Gila juga nih. Rupiah hari ini dah 18.000 per Dollar AS. Buat orang desa sih nggak penting kali ya. Cuma mau pesan saja. Buat yang masih kerja ya jaga baik-baik kerjaannya. Biar nggak kerasan di kantor ya tahan-tahan dulu. Asal masih terima gaji dan bisa buat menutupi kebutuhan hidup + biaya okelah. Apapun kondisinya, jangan resign kalau belum ada pekerjaan baru. Sebab, rupiah di level begini, apa saja bisa terjadi. Yang pasti harga barang naik, apalagi yang ada unsur luar negeri-nya. Utang Indonesia saja ikutan naik kok.
Bisa jadi, rupiah akan
melemah terus. Hanya MBG – SPPG yang akan terus menguat. Tapi gara-gara rupiah
merosot, sudah pasti daya beli kita menurun. Pekerja juga harus hemat, jangan
beli barang yang nggak perlu. Bayar cicilan harus disiplin. Jangan sampai kita
ikut-ikutan melemah.
Rupiah lagi nggak baik-baik
saja. Memang orang kaya masih banyak. Tapi buat yang di level “menengah” hati-hati,
ada potensi turun ke level “miskin”. Akhirnya, lebih besar pasak daripada tiang
kian terbukti. Banyak kawan di level menengah, sekarang sudah mulai berat.
Takut menuju ke miskin.
Gara-gara rupiah dah 18.000. Kangan
konsumtif dulu, beli yang dibutuhkan saja. Kalau bisa rem pengeluaran. Biar
tetap survive. Yuk sama-sama berdoa, biar kita bisa bertahan. Dan tetap bisa
senyum walau sedikit. Selam rupiah …

Tidak ada komentar:
Posting Komentar