Senin, 24 Agustus 2026

Masa Tua Belum Tenang: 38% Pensiunan di Indonesia Terpaksa Tetap Bekerja demi Sambung Hidup

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tahun 2025 mengenai sebaran sumber finansial utama bagi penduduk lanjut usia (lansia) atau pensiunan di Indonesia, yang menegaskan bahwa keluarga masih menjadi penopang hidup terbesar di hari tua. Adapun sumber finansial utamam lansia atau pensiunan di Indonesia bertumpu pada:

1.   Keluarga, 48% lansia mengandalkan sumber dana utama dari anak-cucu sehingga pensiunan masih menjadi beban ekonomi keluarga.

2.   Pekerjaan, 38% lansia atau pensiuan terpaksa bekerja lagi sebagai seumber pendapatan bulanan untuk menopang hidup di hari tua.

3.   Uang Pensiun, hanya 9% lansia atau pensiunan yang mengandalkan uang pensiun sebagai sumber keuangan utama di hari tua.

4.   Jaminan Sosial, terdapat 2% lansia mengandalkan bantuan sosial dari negara.

5.   Tabungan/Investasi, terdapat 1% lansia yang mampu membiayai hidupnya dari tabungan atau investasi yang dimilikinya.

6.   Lainnya, 1% lansia atau pensiunan hidup dari sumber lainnya.

Dapat dikatakan, 86% lansia atau pensiuan di Indonesai sangat bergantung pada aliran dana dari keluarganya atau bekerja lagi. Ini berarti 9 dari 10 lansia atau pensiun bergantung secara finansial kepada keluarganya atau bekerja lagi di hari tua.

 

Bisa jadi, beberapa sebab ketergantungan finansial di hari tua pada keluarga atau lansia terpaksa bekerja lagi antara lain: 1) dominasi pekerja sektor informal yang pendapatan hariannya belum mampu untuk menabung pensiun dan belum tersentuh program pensiun, 2) kesenjangan literasi dan inklusi sehingga banyak pekerja menganggap program pensiun belum  prioritas, 3) ketidakstabilan pendapatan pekerja, dan 4) rasio tingkat penghasilan pensiun yang rendah sehingga sulit untuk mempertahankan standar hidup layak di hari tua.

 


Karena itu, untuk memperbaii taraf hidup lansia atau pensiun sangat penting mempersiapkan tabungan pensiun sejak dini. Setiap pekerja harus mulai berani menyisihkan sebagian gaji untuk dana pensiun. Agar persiapan finansial untuk hari tua bisa terjaga dan menghindari ketergantunan finansial pada anak atau kelaurag. Disiplin menyisihkan dana sejak usia produktif untuk masa pensiun. Katanya, semua pekerja bercita-cita ingin "hidup sehat, pensiun bahagia". Tapi sayangnya peserta dana pensiun sukarela seperri DPPK/DPLK hanya sebesar 3,68% atau baru 5,43 juta peserta. Maka wajar, 9 dari 10 lansia atau pensiunan di Indonesia bergantung secara finansial kepada keluarag atau terpaksa bekerja lagi.

 

Nah, mumpung mau ada "Bulan Dana Pensiun" di bulan September 2026 ini, kini saatnya bagi pekerja untuk siapkan pensiun. Nabung untuk hari tua, sisihkan gaji untuk kenyamanan di masa tua. Siapapun pekerja di sektor formal dan informal sudah saatnya mebanung untuk masa pensiunnya sendiri. Agar terwujud hidup sehat, pensiun bahagia. #BulanDanaPensiun #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM



Tidak ada komentar:

Posting Komentar