Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tahun 2025 mengenai sebaran sumber finansial utama bagi penduduk lanjut usia (lansia) atau pensiunan di Indonesia, yang menegaskan bahwa keluarga masih menjadi penopang hidup terbesar di hari tua. Adapun sumber finansial utamam lansia atau pensiunan di Indonesia bertumpu pada:
1.
Keluarga, 48% lansia
mengandalkan sumber dana utama dari anak-cucu sehingga pensiunan masih menjadi
beban ekonomi keluarga.
2.
Pekerjaan, 38%
lansia atau pensiuan terpaksa bekerja lagi sebagai seumber pendapatan bulanan
untuk menopang hidup di hari tua.
3.
Uang Pensiun, hanya
9% lansia atau pensiunan yang mengandalkan uang pensiun sebagai sumber keuangan
utama di hari tua.
4.
Jaminan Sosial,
terdapat 2% lansia mengandalkan bantuan sosial dari negara.
5.
Tabungan/Investasi,
terdapat 1% lansia yang mampu membiayai hidupnya dari tabungan atau investasi
yang dimilikinya.
6.
Lainnya, 1%
lansia atau pensiunan hidup dari sumber lainnya.
Dapat dikatakan, 86% lansia atau pensiuan di
Indonesai sangat bergantung pada aliran dana dari keluarganya atau bekerja
lagi. Ini berarti 9 dari 10 lansia atau pensiun bergantung secara finansial
kepada keluarganya atau bekerja lagi di hari tua.
Bisa jadi, beberapa sebab ketergantungan
finansial di hari tua pada keluarga atau lansia terpaksa bekerja lagi antara
lain: 1) dominasi pekerja sektor informal yang pendapatan hariannya belum mampu
untuk menabung pensiun dan belum tersentuh program pensiun, 2) kesenjangan literasi
dan inklusi sehingga banyak pekerja menganggap program pensiun belum prioritas, 3) ketidakstabilan pendapatan
pekerja, dan 4) rasio tingkat penghasilan pensiun yang rendah sehingga sulit
untuk mempertahankan standar hidup layak di hari tua.
Karena itu, untuk memperbaii taraf hidup
lansia atau pensiun sangat penting mempersiapkan tabungan pensiun sejak dini.
Setiap pekerja harus mulai berani menyisihkan sebagian gaji untuk dana pensiun.
Agar persiapan finansial untuk hari tua bisa terjaga dan menghindari
ketergantunan finansial pada anak atau kelaurag. Disiplin menyisihkan dana
sejak usia produktif untuk masa pensiun. Katanya, semua pekerja bercita-cita
ingin "hidup sehat, pensiun bahagia". Tapi sayangnya peserta dana
pensiun sukarela seperri DPPK/DPLK hanya sebesar 3,68% atau baru 5,43 juta
peserta. Maka wajar, 9 dari 10 lansia atau pensiunan di Indonesia bergantung
secara finansial kepada keluarag atau terpaksa bekerja lagi.
Nah, mumpung mau ada "Bulan Dana Pensiun" di bulan September
2026 ini, kini saatnya bagi pekerja untuk siapkan pensiun. Nabung untuk hari
tua, sisihkan gaji untuk kenyamanan di masa tua. Siapapun pekerja di sektor formal
dan informal sudah saatnya mebanung untuk masa pensiunnya sendiri. Agar
terwujud hidup sehat, pensiun bahagia. #BulanDanaPensiun #YukSiapkanPensiun
#EdukasiDPLK #DPLKSAM
%20rev.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar