Selain membawa lembaran baru, tahun 2026 disikapi dengan semangat baru. Bukan hanya memperbanyak harapan baru. Karenanya, kita memulai langkah pertama dengan menyebut nama Allah. Dengan doa sederhana yang tulus, berharap 365 hari ke depan selalu diisi dengan perbuatan baik, bermanfaat dan berkah.
Bismillah, begitulah kata yang pantas untuk mengawali perjalanan
tahun 2026 ini. Sebab lisann kita adalah awal dari nasib kita esok. Dan setiap
kata yang kita ucapkan punya kekuatan
besar dalam membentuk hidup di masa mendatang. Ucapan memiliki kekuatan yang
luar biasa, karena memengaruhi perasaan, tindakan, dan pada akhirnya kenyataan
yang kita dapatkan.
Lisan yang positif sudah pasti baik, dan mampu membangkitkan
harapan. Sementara kata-kata negatif akan membawa beban dan kesulitan. Ketika kita
melukai orang lain dengan perkataan, sejatinya kita sedang melukai diri kita
sendiri. Begitu pula saat kita merusak harga diri orang lain, kita juga sedang merusak
nilai diri kita.
Jangan lupa, dunia ini dipenuhi dengan hukum tabur tuai. Apa yang
kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Jika kita menabur kebaikan dengan
kata-kata bahkan perbuatan, maka kebaikan pula yang akan kembali kepada kita. Oleh
karenanya, jagalah lisan kita dari perkataan buruk, niscaya hidup kita akan
terhindar dari hal-hal yang buruk.
Terkenang 9 tahun lalu, momen 1 Januari 2017 di Masjid Nabawi
Madinah, saya berpesan kepada istri dan anak-anak untuk menjaga lisan. Selain
simbol akhlak, lisan juga menjadi refleksi dari pikiran dan hati kita. Berusahalah
untuk menjadi lisan di mana pun. Sebab saat kita berbicara dengan cinta,
kebaikan, dan ketulusan, Insya Allah kehidupan kita akan terjaga dalam kesehatan,
kedamaian, dan keberkahan. Sesederhana itu saja.
Siapapun tidak harus sempurna, bahkan tidak perlu menyenangkan
semua orang. Banyak orang ingin terlihat baik dan sempurna, akhirnya stress sendiri
dan memikul beban yang seharusnya tidak perlu. Di titik ini, kita harus sadar
sebagai manusia biasa. Pasti punya salah, khilaf, bahkan lalai. Tapi ada hal
penting: untuk selalu memperbaiki diri dan ikhtiar yang baik, termasuk menjaga
lisan. Selebihnya serahkan kepada Allah SWT.
Tidak semua hal harus dibenahi, nggak semua hal harus dibereskan.
Cukup proporsional saja, dan ambil tanggung jawab kita sendiri. Posisikan diri sesuai
peran, bukan untuk memenuhi ekspektasi orang lain. Penuhi saja yang diperintah
Allah, jauhi yang tidak relevan. Manusia tidak suruh untuk sempurna tapi harus
seimbang. Dunia akhirat, lahir batin, jasmani rohani, semuanya harus seimbang. Kita
tidak disuruh menanggung segalanya. Tapi kerjakan yang seharusnya. Agar tidak
kehilangan keseimbangan.
Di tahun baru 2026, cukup kita menjaga lisan, sebagai cerminan hati
dan pikiran kita. Jika ingin hasil yang berbeda di tahun ini, maka ubahlah cara
bicara dan pikiran kita! Mulailah dari diri sendiri, memulai tahun dengan
ikhtiar dan doa yang baik. Agar hidup lebih tenang, tidak berisik, dan fokus
memperbaiki diri untuk menebar manfaat kepada sesama.
Jadi tahun baru mau apa? Nggak usah banyak, cukup selalu mau
memperbaiki diri. Selama ada niat, usaha, doa, dan kesungguhan hati, langkah
kita pasti mudah dan berkah. Insya Allah bisa!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar