Bila dihitung sejak UU No. 11/1992, maka dana pensiun di Indonesia sudah lebih dari 34 tahun. Hasilnya, kepesertaan dana pensiun sukarela mencapai 5,2 juta orang dan aset yang dikelola sekitar Rp. 400 triliun (DPPK/DPLK). Sulit diukur, apakah capain itu tergolong berhasil atau tidak? Tapi bila dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja di Indonesia saat ini yang mencapai 147 juta pekerja, bolehlah kepesertaan dana pensiun dianggap masih rendah. Apalagi bila dibandingkan dengan industri asuransi jiwa, reksadana, atau lainnya.
Studi menunjukkan kepesertaan
dana pensiun sukarela saat ini 80% didominasi oleh peserta korporasi, sementara
peserta individual/informal sekitar 20%. Padahal, porsi pekerja sektor informal
saat ini mencapai 60% dari total angkatan kerja atau sekitar 88,2 juta pekerja.
Dan hari ini kepesertaan dana pensiun sektor informal kurang dari 1%. Apakah pekerja
sektor informal tidak boleh punya dana pensiun? Atau ke mana bila pekerja sektor
inin ikut dana pensiun?
Berangkat dari realitas itu,
mungkin sudah saatnya dana pensiun sukarela mulai menggunakan data. Agar
pemasaran atau cara-caranya tidak lagi berdasar insting atau kebiasaan. Perlu
ada penyesuaian dengan dinamika pasar dan pekerja, diantaranya pentingnya
digitalisasi dana pensiun. Agar nantinya, dana pensiun sukarela benar-benar
inklusif dan punya ekosistem yang lebih optimal. Karena itu, untuk memperkuat “asupan
data”, berbagai penelitian terkait dana pensiun menjadi penting diperbanyak dan
dilakukan.
Penelitian dana pensiun
sebagai instrumen berbasis data menjadi sangat penting karena keputusan terkait
pensiun menyangkut kesejahteraan jangka panjang individu, perusahaan, dan
stabilitas ekonomi nasional. Beberapa alasan utamanya adalah 1) meningkatkan akurasi
perencanaan pensiun sesuai dengan kondisi demografi, tingkat penghasilan, pola
kontribusi, dan harapan hidup, 2) mengambil kebijakan yang tepat sehingga ada bukti
empiris untuk merancang strategi, produk, bahkan pemasaran yang efektif, dan 3)
mengidentifikasi perubahan perilaku pekerja atau peserta tentang faktor-faktor
yang memengaruhi keputusan seseorang untuk mengikuti program dana pensiun,
besaran iuran, hingga preferensi investasinya.
Sebagai contoh, penelitian
dana pensiun yang pernah dilakukan oleh Syarifudin Yunus sepanjang tahun 2025
dan 2026 ini dan telahterbit di jurnal ilmiah antara lain:
1.
Faktor Penyebab
Pekerja Tidak Paham Dana Pensiun, Pentingnya Edukasi dan Digitalisasi Industri
Dana Pensiun di Indonesia. Jurnal AKSIOMA, Feb 2025 https://manggalajournal.org/index.php/AKSIOMA/article/view/981/1239
2.
ANALISIS POTENSI
PEMBAYARAN MANFAAT PENSIUN SECARA BERKALA PADA PESERTA DPLK BERDASARKANMETODE
EX POST FACTO. Jurnal Neraca, Maret 2025 https://jurnal.researchideas.org/index.php/neraca/article/view/770
3.
Tingkat
Kekhawatiran Gen Z atas Keuangan Pensiun Orang Tua dan Strategi Kebebasan
Finansial. Jurnal Menawan, Maret 2025 https://journal.areai.or.id/index.php/MENAWAN/article/view/1276
4.
Persepsi Dan
Kepemilikan Generasi Milenial Terhadap Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
Untuk Kesejahteraan Hari Tua. Jurnal Jkpim, April 2025. https://ejurnal.politeknikpratama.ac.id/index.php/jupiman/article/view/5002,
5.
Potret Kinerja
Investasi 6 Tahun Terakhir (2019-2024) Pada DPLK dan Tantangannya. Jurnal
Moneter, April 2025. https://journal.areai.or.id/index.php/Moneter/article/view/1312
6.
Analisis Tingkat
Penghasilan Pensiun (TPP) Pekerja dan Faktor yang Mempengaruhinya Serta
Optimalisasi Peran Dana Pensiun Swasta di Indonesia. Jurnal Lokawati, Mei 2025.
https://journal.arimbi.or.id/index.php/Lokawati/article/view/1709
7.
Persepsi dan
Preferensi Pekerja Biasa Terhadap Dana Pensiun Sebagai Perencanaan Hari Tua.
Jurnal Jupiman, Juni 2025. https://ejurnal.politeknikpratama.ac.id/index.php/jupiman/article/view/5002,
8.
Tantangan
Literasi dan Inklusi Dana Pensiunserta Dampaknya terhadap Ekonomi Nasional dan
Generasi Tua di Indonesia. Jurnal Maeswara, Juni 2025. https://journal.arimbi.or.id/index.php/Maeswara/article/view/1782
9.
Analisis Kesiapan
Pensiun Pekerja Biasa di Jabodetabek dan Tantangan Industri Dana Pensiun di
Indonesia. Jurnal JiMaKeBiDI, Agustus 2025. https://ejournal.arimbi.or.id/index.php/JIMaKeBiDi/article/view/776,
10.
Analisis
Kepesertaan DPLK Secara Individu dan Karakteristiknya untuk Meningkatkan
Penetrasi Dana Pensiun Pekerja Sektor Informal di Indonesia. Jurnal JUPSIM,
Sept 2025. https://journalcenter.org/index.php/jupsim/article/view/5333
11.
Tingkat Gaya
Hidup dan Potensi Kepesertaan Dana Pensiun pada Pekerja Muda di Jakarta. Jurnal
Menawan, Sept 2025.https://journal.areai.or.id/index.php/MENAWAN/article/view/1841
12.
Optimalisasi Layanan Dana Pensiun Lembaga
Keuangan (DPLK) melalui Pengelolaan Manfaat Pensiun Berkala, Manfaat Lain, dan
Iuran Sukarela. Jurnal Moneter, 2 April 2026. DOI:
https://doi.org/10.61132/moneter.v4i2.2165
13.
Determinasi Rendahnya Literasi Dana Pensiun
pada Pekerja: Peran Edukasi dan Digitalisasi dalam Industri Dana Pensiun di
Indonesia. Jurnal
Manajemen Bisnis Digital. April 2026. DOI: https://doi.org/10.61132/jumbidter.v3i2.1308
14.
Strategi Pemasaran Inklusif untuk Meningkatkan Partisipasi Dana
Pensiun Pekerja Sektor Informal di Indonesia: Analisis Hambatan, Segmentasi
Pasar, dan Rekomendasi Implementasi. Jurnal Lokawati, Juli 2026. DOI: https://doi.org/10.61132/lokawati.v4i4.2643
Jelas, penelitian dana
pensiun penting sebagai acuan persepsi dan preferensi masyarakat tentang dana
pensiun di Indonesia. Berapa besar kemampuan iuran pekerja di dana pensiun, Bagaimana
dana pensiun di mata pekerja antargenerasi (Gen Z, milenial)? Atau alternatif
investasi yang dilakukan pekerja saat ini? Semuanya membutuhkan data dan bukti
empiris. Di situlah, penelitian dana pensiun menjadi penting dilakukan.
Sudah pasti,
masyarakat ingin punya dana pensiun sebagai bagian perencanaan pensiun dan hari
tua. Apalagi Indonesia akan menghadapi tantangan penuaan penduduk (aging population)
seiring meningkatnya usia harapan hidup, penelitian berbasis data membantu
memproyeksikan kebutuhan dana pensiun di masa depan dan memastikan
keberlanjutan program pensiun. Selain untuk merancang produk dan pemasaran dana
pensiun yang lebih efektif, penelitian dana pensiun pada akhirnya dapat berkontribusi
untuk membangun kepercayaan public terhadap dana pensiun, sekaligus meningkatkan
transparansi pengelolaan dana kepada peserta. #PenelitianDanaPensiun
#EdukasiDPLK #DPLKSAM


Tidak ada komentar:
Posting Komentar