Tampilkan postingan dengan label Forum TBM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Forum TBM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 September 2024

Senyum Anak TBM Terima Bantuan 1.000 Buku Bacaan Bermutu Perpusnas RI

Ketika menjelang senja hari ini (4/9/2024), senyum tiba-tiba hadir di anak-anak pembaca aktif TBM Lentera Pustaka saat mobil boks "Bantuan 1.000 Buku Bacaan Bermutu" dari Perpusnas RI tiba di depan taman bacaan. Dengan penuh antusias, anak-anak TBM didampingi pengelola TBM Lentera Pustaka menerima langsung 7 dus buku. Dengan penuh semangat mereka membuka dan langsung membacanya sambil lesehan di ruang baca utama.

 

Sungguh sangat patut dituliskann, program “Bantuan 1.000 Buku Bacaan Bermutu” dari Perpusnas RI ini sangtat keren dan luar biasa bermanfaat. Untuk memenuhi kebutuhan buku bacaan anak-anak di kampung-kampung seperti di kaki Gunung Salak Bogor. Maklum, saat ini TBM Lentera Pustaka melayani 160-an anak pembaca aktif yang berasal dari 4 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya, Sukajadi) di Kec. Tamansari Kab. Bogor.  Anak-anak usia sekolah yang membaca di taman bacaan, jadi punya koleksi bacaan yang lebih beragam dan berkualitas.

 

“Wah luar biasa, TBM Lentera Pustaka bukan hanya berterima kasih. Tapi sangat apresiasi program bantuan 1.000 buu bacaan bermutu dari Perpusnas RI. Anak-anak kami sangat antusias, terbukti mereka langusng buka dan baca bukunya bersama-sama. Bantuan buku ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami” ujar Susilawati, Wali Baca TBM Lentera Pustaka saat menerima bantuan sore ini.

 


Bersyukur banget, TBM Lentera Pustaka terpilih menjadi salah satu dari 10.000 titik taman bacaan di Indonesia yang mendapat bantuan buku bacaan bermutu ini. Selain untuk menambah koleksi bacaan, buku-buku ini makin memperkuat pengembangan budaya baca dan kecakapan literasi anak-anak dan Masyarakat. Apalagi di Tengah gempuran era digital, kebiasaan membaca buku memang harus “didekatkan” ke anak-anak usia sekolah. Sudah pasti, tambahan koleksi 1.000 buku ini akan menambah antusiasme anak-anak datang ke TBM Lentera Pustaka.

 

Bantuan 1.000 buku bacaan bermutu sangat jelas tidak lagi bicara tentang minat baca. Tapi lebih konkret untuk menyediakan akses bacaan melalui buku-buku yang memang dibutuhkan anak-anak Indonesia. Mungkin esok, bukulah salah satuyang mampu menyelamtkan masa depan anak-anak generasi penerus bangsa. Karena sejatinya, tidak ada masa depan yang lebih baik tanpa membaca buku. Slaam literasi #DonasiSeribuBuku #TBMLenteraPustaka #BacaBukanMaen




Jumat, 07 Juli 2023

Forum TBM Gelar Live IG, Membangun Kemitraan di TBM

Bertajuk “Membangun Kemitraan di TBM”, Forum TBM menggelar live Instagram Sapa TBM ke-3 dengan menghadirkan narasumber 1) Syarif Yunus dari TBM Lentera Pustaka Bogor, 2) Yudi dari Rumah Baca Sang Patualang Wonosobo, dan 3) Dayu dari TBM Pinjam Pustaka Sorong yang dipandu Aris Munandar, Pengurus PP Forum TBM (7/7/2023). Diikuti 24 peserta, kegiatan ini bertujuan untuk berbagi informasi akan pentingnya membangun kemitraan di taman bacaan. Upaya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam memajukan aktivitas taman bacaan di mana pun.

 

Salah satu poin penting dalam meningkatkan kemitraan di TBM adalah mengajak pihak korporasi atau perusahaan untuk ber-CSR atau mendukung aktivitas giat membaca di taman bacaan. Kemitraan di taman bacaan, tentu dapat berbentuk penggalangan komunitas relawan, donatur buku, CSR di TBM, atau sponsor CSR korporasi untuk ikut membiayai operasional dan seluruh aktivitas taman bacaan. Kemitraan konkret melalui CSR korporasi ini yang dialami selama 5 tahun berturut-turut oleh TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor yang setiap tahunnya selalu didukung 3 perusahaan dengan besaran kontribusi mencapai Rp. 60 juta per tahun

 

Untuk itu, kemitraan di TBM dapat dibangun melalui proses yang tidak mudah. Harus didukung oleh komitmen dan konsistensi dalam berliterasi di taman bacaan. Setidaknya ada 6 (enam) cara yang patut ditempuh taman bacaan untuk mendapatkan mitra CSR antara lain:

1.     TBM selalu aktif dan memiliki kinerja yang dapat dijadikan “modal penting” untuk menggaet mitra.

2.     TBM harus melakukan promosi dan publikasi secara rutin di media online atau media sosial sebagai rekam jejak aktivitas literasi di TBM.

3.     TBM selalu memperkuat relasi dan hubungan baik dengan pihak swasta yang peduli terhadap aktivitas taman bacaan untuk menawarkan CSR di TBM.

4.     TBM perlu menyiapkan kontraprestasi atau benefits dari korporasi atau mitra swasta bila melakukan CSR di taman bacaan. Apa untungnya CSR di taman bacaan Anda?

5.     TBM selalu berkomunikasi dan memberikan laporan berkala terkait aktivitas TBM dan pemanfaatan donasi/dana CSR yang diberikan. Sebagai bukti profesionalisme dan transparansi pengelola taman bacaan kepada pemberi CSR.

6.     TBM memiliki rencana tahunan dan keterlibatan relawan/komunitas sebagai “daya tarik” CSR korporasi di taman bacaan.

 


TBM atau taman bacaan di era digital begini tidak mungkin lagi “menutup diri” dari pengaruh pihak lain. TBM, mau tidak mau, harus membuka diri untuk berkolaborasi dengan siapa pun. Pihak swasta yang mau CSR, donatur buku, atau lembaga lain yang peduli literasi dan taman bacaan. Maka, pegiat TBM harus berani “jual diri” untuk bermitra dengan siapapun. Membuka ruang “orang-orang baik” untuk terlibat dalam kiprah literasi di taman bacaan.

 

Nah, sejatinya kemitraan di TBM pasti terjadi bila 1) pengelolanya bekerja sepenuh hati, bukan setengah hati, 2) TBM dikelola dengan komitmen an konsistensi, 3) punya kinerja yang bisa dipromosikan. Agar pihka korporasi tertarik dan mau mempertimbangkan dukungan CSR di taman bacaan, apa pun bentuknya.

 

Kemitraaan di TBM, harus disadari” sebagai wujud tanggung jawab sosial pihak swasta dan siapapun di taman bacaan. Tapi masalahnya, mau ke mana dan seperti apa CSR yang dilakukan di TBM? Inilah “pekerjaan rumah” terbesar TBM dalam menggaet mitra dalam berkiprah di gerakan literasi dan aktivitas taman bacaan.

 

Untuk diketahui, kegiatan “Sapa TBM” merupakan bagian rangkaian HUT ke-18 Forum TBM pada 11 Juli 2023 ini. Dengan tema “Merdeka Literasi, Menguatkan Ruang Pendidikan Masyarakat”, Forum TBM bertekad untuk menjadi elemen penting dalam mengkampanyekan kegemaran membaca dan pentingnya taman bacaan sebagai ikhtiar pemberdayaan masyarakat berbasis inklusi sosial. Salam literasi #SapaTBM #TamanBacaan #ForumTBM



Jumat, 19 Mei 2023

Optimalkan Kiprah di Masyarakat, Forum TBM Ajak Sosialisasikan Praktik Baik Literasi

Sebagai bagian komitmen meningkatkan kiprah gerakan literasi di Indonesia, Forum TBM (Taman Bacaan Masyarakat) paparkan blueprint atau gambaran rencana jelas terkait penguatan organisasi dan TBM ramah anak dalam Rakor yang difasilitasi Kemenko PMK di Bogor (19020 Mei 2023). Dihadiri 34 pegiat TBM dari 7 provinsi, Forum TBM memaparkan juknis tentang 1) Kebijakan Perlindungan Anak, 2) Pengembangan Organisasi dan SDM, 3) Program, 4) Informasi dan Komunikasi, dan 5) Kegiatan Forum TBM. Melalui blueprint ini, harapannya PP, PW, PD Forum TBM dalam menyamakan langkah dan persepsi untuk meningktkan kiprah Forum TBM dalam gerakan literasi di Indonesia.

 

Dalam suasana “sersan”, serius tapi santai, pemaparan blueprint penguatan organisasi Forum TBM setidaknya dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang visi dan misi organisasi Forum TBM. Di samping membiasakan tradisi berdiskusi untuk meningkatkan kapasitas organisasi. Momen rakor ini pun menjadi sarana saling mengenal satu sama lain, berbagi pengalaman, dan memacu kreativitas pegiat TBM di Indonesia. Untuk selalu fokus pada solusi bukan masalah yang dihadapi taman bacaan masyarakat di mana pun.

 

Ikut hadir dalam rakor TBM ramah anak ini antara Opik (Ketua Umum Forum TBM), Heni Wahdaturrohmah (Sekjen), Umi Aam (PW Jabar), Yuddy (PW DKI Jakarta), Triyono (PW Jateng), Iwan (PW Jatim) dan Indra (PW Jogjakarta) dan pengusu PP, PW, dan PD lainnya. Intinya, blueprint dapat meningkatkan peran dan kiprah organisasi Forum TBM ke depan dan menguatkan eksistensi TBM di tengah masyarakat.

 


Sebagai agenda ke depan, Forum TBM pun mengajak pegiat TBM di mana pun untuk mengoptimalkan komunikasi dan praktik baik yang dipublikasikan melalui media sosial. Di samping membangun spirit nasionalisme di organisasi Forum TBM sehingga dapat memberi dampak dan manfaat konkret kepada masyarakat, Karena gerakan literasi dan taman bacaan, sejatinya harus bertumpu pada praktik baik yang dijalankan. Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan publik dan mitra untuk terlibat dalam gerakan literasi.

 

Harapannya ke depan, blueprint penguatan organisasi Forum TBM ini dapat membumikan aktivitas taman bacaan dan gerakan literasi di Indonesia di tengah era digital. Literasi untuk semua, salam literasi! #ForumTBM #TamanBacaan

 

Kolaborasi Kemenko PMK RI dan Forum TBM, Susun Juknis TBM Ramah Anak

Informasi layak anak menjadi penting dikedepankan sesuai denga harkat dan tumbuh kembang anak. Karenanya ketersediaan informasi layak dan tingkat literasi anak menjadi penting diperhatikan. Sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak anak, Kemenko PMK RI dan Forum TBM hari ini menggelar Rapat Penyusunan Juknis TBM Ramah Anak di Bogor (19-20 Mei 2023). Dibuka oleh Ibu Molly dari Kemenko PMK RI dan dihadir 40 peserta dari pengurus Forum TBM dan pengelola TBM serta dari Kementerian PPA untuk meningkatkan literasi berbasis ramah anak yang dilakukan di taman bacaan masyarakat.

 

“Kami memandang TBM memliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar dan baca yang aman. Sehingga taman bacaan bisa menjamin pemeliharaan hak-hak anak. Untuk itu, kami berharap bisa diwujudkan program TBM ramah anak di Indonesia” ujar Ibu Molly dari Kemenko PMK RI dalam sambutannya.

 

Ibu Rr. Endah dari Kementerian PPPA menyebutkan saat ini 1 dari 2 siswa di Indonesia memiliki tingkat literasi yang kurang memadai. Sementara literasi menjadi hal penting yang harus ditingkatkan. Untuk itu, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) memiliki peran penting untuk mewujudkan program literasi berbasis ramah anak. TBM yang mengedepankan hak-hak anak secara sehat, di samping mampu menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya yang ada di masyarakat.

 


Kang Opik Nero, Ketua PP Forum TBM menegaskan pentingnya TBM mengambil peran dalam perlindungan hak anak. Agar tidak ada kekerasan pada anak dan edukasi pentingnya haka nak. Karena itu, melalui Rapat Penyusunan Juknis TBM Ramah Anak yang difasilitasi Kemenko PMK RI ini dapat mewujudkan TBM Ramah Anak di Indonesia. Selain untuk mengatur nilai-nilai perlindungan anak, petunjuk teknis ini nantinya bisa menjadi arahan, pedoman, dan menyamakan persepsi dalam penyelenggaraan taman bacaan masyarakat yang bersahabat pada anak-anak Indonesia. TBM yang lebih asyik dan mendukung partisipasi anak dalam kegiatan membaca.

 

Beberapa prinsip TBM ramah anak yang patut dikedepankan antara lain: TBM yang nondiskriminasi, mampu menyediakan kepentingan terbaik bagi anak, menghormati hak-hak anak, dan pengelolaan TBM yang bersahabat untuk anak. Sehingga TBM nantinya menjadi pelindung bagi anak agar terhindar dari diskriminasi, kekerasan, eksploitasi dan perlakuan yang salah.

 

Maka ke depan, harapannya TBM dapat mengambil peran terdepan dalam menjadikan taman bacaan sebagai sahabat anak. Taman bacaan yang tidak hanya menjadi tempat membaca buku tapi mampu melindungi hak-hak dasar anak. Salam literasi #KemenkoPMK #ForumTBM #TBMRamahAnak



Selasa, 21 September 2021

TBM Lentera Pustaka, Satu-satunya Taman Bacaan dari Bogor Terpilih Kampung Literasi Tahun 2021

Siapa yang menduga, taman bacaan masyarakat (TBM) dapat berkiprah nyata untuk masyarakat. Seperti TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak karena terpilih sebagai satu-satunya TBM dari Bogor yang terpilih sebagai penyelenggara program Kampung Literasi tahun 2021 dari Kemendibudristek RI dan Forum TBM. Hal ini sekaligus menjadi apresiasi terhadap aktivitas TBM Lentera Pustaka dalam mewujudkan giat membaca berbasis kawasan dan inklusi sosial di Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kabupaten Bogor.

 

Terpilihnya TBM Lentera Pustaka dari Bogor ini bisa jadi momen untuk menegakkan gerakan literasi bagi masyarakat Bogor. Setelah melalui seleksi administrasi dan pembekalan, TBM Lentera Pustaka merupakan 1 dari 30 TBM di Indonesia yang terpilih dalam program "Kampung Literasi" tahun 2021. Untuk memelopori kegiatan peningkatakan kegemaran membaca dan keaksaraan secara lebih masif.

 

Berbekal nama “Kampung Literasi Sukaluyu”, TBM Lentera Pustaka nantinya akan menjalankan kegiatan literasi seperti: 1) Pembuatan 3 Pojok Baca, 2) Lomba Literasi, 3) Launching & Bedah Buku, 4) Pentas Seni Festival Literasi Gunung Salak #4, 5) Pelatihan Angklung, 6) Parade Puisi, 7) Webinar literasi, 8) Reading Group & Read Aloud, 9) Temu Sosok Literasi, 10) Literasi finansial, dan 11) Literasi digital internet sehat dengan focus 4 kecapakan literasi berupa: baca tulis, digital, finansial, dan budaya kewargaan. Tidak kurang dari 300 warga yang berasal dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajay) akan terlibat di event Kampung Literasi Sukaluyu. Menurut rencana, peluncuran Kampung Literasi Sukaluyu akan digelar pada Minggu, 14 November 2021 di Kebun Baca TBM Lentera Pustaka Bogor oleh Ade Yasin, Bupati Bogor dan pejabat dari Direktorat PMPK Kemdikbud RI.

 


Dalam Rapat Koordinasi Kampung Literasi tahun 2021 via zoom meeting (13/09/2021) yang dihadiri Dr. Cecep Suryana (Koordinator Fungsi Pendidikan Keaksaraan dan Budaya Baca Kemendikbudristek RI), Dr. Untung (Dit. PMPK Kemdibud RI), dan Nero Taopik Abdillah (Ketua Umum Forum TBM) ditekankan pentingnya program kampung literasi untuk membangun tradisi baca dan budaya literasi masyarakat Indonesia. Agar masyarakat literasiu dapat segera diwujudkan. Karena itu, peran TBM di manapun menjadi penting sebagai mitra pemerintah dalam gerakan literasi.

 

"TBM Lentera Pustaka bertekad untuk menjadikan Kampung Literasi Sukaluyu sebagai momen mengkampanyekan pentingnya kegemaran membaca. Alhamdulillah, TBM Lentera Pustaka terpilih sebagai satu-satunya taman bacaan dari Bogor, baik kota maupun kabupaten. Kami sangat bersyukur dan berkomitmen untuk mengembangkan taman bacaan dan pemberantasan buta aksara di daerah kami " ujar Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Bogor. 

 

Kampung Literasi Sukaluyu pun jadi momen TBM Lentera Pustaka untuk mengoptimalkan seluruh layanan yang ada selama ini, seperti: taman bacaan, TBM ramah difabel, pemberantasan buta aksara, kelas calistung prasekolah, anak yatim binaan, jompo binaan, donasi buku, literasi digital, literasi finasial, literasi budaya angklung, dan Koperasi Lentera yang melibatkan anak-anak, orang tua, kaum buta aksara, mahasiswa, dan warga.

 

Terpilihnya TBM Lentera Pustaka sebagai penyelenggara kampung Literasi pun menjadi pelengkap prestasi yang diraih TBM Lentera Pustaka pada tahun 2021 ini, yaitu Pendiri TBM Lentera Pustaka sebagai “31 Guardian Wonderful People” untuk kategori Pegiat Literasi dan Pendiri Taman Bacaan dari Guardian Indonesia dan pembukaan cabang ke-1 TBM Lentera Pustaka di balumbang Jaya Bogor yang dikoordinir oleh BEM KM IPB.

 

Melalui program Kampung Literasi Sukaluyu, harapannya layanan membaca dan kecakapan literasi masyarakat terus meningkat secara lebih inklusif. Sehingga TBM Lentera Pustaka pun mampu menjadi inkubator untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat yang berkualitas. Sebuah pengembangan kawasan berbasi literasi masyarakat. Salam literasi #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan #PegiatLiterasi #KampungLiterasiSukaluyu #DirektoratPMPK #ForumTBM



Minggu, 19 September 2021

Gelorakan Semangat Baca Anak, Kampung Literasi Sukaluyu Gelar Workshop Puisi

Sebagai upaya menggelorakan semangat membaca buku di kalangan anak-anak, Kampung Literasi Sukaluyu menggelar “Workshop Puisi Gerakan Literasi 2021” di TBM Lentera Pustaka Bogor (19/09.2021). Diikuti 80 anak pembaca aktif taman bacan dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya), workshop puisi menjadi ajang pembuka lomba baca puisi bermusik anak-anak sebagai rangkaian program kampung literasi.

 

Workhsop puisi bertujuan untuk membangun kesadaran literasi budaya kewargaan, di samping menjadi sarana ekspresi dan kreativitas seni budaya anak-anak kampung. Puisi pun dinilai mampu menjadi media pembentukan karaktera anak, baik secara religius, sosial humaniora, maupun edukatif.  Workshop disampaikan langsung oleh Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka yag sekalius pegiat literasi. Selain memberikan edukasi tentang ada dan bagaimana puisi, Syarif juga membacakan tiga buah puisi karya KH. A. Musthofa Bisri berjudul Kalau Kau Sibuk Kalau Kau Sempat, Orang kecil Orang Besar, dan Ibu. (Simak: https://www.youtube.com/watch?v=q0xYCSkX-As)

 

Dalam penjelasannya, Syarif menyatakan semangat membaca buku dan gerakan literasi di kalangan anak-anak harus terus dijaga. Caranya bisa dilakukan dengan menjadikan taman bacaan sebagai sentra membaca dan kreativitas anak. Salah satunya dapat dikembangkan dengan aktivitas literasi budaya melalui puisi. Karena puisi pun bisa jadi alat pembentukan karakter anak yang positif dan energik.

 

“Puisi adalah bahasa hati. Semakin dini diajarkan ke anak-anak maka akan lahir generasi penerus bangsa yang memiliki hati dan berkarakter kokoh. Taman bacaan pun mengambil peran literasi budaya melalui puisi. Agar anak-anak pun dapat mengenal jati dirinya” ujar Syarifudin Yunus dalam pemaparannya.



Workshop puisi yang digelar sebagai rangkaian program Kampung Literasi Sukaluyu yang diinisiasi oleh Direktorat PMPK Kemdikbud RI dan Forum TBM bertekad menggelorakan semangat membaca buku anak-anak. Di samping meningkatkan kecakapan literasi yang berbasis kawasan dan inklusi sosial. TBM Lentera Pustaka Bogor merupakan 1 dari 30 TBM di Indonesia yang terpilih menggelar program kampung literasi tahun 2021.

 

Sebagai keluaran dari workshop ini, anak-anak pembaca aktif peserta workshop pun akan mengikuti Lomba Baca Puisi Bermusik yang digelar pada 10 Oktober 2021 di Bogor. Sebagai Langkah konkret dalam melatih anak-anak untuk menyampaikan isi hati  dengan santun dan beretika, khususnya melalui puisi. Karena semakin dekat dengan puisi, anak-anak pun dapat mengasah budi pekerti. Sehingga tidak mudah tergoyahkan dengan era digital atu teknologi yang salah pakai. . Salam literasi #TamanBacaan #WorkshopPuisi #TBMLenteraPustaka #KampungLiterasiSukaluyu

Sabtu, 18 September 2021

Kampung Literasi Sukaluyu TBM Lentera Pustaka Siapkan 3 Pojok Baca Baru untuk Anak dan Warga

Dalam upaya wujudkan giat membaca berbasis kawasan dan inklusi sosial, Kampung Literasi Sukaluyu di kaki Gunung Salak Bogor siap operasikan 3 pojok baca baru pada Oktober 2021. Ketiga pojok baca berlokasi di Kampung Jami, Tamansari, Warung Loa di sekitar TMB Lentera Pustaka sebagai inisiator. Ketiga pojok baca ini pun melengkap pembukaaan TBM Lentera Pustaka cabang Balumbang Jaya Bogor pada 11 September 2021.

 

Melalui Kampung Literasi Sukaluyu yang disponsori Direktorat PMPK Kemdikbud RI dan Forum TBM bertekad memberikan layanan dan kecakapan literasi kepada anak-anak dan masyarakat secara lebih inklusif. Baik berupa kegiatan membaca di taman bacaan, penyediaan pojok baca, pemberantasan buta aksara, literasi digital, literasi finansial, dan literasi budaya sebagai upaya menanamkan karakter berbasis kearifan lokal. Harapannya, Kampung Literasi Sukaluyu Bogor mampu menjadi inkubator untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat yang berkualitas. Melalui kegemaran membaca buku dan kompetensi 6 literasi dasar.

 

Nantinya, ketiag pojok baca Kampung Literasi Sukaluyu Bogor beroperasi 2 kali seminggu, pada hari Selasa-Kamis. Relawan TBM Lentera Pustaka di hari tersebut akan membawa 2 dus buku untuk anak-anak dan ibu-ibu ditambah tikar baca. Beragam buku bacaan baru dan menarik akan disajikan di pojok baca. Agar menarik dan mampu mengundang pembaca. Pojok bac aini terletak lokasi strategis di kampung sekitar TBM Lentera Pustaka, tentu dengan izin apparat RT/RT setempat.

 

Menurut rencana, peluncuran Kampung Literasi Sukaluyu akan dilakukan pada Minggu, 14 November 2021 di Kebun Baca TBM Lentera Pustaka Bogor. Dijadwalkan akan dibuka oleh Ade Yasin, Bupati Bogor dan pejabat dari Direktorat PMPK Kemdikbud Ri. Beberapa agenda program Kampung Literasi Sukaluyu antara lain: 1) pembuatan 3 Pojok Baca, 2) Lomba Menulis, 3) Launching & Bedah Buku, 4) Pentas Seni Festival Literasi Gunung Salak #4, 5) Pelatihan angklung, 6) Parade puisi, 7) Webinar literasi, 8) Reading Group & Read Aloud, 9) Temu sosok literasi, 10) Literasi finansial, dan 11) Literasi digital internet sehat. TBM Lentera Pustaka sebagai penyelenggara pun focus pada 4 kecapakan literasi berupa: baca tulis, digital, finansial, dan budaya kewargaan. Tidak kurang dari 300 warga yang berasal dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajay) akan terlibat di event kampung literasi yang penting ini.

 

Bertindak sebagai media partner program Kampung Literasi Sukaluyu adalah Bogorkita.com dan didukung oleh Disdik Kabupaten Bogor, BEM KM IPB - SKB Kab. Bogor, Karang Taruna Bogor, FTBM Kab. Bogor, Bank Sinarmas, AJ Tugu Mandiri, Pacific Life Insurance, BTS Army Indonesia, dan Guardian Indonesia.

 


Sebagai penyelenggara, TBM Lentera Pustaka merupakan salah satu dari 30 TBM di Indonesia yang terpilih dalam program "Kampung Literasi" tahun 2021 ini setelah melalui seleksi yang dilakukan Direktorat PMPK dan Forum TBM. Melalui program ini, nantinya kegiatan taman bacaan dan keaksaraan dilakukan lebih masif dan melibatkan masyarakat sekitar sehingga terwujud literasi berbasis inklusi sosial.

 

 "Kampung Literasi Sukaluyu ini jadi momen kami di TBM Lentera Pustaka untuk menggaungkan pentingnya tradisi baca dan budaya literasi masyarakat, termasuk berantas buta aksara. Karena sejatinya, gerakan litereasi memang harus inklusif dan berkolaborasi. Agar masyarakat literat bukan hanya wacana tapi ikhtiar konkret" ujar Syarifudin Yunus, Kepala Program TBM Lentera Pustaka di Bogor. 

 

Adalah tekad TBM Lentera Pustaka menjadikan taman bacaan bersifat inklusif dan mampu melibatkan seleuruh pihak. Agar dapat mengoptimalkan seluruh layanan yang ada di TBM Lentera Pustaa saat ini, seperti: taman bacaan, TBM ramah difabel, berantas buta aksara, kelas calistung prasekolah, anak yatim binaan, jompo binaan, donasi buku, literasi digital, literasi finasial, literasi budaya angklung, dan Koperasi Lentera yang melibatkan anak-anak, orang tua, kaum buta aksara, mahasiswa, dan warga.

 

Maka di tengah gempuran era digital, gerakan literasi memang harus terus diberdayakan. Seperti melaui program kampung literasi. Agar ikhtiar membangun minat baca sekaligus menyediakan akses bacaan tidak boleh berhenti. Karena taman bacaan, hanya "jalan sunyi" dari popularitas atau gengsi sekalipun. Maka taman bacaan dan pegiat literasi, harus urus yang memang perlu diurus. Salam literasi #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan #PegiatLiterasi #KampungLiterasiSukaluyu #DirektoratPMPK #ForumTBM




Sabtu, 10 Juli 2021

Lebih Militan, Catatan TBM Lentera Pustaka untuk HUT ke-16 Forum TBM

Semarak peringatan HUT ke-16 Forum TBM tahun 2021 ini patut diacungi jempol. Bertajuk “Menengok Diri, Menguatkan Literasi untuk Semua”, Forum TBM sebagai organsiasi penggerak giat membaca dan gerakan literasi di Indonesia terus-menerus manggaungkan eksistensi TBM. Beragam acara seperti praktik baik TBM wilayah dan daerah, panggung boneka muhibah dongeng, sapa TBM digelar. Puncak acara HUT ke-16 Forum TBM pada Minggu 11 Juli 2021 ini pun digelar secara virtual. Sarasehan literasi, penyerahan kartu anggota Forum TBM, peluncuran buku petualangan tekno, Betari dan Maleo, serta pemutaran parade video jadi bukti semarak Forum TBM di Indonesia.

 

Cukupkah semua itu untuk membangkitkan keberadaan TBM dan gerakan literasi di Indonesia?

Baiklah, sebutlah ini catatan kritis Forum TBM di hari ulang tahunnya. Semoga bisa memberi energi baru dan atensi kepada pegiat literasi dan aktivis Forum TBM di mana pun di Indonesia. Wabil khusus untuk sahabat saya, Kang Nero Taopik sebagai Ketua Forum TBM dan jajarannya. Itu pun bila berkenan.

 

Catatan kritis ini, saya mulai dari tema yang dipilih “Menengok Diri, Menguatkan Literasi untuk Semua”. Memaknai tema tersebut, maka ada dua frase yang harus dicermati.

Pertama, frase “menengok diri”. Menengok itu artinya menjenguk; melihat; menilik; memperhatikan bukan menonton. Dalam bahasa Jawa “delengan” atau “tingali” dalam bahasa Sunda. Jadi, menengok diri harus dimaknakan untuk menilik diri sendiri, bukan menilik orang lain. Sebuah spirit untuk introspeksi diri, evaluasi atas apa yang telah dilakukan. Sehingga ujungnya, sudah cukup atau belum atas apa yang dilakukan.

Kedua, frase “menguatkan literasi”. Menguatkan berarti “menjadikan lebih kuat” atau bisa juga mengukuhkan, meneguhkan. Tapi bukan mengeraskan. Apa yang dikuatkan? Yaitu “literasi”. Secara subjektif, saya memaknai literasi sebagai keterampilan membaca, menulis, berbicara, menghitung,untuk memecahkan masalah dan memahami realitas. Maka di situ, TBM tidak cukup hanya “tempat membaca”. Tapi juga harus jadi tempat menulis, berbicara, dan berhitung. Jadi, menguatkan literasi sebagai spirit untuk memperkuat aktivitas literasi. Agar jadi literat.

 

Alih-alih TBM di Indonesia memang belum lagi dalam eksistensi yang ideal. Maka ke depan, ada agenda penting Forum TBM yang patut jadi perhatian bersama. Demi tegaknya tradisi baca dan geraka literasi di tengah gempuran era digital. Forum TBM harus siap menjadi pelopor dan inkubator gerakan literasi yang lebih masif, terbuka, dan berdaya guna. Melalui Forum TBM, para pegiat literasi dan TBM di Indonesia harus lebih militan dan sepenuh hati dalam menggerakkan misi giat membaca dan gerakan literasi ke masyarakat. Militansi terhadap TBM sangat diutuhkan hari ini. Karena tanpa militansi, TBM bukan tidak mungkin akan tergilas zaman dan kian terpinggirkan.

 

MILITAN, adalah kata kunci TBM dan pegiat literasi ke depan.

Jangan kasih kendor, jebret. Gaungkan terus eksistensi TBM, tebarkan terus praktik baik gerakan literasi, dan kampanyekan terus apa yang dilakukan pegiat literasi di mana pun. Lagi-lagi, jangan kasih kendor. Baik jiwa, sikap, dan perilaku dalam ber-literasi. Karena kata banyak orang selama ini, TBM hanya “jalan sunyi” dari panggung gemerlap gaya hidup dan popularitas.

 

Jangan kasih kendor. Begitu kata, orang-orang militan. Mereka yang bersemangat tinggi; penuh gairah; berhaluan keras dalam menggerakkan giat membaca. Forum TBM harus berani menyatakan bahwa minat baca anak Indonesia tidak rendah. Tapi akses bacaan dan militansi gerakan literasi yang belum optimal. Maka semua pihak bertanggung jawab untuk meningkatkan akses bacaan dan menambah energi militansi untuk “hidup” di TBM.

 


Secara subjektif, saya pun merekomendasikan catatan kritis di hari ulang tahun Forum TBM ke-16 tahun 2021 ini tentang beberapa hal yang mengusik eksistensi TBM di Indonesia, antara lian:

1.      Pentingnya melakukan konsolidasi keanggotan Forum TBM di seluruh Indonesia, khususnya dalam hal keberadaan dan keaktifan, profil program dan demografi TBM-nya, serta peluang dan kendalanya. Apapun kondisinya, TBM-TBM yang ada harus mengerucut pada “data bersih” yang terus-menerus disaring dan diperkuat. TBM di Indonesia itu “kekuatan besar” yang harus mulai diperhatikan oleh bangsanya sendiri.

2.      Mencarikan solusi terhadap soal perizinan TBM-TBM di seluruh Indonesia. Agar eksistensi TBM di mana pun tidak dipersoalkan pihak-pihak tertentu yang berseberangan atau setidaknya dapat memberikan “ketenangan” para pegiat literasi dalam berkiprah di masyarakat. Siapa yang berwewenang memberikan izin operasional TBM di suatu daerah?

3.      Memperbanyak praktik-praktik baik dan terobosan baru terhadap aktivitas dan progra di TBM-TBM yang ada. Tentu berbasis kearifan lokal, kawasan, dan inklusi sosial. Praktik baik TBM, bila dikelola dengan baik, pastinya akan menjadi nilai tambah dan nilai promosi yang luar biasa. Sehingga mampu mengundang kepedulian pihak luar terhadap aktivitas TBM.

4.      Mencari formula terbaik dalam pola kemitraaan dan kolaborasi antara TBM-TBM dengan pemerintah daerah, korporasi, dan komunitas. Apa sinergi yang dapat dilakukan Bersama? Apa peran TBM untuk eksekusi program kemitraan?

5.      Meningkatkan kemampuan menulis pegiat literasi dan pengelola TBM. Hal ini penting karena setelah membaca harus diikuti dengan menulis lalu berbicara. Jadi jangan sampai pegiat literasi, banyak berbicara tanpa menuliskan. Bahaya bila sekadar retorika. Praktik baik TBM yang dituliskan pada akhirnya akan memberi pencerahan dan memperkuat TBM lainnya. Dan di era begini, menulis pastinya akan jadi rekam jejak digital yang abadi. Karena yang terucap akan hilang dan yang tertulis akan abadi.

 

Terakhir catatan kritis saya untuk Forum TBM. Persoalan fundamental TBM saat ini, menurut saya, ada 3 hal, yaitu 1) ada anak tidak ada buku, 2) ada buku tidak ada anak, dan 3) komitmen pengelola yang masih setengah hati. Mak agenda penting ke depan adalah “menyeimbangkan” ketiga hal tersebut agar selalu bersemayam di TBM-TBM. Menengok diri, memperkuat literasi semestinnya bertumpu pada tiga hal fundamental tersbut di setiap TBM. Dan untuk itu, menurut saya lagi, hanya bisa diraih dengan menambah energi “militansi” aktivitas di TBM.

 

Militan itu sikap. Sikap bangga terhadap perjuangan di TBM. Sikap berani membangun tradisi membaca. Dan sikap sepenuh hati berada di “jalan sunyi” literasi yang jaduh dari panggung gaya hidup dan popularitas. Militansi di taman bacaan. Adalah “membangun kehebatan dan keunggulan maasing-masing TBM”. Ungkap dan nyatakan yang hebat dan yang unggul dari masing-masing TBM. Milan yang elegan.

 

Forum TBM, jangan kasih kendor. Teruskan militansi yang sudah ada. Bertempurlah dengan elegan di grakan literasi Indonesia. Asal tetap objektif realistis. Karena “jangan sampai kita menghabiskan waktu untuk memukuli dinding lalu berharap bisa mengubahnya menjadi pintu”. Selamat Ulang Tahun ke-16 Forum TBM. Apapun, jadilah lebih baik. Tetaplah berkiprah dan bersemangat! Salam literasi, jebrett…. #TBMLenteraPustaka #ForumTBM #TamanBacaan #PegiatLiterasi