Menurut data terbaru SUPAS 2025 oleh BPS, struktur penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial. Bahkan, jika digabungkan, kedua generasi ini mencapai 49,27% dari total populasi Indonesia. Artinya, hampir separuh penduduk Indonesia saat ini berada di usia muda dan produktif.
Berdasarkan hasil SUPAS 2025 oleh BPS per 5 Mei 2026, Gen Z yang
lahir pada 1997–2012 menjadi generasi terbesar di Indonesia dengan persentase
24,93% atau 64 juta orang. Sementara itu, generasi Milenial yang lahir pada
1981–1996 berada tepat di bawahnya dengan persentase 24,34% atau 62 juta orang.
Lalu bagaimana sikap dan preferensi generasi milenial terhadap
kepemilikan dana pensiun, khususnya DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan)? Ternyata,
mayoritas generasi milenial menunjukkan minat yang tinggi untuk menyisihkan
sebagian penghasilannya untuk masa pensiun. Bahkan milenial cenderung untuk
memiliki akun DPLK secara mandiri daripada hanya mengandalkan fasilitas dari
tempat kerja. Dalam hal akses, milenial juga lebih menyukai menyukai metode daftar
secara online dibandingkan harus datang langsung ke kantor DPLK. Begitulah
hasil survei yang dilakukan Syarifudin Yunus (Ketua Dewan Pengaawas DPLK
Sinarmas Asset Management – edukator dana pensiun LSP Dana Pensiun) pada Juli
2026 dengan sampel 80 generasi milenial di Jabodetabek.
Jadi, salah bila ada anggapan milenial tidak peduli dana pensiun. Justru
milenial punya kesadaran finansial yang cukup matang untuk masa pensiunnya.
Hanya saja faktor edukasi dan akses yang relative masih jadi masalah. Berdasarkan
hasil survei DPLK pada kaum milenial tahun 2026, kesiapan milenial untuk
menyisihkan penghasilan demi masa pensiun menunjukkan tren yang sangat positif
dengan rincian sebagai berikut:
1. Keinginan
Menyisihkan Penghasilan: Mayoritas besar milenial, yaitu sebanyak 70%
menyatakan "Ya" atau mau menyisihkan sebagian gaji mereka untuk masa
pensiun. Sementara itu, 25% lainnya menyatakan "Mungkin", dan hanya
5% yang secara tegas menyatakan tidak mau.
2.
Kemandirian dalam Perencanaan: Tingkat kesiapan
ini juga terlihat dari kemauan mereka untuk membeli program pensiun DPLK secara
mandiri (bukan melalui kantor), di mana 78,5% responden menyatakan bersedia
melakukannya.
3.
Besaran Iuran yang Disisihkan: Mengenai jumlah
yang akan ditabung, sebagian besar milenial cenderung memilih persentase yang
moderat. Sebanyak 56% berencana menyisihkan 1-5% dari gaji, sementara 40%
bersedia menyisihkan 6-10%. Hanya ada sekitar 4% yang siap menyisihkan antara
11-15% dari penghasilan mereka.
4.
Preferensi Akses: Dalam hal cara membeli program
tersebut, kaum milenial lebih siap dengan metode digital, di mana 62,5% lebih
memilih akses secara online dibandingkan metode manual atau datang langsung (walk-in)
yang dipilih oleh 37,5% responden.
Generasi milenial sadar betul masa pensiun memang harus disiapkan.
Salah satu caranya, dengan menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin
melalui program dana pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan).
Kuncinya bukan pada besarnya iuran, melainkan pada konsistensi dan waktu
memulai. Dan untuk itu, platform digital DPLK sangat diperlukan. Karena itu, di
era digital begini, DPLK yang memberi akses digital (mendaftar secara online)
dan mau edukasi jadi penting. Agar generasi milenial lebih mudah akses, lebih transparan,
dan mendapat layanan cepat. Maka untuk mendaftar DPLK secara online, salah
satunya bisa dilakukan melalui aplikasi
“SimPensiun” dari DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) yang berkomitmen
memberi kemudahan akses pekerja milenial (formal dan informal) untuk memiliki DPLK.
Di DPLK SAM, setiap pekerja bisa menjadi peserta DPLK dengan iuran minimal Rp.
50.000 per bulan (silakan kunjungi: https://simpensiun.com/).
Milenial patut paham, semakin muda seseorang mulai menabung untuk
pensiun maka semakin besar manfaat pensiun yang akan diperolehnya. Uang yang
disisihkan hari ini tidak hanya tersimpan, tetapi juga bertumbuh dari tahun ke
tahun sehingga membentuk dana yang jauh lebih besar saat memasuki usia pensiun.
#YukSiapkanPensiun #DPLKSAM #EdukasiDPLK


Tidak ada komentar:
Posting Komentar