Lagi enak-enak kerja, apa yang ada di benak pekerja di Jabodetabek saat pensiun nanti? Ternyata, tren utama rencana pensiun bagi pekerja di Jabodetabek menunjukkan mayoritas memiliki keinginan untuk tetap produktif secara ekonomi atau fokus pada pengembangan diri. Survei “Rencana Pensiun Pekerja” yang dilakukan Syarifudin Yunus (Edukator Dana Pensiun DPLK Sinarmas AM) terhadap 66 pekerja aktif di Jabodetabek pada Juli 2026 menyebutkan tren pekerja saat pensiun adalah:
1. Membuka
bisnis (21%). Pilihan yang paling banyak diminati oleh pekerja di Jabodetabek
setelah masa pensiun tiba.
2.
Fokus pada spiritual (18%). Keinginan kuat untuk
lebih mendekatkan diri pada aspek keagamaan atau spiritualitas.
3.
Ketidakpastian rencana (17%). Cukup banyak
pekerja yang menyatakan "tidak tahu" mengenai apa yang akan dilakukan
setelah pensiun?
4.
Kesehatan dan hobi. Menjaga kesehatan fisik
(14%) dan menjalani hobi (12%) juga menjadi prioritas yang signifikan bagi para
calon pensiunan.
5.
Aktivitas sosial dan rekreasi. Sebagian kecil
pekerja berencana untuk tetap aktif secara sosial (7,50%), melakukan traveling
(6%), atau melakukan kegiatan di alam (4,50%).
Survei ini menegaskan adanya pergeseran di mana pensiun tidak lagi
hanya dipandang sebagai waktu untuk beristirahat total, melainkan kesempatan
untuk berwirausaha atau memperdalam nilai spiritual.
Menariknya dari survei ini, rencana spiritual (18%) menjadi rencana terpopuler
kedua bagi pekerja Jabodetabek setelah pensiun. Sebagian besar pekerja, masa
pensiun dianggap sebagai momentum untuk lebih fokus pada aspek keagamaan atau
nilai-nilai batiniah dibandingkan sekadar beristirahat. Di samping, kesehatan fisik
(14%) menempati posisi keempat terbesar, sebagai bukti adanya kesadaran pekerja
bahwa kualitas hidup di masa tua sangat bergantung pada kondisi fisik yang
prima.
Sayangnya, masih ada 17% pekerja di Jabodetabek merasa "tidak
tahu" atau belum memiliki rencana yang pasti setelah pensiun nanti.
Ketidak-tahuan bisa berarti tidak siap atau tidak adanya edukasi dana pensiun
yang memadai selama bekerja. Fenomena banyaknya pekerja yang belum tahu rencana
masa pensiunnya sering kali disebabkan oleh beberapa faktor seperti: 1) kurangnya
literasi dana pensiun, 2) terlalu fokus pada kebutuhan saat ini, 3) mengalami
kondisi ketidakpastian eonomi, dan 4) adanya kecemasan akan masa tua.
Survei ini kian membuktikan bahwa ogah Cuma diam di rumah setelah
pensiun. Ada beragam aspirasi pekerja untuk masa pensiun. Mulai dari membuka
usaha sendiri, fokus pada kegiatan spiritual dan menjaga kesehatan
fisik, menekuni hobi, berkontribusi dalam kegiatan sosial, hingga traveling.
Tapi yang paling penting, tanpa kesiapan finansial di masa pensiun semua
rencana akan sulit terlaksan, Karena itu, siapkan dana pensiun sejak dini. Sebab
masa pensiun yang sehat Sejahtera, kalau bukan kita mausiapa yang menyiapkan?
#YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM
%20rev.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar