Jangan remehkan uang Rp50.000. Di tengah pengeluaran harian yang terus berjalan, nominal tersebut mungkin terasa terlalu kecil untuk mengubah masa depan. Namun, jika disisihkan secara konsisten setiap minggu selama 25 tahun, Rp50.000 dapat berubah menjadi Rp65 juta. Dengan setoran Rp100.000 per minggu, dana yang terkumpul mencapai Rp130 juta, sedangkan Rp150.000 per minggu dapat menjadi Rp195 juta, belum termasuk potensi hasil pengembangan. Bahkan bila mau lebih besar lagi, tinggal tingkatkan besaran uang yang ditabung.
“Yang sering menjadi
persoalan bukan semata-mata kemampuan seseorang untuk menabung, tetapi
kebiasaan untuk menyisihkan uang secara konsisten. Nominal kecil tidak boleh
dianggap tidak berarti, karena dalam jangka panjang akumulasinya bisa menjadi
sangat besar,” ujar Syarifudin Yunus, Edukator Dana Pensiun DPLK Sinarmas AM.
Menurutnya, persiapan masa
depan idealnya dimulai ketika seseorang masih memiliki penghasilan aktif.
Menunggu sampai mendekati usia pensiun justru dapat membuat waktu untuk
mengumpulkan dana semakin terbatas. “Kita tidak pernah tahu persis seperti apa
kondisi finansial 20 atau 25 tahun mendatang. Karena itu, yang bisa dilakukan
hari ini adalah membangun kebiasaan dan menyiapkan dana sedikit demi sedikit,”
katanya.
Kita tahu, menabung bukan
sekadar menyimpan uang, tapi membeli rasa aman untuk masa depan. Kenapa perlu
menabung? Karena masa depan tetap membutuhkan biaya dan penghasilan dari
bekerja itu tidak selamanya ada. Belum lagi kebutuhan masa depan sering kali
lebih besar dari yang kita bayangkan. Inflasi membuat Rp1 juta hari ini tidak
memiliki daya beli yang sama 10–20 tahun mendatang. Dan karena menabung akan
memberi kita pilihan. Agar tidak bergantung pada anak, keluarga, atau orang
lain. Karenanya, menabung adalah cara kita mempersiapkan masa depan. Mulai dari
sedikit, mulai dari sekarang dan yang penting konsisten.
Makanya, menabung untuk masa
depan tidak harus dimulai dengan angka yang besar. Yang terpenting adalah
menentukan nominal yang realistis, dilakukan secara rutin, dan tidak mudah
dihentikan. “Rp50.000 per minggu mungkin terlihat kecil hari ini. Tetapi ketika
dilakukan selama bertahun-tahun, uang tersebut bisa menjadi bagian penting dari
persiapan masa depan. Bukan soal seberapa besar kita mulai, tetapi seberapa
konsisten kita menjalaninya,” ujarnya.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar