Tampilkan postingan dengan label motor pustaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motor pustaka. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Desember 2023

Tentang Motor Baca Keliling di Kaki Gunung Salak, Apa dan Bagaimana?

Sore ini langit cerah. Setelah melewati jalan berliku dan sedikit terjal, tim MOtor BAca KEliling (MOBAKE) TBM Lentera Pustaka untuk kali pertama sediakan akses bacaan ke anak-anak usia sekolah. Tanpa diduga, ternyata jumlah anak yang membaca buku lebih dari 25 anak. Bahkan orang tua pun ikut menyaksikan proses membaca di lapangan bulutangkis milik warga (17/12/2023).

 

Relawan MOBAKE terdiri dari Alwi (driver), Misbach, Susi, Farida, Mega, dan Syarif Pendiri TBM Lentera Pustaka dengan sepenuh hati menjapankan aktivitas motor baca keliling. Tujuannya, hanya untuk sediakan akses bacaan ke anak-anak yang di wilayahnya tidak ada tempat membaca buku. Anak-anak pun antusias membaca di tikar yang tersedia dan mengganti buku bacaan yang tersedia di motor baca.

 

Namun, apa boleh buat? Setelah beroperasi 1,5 jam di lokasi. Langit mendung bahkan hujan cukup deras "terpaksa" aktivitas motor baca dihentikan. Sekalipun anak-anak masih semangat membaca tapi cuaca tidak memungkinkan. Maka crew MOBAKE pun meluncur kembali ke TBM Lentera Pustaka. Seperti aspirasi para ibu yang menyaksikan aktivitas MOBAKE di Kp. Gadog Desa Sukajadi, mereka berharap MOBAKE bisa hadir setiap Minggu. Utamanya untuk sediakan akses bacaan bagi anak-anak yang kemarin tidak bisa ikut membaca.

 

Terbukti, masih ada anak-anak Indonesia yang mau membaca buku. Anak-anak yang semangat menghampiri motor baca untuk memilih dan membaca buku bersama. Pemandangan di motor baca keliling TBM Lentera Pustaka sangat jelas, antusias anak-anak sangat tinggi karena akses buku bacaan mendekati mereka. Jadi, jangan persoalkan minat baca. Tapi sediakan dulu akses bacaan ke anak-anak.

 


MOBAKE TBM Lentera Pustaka yang digagas langsung oleh Pendiri TBM Lentera Pustaka sejak Februari 2022, hingga kini masih berlangsung dan berkeliling sediakan akses buku bacaan ke 3 kampung (Sinarwangi, Tamansari, Jami). Dengan membawa 200 buku dan 2 buah tikar, motor baca keliling setiap Minggu sore menyusuri jalan-jalan berliku dan tanjakan hanya untuk menyediakan akses bacaan ke kampung-kampung. Sebagai driver motor baca, Syarif yang berprofesi sebagai dosen PBSI FBS Unindra, hingga tetap konsisten keliling kampung ke kampung hanya untuk sediakan akses bacaan.

 

Tanpa pamrih tanpa gengsi, secara rutin mengendarai MOtor BAca KEliling (MOBAKE) untuk mendekatkan buku-buku bacaan kepada anak-anak usia sekolah. Agar terbentuk kebiasaan membaca, di samping mampu menekan angka putus sekolah yang masih "menghantui" daerah tersebut. Memang aktivitas motor baca keliling dihadapkan pada kendala masalah cuaca dan musim hujan. Tapi dengan semangat pantang menyerah dan penuh komitmen, hingga kini TBM Lentera Pustaka masih terus menjalankan aktivitas motor baca keliling yang sudah berjalan dua tahun.

 

Maka berhentilah mempersoalkan minat baca tanpa mau menyediakan akses bacaan. Karena sejatinya, membaca itu bukan bukan minat tapi soal. Salam literasi #MoBaKe #MotorPustaka #TBMLenteraPustaka

 

Minggu, 10 Desember 2023

Kiprah Motor Baca Keliling Atasi Minimnya Akses Bacaan Anak di Bogor

Berhentilah mempersoalkan minat baca. Tanpa mau berjuang untuk menyediakan akses bacaan ke anak-anak di mana pun. Karena faktanya, anak-anak Indonesia saat ini memang tidak mudah mendapatkan tempat membaca buku. Lebih gampang bermain handphone atau menonton. Waktunya habis untuk main. Maka wajar, minat baca jadi rendah. Akibat tidak tersedianya akses bacaan secara merata.

 

Tudingan minat baca anak-anak rendah, sungguh tidak sepenuhnya benar. Sebabnya karena tidak adanya akses bacaan ke anak-anak. Apalagi anak-anak yang tinggal di daerah atau jauh dari jangkauan perpustakaan. Bagaimana minat baca bisa dibentuk atau ditingkatkan bila ketersediaan akses bacaan atau tempat membaca buku masih langka. Jadi, berhentilah mempersoalkan minat baca. Mari kita berjuang untuk sediakan akses bacaan – tempat membaca di mana-mana.

 

Seperti yang dilakukan program MOtor BAca KEliling (MOBAKE) TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor (10/12/2023) yang mengunjungi Kp. Sinarwangi Desa Sukajaya Kec. Tamansari. Tidak kurang 20-an usia sekolah begitu antusias menyambut kedatangan motor baca keliling yang dikemudikan oleh Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka. Selama 1 jam operasi di depan rumah seorang warga, anak-anak pun membaca dengan tekun sambil menukar buku yang tersedia di boks motor baca. Anak-anak yang semangat menghampiri motor baca untuk memilih dan membaca buku bersama. Pemandangan di motor baca keliling TBM Lentera Pustaka sangat jelas, antusias anak-anak sangat tinggi karena akses buku bacaan mendekati mereka.

 

MOBAKE TBM Lentera Pustaka yang digagas langsung oleh Pendiri TBM Lentera Pustaka sejak Februari 2022, hingga kini masih berlangsung dan berkeliling sediakan akses buku bacaan ke 3 kampung (Sinarwangi, Tamansari, Jami). Dengan membawa 200 buku dan 2 buah tikar, motor baca keliling setiap Minggu sore menyusuri jalan-jalan berliku dan tanjakan hanya untuk menyediakan akses bacaan ke kampung-kampung. Sebagai driver motor baca, Syarif yang berprofesi sebagai dosen PBSI FBS Unindra, hingga tetap konsisten keliling kampung ke kampung hanya untuk sediakan akses bacaan.

 


Tanpa pamrih tanpa gengsi, Syarif secara rutin mengendarai MOtor BAca KEliling (MOBAKE) untuk mendekatkan buku-buku bacaan kepada anak-anak usia sekolah. Agar terbentuk kebiasaan membaca, di samping mampu menekan angka putus sekolah yang masih “menghantui” daerah tersebut. Memang aktivitas motor baca keliling dihadapkan pada kendala masalah cuaca dan musim hujan, Tapi dengan semangat pantang menyerah dan penuh komitmen, hingga kini Syarif pun masih terus menjalankan aktivitas motor baca keliling yang sudah berjalan dua tahun.

 

Belajar dari MOBAKE TBM Lentera Pustaka, berhentilah mempersoalkan minat baca tanpa mau menyediakan akses bacaan. Karena sejatinya, membaca itu bukan bukan minat tapi soal. Salam literasi #MoBaKe #MotorPustaka #TBMLenteraPustaka



Sabtu, 13 Mei 2023

Pustaka Bergerak Indonesia Tegaskan Sebagai Komunitas Egaliter untuk Literasi

Sebagai ikhtiar dan kontribusi dalam membangun Republik Indonesia untuk mencerdaskan anak bangsa, Pustaka Bergerak Indonesia (PBI) menyiapkan “Buku Komik Bergerak Membangun Republik dari Pelosok”, buku yang menyajikan cerita bergambar perjuangan pegiat literasi Indonesia dalam menyediakan akses bacaan ke pelosok-pelosok. Simpul Pustaka yang bergerak melalui lapak buku, perahu nusantara, kuda, pedati, mobil, motor, bahkan sepeda bernuansa kearifan lokal dari masing-masing daerah dituangkan ke dalam cerita bergambar. Selain untuk menyajikan kisah yang menarik anak-anak, buku komik ini juga mempelopori kisah-kisah berliterasi dengan segala hambatan dan tantangannya.

 

Komitmen PBI ini disepakati dalam acara “Halal Bihalal Maya” yang dihadiri 25 pegiat literasi di Indonesia (13/5/2023) sebagai sarana silaturahmi dan berbagi cerita tentang ikhtiar menyediakan akses bacaan kepada anak-anak Indonesia di berbagai negeri. Sekaligus memberikan update terkait pengembangan website: pustakabergerak.id yang menambahkan fitur komik, dan menyusul mempersilakan pegiat literasi di Indonesia untuk berkontribusi konten baik dalam bentuk artikel, cerota foto, maupun video. Pengembangan fitur website PBI ini digawangi oleh Gus Arinal dari Motor Listrik Pustaka Madura.

 

“Selain jadi media silaturahmi, halal bihalal maya Pustaka Bergerak ini sangat inspiratif. Karena semua pegiat literasi di berbagai daerah ikut nimbrung bercerita pengalamam dan saran baik dalam membangun republic ini melalui akses bacaan. Semoga buku komik kisah bergerak pegiat literasi di Indonesia bisa segera terwujud. Sebuah kontribusi untuk Indonesia yang lebih baik” ujar Nirwan Ahmad Arsuka, Pendiri Pustaka Bergerak Indonesia dalam penutupnya.

 


Sebagai karya kolaboratif, buku komik Bergerak Membangun Republik dari pelosok ini dipimpin Mas Fathul Rokhman dari Lombok. Karena itu, semua pegiat literasi yang menjalankan aktivitas bergerak menyediakan akses bacaan belalu berbagai cara dapat berkontribusi naskah cerita yang akan dijadikan komik. Ditulis kisahnya maksimal 500 kata dengan mengutamakan pesan utama, agar tidak terlalu banyak narasi. “Insya Allah nanti kami akan bantu untuk memvisualisasikan ke dalam komik atau cerita bergambar. Buku ini pasti menarik dan berguna untuk anak-anak Indonesia” kata Fathul Rokhman.

 

Seperti diketahui, Pustaka Bergerak Indonesia tahun 2023 ini telah menyalurkan bantuan dan hibah dari Dirjen Kebudayaan RI, Dana Indonesiana, dan LPDP berupa mobil pustaka, motor pustaka, perahu pustaka, kuda pustaka, rumah pustaka, dan sepeda pustaka ke pegiat literasi yang telah berkiprah bergerak membangun republik sebagai gerakan kewargaaan. Untuk Indonesia yang berbudaya dan berliterasi ke depan.

 

Melalui ajang ini pula, pegiat literasi menegaskan pentingnya Pustaka Bergeraka Indonesia tetap sebagai lembaga literasi yang bersifat egaliter, tanpa struktur organisasi resmi namun punya orientasi untuk terus bergerak membangun Republik Indonesia melalui buku-buku bacaan. Memerdekakan anak bangsa untuk punya tempat membaca sesuai amanat “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Bertumpu sebagai “para pencipta peristiwa” di berbagai daerah dalam bentuk aksi nyata bukan narasi, bergerak bukan berdiam diri.

 

PBI yakin tidak akan pernah ada minat baca tanpa ketersediaan akses bacaan yang memadai untuk anak-anak Indonesia. Karena itu, PBI hanya akan bergerak terus, bergerak lagi, dan bergerak saja. Hingga waktu dan manfaat yang membuktikannya suatu hari nanti. Seperti “harimau yang terus mengaum tanpa menghiarukan anjing yang menggonggong”.

 

Nantikan komik Bergerak Membangun Republik dari Pelosok untuk Indonesia. Salam bergerak #PustakaBergerakIndonesia #KomiPustaka #BergerakMembangunRepublik

Minggu, 30 April 2023

Sediakan Akses Bacaan, Motor Pustaka Sambangi Kampung Jami di Kaki Gunung Salak

Minat baca yang tinggi sulit bisa diraih anak-anak Indonesia bila akses buku bacaan masih terbatas. Faktanya, masih banyak anak-anak kampung yang selama ini tidak punya akses bacaan, termasuk perpustaak. Apalagi di tengah gempuran era digital, keberadaan perpustakaan sekolah pun kian bermasalah. Maka wajar, tersedianya akses bacaan yang memadai kian “jauh panggang dari api”. Makin tidak diperhatikan akses bacaan ke anak-anak di kampung.

‘

Berangkat dari keprihatinan itulah, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka menjalankan program “motor pustaka” keliling dari kampung ke kampung. Untuk sediakan akses bacaan ke anak-anak usia sekolah. Berbekal motor pustaka hibah dari Pustaka Bergerak Indonesia (PBI) yang didukung Kemdikbud RI, Dana Indonesiana, dan LPDP, motor pustaka seminggu dua kali menyambangi kampung padat penduduk di kaki Gunung Salak. Seperti yang dilakukan pada Minggu, 30 April 2023 ke Kampung Jami Desa Seukaluyu Kec. Tamanssari Kab. Bogor. Adalah Syarifudin Yunus, pegiat literasi TBM Lentera Pustaka menjelajah jalan bebatuan, menggelar tikar, membaca buku bersama, lalu memberi edukasi pentingnya membaca buku. Aktivitas motor pustaka ini dilengakpi 200 buku bacaan dan 2 buah tikar sebagai alas baca, serta didampingi 5 relawan TBM Lentera Pustaka.

 

“Motor Pustaka TBM Lentera Pustaka ini tidak muluk-muluk. Hanya untuk sediakan akses bacaan anak-anak di kampung yang selama ini tidak punya akses bacaan, tidak ada tempat membaca. Karenanya, kami seminggu dua kali menyambangi kampung yang padat penduduk. Dengan dukungan relawan yang ada, Insya Allah kami istikomah menjalankan program motor Pustaka hibah dari Pustaka Bergerak Indonesia ini” ujar Syarifudin Yunus, pegiat literasi TBM Lentera Pustaka di Bogor.

 

Hadirnya motor pustaka yang keliling kampung sediakan akses bacaan ini kian membuktikan bahwa minat baca anak dapat dibentuk bila tersedia akses bacaannya. Karena itu, gerakan literasi yang ideal adalah menyediakan sebanyak-banyaknya akses bacaan. Tentu, berbentuk buku-buku bacaan bukan e-book. Karena perangkat digital di kampung-kampung masih bermasalah. Apalagi di wilayah yang prasejahtera. Melalui kegiatan motor pustaka ini, TBM Lentera Pustaka juga mengkampanyekan anak-anak usia sekolah agar tidak putus sekolah atas sebab apapun dan menekan pernikahan dini.

 


Ke depan, aktivitas motor pustaka TBM Lentera Pustaka akan dikemas lebih asyik dan menyenangkan anak-anak. Misalnya sambil menyediakan makanan ringan agar anak-anak lebih tertarik membaca buku, di samping memotivasi anak-anak melalui cerita dongeng yang ada di buku-buku bacaan. Agar membaca buku tidak membosankan.

 

Patut diketahui, sejak berdiri 6 tahun lalu, TBM Lentera Pustaka saat ini mengelola 15 program literasi,  yaitu 1) TABA (TAman BAcaan) dengan 130 anak pembaca aktif dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya), 2) GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) dengan 9 warga belajar, 3) KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak usia prasekolah, 4) YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim yang disantuni dan 4 diantaranya dibeasiswai, 5) JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 12 jompo usia lanjut, 6) TBM Ramah Difabel dengan 2 anak difabel, 7) KOPERASI LENTERA dengan 28 kaum ibu agar terhindar dari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi, 8) DonBuk (Donasi Buku), 9) RABU (RAjin menaBUng), 10) LITDIG (LITerasi DIGital) untuk mengenalkan cara internet sehat, 11) LITFIN (LITerasi FINansial), 12) LIDAB (LIterasi ADAb),  13) Motor Pustaka atau MOBAKE (MOtor BAca KEliling), 14) Rooftop Baca, dan 15) Berantas Buta Aksara Al Quran. Koleksi buku tadinya hanya 600 buku, kini mencapai lebih dari 10.000 buku bacaan. Dengan dukungan 5 wali baca dan 12 relawan, kini TBM Lentera Pustaka beroperasi 6 hari dalam seminggu dan tidak kurang dari 200 orang menjadi pengguna layanan TBM Lentera Pustaka setiap minggunya.  Salam literasi!

 

Rabu, 26 April 2023

PBI Serahkan Motor Pustaka ke Taman Bacaan di Kaki Gunung Salak Bogor

Sebagai wujud dukungan pentingnya kolaborasi dalam gerakan literasi dan aktivitas taman bacaan, Nirwan Ahmad Arsuka, Pendiri Pustaka Bergerak (PBI) hari ini berkunjung ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor (26/4/2023). Selain untuk koordinasi jelang peluncuran “Motor Pustaka” hibah PBI, Kemdikbud RI, Dana Indonesiana, dan LPDP ke TBM Lentera Pustaka pada 21 Mei 2021 nanti, kunjungan ini juga sekaligus berdiskusi untuk memacu semangat juang dalam menyediakan akses bacaan ke anak-anak di kampung-kampung kecil.

 

“Selain silaturahim ke taman bacaan yang keren di kaki Gunung Salak ini, saya juga berdiskusi tentang pemanfaatan motor pustaka yang dihibahkan ke TBM Lentera Pustaka. Sebagai wujud dukungan nyata terhadap gerakan literasi di Indonesia, untuk terus bergerak sediakan akses bacaan” ujar Nirwan Ahmad Arsuka di Bogor hari ini.

 

Diterima oleh Syarifudin Yunus (Pendiri TBM Lentera Pustaka), Susi, Dilla, Zhia (Wali Baca), dan Resa, Farida, Sabda (relawan), diskusi ringan literasi dilakukan di kebun baca, di rooftop baca, dan ruang baca utama TBM Lentera Pustaka. Kunjungan Pendiri Pustaka Bergerak Indonesia ini menjadi bukti pentingnya kolaborasi dalam gerakan literasi. Takdir taman bacaan bukan hanya sediakan akses bacaan tapi harus ada kolaborasi. Karena terlalu besar tantangan gerakan literasi di Indonesia. Tanpa adanya kolaborasi maka sulit dapat bertahan atau mencapai tujuan literasinya.

 

Dalam suasana rileks dan cair, diskusi makin hangat saat Nirwan Ahmad Arsuka ikut “test food – mie lentera” karya relawan TBM Lentera Pustaka yang akan membuka usaha kecil-kecilan berupa “Kopi Lentera”, kafe bernuansa literasi yang siap di-launching pada akhir Mei 2023 ini. Nirwan juga menyerahkan buku “Pidato Kebudayaan – Percakapan dengan Semesta” kepada Resa, relawan TBM Lentera Pustaka. Suasana cair dan rileks terlihat jelas dalam diskusi literasi kali ini.

 


Dalam kesempatan ini, Syarifudin Yunus (Pendiri TBM Lentera Pustaka) menegaskan pentingnya taman bacaan jangan mengingkari takdinya. Takdir untuk konsisten dalam menyediakan akses bacaan, baik di taman bacaan maupun motor pustakan yang bergerak ke kampung-kampung. Selain itu, takdir taman bacaan pun harus terlibat dalam kolaborasi. Selalu mau bersinergi untuk memajukan gerakan literasi, tanpa memandang aliansi atau organisais rujukan apapun. Karena sejatinya, literasi adalah “kerja bersama” semua orang, semua pegiat yang peduli terhadap penyediaan akses bacaan bukan hanya membangin minat baca.

 

Pegiat literasi di taman bacaan, patut memahami. Bahwa apapun yang dilakukan taman bacaan npasti ada kendalanya. Maka saat berliterasi harus punya mentalitas yang pantang menyerang, di samping sikap militan untuk bergerak sediakan akses bacaan. Taman bacaan dan literasi tidak cukup hanya bermodalkan idealism semata. Tapi harus punya komitmen dan konsistensi. Agar tetap eksis dan bermanfaat bagi pengguna layanannya.

 

Melalui aktivitas yang konsisten, pada akhirnya pegiat literasi di taman bacaan akan menemukan jalannya sendiri. Karena literasi adalah jalan bukan tujuan. Agar terus bergerak menebar kebaikan dan akses bacaan yang berkualitas untuk anak-anak Indonesia. Salam bergerak!