Katanya, banyak pekerja kesulitan menabung untuk hari tua karena pendapatannya habis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gajinya hanya cukup untuk biaya makan, transportasi, pendidikan, cicilan, hingga kebutuhan gaya hidup. Selain itu, rendahnya literasi keuangan, minimnya perencanaan jangka panjang, dan kecenderungan mengutamakan kebutuhan saat ini dibandingkan masa depan membuat kebiasaan menabung untuk masa pensiun jadi sering terabaikan.
Sulit nabung untuk masa pensiun, masih jadi problem utama di kalangan
pekerja. Sebuah temuan menunjukkan 4 dari 10 pekerja tidak bisa menabung untuk
hari tua selama masih bekerja. Setelah ditelusuri, survei membuktikan ternyata
ada 3 (tiga) faktor penyebab yang jarang disadari pekerja sehingga kesulitan
menabung di masa produktif, yaitu:
1. 50%
pekerja gagal mengendalikan perilaku konsumtif. Akibat tidak bisa membedakan
antara keinginan dan kebutuhan, terlalu mudah check out belanja online, dan
membeli secara impulsif barang-barang yang tidak mendesak.
2. 30%
pekerja gemar gaya hidup. Gaya hidup banyak pekerja melebihi kemampuan finansialnya.
Terbuai dengan gemerlap gaya hidup agar terkesan keren dan hedon sekalipun
tidak penting. Gaji naik, otomatis gaya hidup ikut naik.
3. 20%
punya kebiasaan utang. Tidak sedikit pekerja yang memiliki utang konsumtif
sehingga jadi beban finansial untuk membayar cicilan.
Ketiga hal penyebab pekerja sulit menabung di atas, sering kali
berujung pada cara pandang “negatif” tentang kerja atau pekerjaan. Sehingga merasa
gaji tidak cukup dan dampaknya produktivitas kerja menurun. Mulailah di situ
muncul keluh-kesah, stress, dan merasa burnout terhadap pekerjaannya
sendiri. Siklus pekerjaan yang “tidak kondusif” akhirnya jadi sebab frustrasi
terhadap pekerjaannya sendiri.
Maka untuk mengatasi kesulitan menabung bukan hanya tentang
meningkatkan pendapatan, tetapi secara disiplin menekan perilaku konsumtif, mengurangi
gaya hidup, dan menghindari utang secara kolektif. Sebab itu semua membuat pekerja
jadi sulit menbung untuk masa pensiun dan menyumbang risiko kegagalan finansial
di masa tua yang terbesar.
Akibatnya, ketika memasuki masa pensiun dan penghasilan rutin berhenti, pekerja yang tidak memiliki tabungan atau dana pensiun berisiko mengalami penurunan kualitas hidup, kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, bahkan bergantung pada anak atau keluarga. Mempersiapkan dana pensiun sejak dini melalui tabungan maupun program dana pensiun menjadi langkah penting agar masa pensiun tetap sejahtera, mandiri, dan bebas dari tekanan finansial. Sudah saatnya pekerja berpikir ulang, untuk menyeimbangkan antara pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari vs tabungan untuk hari tua.
Mungkin, kini saatnya pekerja siapkan tabungan untuk hari tua melalui dana pensiun digital "SimPensiun".#YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM


Tidak ada komentar:
Posting Komentar