Faktanya mayoritas pensiunan yang tidak memiliki dana pensiun akhirnya menciptakan beban finansial bagi anak-anak dan keluarganya. Hasil survei tentang kondisi finansial pekerja saat pensiun, menyebutkan 80% pensiunan terjebak dalam fenomena generasi sandwich karena harus bergantung secara finansial kepada anak-anaknya. Sementara 15% pensiunan “terpaksa” tetap aktif bekerja demi memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan hanya 5% pensiunan yang benar-benar menikmati masa tua dengan tenang karena memiliki tabungan pensiun yang mencukupi. Survei yang dilakukan Syarifudin Yunus (edukator DPLK Sinarmas Asset Management) pada juli 2025 ini menekankan pentingnya kemandirian finansial di hari tua agar tidak membebani generasi berikutnya di masa mendatang.
Mayoritas pekerja yang pensiun
(80%) masih bergantung secara ekonomi pada anak karena sudah tidak bekerja, tidak
punya gaji lagi, dan tidak memiliki dana pensiun untuk memenuhi kebutuhan hidup
di hari tua. Kondisi ini terjadi akibat tidak punya dana pensiun sebagai sumber
penghasilan setelah berhenti bekerja. Dan akhirnya, jadi sebab generasi
sandwich tetap berlanjut di mana anak harus memikul tanggung jawab finansial
untuk orang tuanya. Maka persiapan finansial sebelum memasuki usia pensiun
adalah faktor krusial agar tidak menjadi beban bagi anak dan keluarga.
Sebagai solusi untuk masa
pensiun, pekerja perlu sadar akan pentingnya dana pensiun melalui cara-cara:
1. Memiliki dana pensiun sedini mungkin. Untuk
memastikan memiliki tabungan atau dana pensiun yang memadai agar tidak bergantung
secara ekonomi pada anak karena tidak memiliki dana untuk hari tua.
2.
Memastikan
dana mencukupi kebutuhan tanpa bekerja. Untuk memastikan tersediakan
kesinambungan penghasilan di hari tau, punya kemandirian finansial yang total
tanpa harus bekerja keras untuk bertahan hidup.
3.
Perencanaan
pensiun yang matang. Untuk memutus mata rantai "generasi sandwich"
dengan memastikan kebutuhan hidup di hari tua terpenuhi dan dan benar-benar
bisa "menikmati masa tua".
Selagi
masih produktif, pekerja harus mulai berani memiliki DPLK (Dana Pensiun Lembaga
Keuangan). Di era digital begini, ikut serta ke DPLK bisa lebih mudah, melalui akses
digital (mendaftar secara online) untuk mempersiapkan masa pensiun diri
sendiri. DPLK digital yang memungkinkan kita terlibat aktif dalam merencanakan
masa pensiun dan bias memantau akumulasi dana di mana saja dan kapan saja.
Untuk bisa mendaftar DPLK secara online, dapat dilakukan melalui platform DPLK
digital “SimPensiun” dari DPLK Sinarmas Asset Management (DPLK SAM) yang tersedia
di Appstore dan playstore atau melalui website: https://simpensiun.com/. Akses DPLK yang mudah untuk formal dan
informal, karena dengan iuran minimal Rp. 50.000 per bulan sudah bisa memiliki
DPLK untuk masa pensiun.
Setelah
bertahun-tahun bekerja, kini saatnya membangun kemandirian finansial untuk hari
tua. Dengan beralih dari kondisi "bergantung ke anak" menjadi kondisi
"dana pensiun memenuhi kebutuhan", agar setiap pekerja secara
otomatis menghentikan siklus di mana anak harus menanggung beban finansial
orang tuanya. #YukSiapkanPensiun #EdukasiDPLK #DPLKSAM
%20rev%20.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar