Lagi rapat di DPD, tiba-tiba Pak Purbaya dicopot dari jabatannya. Ditelepon Mensekneg, bahwa dia diganti orang lain. Efektif hari itu, Pak Purbaya pun dicopot atau dipecat. Berhenti jadi Menteri Keuangan RI.
Ternyata, serapuh itulah orang
kerja. Bisa diganti kapan saja sama bos. Apapun alasannya, bos atau atasan bisa
pecat kapan pun. Mau punya kinerja kayak apapun, selagi Cuma pekerja, kapan pun
bisa digeser atau dicopot. Paham kan ya. Pejabat sekelas Pak Purbaya yang menteri
saja bisa di cut off alias dipecat mendadak. Apalagi kita bisanya cuma jadi
robot di kantor. Maka, sudah ssaatnya
orang kerja berpikir. Jangan hanya membesarkan bisnis kantor. Tapi mulailah mempersiapkan
dan membangun “perahu” sendiri. Jaga-jaga, kalau dicopot atau digeser pada saat
lagi senang-senangnya kerja.
Hikmah dicopotnya Pak
Purbaya, ternyata pekerjaan sebagai karyawan tidak selalu memberikan jaminan
keamanan dalam jangka panjang. Atas nama hak prerogratif, Presiden bisa kapan
saja cut off menterinya. Lagi-lagi, apapun alasannya selagi Cuma kerja
untuk bos ya kapan pun bisa dipecat secara mendadak. Apalagi cuma pekerja kantoran,
asal bos atau kantor sudah tidak suka ya kapan pun bisa di PHK atau diuruh
resign. Sebab kondisi perusahaan dapat berubah sewaktu-waktu. Akibatnya, tidak
ada posisi karyawan yang baik-baik saja. Suatu saat bisa digeser atau dicopot
seperti Pak Purbaya.
Memang ngeri sih selagi masih
jadi pekerja. Apalagi bila terlalu bergantung pada pekerjaan kantor, 100% Cuma jadi
“NPC kantor”. Orang yang hanya menjalankan rutinitas sebagai pekerja tanpa
memikirkan alternatif atau rencana untuk masa depan. Kerja seperti robot,
semuanya tergantung atasan dan kantor. Tanpa persiapan suatu saat bisa diberhentikan.
Bekerja memang penting. Tapi ketergantungan penuh pada satu sumber penghasilan itu
yang bisa jadi risiko besar.
Maka pekerja di mana pun, mungkin
sudah saatnya untuk membangun “perahu” sendiri. Mulai siapkan dana pensiun bila
sewaktu-waktu dipecat atau di-PHK. Mulai merintis usaha kecil, punya keterampilan
atau keahlian, atau sumber penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Dengan
memiliki kemampuan atau usaha sendiri, seorang pekerja akan lebih siap menghadapi
kemungkinan kehilangan pekerjaan dan tidak sepenuhnya bergantung pada
perusahaan. Tetap bisa survive, saat atasann atau kantor memperlakukan apapun.
Tentu, tidak mudah membangun
usaha sendiri. Jadi pekerja mandiri itu bukan berarti lebih mudah atau pasti
lebih aman daripada menjadi karyawan. Karena bisnis atau bekerja mandiri tetap
punya risiko gagal dan tidak pasti, bahkan harus siap secara mental. Tapi
intinya, siapapun yang jadi pekerja pasti punya risiko dipecat atau dicopot
seperti Pak Purbaya. Karenanya, kapan pun harus diganti. Tidak ada pekerja atau
karyawan yang selamanya di posisi enak. Makanya siapkan “perahu” sendiri. Bisa
beruap dana pensiun, tabungan, investasi, keahlian khusus, atau atau sumber
penghasilan alternatif agar lebih siap menghadapi perubahan dunia kerja atau
atasan di kantor. Jangan bergantung 100% dari kantor!
Jangan bangga jadi “robot”
yang hanya membesarkan bisnis kantor. Tapi siapkan juga “perahu” sendiri untuk
hari esok. Sebab ketika pekerjaan tidak lagi menjamin, maka persiapan untuk
masa depan seperti dana pensiun jadi penting dimiliki sejak mulai bekerja. Tidak
ada pekerjaan yang aman Bro, semuanya bisa diganti atau digeser!
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar