Kesejahteraan guru ternyata masih menjadi salah satu indikator penting yang membedakan kualitas perhatian suatu negara terhadap dunia pendidikan. Berdasarkan data yang dicantumkan dari OECD (Education at a Glance), Luksemburg menempati posisi pertama sebagai negara dengan gaji guru tertinggi di dunia, mencapai sekitar Rp3,12 miliar per tahun. Posisi berikutnya ditempati Swiss sebesar Rp2,47 miliar, Austria Rp2,28 miliar, Jerman Rp2,20 miliar, dan Belanda Rp2,18 miliar per tahun. Angka tersebut memperlihatkan bahwa di sejumlah negara maju, profesi guru mendapatkan penghargaan ekonomi yang sangat tinggi.
Negara-negara lain juga
menunjukkan perhatian besar terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Australia
tercatat memberikan gaji sekitar Rp1,67 miliar per tahun, Spanyol dan Kanada
masing-masing Rp1,57 miliar, Amerika Serikat Rp1,50 miliar, serta Irlandia Rp1,47
miliar per tahun. Jika dicermati, tingginya penghasilan guru di negara-negara
tersebut mencerminkan pentingnya profesi pendidik dalam membangun kualitas
sumber daya manusia. Guru tidak sekadar dipandang sebagai penyampai materi
pelajaran, tetapi juga sebagai tenaga profesional yang berperan membentuk
karakter, kompetensi, dan masa depan generasi bangsa.
Lantas, bagaimana dengan
Indonesia? Dalam infografis tersebut, penghasilan guru di Indonesia berada pada
kisaran Rp20,23 juta hingga Rp87,95 juta per tahun. Sementara gaji pokok guru
ASN (PNS & PPPK) berada di kisaran Rp1,69 juta–Rp7,33 juta per bulan.
Tergantung pada golongan, masa kerja, dan tunjangan. Jika dibandingkan dengan
Luksemburg, kesenjangannya terlihat sangat mencolok. Bahkan, angka tertinggi
penghasilan guru Indonesia dalam infografis tersebut masih jauh di bawah
penghasilan guru di negara-negara yang masuk sepuluh besar. Kondisi ini menjadi
pengingat bahwa persoalan kesejahteraan guru di Indonesia masih membutuhkan
perhatian serius, terutama dalam hal pemerataan penghasilan, peningkatan
kompetensi, kepastian karier, serta perlindungan terhadap profesi pendidik.
Memang publikasi resmi OECD, Education at a Glance 2026 tidak mencantumkann
data gaji guru Indonesia berada di peringkat berapa?
Tentu saja, kualitas
pendidikan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, gedung sekolah,
teknologi, atau kecanggihan sistem pembelajaran, tetapi juga oleh bagaimana
negara memperlakukan para gurunya. Guru yang sejahtera memiliki peluang lebih
besar untuk bekerja secara profesional, mengembangkan kompetensi, dan
memberikan perhatian optimal kepada peserta didik. Karena itu, meningkatkan
kesejahteraan guru bukan sekadar persoalan menaikkan gaji, melainkan investasi
jangka panjang bagi masa depan bangsa. Sebab, jika sebuah negara ingin memiliki
generasi unggul, negara tersebut harus terlebih dahulu memastikan bahwa
orang-orang yang mendidik generasi itu mendapatkan penghargaan dan kehidupan
yang layak.
Terkadang aga miris ya, gaji guru di beberapa negara maju bisa mencapai miliaran rupiah per tahun. Sementara di Indonesia, gaji guru dapat dkatakan rendah atau tidak menjadi prioritas. Tapi kita sepakata, katanya pendidikan dan guru itu penting. Guru di Indonesia memang harus diakui, agak sulit untuk sejahtera.
Di negara maju, profesi guru atau pendidik begitu dihargai. Tapi di Indonesia belum terlalu dihargai. Giliran anak belum bisa membaca atau berhitung, buru-buru yang disalahkan gurunya.
Jadi, berapa sih gaji guru
yang layak di Indonesia? Salam literasi!

