Tampilkan postingan dengan label TBM di Kaki Gunung Salak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TBM di Kaki Gunung Salak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Oktober 2026

Hidup yang Jelas: Membaca, Ikhtiar, dan Menemukan Jalan Sendiri

Ada masa dalam hidup ketika kita merasa seperti berjalan di persimpangan tanpa papan petunjuk. Kita bertanya, “Aku harus ke mana? Apa sebenarnya yang ingin aku capai?” Padahal, tidak semua jawaban harus ditemukan sebelum kita melangkah. Sering kali, kejelasan justru lahir dari perjalanan. Kita mulai bekerja, mencoba, gagal, belajar, lalu perlahan memahami apa yang cocok dan apa yang tidak. Karena itu, ketika hidup terasa membingungkan, jangan terlalu lama berhenti dalam pertanyaan. Mulailah bergerak. Tetap sibuk bekerja, tetap berikhtiar, dan biarkan perjalanan menyingkap jawabannya.

 

Salah satu bentuk ikhtiar yang sering kita lupakan adalah membaca buku. Membaca bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi mempertemukan kita dengan pengalaman yang belum pernah kita jalani. Dari sebuah buku, kita bisa belajar dari kegagalan orang lain tanpa harus mengulang seluruh kesalahannya, mengenal pemikiran yang berbeda, bahkan menemukan keberanian ketika sedang kehilangan arah. Buku adalah semacam cermin sekaligus jendela: cermin untuk mengenali diri sendiri dan jendela untuk melihat bahwa dunia ternyata jauh lebih luas daripada yang selama ini kita bayangkan.

 

Namun, membaca saja tidak cukup. Pengetahuan harus bertemu dengan ikhtiar. Buku boleh mengajarkan bagaimana membangun sebuah usaha, tetapi tangan kitalah yang harus mulai bekerja. Buku boleh menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik, tetapi kaki kitalah yang harus melangkah. Kita mungkin belum tahu pekerjaan apa yang paling tepat, jalan mana yang paling benar, atau tujuan apa yang akhirnya akan kita pilih. Tidak masalah. Cobalah satu jalan, pelajari hasilnya, perbaiki kesalahan, lalu lanjutkan. Kadang-kadang, kita menemukan jawaban bukan karena langsung memilih jalan yang benar, melainkan karena berani mencoba dan menyingkirkan jalan yang ternyata bukan milik kita.


 

Jangan pula terlalu sibuk mengukur perjalanan kita dengan ukuran orang lain. Jika kita adalah sungai besar, mengapa gelisah ketika ada yang menyebut kita hanya kali kecil? Jika kita sedang bertumbuh seperti bibit, mengapa kecewa karena hari ini belum berbuah? Setiap orang memiliki musimnya sendiri. Ada yang cepat menemukan tujuan, ada yang membutuhkan waktu bertahun-tahun. Ada yang sukses melalui pendidikan, ada yang menemukan jalannya melalui pengalaman. Tugas kita bukan memenangkan perlombaan kehidupan orang lain, melainkan memastikan bahwa setiap hari kita membaca, belajar, bekerja, berdoa, dan melakukan satu langkah yang membuat diri kita sedikit lebih baik dari kemarin.

 

Pada akhirnya, hidup yang jelas bukan berarti hidup tanpa kebingungan, melainkan hidup yang tetap bergerak meskipun belum memiliki semua jawaban. Bacalah buku untuk memperluas pikiran, bekerjalah untuk menguji kemampuan, berikhtiarlah untuk membuka jalan, dan berdoalah agar langkah kita mendapat arah. Jangan menunggu semuanya sempurna baru memulai. Tersenyumlah kepada dunia, jalani bagian kita dengan sungguh-sungguh, dan percaya bahwa jawaban sering kali datang kepada mereka yang mau berjalan. Sebab jalan hidup kita tidak selalu ditemukan dengan berpikir lebih lama, tetapi dengan membaca lebih banyak, berikhtiar lebih sungguh, dan melangkah lebih berani. Salam literasi!



Kamis, 18 November 2021

Taman Bacaan Berprestasi di Kaki Gunung Salak, Apanya?

 Setiap orang pasti ingin berprestasi. Karena prestasi adalah suatu kebanggaan. Sebagai bukti kinerja dan adanya kompetensi di suatu bidang. Bukan hanya prestasi belajar di sekolah, akademik atau olahraga. Prestasi pun bisa didapatkan dalam aktivitas sosial seperti di taman bacaan. Dan prestasi tidak harus terjadi akibat lomba atau kompetisi. Karena sejatinya, prestasi lahir dari semangat dan perjuangan. Untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik, baik untuk diri sendiri apalagi untuk orang lain.

 

Kata orang prestasi lahir dari orang-orang hebat. Itu pendapat salah. Karena orang yang berprestasi bukan orang yang tidak pernah melakukan kesalahan. Prestasi pun bukan milik orang-orang yang tidak punya kekurangan. Tapi prestasi adalah sebuah tindakan nyata. Perbuatan ytang berbasis kinerja dan kreativitas yang unggul. Sehingga mencapai sukses dalam setiap ikhtiarnya. Jiwa pantang menyerah dan sepenuh hati dalam bertindak, itulah landasan moral prestasi.

 

Seperti prestasi di taman bacaan. Pegiat literasi dan relawan pun bisa berprestasi. Karena berkiprah dalam menegakkan tradisi baca dan budaya literasi masyarakat. Sebut saja, TBM Lentera Pustaka. Sejak didirikan tahun 2017, taman bacaan di kaki Gunung Salak Bogor ini hanya memliki 14 anak pembaca aktif dan hanya mengelola taman bacaan. Tapi siang sangka, kini TBM Lentera Pustaka telah menjalankan 12 program literasi yang luar biasa dan punya manfaat besar bagi masyarakat, yaitu:

1. TABA (TAman BAcaan) dengan 160 anak pembaca aktif dari 3 desa (Sukaluyu, Tamansari, Sukajaya) dengan waktu baca 3 kali seminggu, kini setiap anak mampu membaca 5-8 buku per minggu. 

2. GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) yang diikuti 9 warga belajar buta huruf agar terbebas dari belenggu buta aksara dengan jam belajar seminggu 2 kali.

3. KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak usia prasekolah yang belajar calistung 2 kali seminggu.

4. YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim yang disantuni setiap bulan dan 4 diantaranya dibeasiswai untuk tetap sekolah.

5. JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 8 jompo usia lanjut yang disantuni setiap bulan.

6. TBM Ramah Difabel dengan 3 anak difabel yang diperlakukan seperti anak-anak pada umumnya.

7. KOPERASI LENTERA dengan 31 ibu-ibu anggota koperasi simpan pinjam agar terhindar dari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi.

8. DonBuk (Donasi Buku), program yang menerima dan menyalurkan buku bacaan dari para donator.

9. RABU (RAjin menaBUng), program yang mengajarkan anak-anak untuk menabung.

10. LITDIG (LITerasi DIGital) untuk mengenalkan cara internet sehat seminggu sekali

11. LITFIN (LITerasi FINansial), sarana edukasi literasi keuangan kepada anak-anak.

12. LIDAB (LIterasi ADAb) untuk mengajarkan adab ke anak-anak seperti memberi salam, mencium tangan, berkata-kata santun, dan budaya antre.

Dan kini, tidak kurang dari 250 orang menjadi penerima layanan literasi TBM Lentera Pustaka setiap minggunya. Ditambah 23 relawan yang bekerja secara ikhlas atas nama pengabdian dan kemanusiaan.

 


Kinerja dan kompetensi taman bacaan yang ditunjukkan TBM Lentera Pustaka itu pula yang akhirnya berbuah manis. Di tahun 2021 ini, TBM Lentera Pustaka terpilih 1 dari 30 TBM di Indonesia yang menggelar program “Kampung Literasi” yang diinisiasi Direktorat PMPK Kemdikbudristek RI dan Forum TBM. Hal ini menyusul prestasi Pendiri TBM Lentera Pustaka yang meraih penghargaan "31 Wonderful People tahun 2021" kategori pegiat literasi dan pendiri taman bacaan dari Guardian Indonesia (September 2021) dan “Ramadhan Heroes” dari Tonight Show NET TV (Mei 2021), di samping menjadi sosok inspiratif dalam “Spiritual Journey” salah satu BUMN di Indonesia pada Oktober 2021 lalu.

 

Mengukir prestasi di taman bacaan, kenapa tidak?

Beragam prestasi lainnya pun tetap ditorehkan TBM Lentera Pustaka dalam perjuangannya membangun tradisi baca dan budaya literasi masyarakat. Diantaranya: 1) menjadi taman bacaan yang selalu disponsori CSR korporasi setiap tahunnya untuk memenuhi biaya operasional, 2) menjadi taman bacaan yang selalu menulis setiap hari tentang taman bacaan dan gerakan literasi, 3) menjadi taman bacaan yang diminati relawan, hingga mencapai 23 relawan aktif, 4) menjadi taman bacaan yang dilengkapi fasilitas kebun baca, musholla, toilet, dan wifi, dan 5) menjadi taman bacaan yang selalu punya aktivitas setiap hari Minggu dan dikunjungi tamu. Taman bacaan yang berubah menjadi tempat silaturahim, diskusi, dan berbakti sosial. Ibarat “wisata ke taman bacaan”, begitu kira-kira.

 

Maka untuk jadi taman bacaan yang profesonal dan berprestasi, setdaknya ada 3 (tiga) hal yang harus diperhatikan. Taman bacaan harus memastika ketiga hal ini terselenggara dengan baik, yaitu 1) pengelola taman bacana harus punya komitmen dan konsistensi yang sepenuh hati, 2) memastikan tersedia buku bacaan dan kegiatn yang layak, dan 3) mampu mengajak anak-anak sekitar untuk selalu datang dan membaca di taman bacaan.

 

Karena tidak ada prestasi di taman bacan, tanpa ikhtiar baik dan semangat juang tinggi. Salam literasi. #TamanBacaan #PegiatLiterasi #TBMLenteraPustaka #KampungLiterasiSukaluyu