Tampilkan postingan dengan label Doktor jadi driver motor baca keliling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doktor jadi driver motor baca keliling. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Juni 2025

Gila, Seorang Doktor Jadi Driver Motor Baca Keliling di Bogor Untuk Sediakan Akses Bacaan

“Kita akan bertemu dengan apa yang kita cari. Sekalipun pergi ke tempat suci, bila yang dicari keburukan maka akan mendapati keburukan. Sebaliknya, bila berjalan ke tempat jelek sekalipun bila yang dicari kebaikan pasti akan mendapat kebaikan”

 

Berbekal spirit itulah, seorang pegiat literasi dari Bogor, Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. menekuni jalan hidup sebagai driver motor baca keliling (mobake) di kaki Gunung Salak Bogor, Setiap minggu sore, dia keliling kampung hanya untuk sediakan akses bacaan ke anak-anak. Perjuangannya untuk sediakan akses bacaan tu dilakukan sebagai bentuk ”perlawanan” terhadap orang-orang yang menganggap minat baca anak-anak Indonesia rendah.

 

Seperti sore kemarin (8/6/2025), Syarif yang juga Pendiri TBM Lentera Pustaka yang dikenal aktif berliterasi menyambangi Kp. Gadog Tengah Desa Sukajadi Kec. Tamansari Kab. Bogor. Mengendarai motor baca keliling membaca 200 buku bacaan dan dua buah tikar yang siap digelar sebagai alas duduk untuk membaca anak-anak. Tekadnya sederhana, hanya untuk menyediakan akses bacaan ke kampung-kampung, sambil mendekatkan buku dengan anak-anak yang daerahnya tidak punya akses bacaan. Memang tidak mudah tapi semangat juang mengantarkan buku ke kampung-kampung sama sekali tidak boleh pudar, apalagi di tengah gempuran era digital seperti sekarang.

 

Syarif yang berprofesi dosen FBS Universitas Indraprasta PGRI dan Ketua Dewan Pengawas DPLK Sinarmas Asset Management ini, sejak tahun 2017 mendirikan TBM Lentera Pustaka memiliki komitmen untuk meningkatkan kegemaran membaca anak-anak usia sekolah di kampung-kampung. Hingga kini, konsistensinya berliterasi membuahkan hasil dengan mengelola 15 program literasi dalam naungan taman bacaan yang didirikannya, seperti taman bacaan, kelas prasekolah, gerakan berantas buta aksara, literasi digital, literasi finansial donasi buku dan motor baca keliling sejak tahun 2022. Tanpa malu dan ragu, jebolan doctor manajemen Pendidikan dari Pascasarjana Universitas Pakuan ini tetap menekuni “profesi sosial” sebagai driver motor baca keliling. Minimal seminggu sekali keliling kampung membawa buku-buku bacaan.

“Di usia yang tidak lagi muda, saya hanya ingin berbuat baik dan menebar manfaat kepada sesama melalui taman bacaan dan literasi. Saya tidak malu jadi driver motor baca keliling, apapun gelar dan jabatan saya. Asal anak-anak kita punya akses membaca buku, karena tidak aka nada mint abaca tanpa akses baca” katanya.

 


Melalui aktivitas motor baca keliling, Syarif ingin meningatkan bahwa setiap manusia menyimpan potensi untuk melakukan kebaikan maupun kejahatan. Mau baik atau jahat itu pilihan. Karenanya, harus ada dorongan moral untuk berpihak pada kebaikan. Menjadi baik adalah pilihan sadar setiap orang. Karena itu, motor baca keliling yang dijalankan Syarif menjadi saran untuk berbuat baik dan menebar manfaat.

 

Syarif yang dikenal sebagai pegiat literasi di Indonesia yang konsisten, menegaskan pentingnya mengelola aktivitas sosial seperti taman bacaan sebagai ladang amal dalam meningkatkan kegemaran memnbaca anak-anak. Sebuah langkah kecil yang memberi dampak besar bagi masa depan anak-anak Indonesia melalui buku-buku bacaan., Sebagai driver MOBAKE (MOtor BAca KEliling) TBM Lentera Pustaka, Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. masih terus berkeliling membawa buku-buku bacaan setiap Minggu sore di sekitar kaki Gunung Salak Bogor. Hanya untuk sediakan akses bacaan tanpa malu tanpa gengsi sebagai "legacy" atau warisan untuk umat. Baginya, menjadi driver motor baca keliling adalah kemewahan yang tidak ternilai harganya.

 

Mungkin suatu saat, siapapun dapat bertemu dengan driver motor baca keliling TBM Lentera Pustaka bersama relawannya saat berada di kaki Gunung Salak Bogor. Sebagai cara untuk “mengubah niat baik jadi aksi nyata”. Salam literasi #DriverMotorBaca #MotorBacaKeliling #KisahPegiatLiterasi #TBMLenteraPustaka



Rabu, 05 Maret 2025

Keren, Kok Mau Seorang Doktor Jadi Driver Motor Baca Keliling?

Langit mendung sepertinya hujan sebentar lagi turun sore itu. Di kaki Gunung Salak, setiap Minggu sore, selalu ada aktivitas MOtor Baca KEliling (MOBAKE) yang dilakukan relawan TBM Lentera Pustaka secara rutin. Tekadnya, hanya untuk menyediakan akses bacaan ke kampung-kampung, sambil mendekatkan buku dengan anak-anak yang daerahnya tidak punya akses bacaan. Memang tidak mudah tapi semangat juang mengantarkan buku ke kampung-kampung sama sekali tidak boleh pudar, apalagi di tengah gempuran era digital.

 

Sore ini, aktivitas motor baca keliling menyambangi Kp. Gadog Tengah Desa Sukajadi Kec. Tamansari Kab. Bogor.  Anak-anak antusias menyambut kehadiran motor baca keliling. Selalu ada gairah untuk membaca. Adalah benar, persoalan membaca ternyata bukan terletak pada minatnya melainkan tersedianya akses bacaa. Misi itulah yang dijalankan driver motor baca keliling TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. (Simak: Ternyata, Driver Motor Baca Keliling Ini Seorang Doktor Manajemen Pendidikan).

 

Bagi driver motor baca keliling di kaki Gunung Salak Bogor, urusannya hanya untuk mengajak anak-anak kampung membaca buku, melalui tersedianya akses bacaan. Tanpa rassa malu , tanpa pamrih secara rutin setiap Minggu sore menyambangi kampung-kampung untuk sediakan akses bacaan. Setiap Minggu sore, membawa 200 buku + 2 tikar di motor keliling sediakan akses bacaan kepada anak-anak kampung. Bisa jadi, tidak banyak orang yang mau dan bersedia menjadi driver motor baca keliling. Entah hujan atau mendung tetap berkeliling kampung. Saat mangkal di pinggir jalan, hatinya senang bila ada anak-anak yang mau membaca buku.

 

Tidak banyak yang tahu, di balik motor baca keliling di kaki Gunung Salak Bogor. Ternyata, driver motor baca keliling TBM Lentera Pustaka adalah seorang doctor manajemen pendidikan, seorang pegiat literasi dari Bogor. Namanya Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. Dosen FBS Unindra yang meraih gelar doktor manajemen pendidikan dari Pascasarjana Universitas Pakuan. Disertasinya berjudul “Strategi Peningkatan Efektivitas Tata Kelola Taman Bacaan Masyarakat - Penelitian Menggunakan Pendekatan Evaluasi Berbasis Model CIPP (Context, Input, Process, Product) Pada Taman Bacaan Masyarakat di Kabupaten Bogor” yang dipertahankan di hadapan penguji pada November 2024 lalu. Peraih predikat “sangat memuaskan” atas disertasinya tentang tata Kelola taman bacaan. (Simak: https://www.youtube.com/shorts/htHg212vDO4)

 


Sejak tahun 2017, Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. mendirikan TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor untuk menekan angka putus sekolah dan menyediakan akses bacaan anak-anak kampung. Kini TBM Lentera Pustaka melayani 223 anak usai sekolah pembaca aktif setiap minggunya. Berkiprah sebagai driver MOtor BAca KEliling (MOBAKE) sebagai “jalan hidup”, Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. telah meraih berbagai prestasi di dunia literasi dan taman bacaan, seperti: salah satu 20 naskah terbaik dalam lomba esai HUT Kemerdekaan RI “Cinta Indonesia” yang digelar Indonesiana.id. (2023), Penulis Terproduktif Indonesiana Tempo tahun 2022 dengan 388 artikel setahun (2022), Jagoan RTV (2021), Penerima Kampung Literasi Kemdikbud RI (2021), Peraih “31 Wonderful People kategori Pegiat Literasi dan Pendiri Taman Bacaan dari Guardian Indonesia (2021), Ramadan Heroes - Tonight Show NET TV (2021), penerima UNJ Award kategosi Alumni Mengabdi Masyarakat (2017), dan yang terbaru Penerima Banpem Komunitas Penggerak Literasi dari Badan bahasa Kemdikbud RI (2024). Anak sulung dari 4 bersaudara ini, menjadikan kiprahnya di taman bacaan sebagai ladang amal dan warisan untuk umat melalui 15 program literasi yang digagasnya hingga sekarang. Merintis taman bacaan, mengajar kaum buta aksara, merintis kelas prasekolah, dan kini menjadi “driver” motor baca keliling untuk sediakan akses bacaan ke anak-anak kampung di bawah naungan Yayasan Lentera Pustaka Indonesia yang didirikannya.

 

Tanpa malu dan ragu, hingga kini dia tetap menekuni sebagai driver motor baca keliling TBM Lentera Pustaka. Minimal seminggu Sekali keliling kampung membaca buku-buku bacaan. Baginya di usia yang tidak lagi muda, dia hanya ingin terus berbuat baik dan menebar manfaat kepada sesama melalui taman bacaan dan literasi. “Saya tidak pernah malu jadi driver motor baca keliling, apapun gelar dan pangkat saya. Asal anak-anak kampung punya akses membaca buku, saya sudah senang dan bersyukur banget” ujarnya.

 

Sebagai driver MOBAKE (MOtor BAca KEliling) TBM Lentera Pustaka, Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. tetap komitmen dan konsisten menjalani aktivitasnya hingga kini, hanya untuk sediakan akses bacaan tanpa malu tanpa gengsi. Terlepas dari profesinya sebagai dosen FBS Unindra dan konsultan, dia menjadikan aktivitas sosial di TBM Lentera Pustaka sebagai "legacy" atau warisan untuk umat. Jadi driver motor baca keliling, memang soal kecil dan sederhana bagi sebagian orang. Tapi bagi Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. justru jadi kemewahan yang tidak ternilai harganya. Ubah niat baik jadi aksi nyata. Salam literasi #MotorBacaKeliling #KisahPegiatLiterasi #TBMLenteraPustaka