Tampilkan postingan dengan label Workshop pemasaran DPLK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Workshop pemasaran DPLK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Desember 2022

Antisipasi RUU P2SK, Asosiasi DPLK Gelar Workshop Pemasaran

Sebagai upaya antisipasi terhadap RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Asosiasi DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) menggelar Workshop Pemasaran pada 8-9 Desember 2022 di Cisarua Bogor. Dibuka oleh Nur Hasan Kurniawan, Ketua Umum Asosiasi DPLK, workshop ini bertujuan sebagai media koordinasi dan menyamakan persepsi pelaku DPLK tentang butir-butir penting dalam draft RUU P2SK.

 

Diikuti 45 peserta dari 19 DPLK di Indonesia, workshop ini menekankan pentingnya antisipasi industri DPLK terhadap RUU P2SK, terkait dengan 1) regulasi dan aturan turunan pasca RUU P2SK diundangkan dan 2) strategi pemasaran bisnis proses yang perlu diperjuangkan. Melalui workshop yang diikuti sebagian besar tenaga pemasar DPLK ini harapannya dapat menghasilkan rekomendasi industri DPLK terhadap RUU P2SK yang akan disampaikan kepada regulator. Ikut hadir dalam acara ini Steven Tanner (Pengawas Asosiasi DPLK) dan Syarifudin Yunus (Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK).

 

"Industri DPLK menyadari pentingnya pengembangan bisnis dana pensiun di Indonesia. Karena itu, peran pemasaran dan edukasi patut didinergikan khususnya terkait RUU P2SK sedang dalam pembahasan di DPR RI. Melalui workshop ini pelaku DPLK berkumpul dan membahas isu-isu penting di DPLK. Agar tercapai kesamaan persepsi untuk memajukan bisnis DPLK ke depan" ujar Nur Hasan Kurniawan, Ketua Umum ADPLK dalam sambutannya.

 


Sharing session terkait aspirasi RUU P2SK pada workshop ini disampikan  oleh Erna Lisa Wijaya (DPLK AIA Financial), Wayan (DPLK BNI), dan Tjondrolukito (DPLK Manulife Indonesia). Selain untuk mengoptimalkan kebutuhan dan layanan program pensiun bagi pekerja di Indonesia, industri DPLK pun terus membangun sinergi untuk melakukan terobosan baru bagi terciptanya iklim bisnis dana pensiun yang lebih produktif dan berkelanjutan. Dari siang hingga malam dan dipandu Steven Tanner, workshop pemasaran Asosiasi DPLK pun akhirnya menghasilkan rekomendasi terkait regulasi turunan RUU P2SK yang akan disampaikan kepada regulator.

 

Hingga Oktober 2022 lalu, industri DPLK di Indonesia telah mengelola aset lebih dari Rp. 116 trilyun dan melayani lebih dari 3 juta pekerja. Dengan masih terbukanya potensi pasar dana pensiun sukarela, yang mencapai 50 juta pekerja formal dan sekitar 70 juta pekerja informal maka diperlukan strategi pemasaran DPLK yang lebih berdaya guna, termasuk antisipasi RUU P2SK yang tengah dibahas di DPR.

 

Industri DPLK meyakini, tidak ada tantangan yang tidak dapat dipecahkan. Karena itu, sinergi dan koordinasi pelaku DPLK harus terus diioptimalkan. Demi tercapainya masa pensiun yang sejahtera dan nyaman bagi pekerja-pekerja di Indonesia. Karena cepat atau lambat, masa pensiun pasti tiba. Salam #YukSiapkanPensiun #AsosiasiDPLK #SadarPensiun #WorkshopPemasaranDPLK

 

Kamis, 09 Desember 2021

Asosiasi DPLK Gelar Workshop Pemasaran Berbasis Digital, Optimalkan Akses DPLK ke Publik

Sebagai upaya antisipasi terhadap tantangan industri dana pensiun, Asosiasi DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) menggelar Workshop Pemasaran dan Edukasi DPLK Berbasis Digital pada 9-10 Desember 2021 di Bandung. Seiring era digital dan perubahan sektor kehidupan yang begitu cepat, maka cara-cara pemasaran dan edukasi tidak bisa biasa-biasa lagi. Digitaliasasi program pensiun pun menjadi hal yang mutlak. Industri DPLK dituntut bertransformasi ke digital.

 

Dibuka oleh Novianto Utomo (Kabag Pengawasan IKNB 2 OJK Regional Jabar) dan Nur Hasan Kurniawan (Ketua Umum Asosiasi DPLK) dan diikuti 47 peserta dari 21 DPLK di Indonesia, workshop ini menekankan pentingnya fokus pelaku DPLK dalam antisipasi kebutuhan program pensiun pekerja, di samping digitalisasi untuk memenuhi kebutuhan program pensiun masyarakat. Agar industri DPLK dapat tumbuh optimal, di samping memiliki kesamaan persepsi terkait isu-isu pemasaran, digitalisasi, dan edukasi DPLK di Indonesia.

 

Patut disadari, selama ini industri DPLK menjalankan program pemasaran dan edukasi secara "mengalir" dan normatif. Maka ke depan, harus ada terobosan baru yang "menyentuh hati" pekerja dan pemberi kerja akan pentingnya program pensiun berbasis digital.

 

Bertindak sebagai pembicara, antara lain: Firmansyah (Pemasaran), Donny Lesmana (Digitalisasi), Syarifudin Yunus (Edukasi), Steven Tanner (Pengawas ADPLK) dan Herfinia (DPLK BJB), workshop ini diharapkan bisa jadi momentum bersama pelaku industri DPLK di Indonesia untuk mereposisi pemasaran dan edukasi DPLK secara lebih digital. Tujuannya, agar masyarakat lebih mudah mengakses kebutuhan program pensiun DPLK.

 

"Kami di DPLK menyadari bahwa pemasaran dan edukasi adalah "roh" pertumbuhan industri DPLK. Melalui workshop ini seluruh pelaku DPLK berkumpul dan membahas isu-isu penting di pemasaran, digitalisasi dan edukasi di DPLK. Agar tercapai kesamaan persepsi, dan bisa dieksekusi bersama. DPLK yang mudah untuk semua" ujar Nur Hasan Kurniawan, Ketua Umum ADPLK dalam sambutannya.



 

Perlu diketahui, industri DPLK mengelola aset lebih dari Rp. 109 trilyun per September 2021dan melayani lebih dari 3 juta pekerja. Sementara dengan potensi pasar yang masih besar, mencapai 50 juta pekerja formal dan sekitar 70 juta pekerja informal, maka sangat diperlukan adanya terobosan baru dalam pemasaran dan edukasi DPLK, termasuk antisipasi RUU P2SK yang tengah digodok pemerintah.

 

Dalam nuansa kebersamaan, workshop Asosiasi DPLK kali ini pun memperkenalkan masing-masing tim DPLK yang hadir sebagai bagian menjaga soliditas industri DPLK. Untuk lebih optimal melayani kebutuhan program pensiun masyarakat. Karena itu, edukasi DPLK harus dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan di tahun 2022 pascapandemi Covi-19. Agar DPLK dapat menjangkau semua pekerja dan masyarakat yang mendambakan masa pensiun sejahtera.

 

Industri DPLK meyakini, tidak ada tantangan yang tidak bisa dipecahkan. Tidak pula ada sukses yang tidak diusahakan. Seberapapun hasilnya, aspek pemasaran, digitalisasi, dan edukasi adalah poin penting yang harus terus dioptimalkan industri DPLK ke depan, menyongsong tahun 2022 dan meredanya pandemi Covid-19.