Selasa, 04 Agustus 2026

Ingin Mandiri Sejak Dini: Pekerja Muda Pilih DPLK Setelah Emas untuk Siapkan Masa Pensiun

Semua pekerja pasti paham, mempersiapkan pensiun itu penting. Mempersiapkan masa pensiun sejak usia muda sangat penting karena memberikan waktu yang lebih panjang untuk membangun dana pensiun secara bertahap, sehingga beban keuangan menjadi lebih ringan. Selain itu, persiapan dini membantu pekerja muda menghadapi risiko masa depan, seperti inflasi, biaya kesehatan, dan berkurangnya penghasilan saat tidak lagi bekerja. Dengan perencanaan yang baik sejak sekarang, mereka dapat menikmati masa pensiun yang lebih mandiri, nyaman, dan tetap produktif tanpa bergantung sepenuhnya pada keluarga atau orang lain.

 

Lalu, apa preferensi tabungan untuk masa pensiun pekerja muda? Survei bertajuk “strategi investasi dan optimisme dana pensiun” oleh Syarifudin Yunus (Edukator DPLK Sinarmas AM) yang melibatkan 100 pekerja muda di Jabodetabek (Agt 2026) menyebutkan emas dan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) merupakan dua pilihan utama instrumen tabungan hari tua bagi pekerja muda. Adapaun preferensi tabungan untuk hari tua bagi pekerja muda adalah: 1) emas (43%), 2) DPLK (21%), 3) tabungan bank (17%), 4) reksadana (14%), dan 5) kripto (5%). Artinya, pekerja muda di wilayah Jabodetabek mengenai strategi persiapan dana masa tua lebih cenderung memilih emas yang paling dominan, sementara pilihan lain seperti DPLK dan tabungan bank berada di posisi berikutnya.

 

Menariknya dalam hal dana pensiun, pekerja muda di Jabodetabek punya tekad mandiri sejak dini. Karenanya untuk urusan DPLK, pekerja muda tidak mengandalkan diikutsertakan dari kantornya. Mereka memilih untuk menyiapkan dana pensiun secara mandiri. Karena itu, diperlukan edukasi dan kemudahan akses dana pensiun bagi pekerja muda sebagai bagian memfasilitasi perencanaan keuangan jangka panjang dan hari tua yang terstruktur.  Dari sisi persepsi, survei ini menyebut 31% responden merasa mungkin kantor akan menyediakan DPLK, sementara 29% lainnya menganggap DPLK tidak mungkin disedikan kantornya, dan 40% ragu-ragu menjawabnya.



Strategi investasi pekerja muda untuk masa pensiun tergolong konservatif. Tingginya minat pada emas (43%) menunjukkan bahwa pekerja muda cenderung mencari aman untuk melindungi nilai aset yang dimiliki dari inflasi. Di sini, ada potensi kehilangan pertumbuhan aset yang lebih tinggi dari instrumen seperti DPLK atau reksadana. Di sisi lain, prefrensi DPLK “kalah” dibandingkan emas mencerminkan kurangnya pemahaman pekerja muda terhadap produk dana pensiun formal. Karena itu, edukasi finansial yang lebih baik agar pekerja muda dapat memanfaatkan instrumen yang memiliki keunggulan pajak dan manfaat jangka panjang seperti DPLK harus dilakukan terus-menerus.

 

Tren persiapan pensiun bagi pekerja muda perlu diantisipasi. Karena sejatinya, pekerja muda memiliki tekad untuk mandiri secara finansial sejak dini. Bahkan mau menjadi peserta DPLK secara mandiri, tanpa perlu diikut-sertakan dari kantornya. Maka lagi-lagi, masalah edukasi dan ketersediaan akses digital seperti https://simpensiun.com/ harus terus disosialisasikann ke kalangan pekerja muda. Untuk memastikan kesinambungan penghasilan di hari tua, saat tidak bekerja lagi. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM



Tidak ada komentar:

Posting Komentar