Semua pekerja pasti paham, mempersiapkan pensiun itu penting. Mempersiapkan masa pensiun sejak usia muda sangat penting karena memberikan waktu yang lebih panjang untuk membangun dana pensiun secara bertahap, sehingga beban keuangan menjadi lebih ringan. Selain itu, persiapan dini membantu pekerja muda menghadapi risiko masa depan, seperti inflasi, biaya kesehatan, dan berkurangnya penghasilan saat tidak lagi bekerja. Dengan perencanaan yang baik sejak sekarang, mereka dapat menikmati masa pensiun yang lebih mandiri, nyaman, dan tetap produktif tanpa bergantung sepenuhnya pada keluarga atau orang lain.
Lalu, apa preferensi tabungan untuk masa pensiun pekerja muda? Survei
bertajuk “strategi investasi dan optimisme dana pensiun” oleh Syarifudin Yunus (Edukator
DPLK Sinarmas AM) yang melibatkan 100 pekerja muda di Jabodetabek (Agt 2026)
menyebutkan emas dan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) merupakan dua pilihan
utama instrumen tabungan hari tua bagi pekerja muda. Adapaun preferensi tabungan
untuk hari tua bagi pekerja muda adalah: 1) emas (43%), 2) DPLK (21%), 3) tabungan
bank (17%), 4) reksadana (14%), dan 5) kripto (5%). Artinya, pekerja muda di
wilayah Jabodetabek mengenai strategi persiapan dana masa tua lebih cenderung
memilih emas yang paling dominan, sementara pilihan lain seperti DPLK
dan tabungan bank berada di posisi berikutnya.
Menariknya dalam hal dana pensiun, pekerja muda di Jabodetabek punya
tekad mandiri sejak dini. Karenanya untuk urusan DPLK, pekerja muda tidak
mengandalkan diikutsertakan dari kantornya. Mereka memilih untuk menyiapkan
dana pensiun secara mandiri. Karena itu, diperlukan edukasi dan kemudahan akses
dana pensiun bagi pekerja muda sebagai bagian memfasilitasi perencanaan
keuangan jangka panjang dan hari tua yang terstruktur. Dari sisi persepsi, survei ini menyebut 31%
responden merasa mungkin kantor akan menyediakan DPLK, sementara 29% lainnya
menganggap DPLK tidak mungkin disedikan kantornya, dan 40% ragu-ragu
menjawabnya.
Strategi investasi pekerja muda untuk masa pensiun tergolong konservatif.
Tingginya minat pada emas (43%) menunjukkan bahwa pekerja muda cenderung
mencari aman untuk melindungi nilai aset yang dimiliki dari inflasi. Di sini,
ada potensi kehilangan pertumbuhan aset yang lebih tinggi dari instrumen seperti
DPLK atau reksadana. Di sisi lain, prefrensi DPLK “kalah” dibandingkan emas mencerminkan
kurangnya pemahaman pekerja muda terhadap produk dana pensiun formal. Karena
itu, edukasi finansial yang lebih baik agar pekerja muda dapat memanfaatkan
instrumen yang memiliki keunggulan pajak dan manfaat jangka panjang seperti
DPLK harus dilakukan terus-menerus.
Tren persiapan pensiun bagi pekerja muda perlu diantisipasi. Karena sejatinya, pekerja muda memiliki tekad untuk mandiri secara finansial sejak dini. Bahkan mau menjadi peserta DPLK secara mandiri, tanpa perlu diikut-sertakan dari kantornya. Maka lagi-lagi, masalah edukasi dan ketersediaan akses digital seperti https://simpensiun.com/ harus terus disosialisasikann ke kalangan pekerja muda. Untuk memastikan kesinambungan penghasilan di hari tua, saat tidak bekerja lagi. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM
%20rev.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar