Kita mungkin sepakat. Menua dengan tenang dan bermartabat sama sekali tidak mudah. Karenanya menyiapkan pensiun memang harus dilakukan langkah demi langkah sejak masa muda. Sebab mencapai kemandirian finansial di hari tua merupakan proses panjang yang memerlukan perencanaan matang dan terstruktur sesuai kelompok usia.
Berdasarkan analisis
Syarifudin Yunus dari Dewan Pengawas DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM),
strategi penyiapan dana pensiun tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan
harus dibangun secara bertahap sejak masa muda. Pendekatan berbasis tahapan
usia ini memastikan setiap individu memiliki arah finansial yang jelas pada
setiap fase kehidupannya demi mengamankan masa depan. Untuk hari tua yang lebih
tenang dan berkualitas.
Pensiun bukan soal
apa pekerjaannya? Bukan pula berapa gajinya? Tapi lebih ditekankan sejak kapan
memulainya, pada usia berapa? Sebagai contoh, pada tahap awal di usia 16–19
tahun, lebih baik fokus utama ditekankan pada pemahaman dasar-dasar keuangan,
pengenalan cara bijak mengelola uang, penentuan tujuan finansial, mulai membuka
rekening tabungan, dan latihan menghasilkan pendapatan sendiri.
Berlanjut ke usia
20–29 tahun, saat mulai bekerja, strategi keuangan bergeser ke pembentukan
fondasi yang kokoh melalui penyusunan anggaran keuangan, pembentukan dana
darurat, membuat findasi keuangan yang sehat, mulai punya dana pensiun, bahkan
mulai berani investasi sejak dini sembari menghindari utang atau pinjol. Fase
usia ini sangat penting untuk pembentukan fundamental keuangan. Jadi orang yang
suka itang atau tidak, jadi orang yang konsumtif atau tidak?
Nah, memasuki usia
30–39 tahun, arah perencanaan berfokus pada akumulasi aset dan perlindungan
keluarga, termasuk pertimbangan membeli rumah, diversifikasi investasi,
pemaksimalan tabungan pensiun, serta perlindungan keluarga dan evaluasi
kebutuhan keuagan yang lebih besar. Di samping antisipasi, biaya pendidikan
anak atau kebutuhan tumahtangga mulai melonjak pesat di fase ini.
Selanjutnya pada
usia 40–49 tahun, langkah finansial berfokus pada pemaksimalan iuran pensiun,
pelunasan utang secara agresif (bila ada), optimalkan biaya pendidikan anak,
evaluasi portofolio investasi, dan pelaksanaan check-up kesehatan
keuangan. Sehat atau tidak secara keuangan, mengukir keseimbangan pendapatan
dan pengeluaran? Di fase ini, kemapanan finansial harus sudah terbentuk sebab
masa bekerja dalam hitungan 10-15 tahun akan pensiun. Karena itu, dana pensiun sangat
penting sebagai pengganti gaji saat berhenti bekerja.
Penerapan strategi
keuangan berdasraknusia ini memberikan kepastian bahwa setiap keputusan
finansial yang diambil hari ini berdampak langsung pada kesejahteraan di masa
depan. Dengan kedisiplinan menjaga portofolio dan melakukan evaluasi berkala,
impian untuk menikmati masa pensiun yang mandiri, sejahtera, dan bebas dari
beban finansial dapat diwujudkan secara nyata. Agar tidak bergantung pada anak
atau kelurag di hari tua.
Maka siapkan
tabungan dan dana pensiun sesuai usia. Sebab hari ini faktanya, 9 dari 10
pekerja sama sekali tidak siap berhenti bekerja atau di-PHK. Bahkan 8 dari 10 pensiunan
bergantung secara fnansial pada anggota keluarga yang bekerja, jadi beban ekonomi
keluarga. Kondisi itu terjadi akibat tidak mau menyiapkan tabungan atau dana
pensiun sejak awal bekerja. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM
%20rev.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar