Fakta hari ini, 8 dari 10 lansia atau pensiunan di Indonesia bergantung secara finansial kepada anak atau anggota keluarga yang bekerja (BPS, 2025). Maka wajar, 80% pensiunan mengalami masalah keuangan di masa tua atau terpaksa bekerja lagi. Hanya untuk menutupi biaya hidup di hari tua.
Lalu, gimana cara
mempersiapkan pensiun yang paling realistis? Tidak pengen kaya di masa pensiun.
Tapi cukup, tidak merepotkan anak-anak dan tetap bisa mandiri secara finansial
di hari tua. Bisa menjaga standar dan gaya hidup di masa pensiun. Agar rekening
tidak terkuras habis. Apalagi buat pekerja yang 5 tahun lagi akan pensiun, inilah
9 cara paling realistis untuk Bersiap pensiun:
1.
Hitung
pengeluaran bulanan sekarang. Catat apa saja kebutuhan wajib: makan, inetret, listrik,
cicilan, atau biaya kesehatan, Itulah patokan “gaji pensiun” yang dibutuhkan di
hari tua.
2.
Lunasi
utang sebelum pensiun. Sebab punya cicilan saat tidak punya gai lagi itu berat.
Maka targetkan bebas dari utang konsumti minimal 1-2 tahun sebelum pensiun.
Bebas utang itu wajib!
3.
Siapkan
dana darurat khusus pensiun. Saat pensiun ita tidak punya gaji, maka pastikan
punya dana darurat paling tidak 12-36 bulan pengeluaran. Kalau bisa
diinvestasikan (disimpan) di instrumen investasi yang aman dan mudah dicairkan.
4.
Siapkan
proteksi kesehatan. Pastikan kartu BPJS Kesehatan aktif dan bisa dipakai. Sebab
biaya sakit saat ini besar dan bisa menguras tabungan bertahun-tahun.
5.
Pahami
hak pensiun dan saldo dananya. Saat mau pensiun, silakan cek dana JHT BPJS TK
ada berapa, adakah dana pensiun dari kantor, atau DPLK yang dimiliki. Cari tahu
cara mencairkan dan berapa jumlah dananya?
6.
Mulai
hitung “tingkat penghasilan pensiun” atau replacement ratio yang pas. Misalnya
gaji terakhir Rp10 juta, berapa persen kebutuhan biaya hidup setelah pensiun
dan tidak bergaji lagi? Aktual pensiunan hari ini, hanya 10% dari gaji
terakhir, sementara rekomendasi ILO 40% dari gaji terakhir. Tapi survei saya di
kalangan pensiunan menyebut 56% dari gaji terakhir.
7.
Siapkan
penghasilan pasif. Entah mulai usaha kecil, punya kontrakan, berkebun produktif
atau apapun yang bisa menghasilkan untuk menutup pengeluaran rutin di hari tua.
8.
Jangan
taruh semua uang di “satu keranjang”. Mulai klasifikasi berapa punya uang dan
mau taruh di mana? Seperti tabungan yang gampang diambil, depositu, emas atau
dana pensiun DPLK. Ingat masa kehidupan setelah pensiun kira-kira 18 tahun setelah
tidak bekerja lagi dan tidak punya gaji.
9.
Sesuaikan
gaya hidup dari sekarang. Mulai biasakan hidup sesuai “uang pensiun” yang ada,
sesuaikan gaya hidup tidak lagi atas gengsi. Fokus pada kebutuhan, bukan keinginan.
Ketahuilah, siapapun cepat
atau lambat pasti akan pensiun. Karenanya, masa pensiun harus dipersiapkan
sejak dini. Utamanya melalui DPLK atau dana pensiun. Carilah DPLK yang sediakan
aplikasi digital seperti SimPensiun, mulailah menabung untuk masa pensiun kita
sendiri. agar tidak bergantung atau merepotkan anak-keluarga di hari tua.
Pensiun tenang itu hasil
persiapan, pensiun yang sejahtera itu
hasil perencanaan yang matang, bukan keberuntungan. Jadi, mau seperti apa dan bagaimana
masa pensiun tergantung kita sendiri. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #LiterasiPensiun


Tidak ada komentar:
Posting Komentar