Tampilkan postingan dengan label butuh uang saat pensiun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label butuh uang saat pensiun. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Oktober 2026

Jangan Tunggu Pensiun, Siapkan Dananya dari Sekarang!

Cepat atau lambat setiap pekerja pasti akan pensiun. Bisa di usia 56 tahun, 58 tahun, atau 60 tahun sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan atau negara. Karenanya, setiap pekerja perlu mempersiapkan kebutuhan finansial untuk menghadapi masa pensiun sejak dini. Sebab, tidak ada orang yang bekerja seumur hidup. Pada waktunya, setiap pekerja akan memasuki masa pensiun dan berhenti menerima gaji rutin, sementara kebutuhan hidup sehari-hari tetap berjalan. Tanpa persiapan pensiun yang memadai, bukan tidak mungkin seorang pekerja akan mengalami masalah keuangan di hari tua. Bahkan data BPS (2025) menyebut 8 dari 10 pensiunan/lansia sangat menggantungkan biaya hidup di hari tua dari anggota keluarga yang bekerja. Itulah sandwich generation.

 

Lalu, berapa kebutuhan uang atau dana saat seorang pekerja pensiun? Ini sekadar ilustrasi sederhana. Apabila seorang pekerja membutuhkan biaya hidup sebesar Rp6 juta per bulan saat pensiun, maka dana yang diperlukan mencapai Rp72 juta per tahun. Jika pensiun pada usia 56 tahun dan menjalani masa pensiun hingga usia 74 tahun (angka harapan hidup orang Indonesia saat ini), kebutuhan dana selama 18 tahun mencapai Rp1,296 miliar. Perhitungan sederhana ini tentu dengan asumsi pengeluaran tetap, tanpa memperhitungkan inflasi, hasil investasi, maupun sumber penghasilan lainnya. Besarnya kebutuhan dana pensiun setiap orang tentu berbeda, bergantung pada gaya hidup, kondisi kesehatan, dan lamanya menjalani masa pensiun.

 

Butuh dana di masa pensiun untuk biaya hidup sebesar Rp1,296 miliar, tentu bukan hal kecil dan sepele. Mau tidak mau, harus dipersiapkan. Karena bila tidak, pasti akan merepotkan anak atau keluarga di hari tua. Karena itu, perencanaan keuangan untuk masa pensiun jadi sangat penting. Persiapan dana pensiun sebaiknya tidak dilakukan hanya ketika usia pensiun sudah dekat. Tapi dimulai sejak seseorang masih produktif dan memiliki penghasilan rutin. Dengan mempersiapkan dana secara bertahap, pekerja memiliki waktu lebih panjang untuk membangun tabungan pensiun sesuai kemampuan finansialnya. Perencanaan sejak dini juga membantu pekerja menetapkan target dana yang lebih terukur untuk memenuhi kebutuhan hidup setelah berhenti bekerja.

 


Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengikuti program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Program ini membantu peserta mengumpulkan dana untuk memenuhi kebutuhan finansial pada masa pensiun melalui setoran iuran bulanan, sesuai kemampuan. Dana yang terkumpul nantinya dikembangkan melalui investasi sesuai pilihan peserta. Agar nilai manfaat pensiun menjadi optimal. Berapa besarnya uang yang akan diterima? Tergantung pada 3 hal: jumlah iuran yang disetor, lamanya jadi peserta atau jangka waktu kepesertaan, dan hasil investas yang diperoleh. Oleh karena itu, pekerja perlu memahami manfaat serta risiko program dana pensiun dan memilih skema yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangannya. Salah satunya, dapat dilakukan melalui platform DPLK berbasis digital seperti “SimPensiun”. Jadi lebih mudah memiliki DPLK karena digital, lebih transparan, dan di dalamnya pun ada edukasi dan kalkulator.

 

Jadi, kesadaran mempersiapkan dana pensiun menjadi langkah penting untuk menjaga kemandirian finansial setelah tidak lagi bekerja. Pekerja diharapkan mulai menghitung perkiraan biaya hidup saat pensiun, menentukan target dana yang dibutuhkan, dan memilih instrumen persiapan pensiun yang tepat. Dengan perencanaan yang baik, masa pensiun diharapkan dapat dijalani dengan lebih tenang tanpa sepenuhnya bergantung pada keluarga atau pihak lain. Karena setiap orang akan memasuki masa pensiun, menyiapkan dana pensiun sejak dini merupakan langkah nyata untuk mewujudkan masa depan yang lebih sejahtera, tenang, dan tidak bergantung pada anak atau keluarga. #EdukasiDPLK #YukSiapkanPensiun #SimPensiun