Tampilkan postingan dengan label IKIP jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IKIP jakarta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2022

Pertemuan Teman Sekelas di Taman Bacaan Lentera Pustaka

Ada benarnya ya sahabat. Bahwa kehidupan tanpa para teman itu seperti kematian tanpa para saksi. Coba deh renungi kalimat itu. Apa sih artinya teman dan untuk apa kita membutuhkan teman? Mungkin jawabnya sederhana. Karena teman-teman itulah yang menemani kita sama-sama berjuang, dalam situasi dan keadaan apa pun. Maka sering disebut “teman seperjuangan” saat di kampus atau di sekolah.

 

Agak sulit dibantah siapa pun. Hari ini atau esok, teman pasti diperlukan. Pertemanan pun

pasti dibutuhkan. Karena sejatinya, manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial. Hamba Allah yang harus bersosialisasi. Berteman karena adanya ikatan emosional. Teman seperjuangan yang tahu kita apa adanya, tidak jaim. Bahkan mampu menyingkirkan egoisme. Bukan berteman atas kepentingan sesaat apalagi karena subjektivitas. Teman itu jiwa bukan raga.

 

Seperti hari ini (21/05/2022) di TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor, saya pun bersilaturahim bersama teman-teman sekelas masa kuliah di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Angkatan 1989-B) FPBS IKIP Jakarta (Sekarang FBS UNJ). Ada Faizin, Dyah, Sri Mulyani, Umi, Ina, dan Wini yang semuanya berkiprah di dunia pendidikan. Teman-teman di era 1989-1994 yang berjibaku sehari-hari ikut kuliah, menjalani UTS dan UAS hingga patungan untuk fotokopi buku kuliah. Ikut kuliah Pak Parera, Pak Abdul Chaer, Ibu Zulfahnur dan dosen lainnya, entah paham atau tidak? Tanpa peduli mengejar IPK (Indeks Prestasi Kumulatif). Prinsipnya, asal bersama dalam suka duka di kampus. Sebut saja, 3 jam bersama teman-teman sekelas semasa di kampus IKIP Jakarta.

 


Tentu ada banyak kenangan dan memori yang sulit diperlukan. Apalagi saat-saat ujian kuliah Sanggar Bahasa yang harus bermain drama alias teater. Latihan teater, makan alakadarnya, hingga mempersiapkan pementasan. Berat tapi semua dijalani dengan senang hati, Akhirnya ujian dan tuntas semuanya. Dan hari ini, kami berjumpa dalam canda tawa berkisah masa-masa di kelas dulu. Sambil silaturahim dan diskusi ringan tentang kenangan masa lalu. Ahh, selalu ada banyak cerita saat masa0sama di kampus pastinya.

 

Memang benar, bahwa teman lama itu bak pohon yang meneduhkan. Karena saat bersama teman, siapa pun berani melepaskan jaket ego-nya. Untuk mengambil hikmah dari masa lalu, Seburuk atau sebaik apa pun. Karena semuanya bagian dari sejarah hidup manusia. Sambil menyadari bahwa pangkat, jabatan, atau status sosial itu hanya aksesori hari ini. Sedangkan pertemanan berlangsung dari masa lalu hingga kini. Untuk menyebut “kita bukan aku atau kamu”.

 

Teman, suka tidak suka, telah mengingatkan siapa pun. Untuk tahu dari mana kita berasal dan ke mana kita akan menuju? Karena tetap menjalin silaturahim jadi kata kuncinya. Sebagai simbol pertemanan yang abadi, di mana pun dan hingga kapan pun. Karena kumpulan para teman, pasti “dibesarkan’ pada era yang tidak mungkin terulang lagi. Era jadi mahasiswa di kampus, 28 tahun lalu. Sambil menyadari, bahwa 10 atau 20 tahun lagi, teman-teman seperjuangan pun kian menua dan mulai merasakan “kesepian”. Lalu hanya bisa tersenyum saat mengenang teman-teman dengan berbagi lakon dan karakternya.

 

Siapa pun saat bersama teman. Pasti tahu bahwa dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Itulah hakikat memelihara pertemanan. Karena manusia di mana pun, sejatinya adalah “homo homini socius”, tipa manusia adalah kawan bagi sesamanya. Semoga tetap sehat teman …. Salam literasi #IKABINDOUNJ #TBMLenteraPustaka #IKIPJakarta



Kamis, 14 April 2022

Rektor UNJ Lantik Pengurus IKA UNJ Periode 2021-2025, Ayo Mantapkan Kampus Kita

Dengan tekad ikut meningkatkan kualitas kampus UNJ bereputasi Asia, Rektor UNJ hari ini melantik pengurus IKA UNJ periode 2021-2025 yang komandoi Juri Ardiantoro, Ph.D. (Ketua Umum) dan Dr. Suherman Saji, M.Pd. (Sekjen) di Jakarta (14/04/2022). Dihadiri 150-an pengurus yang dilantik, IKA UNJ mengemban peran yang sangat strategis dalam memperkuat tradisi akademis dan citra pendidikan UNJ sebagai kampus kependidikan di pusat kota Jakarta. Karena itu, para alumni UNJ di bawah naungan IKA UNJ diimbau untuk bersinergi dalam mewujudkan kiprah nyata di masyarakat khususnya terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

 

“Selain melantik pengurus IKA UNJ periode 2021-2025, UNJ mengajak para alumninya untuk memperkuat sinergi dan aksi nyata yang bermanfaat untuk masyarakat dan bangsa Indonesia. Sebagai kampus berakreditasi unggul, inilah momen bersama keluarga besar UNJ untuk wujudkan reputasi dan nama baik UNJ dalam skala nasional maupun Asia” ujar Prof. Dr. Komarudin Sahid, M.Si., Rektor UNJ dalam pelantikan IKA UN.

 

Prof. Sylviana Murni (Ketua Dewan Penasihat),, Prof. Sofyan Hanif (Ketua Dewan Pakar) dan Dr. Dewi Motik Pramono dalam sambutannya menegaskan dukungan penuh terhadp aktivitas IKA UNJ dan siap untuk bekerjasama secara optimal demi nama baik kampus UNJ ke depan.

 

Bertepatan dengan ibadah Ramadhan 1443 H, pelantikan pengurus IKA UNJ kali ini ditandai pula dengan 100 paket santunan yatim piatu dan kaum dhuafa yang dari para alumni UNJ. Santunan ini menjadi bukti kepedulian IKA UNJ untuk dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, di samping realisasi ilmu yang bermanfaat untuk masyarakat. Juri Ardiantoro, Ph.D. selaku Ketua Umum IKA UNJ menegaskan komitmen IKA UNJ untuk mengabdi dan berkontribusi nyata kepada almamater UNJ, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

 

“Komposisi pengurus IKA UNJ periode 2021-2025 ini sangat besar. Tujuannya, untuk membangun sinergi alumni yang lebih besar ke depan. Agar tercipta sinergi dan fokus menghimpun potensi alumni UNJ sebagai bukti pengabdian kepada almamater. Ayo kita bekerja bersama” ujar Juri Ardiantoro dalam sambutannya.

 


Di kepengurusan IKA UNJ kali ini, sejumlah nama-nama beken seperti Prof. Dr. Sylviana Murni, Dr. H. Ali Masykur Musa, Dr. Jazilul Fawaid, Abdullah Azwar Anas, Prof. Dr. A. Sofyan Hanif, Prof. Dr. Hafid Abas, Dr. Ali Mochtar Ngabalin, Dr. Sundari Sukotjo, Dr. Helvy Tiana Rosa, Rahmad Darmawan, Prof. Dr. Thomas Suyatno, Soegeng Suparwoto, Dr. Mundiharno, Dr. Dewi Motik Pramono, Dr. Ir. Giwo Rubiyanto Wiyogo, Dr. Erman Suparno, Erlinda, Retno Listiyarti, dan Dr. Oki Setiana Dewi masuk ke dalam jajaran pengurus. Hal ini menjadi bukti pentingnya sinergi dan unjuk kompetensi yang dimiliki para alumni UNJ ke depan. UNJ yang dulunya bernama IKIP Jakarta memiliki lebih dari 100.000 alumni dan 70% diantaranya berkiprah sebagai pendidik bertekad menjadi inkubator pendidikan yang berkualitas dan memerdekakan di Indonesia.

 

Memang, mengelola organisasi alumni kampus tidaklah mudah. Selain dibutuhkan militansi, komitmen, dan energi tinggi, IKA UNJ berharap alumni UNJ memiliki sikap dan emosi patriotik kepada almamater agar organisasi alumni tetap bergerak, berdinamika, dan mampu memberi maslahat kepada masyarakat. IKA UNJ diharapkan mampu memfasilitasi dialog-dialog positif untuk merekatkan tali persatuan para alumni dan UNJ untuk merealisasikan pengabdian kepada masyarakat. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Salam IKA UNJ #KampusUNJ #IKAUNJ #AlumniMengabdi