Untuk menyemarakkan Bulan Dana Pensiun sepangjang September 2026, OJK bersama pelaku program pensiun di Indonesia akan menggelar "Indonesia Pension Fund Summit (IPFS) 2026" pada 24-25 September 2026 di Balai Kartini Jakarta dengan tema "Memperkuat Ekosistem Pensiun yang Berkelanjutan: Hidup Sehat, Pensiun Bahagia". IPFS 2026 nantinya menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, pemerintah, pengelola dana pensiun, lembaga jasa keuangan, organisasi internasional, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas arah pengembangan industri dana pensiun Indonesia agar menjadi lebih kuat, inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Seperti diketahui, saat ini tingkat literasi dana pensiun di Indonesia
27,79%, sedangkan tingkat inklusi tergolong rendah di 5,37%. Angka ini jauh
tertinggal dibandingkan indeks literasi keuangan secara nasional yang berada di
atas 65% , sedangkan inklusi keuangan nasional di 80%. Sementara data OJK (April 2026) menyebut jumlah
peserta program dana pensiun mencapai 30,11 juta orang atau 20,33% dari total
147,67 juta pekerja di Indonesia. Sebagian besar merupakan peserta program
wajib 16,65% = 24,59 juta peserta, sedangkan peserta dana pensiun sukarela
hanya sebesar 3,68% = 5,43 juta peserta. Karena itu, IPFS 2026 diharapkan dapat
mendongkrak tingkat literasi dan inklusi dana pensiunm di samping mampu
menjawab tantangan industri dana pensiun ke depan.
Serangkaian agenda Indonesia Pension Fund
Summit (IPFS) 2026 disiapkan untuk mengatasi berbagai tantangan strategis
sekaligus memperkuat masa depan industri dana pensiun di Indonesia. Pentingnya
IPFS 2026 antara lain didasari pada:
1.
Penyelarasan
dan Harmonisasi Ekosistem Dana Pensiun. Menjadi platform kolaboratif bagi para
regulator dan pelaku industri utama seperti OJK, Kementerian Keuangan RI, PT
TASPEN, PT ASABRI, BPJS Ketenagakerjaan, ADPI, dan ADPLK untuk menyinkronkan
langkah demi terwujudnya harmonisasi ekosistem dana pensiun nasional.
2.
Mendorong
Kontribusi Ekonomi dan Kepesertaan. Berfungsi sebagai penggerak bersama untuk
mencapai target strategis dalam meningkatkan aset dana pensiun terhadap Produk
Domestik Bruto (PDB) serta memperluas tingkat partisipasi kepesertaan
masyarakat (pension coverage).
3.
Sinkronisasi
Skema Pensiun. Membantu memetakan integrasi dan sinkronisasi yang selaras
antara program jaminan sosial pemerintah dengan skema pensiun swasta agar dapat
saling melengkapi dengan baik.
4.
Menghadapi
Tantangan Ekonomi Global. Membekali para pengelola dana dengan wawasan taktis
untuk membangun ketahanan portofolio investasi (investment resilience)
di tengah situasi ketegangan ekonomi global yang tidak menentu.
5.
Penguatan
Tata Kelola (Governance). Menyediakan forum khusus bagi para dewan
pengawas dan pengurus dana pensiun untuk membahas keberlanjutan (sustainability)
jangka panjang serta kepatuhan tata kelola kelembagaan yang bersih.
6.
Edukasi
Finansial dan Produktivitas Pensiunan. Memperluas pemahaman generasi muda
mengenai konsep kemandirian finansial dan persiapan pensiun, sekaligus
memfasilitasi program kemitraan UMKM/waralaba (Business Connect) agar
para pensiunan tetap memiliki aktivitas yang produktif.
IPFS 2026 menjadi momentum penting mempercepat penetrasi dana pensiun di
kalangan pekerja, baik formal maupun informal. Karena saat ini, ada 79,67% atau
117,65 juta orang yang bekerja di Indonesia belum memiliki perlindungan program
pensiun. Sekitar 8 dari 10 pekerja belum menjadi peserta dana pensiun. Maka,
kondisi hari tuanya menjadi tidak pasti secara finansial dan berpotensi menjadi
bagian dari sandwich generation yang terus berlanjut.
IPFS 2026 pada akhirnya akan menjadi
gerakan bersama untuk mengubah cara pandang masyarakat bahwa pensiun bukan
akhir dari produktivitas, tetapi awal dari kehidupan baru yang harus
dipersiapkan dengan baik. Sebab memiliki dana pensiun berarti menjaga martabat,
kemandirian, dan ketenangan di hari tua. Dengan persiapan yang tepat,
masyarakat tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan kepada anak dan
keluarga, tetapi juga mewujudkan masa pensiun yang lebih aman, mandiri, dan
sejahtera. #BulanDanaPensiun #IPFS2026 #YukSiapkanPensiun #PekerjaDiHariTua


Tidak ada komentar:
Posting Komentar