Tampilkan postingan dengan label Rezeki Taman Bacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rezeki Taman Bacaan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Februari 2024

Rezekinya Orang-orang Taman Bacaan

Ini nyata terjadi. Ketika seseorang berusaha hidup ngirit. Berjuang untuk menabung dan mengurangi pengeluaran. Biar punya banyak uang. Bahkan sampai menunda-nunda zakat dan sedekah. Hampir tiap hari dia cek saldo rekening. Seperti punya target angka khusus jumlahnya. Setiap pengeluarannya dipantau dan dihitung sebagai beban. Pendek kata, dia berusaha pelit dan kikir. Kira-kira begitu.

 

Apa yang terjadi? Sekarang ini dan beberapa bulan kemarin, dia justru mengalami ujian finansial. Urusan keuangan sedang diuji. Karena Allah “merampas”nya dengan cara yang sungguh di luar dugaan. Mulai dari harus renovasi rumah, bolak-balik servis mobil, hingga pengeluaran kecil tapi sering. Akhirnya, tabungannya ludes. Dia tetap saja nggak punya uang. Betul-betul ngirit dan terbatas semuanya. Beli bensin pun boleh dibilang nggak mampu.

 

Dia sadar betul. Kejadian seperti itu bukan sekali. Tapi berulang kali. Polanya selalu sama. Ketika berusaha untuk “ngirit”, termasuk menunda kebiasaan sedekah dan berbagi pasti mengalami kondisi sebaliknya. Makin sudah, makin nggak punya apa-apa.

Realitas itu berbeda dengan yang dialami Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Justru karena taman bacaan dijadikan ladang amal, bukan hanya tempat membaca buku. Alhamdulillah, rezekinya mengalir. Tahun 2024 ini, CSR korporasi yang membiayai aktivitas TBM dapat dari Bank Sinarmas, Chubby Life Insurance, dan Kopi Lentera milik sang pendiri. Rooftop baca “ditutup” kanopi senilai Rp. 69 juta dan tambahan motor baca keliling dari Bank Sinarmas, dukungan dana dari Groopy Id, hingga sedekah korporasi dari Asosiasi DPLK dan Bank CIMB Niaga Syariah.

 

Kok bisa? Jawabnya sederhana, karena TBM Lentera Pustaka bukan hanya tempat baca tapi ladang amal. Ada 14 anak yatim yang dibina dan biayai agar tetap sekolah, ada 12 ibu jompo yang disantuni di usia tuanya, ada jajanan kampung gratis untuk anak dan warga TBM tiap bulan, Pendiri TBM Lentera Pustaka selalu sediakan makan siang untuk relawan dan wali baca tipa Minggu hingga sekadar nongkrong di kafe bila lelah melanda aktivitas di TBM. Jelas, TBM bukan hanya tempat baca tapi jadi ladang amal. Tempat berbuat baik dan menebar manfaat kepada sesama. Insya Allah, begitu niat dan ikhtiar di taman bacaan.

 


Apa yang mau dikatakan? Bahwa rezeki, harta, dan kekayaan itu unik. Justru r zeki datang dan berkembang ketika dia dialirkan. Semakin deras aliran di bawahnya (ke yang membutuhkan) maka semakin deras pula aliran di atasnya (datangnya).
Adapun mengenai besarnya harta yang dimiliki, bukan dari seberapa besar kita disiplin dalam mengatur pengeluaran. Tapi dari seberapa besar kita mengalirkannya, maka kita pantas mendapatkannya lagi.

 

Ketika kita mampu menjadi perantara atas rezeki orang lain salah satunya, dengan memberi baik dan berbagi kepada kaum yang membutuhkan, maka kita sedang memantaskan diri untuk menerima lebih. Karena ada hak mereka dalam harta kita. Dan bersedekah atau berbagi itu kepada yang membutuhkan. Agar ada senyum dan rasa senang pada dirinya. Bukan ngebayarin ngopi kawan di kafe.

 

Jadi, boleh percaya atau tidak, bahwa dapat disimpulkan ada 2 pola terkait dengan rezeki atau harta: 1) jika kita tidak mengeluarkannya, maka Allah-lah yang dengan paksa akan mengeluarkannya atau 2) rezeki atau harta tidak akan menumpuk ketika kita menimbunnya, tapi rezeki akan semakin banyak ketika kita mengalirkannya dan pantas untuk mendapatkan yang lebih lagi.

 

Boleh percaya atau tidak. Rezeki yang disyukuri pasti lapang sedangkan rezeki yang dikufuri pasti kurang. Percayalah, kita sudah diciptakan lengkap dengan rezekinya masing-masing, tidak akan tertukar. Tinggal jemput dengan ikhtiar dan doa yang baik. Cari berkah-Nya dengan bersedekah dan berbagi kepada yang membutuhkan. Salam literasi #BacaBukanMaen #TamanBacaan #TBMLenteraPustaka

 

Jumat, 02 Oktober 2020

Donasi Buku TBM Lentera Pustaka Datang Tiba-Tiba Tanpa Disangka, Kok Bisa?

Selamat pagi, Apakah benar ini contact person dari TBM lentera pustaka?

Saya XXXXX, ingin menyumbangkan buku bacaan umum, apakah masih bisa?

Begitulah bunyi WA dari seseorang. Intinya, beliau mau menyumbang buku ke TBM Lentera Pustaka. Tentu saja, saya tidak mengenalnya. Bila ada seperti ini dan seringkali, saya tidak pernah mau bertanya, “dari mana tahu nomor saya?”. Karena tabu buat saya bertanya hal itu.

 

Rezekinya taman bacaan ya sumbangan buku dari donatur. Rezekinya orang baik ya punya uang yang berkah dan terhindar dari utang atau keburukan lainnya. Maka tegas sudah, bahwa kegiatan taman bacaan yang dikelola dengan penuh komitmen dan konsisten pada akhirnya akan menjadikan “pintu rezeki” terbuka lebar. Sebuah konsistensi di taman bacaan pun mampu mengundang rezeki datang dengan leluasa, bahkan tiba-tiba tanpa disangka.

  
Jadi yakinlah, bila kegiatan di taman bacaan baik dan positif maka akan “berbuah” rezeki yang baik pula. Namun sebaliknya, siapapun yang menebar keburukan dan kejahatan pasti akan berbuah kejahatan pula. Siapa yang menebar pasti akan menuainya. Apapun itu.

 

Seperti manusia, taman bacaan pun punya rezeki sendiri. Asal dikelola dengan baik dan konsisten. Insya Allah, donasi buku dan orang-orang baik akan datang dengan sendirinya. Dan yakinlah, rezeki memang tidak akan pernah tertuakr. Apapun bentuknya, rezeki itu tidak akan pernah salah sasaran. Taman bacaan pun pasti punya rezeki sendiri. Masalahnya sederhana, mau atau tidak dikelola dengan baik dan penuh konsistensi?

 


Tentu, sudah banyak kisah. Ada orang yang “memaksa diri” untuk mencari rezeki. Bahkan ada yang memakai cara yang tidak benar; mengambil yang bukan miliknya. Pasti rezekinya seret lagi tidak berkah. Dan sebaliknya, asal niat sudah baik ikhtiar baik dan doa baik. Maka tidak satu pun orang yang dapat menghalangi rezeki. Karena semua dalam kuasa dan kehendak Allah SWT.

 

Lagi-lagi, TBM Lentera Pustaka selalu bersyukur dan bersyukur. Karena selalu dikelilingi orang-orang baik. Ada yang mendonasikan buku, ada yang mengirim sembako untuk anak-anak pembaca aktif, ada yang bertamu sambil memotivasi anak-anak, ada yang isi event bulanan, dan ada pula perusahaan yang menyalurkan CSR sebagai sponsor taman bacaan. Bahkan ada yang datang mengajar ibu-ibu buta aksara atau membantu anak-anak yatim. Itu semua rezeki yang tidak akan pernah tertukar.

 

Taman bacaan itu perbuatan baik.

Maka tidak usah khawatir akan rezekinya. Yang terpenting adalah ikhtiar terus untuk memperbaiki diri. Taman bacaan yang dikelola dengan sepenuh hati, bukan setengah hati. Taman bacaan yang dikelola dengan hati bukan materi. Jadi tetaplah istiqomah dalam kebaikan di taman bacaan. Apapun kondisinya, apapun kendalanya.

 

Di TBM Lentera Pustaka. Ada 60-an anak pembaca aktif. Ada 12 ibu-ibu buta aksara. Dan ada 11 anak-anak yatim binaan. Tentu, mereka bukan siapa-siapa saya. Bukan anak, bukan orang tua, bukan pula saudara. Tapi ketika kita mau berbuat untuk kebaikan masa depan mereka. Maka kita pasti berhak menikmati kebaikannya pula. Itulah rezeki kita.

 

Maka tetaplah berbuat baik di taman bacaan. Kebaikan yang bukan hanya untuk diri sendiri. Tapi kebaikan yang ditebarkan untuk orang lain. Apalagi mereka yang membutuhkan uluran tangan kita.

 

Selamat memperbaiki diri dan ikhtiar baik di taman bacaan. Insya Allah, sebentar lai rezeki itu menghampiri taman bacaan kita. Terima kasih untuk orang-orang baik di taman bacaan. Semoga sehat dan berkah selalu, amiin. Salam literasi.. #TBMLenteraPustaka #TamanBacaan #GeberBura #BudayaLiterasi