Ada yang bertanya, berapa sebaiknya nilai uang yang ditabung untuk dana pensiun? Ini sekadar simulasi perencanaan dana pensiun. Siapapun bila saat ini berusia 30 tahun dan bekerja, dengan menabung Rp. 1 juta per bulan di DPLK maka saat pensiun di usia 56 tahun akan memiliki akumulasi saldo mencapai Rp. 720 juta (asumsi imbal hasil 65 per tahun). Estimasi waktu yang diperlukan untuk mencapai target uang pensiun sebesar itu adalah sekitar 25 tahun 6 bulan. Bila pensiun di usia 56 tahun, maka harus mulai menjadi peserta DPLK minimal di usia 30 tahun. Intinya, edukasi dana pensiun ini menekankan pentingnya pertumbuhan dana jangka panjang melalui kedisiplinan menabung sejak dini.
Menariknya, uang pensiun Rp.
720 juta itu bukan dari setoran iuran yang kita berikan setiap bulan. Karena
angka itu diperoleh dengan cara:
· Porsi terbesar justru berasal dari hasil
pengembangan investasi, yaitu Rp 414 juta atau setara dengan 57,5% dari total uang
pensiun.
· Total setoran pribadi secara rutin (Rp1
juta per bulan selama 25,5 tahun) hanya berjumlah Rp 306 juta atau 42,5% dari uang
pensiun yang akan diterima.
· Akumulasi uang pensiun sebesar Rp. 720 juta
diperoleh dari hasil investasi sebesar 6% per tahun (0,5% per bulan), sehingga dana
tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun.
Sebagai
contoh: pada tahun ke-10, estimasi nilai dana pensiun sudah mencapai Rp163,9
juta, padahal total setoran baru Rp120 juta. Pada tahun ke-25, nilai dana
melonjak menjadi Rp 693,5 juta. Di sinilah pentingnya dana pensiun bekerja, dari
hasil investasinya, target uang pensiun Rp720 juta dapat dicapai dalam waktu
kurang lebih 25 tahun 6 bulan. Tanpa adanya hasil investasi (hanya menabung
biasa), maka kita akan membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk
mengumpulkan nominal yang sama hanya dari setoran bulanan.
Maka menjadi peserta DPLK (Dana
Pensiun Lembaga Keuangan) sejak dini atau saat di usia muda, hasilnya akan jauh
lebih optimal. Beberapa keuntungan yang signigfikan menjadi peserta DPLK sejak
dini di usia muda antara lain:
1.
Optimalisasi
hasil pengembangan investasi. Dengan mulai lebih awal, hasil investasi akan
lebih optimal karena memiliki durasi waktu yang lebih panjang untuk tumbuh dan
mencapai hasil yang lebih besar.
2. Hasil investasi melampaui modal sendiri. Dengan
jangka waktu sekitar 25,5 tahun, hasil pengembangan investasi mencapai Rp. 414
juta (57,5%), sementara total setoran pribadi hanya Rp306 juta (42,5%). Lebih
dari separuh dana pensiun kita "bekerja sendiri" melalui pertumbuhan
nilai, bukan dari kantong pribadi.
3. Pertumbuhan dana yang eksponensial. Semakin
lama kita menabung, selisih antara iuran yang disetor dengan nilai manfaat dana
pensiun akan semakin lebar. Pada 5 tahun pertama, selisihnya hanya sekitar
Rp9,8 juta (Setoran Rp60 juta vs Nilai Rp69,8 juta). Namun pada 25 tahun,
selisihnya melonjak menjadi Rp393,5 juta (Setoran Rp300 juta vs Nilai Rp693,5
juta).
4. Mencapai target besar dengan cicilan ringan.
Dengan waktu yang panjang (25,5 tahun), kita bisa mencapai target cukup besar
yaitu Rp720 juta hanya dengan menyisihkan Rp1 juta per bulan. Tanpa investasi
atau jika memulai terlambat, kita mungkin perlu menyisihkan uang dalam jumlah
yang jauh lebih besar setiap bulannya untuk mencapai target yang sama dalam
waktu yang lebih singkat.
5. Memanfaatkan kekuatan waktu. Bukti bahwa
pertumbuhan kekayaan yang paling masif terjadi di tahun-tahun terakhir masa menabung,
yang hanya bisa dicapai jika kita sudah memulainya sejak awal.
Karenanya, jangan lagi
terbuai dengan gaya hidup atau perilaku konsumtif. Mulailah untuk menabung di
DPLK. Caranya sederhana, di era digital begini, pilihlah DPLK yang punya akses
digital (mendaftar secara online). Agar kitab
isa memantau dana kita sendiri, di samping terlibat aktif dalam mempersiapkan
masa pensiun yang optimal. Salah satunya, bisa mendaftar DPLK secara online di
platform digital “SimPensiun” dari DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM). Silakan
download di Playstore atau Appstore. Dengan iuran minimal Rp. 50.000 per bulan,
kita sudah punya dana pensiun dan mempersiapkan hari tua sedini mungkin. (Silakan
kunjungi: https://simpensiun.com/).
Jadi gimana, masih mau
menunda untuk mempersiapkan masa pensiun? Kalau tidak sekarang, mau kapan lagi?
#YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSinarmasAM


Tidak ada komentar:
Posting Komentar