Aku sudah tidak memaksa diri
untuk punya banyak teman. Aku juga mulai membatasi pergaulan. Tidak lagi sibuk
mencari tempat untuk diterima. Tidak gemar lagi berkata-kata tanpa makna. Dan tidak
lagi sedih kalau tidak diajak ke mana-mana. Aku biasa-biasa saja, dan tetap
membaca buku.
Ternyata, semakin banyak
membaca buku. Aku mulai sadar. Betapa melelahkannya terus- menerus menyesuaikan
diri agar diterima orang lain. Betapa capeknya mengejar validasi orang lain. Tertawa
saat sebenarnya lelah. Ngobrol saat sebenarnya kosong, Berusaha nyambung padahal
di dalam hati merasa asing. Dan terlihat akrab padahal jauh. Dan aku sadar, sudah
terlalu lama melakukan itu. Sebuah perbuatan yang tidak banyak manfaatnya.
Terlalu lama memaksa diri
bertahan di tempat yang tidak pernah benar-benar seperti rumah. Sampai akhirnya
aku memilih mundur pelan-pelan. Mengambil sebuah buku dan menyendiri. Menikmati
sambil mensyukri apa yang menjadi jalan hidupku.
Bukan karena smbong atau
membenci siapa-siapa. Aku cuma lebih menikmati waktuku sendiri. Lebih nyaman
dengan duniaku yang kecil. Lebih tenang tanpa selalu menjelaskan diri. Sepertinya,
aku memang bukan manusia yang ditakdirkan untuk ramai.
Kata orang-orang, aku manusia
tanpa circle. Ya, tidak apa karena aku lebih suka membaca buku. Agar tetap jujur
pada diri sendiri, tetap apa adanya. Dan tetap konsisten menjaga diri untuk terus
memperbaiki diri. Salam literasi!
.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar