Sebagai bagian untuk memperkuat literasi keuangan, Bank Sinarmas mengadakan penyuluhan Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) yang diikuti 90-an anak usia sekolah di TBM Lentera Pustaka Bogor untuk menanamkan budaya menabung sejak dini (24/5/2026). Kegiatan edukatif ini berlangsung dengan suasana ceria dan interaktif agar mudah dipahami anak-anak. Bertindak sebagai narasumber Syarifudin Yunus yang menjelaskan akan pentingnya menabung.
Dalam kesempatan ini, setiap anak dibekali pengetahuan menabung melalui
“celengan kaleng” yang disediakan Bank Sinarmas. Setelah celengan penuh, maka
disetor ke tabungan SIMPEL. Melalui permainan, cerita inspiratif, dan kuis
ringan, anak-anak diajak mengenal pentingnya mengelola uang serta manfaat
memiliki tabungan untuk masa depan. Program ini menjadi bagian dari komitmen
Bank Sinarmas dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan anak usia
sekolah.
Sebagai bank swasta nasional yang peduli terhadap pendidikan dan
literasi, Bank Sinarmas memberikan pemahaman sederhana mengenai perbedaan
kebutuhan dan keinginan, cara menyisihkan uang saku, serta pentingnya hidup
hemat. Tabungan SimPel dirancang khusus untuk pelajar agar anak-anak dapat
belajar menabung dengan mudah, aman, dan menyenangkan. Setiap anak pun diberi
tahu pentingnya kebiasaan mencatat pengeluaran kecil agar lebih disiplin dalam
menggunakan uang sehari-hari.
Kegiatan literasi keuangan ini berlangsung penuh antusias karena
anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga dilibatkan secara aktif
dalam berbagai simulasi menabung dan permainan edukatif. Saat ini anak-anak TBM
Lentera Pustaka yang sudah memiliki tabungan SEMPEL sebanyak 32 anak, dan
anak-anak tersebut pun berbagi pengalaman cara menyimpan uang jajan di celengan
sebelum ditabung ke bank. Para orang tua yang hadir menyambut baik kegiatan penyuluhan
ini karena dinilai mampu membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan
kemandirian finansial pada anak-anak sejak usia dini.
Melalui penyuluhan Tabungan SimPel ini, Bank Sinarmas berharap
anak-anak semakin memahami bahwa kebiasaan menabung merupakan langkah kecil
yang memiliki manfaat besar di masa depan. Pendidikan literasi keuangan sejak
usia sekolah dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang cerdas dalam
mengelola keuangan. Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan dunia perbankan,
budaya menabung diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari kebiasaan positif
anak-anak Indonesia. Salam literasi!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar