Hidup tenang saat masih bekerja itu biasa. Karena masih bekerja dan masih punya gaji setiap bulan. Harga BBM naik masih bisa diantisipasi. Kebutuhan harian dan biaya hidup masih bisa dipenuhi. Jika gaji kurang masih bisa “utang” yang kemudian dibayar saat gajian. Fenomena itu sering terjadi di kalangan pekerja.
Tapi di pensiun, dari mana uang untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari?
Gaji sudah tidak ada. Utang belum tentu bisa dibayar. Harga BBM naik pasti terkena
dampak. Cepat atau lambat, semua pekerja di mana pun pasti akan pensiun. Tapi tidak
punya dana pensiun. Maka ada risiko hari tua yang mengintai pekerja, akibat
belum punya dana pensiun.
Apa saja risiko yang mengintai pekerja bila belum punya dana pensiun?
Setidaknya ada 5 (lima) risiko hari tua akibat belum punya dana pensiun:
1. Turunnya standar dan kualitas
hidup. Akibat tidak punya gaji lagi, banyak pekerja menurunn standar hidupnya: gagal
memenuhi kebutuhan dasar, tidak bisa membayar utang, bahkan mengalami kesulitan
membayar biaya Kesehatan saat sakit.
2. Bergantung hidup pada anak atau
keluarga. Tanpa dana pensiun, banyak pekerja yang akhirnya bergantung pada anak
atau keluarga setelah pensiun. Tidak mandiri secara finansial dan terpaksa
mengandalkan bantuan finansial dari anak-anaknya setiap bulan. Akhirnya
merepotkan anak atau keluarga di hari tua.
4. Rentan terhadap kemiskinan di
hari tua. Tanpa dana pesiun, risiko kemiskinan di hari tua meningkat. Faktanya 8
dari 10 pensiunan di Indonesia mengalami masalah keuangan di masa pensiunnya.
3. Terpaksa tetap bekerja di usia
tua. Sebagian orang akhirnya tetap bekerja di usia lanjut bukan karena ingin
tetap produktif, tetapi karena terpaksa untuk bertahan hidup. Padahal kondisi
fisik tidak lagi sekuat saat muda.
5. Beban psikologis di usia tua. Akibat
tidak punya dana yang cukup untuk membiayai hidup di masa pensiun. Tidak tenang
dan cemas tentang biaya hidup sehingga menggangu ketenangan jiwa dan psikologis
di hari tua.
Dana pensiun memang bukan untuk hari ini. Tapi untuk masa pensiun, saat
tidak bekerja lagi. Di hari tua, biaya hidup akan terus ada bahkan meningkat.
Tapi gaji sudah tidak punya. Sementara standar hidup harus terjaga, kemandirian
finansial harus diuoayakan agar tidak bergantung kepada anak atau keluarga.
Karenanya, dana pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) menjadi
penting dipersiapkan pekerja sejak dini.
Salah
satu caranya, dengan menyisihkan sebagian gaji atau penghasilan secara rutin
melalui program DPLK. Konsisten menabung untuk hari tua selagi masih bekerja. Semakin
muda seorang pekerja mulai menabung untuk pensiun, semakin besar manfaat pensiun
yang akan diterimanya. Uang yang disisihkan hari ini tidak hanya tersimpan,
tetapi juga berkembang dari tahun ke tahun sehingga menjadi manfaat pensiun yang
jauh lebih besar.
Di
era digital seperti sekarang, pilihlah DPLK yang punya akses digital (mendaftar
secara online). Agar kita sebagai
pekerja bisa lebih mudah akses, transparan, dan layanannya cepat. Untuk bisa
mendaftar DPLK secara online, salah satunya melalui aplikasi “SimPensiun” dari DPLK Sinarmas Asset
Management (DPLK SAM). Pekerja formal atau informal perlu siapkan dana pensiun.
Agar terhindar dari 5 risiko di hari tua. Setiap pekerja bisa menjadi peserta
DPLK dengan iuran minimal Rp. 50.000 per bulan (silakan kunjungi: https://simpensiun.com/). DPLK SAM merupakan
DPLK pertama di Indonesia yang berasal dari manajer investasi, yang menyediakan
produk dan layanan utama seperti: 1) DPLK untuk individu (pekerja formal dan
informal), 2) DPLK untuk korporasi berupa PPIP (Program Pensiun Iuran Pasti)
dan DKPK (Dana Kompensasi Pasca Kerja, 3) Pembayaran Manfaat Pensiun Berkala
(pensiun bulanan), dan 4) Dana Pendidikan Anak. Dengan dukungan teknologi
digital, produk-produk DPLK SAM dapat dibeli secara online baik melalui
aplikasi digital maupun website “SimPensiun” untuk memudahkan akses
pekerja/individu memiliki program DPLK.
Hari
ini, 9 dari 10 pekerja sama sekali tidak siap pensiun. Berpotensi mengalami 5 risiko hari
tua akibat belum punya
dana
pensiun. Karenanya, mulailah menjadi peserta
DPLK agar bisa memiliki "penghasilan pengganti" di hari tua, saat tidak berhenti
bekerja. Sebab setelah pensiun, rata-rata orang Indonesia masih menjalani 15--20
tahun masa kehidupan. Lalu, dari mana uang atau dana untuk membiayai hidup di
hari tua? Salam #YukSiapkanPensiun #DPLKSAM #EdukasiDanaPensiun
.png)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar