Seorang kawan duduk sendirian di sebuah kedai kecil sambil menatap secangkir kopi yang mulai dingin. Entah kenapa, belakangan hidupnya terasa sesak. Hatinya selalu terasa berat. Ia terlalu sibuk memikirkan bagaimana agar semua orang menyukainya. Merasa terlalu sering mengulang kesalahan masa lalu. Bahkan terlalu lama menyimpan sakit hati kepada orang-orang yang pernah mengecewakannya.
Beban kian memuncak. Karena ia
juga sering membandingkan hidupnya dengan orang lain. Sring takut terhadap sesuatu
yang belum tentu terjadi. Segala sesuatu dipikirkan, segala sesuatu ingin
terlihat indah. Mungkin terlalu banyak hal yang ingin ia genggam dalam hidup. Padahal,
kata banyak orang hidup tidak seindah yang dibayarkan. Selalu ada jarak antara
harapan dan kenyataan.
Saat meminta nasihat, gimana
caranya bisa hidup lebih tenang? Buarb isa hidup lebih damai. Jawabnya sederhana
tapi berat untuk dilakukan. Namun siapapun harus berjuang untuk “melepaskan” 7
(tujuh) hal agar hidup lebih tenang, lebih damai:
1. Melepaskan
keinginan untuk menyenangkan semua orang. Karena tidak semua orang bisa memahami kata dan memang tidak semua
orang layak untuk disenangkan.
2. Melepaskan
masa lalu yang tidak bisa diubah. Apapun di masa lalu cukup dijadikan pelajaran,
bukan tempat tinggal. Pergilah dari masa lalu sesegera mungkin.
3. Melepaskan
dendam dan rasa sakit yang dipendam. Bukan karena orang lain layak dimaafkan,
tapi karen hati kita layak untuk lebih tenang.
4. Melepaskan
perbandingan dengan hidup orang lain. Sebab tidak ada hal yang pantas
diabndingkan, setiap orang punya jalannya sendidi, punya ujian dan waktunya
sendiri.
5. Melepaskan
rasa bersalah yang berlebihan. Setiap orang selalgi di dunia pasti punya
kesalahan, tidak manusia yang sempurna. Cukup ikhtiar untuk memperbaiki diri.
6. Melepaskan
ketakutan pada perkara yang belum terjadi. Fokus pada ikhtiar hari ini, bukan
pada angan-angan. Bersiaplah untuk masa depan.
7. Melepaskan
orang yang hanya hadir saat butuh. Jangan buang waktu untuk orang-orang yang tidak
lagi menghargai. Fokuslah pada orang-orang yang hadir dengan ikhlas.
Harus disadari, terkadang
hidup bukan tentang menambah sesuatu. Tapi belajar untuk melepaskan apapun yang
membebankan hati. Berani meninggalkan hal-hal yang tidak penting dan tidak ada
manfaatnya.
Pada siapapun, masalah akan
selalu datang dan ada. Karenanya, ketenangan atau kedamaian hati tidak ditemukan
dengan menambah lebih banyak hal dalam hidup, melainkan dengan berani
melepaskan apa yang sudah terlalu lama membebani hati. Karena ada hal-hal yang
memang harus diperjuangkan, tetapi ada pula yang harus direlakan. Sebab semakin
sedikit yang kita genggam dengan terpaksa, semakin banyak ruang yang kita
miliki untuk menerima ketenangan. Salam literasi!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar