Minggu, 10 Mei 2026

Inilah 10 Sebab Pekerja Usia 25-39 Tahun Khawatir Saat Pensiun

Banyak pekerja usia 25–39 tahun sebenarnya sudah memiliki penghasilan tetap, tetapi tetap merasa khawatir menghadapi masa pensiun. Bisa jadi, sebabnya karena biaya hidup terus meningkat dari tahun ke tahun. Harga rumah, pendidikan anak, biaya kesehatan, hingga kebutuhan sehari-hari terasa semakin mahal. Dan akhirnya, mereka belum yakin apakah tabungan atau aset yang dimiliki saat ini akan cukup untuk memenuhi kebutuhan di masa tua?

 

Kekhawatiran pekerja usia 25–39 tahun makin besar karena sebagian menyadari bahwa usia harapan hidup semakin panjang, artinya mereka harus menyiapkan dana untuk hidup lebih lama setelah tidak bekerja lagi. Saat ini usia harapan hidup orang Indonesia mencapai 73 tahun, yang berarti masih ada masa kehidupan 16 tahun sejak pensiun dan tidak punya gaji lagi. Dari mana biaya hidup dapat dipenuhi?

 

Selain faktor ekonomi, gaya hidup dan tekanan finansial masa kini juga menjadi penyebab utama kecemasan pensiun. Banyak pekerja usia 25–39 tahun masih harus membayar cicilan rumah, kendaraan, kartu kredit, atau kebutuhan keluarga sehingga sulit menyisihkan uang khusus untuk dana pensiun. Di sisi lain, budaya “hidup saat ini” dan kebutuhan mengikuti tren membuat sebagian orang lebih fokus pada kebutuhan jangka pendek dibandingkan perencanaan jangka panjang. Akibatnya, walaupun memiliki gaji, mereka merasa belum benar-benar aman secara finansial untuk masa depan.

 

Survei Litbang Kompas (2025) tentang kekhawatiran pekerja usia 25–39 tahun saat memasuki usia pensiun terdiri dari:

1.       Tidak punya pendapatan tetap lagi atau tidak terjamin lagi – 23%

2.       Tidak punya kesibukan/kegiatan seperti saat masih bekerja – 15%

3.       Belum memiliki tabungan/investasi yang cukup – 12%

4.       Rentan fisik, mudah sakit dan lelah – 11%

5.       Kesepian karena anak tidak lagi tinggal bersama – 10%

6.       Kehilangan rekan dan lingkungan sosial – 9%

7.       Tidak khawatir – 8%

8.       Akan merepotkan anak/keluarga – 5%

9.       Merasa tidak berguna – 2%

10.    Tidak tahu – 5%

Maka dapat dinyatakan, tiga besar kekhawatiran pekerja usia 25–39 tahun saat pensiun sisebabkan oleh tidak punya pendapatan tetap lagi, tidak punya kesibukan/kegiatan seperti saat masih bekerja, dan belum memiliki tabungan/investasi yang cukup untuk pensiun. Namun demikian, ada 8% tidak khawatir akan masa pensiunnya. Yang berarti pula, 92% pekerja usia 25–39 tahun khawatir akan masa pensiunnya.

 


Secara lebih spesifik, Syarifudin Yunus (2025) dalam penelitian bertajuk  “Analisis Kesiapan Pensiun Pekerja Biasa di Jabodetabek dan Tantangan Industri Dana Pensiun di Indonesia” menyebutkan tingkat kesiapan pensiun pekerjabiasa di Jabodetabek tergolong rendah, 55% pekerja tidak yakin bisa memenuhi biaya hidup di hari tua akibat penghasilan sekarang dianggap pas-pasan dan tidak punya gambaran biaya hidup yang diperlukan di masa pensiun. (Simak di JiMaKeBiDI, Jurnal Inovasi Manajemen dan Kewirausahaan https://ejournal.arimbi.or.id/index.php/JIMaKeBiDi/article/view/776).

 

Kekhawatiran pekerja usia 25–39 tahun, bisa jadi disebabkan tidak siap untuk pensiun. Karena tidak pemahaman tentang perencanaan pensiun dan kurangnya persiapan pensiun sejak dini. Banyak pekerja belum menghitung berapa dana yang sebenarnya dibutuhkan saat pensiun atau belum memiliki program pensiun yang terencana. Sebagian juga masih berharap bisa terus bekerja di usia tua atau bergantung pada keluarga. Padahal, tanpa persiapan yang konsisten sejak usia produktif, risiko kekurangan dana saat pensiun menjadi lebih besar. Karena itu, kekhawatiran yang muncul bukan hanya soal penghasilan saat ini, tetapi tentang ketidakpastian apakah pendapatan tersebut mampu menjamin kehidupan yang layak di masa pensiun nanti.

 

Sebenarnya tujuan pensiun sederhana, yaitu sehat dan sejahtera. Maka wujudkan kondisi sehat di masa pensiun dan tetap sejahtera di hari tua. Sebab sehat tanpa Sejahtera akan menyusahkan anak atau keluarga. Sebaliknya, Sejahtera tanpa sehat maka uang pensiun akan habis dengan sendirinya. Maka siapkanlah pensiun sejak dini. #YukSiapkanPensiun



Tidak ada komentar:

Posting Komentar