Rabu, 29 Juli 2026

Darurat Kesiapan Pensiun: 8 dari 10 Pensiunan Indonesia Bergantung Hidup pada Anggota Keluarga yang Bekerja.

Bolehlah hari ini , Indonesia berada pada krisis kesiapan masa tua. Di mana mayoritas pekerja saat ini belum memiliki perencanaan finansial yang matang. Sebagian besar pensiunan masih memiliki ketergantungan ekonomi yang tinggi terhadap anggota keluarga yang masih aktif bekerja untuk mencukupi kebutuhan bulanannya. Kondisi ini diperparah oleh rendahnya partisipasi dalam program dana pensiun serta minimnya alokasi tabungan pribadi dari penghasilan rutin masyarakat. Generasi muda, termasuk Milenial dan Gen Z, turut merasakan kecemasan finansial yang signifikan terkait masa depan orang tuannya sekaligus ketidaktahuan mengenai instrumen investasi untuk pensiun.

Faktanya, hari ini tingkat ketergantungan finansial pensiunan (lansia) tergolong tinggi. Hingga “memaksa” anggota keluarganya/anak ikut menanggung biaya hidupnya. Maka ada  urgensi edukasi literasi keuangan guna menghadapi masa purnabakti di tengah angka harapan hidup yang terus meningkat. Dengan saldo tabungan rata-rata yang masih rendah, masyarakat Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mencapai kemandirian finansial di hari tua.

 

Berdasarkan data yang dioleh Syarifudin Yunus, (Edukator DPLK Sinarmas Asset Management) diperoleh kondisi pensiunan di Indonesia sebagai berikut;

1.    Ketergantungan pada anggota Keluarga yang bekerja.Sebanyak 8 dari 10 pensiunan memenuhi kebutuhan hidupnya dari anggota keluarga (anak) yang masih aktif bekerja.

2.    Transfer dari anak. Sebanyak 1 dari 2 pensiunan sangat mengandalkan kiriman atau transferan uang dari anaknya setiap bulan.

3.    Kekhawatiran generasi muda. Karenanya, 87% Gen Z merasa khawatir dengan kondisi keuangan orang tua mereka saat memasuki masa pensiun nanti.

 


Kondisi ini kemungkinan besar dipicu oleh kurangnya persiapan dana pensiun mandiri, mengingat kondisi yang menunjukkan bahwa 9 dari 10 pekerja di Indonesia belum siap untuk pensiun dan hampir 80% pekerja belum memiliki program pensiun.

 

Maka ke depan, tidak ada lagi alasan untuk menunda memiliki dana pensiun. Sebab cepat atau lambat, siapapun pasti akan pensiun. Mumpung masih ada waktu, siapkan pensiun sejak dini. Mulailah dengan menabung untuk pensiun melalui aplikasi digital DPLK “SimPensiun”. #YukSiapkanPensiun #EduukasiDPLK #DPLKSAM



Tidak ada komentar:

Posting Komentar