed Cryptocurrency” dengan Narasumber Assoc. Prof.  Patria Yunita, P.hD., ACMI, CIMM, Dosen S2 Ekonomi Islam Universitas PTIQ Jakarta (13/3/2025). Diikuti 140-an peserta, webinar ini bertujuan untuk memperkuiat literasi keuangan para professional, mahasiswa, dan masyarakat

 

“Selain memberikan edukasi dan literasi keuangan, PPJKI juga mengajak para praktisi dan professional untuk bergabung dalam PPJKI sebagai wadah Bersama untuk sharing dan kolaborasi bdalam memajukan indusri jasa keuangan, utamanya dalam meningkatkan kompetensi praktisi jasa keuangan” ujar Budi Ruseno, Ketua Umum PPJKI saat membuka acara webinar.

 

Assoc. Prof.  Patria Yunita, P.hD, ACMI, CIMM dalam pemaparannya membahasa tentang “Zakat Payment by Metal Backed Cryptocurrency” sebuah hasil penelitian yang meraih makalah terbaik dalam Digitalizing Muslim World, 1stInternational Conference on Muslim World Economic and Business Review tahun 2022. Edukasi tentang kripto sebagai “uang digital” bisa menjadi alternatif dalam menciptakan aset yang lebih stabil dibandingkan dengan uang tradisional.

 

“Ke depan, cryptocurrency akan berkembang dan menjadi dassar ketertarikan institusi keuangan secara global. Secara garis besar ada dua model kripto, yaitu kripto currency dan kripto assets yang fungsinya seperti uang manual tapi digunakan secara digital. Pemahaman terhadap kripto memang perlu dilakukan” kata Assoc. Prof.  Patria Yunita, P.hD, ACMI, CIMM dalam acara webinar yang dipandu oleh Budi Santoso.

 


Sebagai wadah bagi para praktisi jasa keuangan, PPJKI juga memaparkan visi dan misi organisasi untuk membangun komunitas yang saling mendukung, berbagi pengetahuan, dan mendorong inovasi melalui berbagai program pelatihan, seminar, dan kegiatan lainnya.  Dengan anggota yang berlatar belakang di industri keuangan, PPJKI bertekad menjadi garda terdepan dalam memajukan standar profesionalisme dan etika di bidang jasa keuangan di Indonesia. Haryajid Ramelan, Sekjen PPJKI menegaskan PPJKI akan terus berupaya untuk menjadi mitra strategis bagi pemerintah, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pertumbuhan dan stabilitas industri jasa keuangan di Indonesia, di samping bisa menjadi “jembatan” dalam melihat prospek karier dan profesi di industri keuangan.

 

Patut diketahui, Perkumpulan Praktisi Jasa Keuangan Indonesia (PPJKI) merupakan asosiasi profesional yang berdiri tahun 2019 untuk menaungi para profesional dan praktisi di industri jasa keuangan, dengan tujuan memperkuat kolaborasi, meningkatkan kompetensi, serta mendorong perkembangan berkelanjutan dalam sektor jasa keuangan. Dengan misi “Kolaborasi, kompetensi, dan inovasi adalah kunci masa depan jasa keuangan. Bersama PPJKI, kita tumbuh dan berkembang untuk membangun industri yang lebih kuat dan beretika.”  (https://ppjki.or.id/#)

 

Sebagai bagian dari ekosistem industri keuangan dan seiring dinamika ekonomi global, PPJKI memgambil peran untuk mewujudkan praktisi-praktisi di sektor jasa keuangan yang profesional, produktif, mandiri, sejahtera, dan adil guna membangun daya saing dalam dunia usaha khususnya jasa keuangan Indonesia. Agar ke depan, industri keuangan mampu meningkatkan perekonomian nasional dalam mendorong percepatan transformasi pengembangan ekosistem digital dan ekonomi hijau berkelanjutan (ESG) di lingkungan industri jasa keuangan serta terus didorong dengan mempersiapkan kualitas sumber daya manusia di sektor jasa keuangan yang memadai.