Cerita Orang Kerja, Gaji Gede
tapi Bingung Mau Pensiun?
Ini cuma cerita orang kerja
aja sih. Teman gue tuh kerjanya keren, di perusahaan multinasional dan
jabatannya tinggi. Gajinya sekitar 40 juta per bulan. Setiap gajian, hampir semua
dikasih ke istrinya. Nggak ada yang
salah sih, karena begitu seharusnya kan (kata banyak orang).
Tapi apa yang terjadi jelang
dia pensiun? Ternyata, selama puluhan tahun kerja, dia merasa nggak punya
tabungan yang cukup untuk masa pensiunnya. Dia baru tersadar, saat mau pensiun
nggak punya apa-apa, nggak ada tabungan. Nggak ada hasil yang bisa dinikmati
atau dikumpulkan selama bekerja dua puluhan tahun lebih.
Sekitar 5 bulan jelang
pensiun, teman gue akhirnya berantem besar dengan istrinya. Dia kesal banget,
bahkan hampir mau cerai. Masalahnya, karena uang yang selama ini dikirim habis
entah ke mana, nyaris nggak ada sisa atau aset yang kelihatan. Dia anggap
istrinya nggak becus kelola uang, akhirnya begitu mau pensiun nggak punya
tabungan yang cukup.
Entah buat gaya hidup atau
apa? Intinya teman gue bingung mau pensiun. Apalagi bakal nggak punya gaji lagi,
sementara biaya hidup harus tetap berjalan. Udah gitu, dia masih punya anak yang
kuliah di universitas swasta. Luamayan gede juga UKT. Makin puyeng aja kepala
teman gue. Kasihan nggak sih?
Saat dia minta saran ke gue,
terus apa yang bisa gue bilangin? Akhirnya sebagai teman gue hanya bisa
nyatakan prihatin. Sambil berpesan, itulah pentingnya saat bekerja punya dana
pensiun atau DPLK. Agar kita tetap punya tabungan di saat pensiun, saat nggak
punya gaji lagi. Selain itu, gue kasih tahu. Gaji itu nggak usah semua dikasih
ke istri, karena buat jaga-jaga bila terjadi sesuatu pada pekerjaan kita.
Sekalian buat mengajarkan ke istri (perempuan) juga harus punya kesadaran untuk
mengelola gaji suami dengan bijak. Biar paham susahnya cari uang, susahnya
orang kerja. Jangan mentang-mentang suami punya gaji gede, seolah-olah uang itu
gampang.
Orang kerja itu risikonya
tinggi. Kalau nggak di PHK atau disuruh berhenti ya dibikin nggak betah di
kantor biar resign. Maka gaji mau segede apapun, tetap aja ada batasnya. Nggak
terus-terusan punya gaji gede. Belum lagi stress dan tekanan mental selama
kerja, apalagi kalau bos-nya ribet.
Dari kondisi teman itu,
akhirnya gue cuma bisa membatin. Kasihan banget ya orang kerja yang banting
tulang bertahun-tahun tapi akhirnya sadar dirinya nggak punya apa-apa. Malah
jadi bingung saat mau pensiun, bakal hidup dengan uang dari mana? Karena nggak
punya tabungan untuk hari tuanya sendiri. Yuk siapkan pensiun!

.png)