Bertajuk "Tulis dengan Mudah, Sampaikan dengan Menarik”, Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FBS Universitas Negeri Jakarta menggelar Workshop Keterampilan Menulis Populer di Kampus UNJ Rawamangun (10/6/2026). Kegiatan untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa ini dibuka oleh Dr. Edi Puryanto, M.Pd. (Koord. Prodi PBSI UNJ) didampingi Dr. Nurita Bayu K (Ketua Tim Kemahiran) yang diikuti 150 mahasiswa PBSI angkatan 2025 dengan Narasumber Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd. (Dosen PBSI Unindra, Penulis 58 Buku dan Alumni Angkatan 1989 PBSI UNJ).
"Workshop menulis populer
ini penting untuk meningkatkan aspek praktis menulis bagi mahasiswa. Berbahasa
yang baik harus ditandai dengan kemampuan menulis yang baik. Selain untuk
memperkuat budaya literasi, menulis populer bisa jadi keterampilan yang berlaku
di dunia kerja, apalagi mahasiswa yang mau menjadi guru” ujar Dr. Edi Puryanto,
M.Pd. (Koord. Prodi PBSI UNJ)
Syarifudin Yunus dalam
pemaparannya menegaskan menulis populer saat ini lagi tren, utamanya di media
sosial. Sebuah kemampuan menulis dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami,
menarik, relevan, dan komunikatif tanpa mengurangi akurasi isi. Tujuannya bukan
sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membuat pembaca memahami, tertarik,
dan terdorong untuk berpikir atau bertindak. Menulis popular seperti artikel
yang terbit di media massa, opini koran, blog, newsletter, dan konten edukasi
digital seperti threads, IG atau FB.
Karena itu, menulis populer
bukan "menyederhanakan tulisan". Tapi “mengubah informasi menjadi
sesuatu yang bermakna bagi pembaca”. Di era digital begini, penulis yang
berhasil bukan yang paling pintar atau paling banyak datanya, melainkan yang
mampu menjawab pertanyaan pembaca: "Mengapa informasi ini penting bagi
saya?" Jadi, menulis populer adalah
kemampuan mengemas ide dan informasi menjadi tulisan yang mudah dipahami,
menarik dibaca tapi tetap bermakna.
“Menulis populer bukan
menulis ilmiah. Sebab menekankan pada 1) keterbacaan, 2) kedekatan dengan
pembaca, dan 3) kekuatan bercerita. Menulis dengan asyik seperti sedang ngobrol
dengan pembaca. Tentu topik yang ditulis harus spesifik dan dikuasai, bisa atas
dasar pengalaman, pengetahuan, atau perasaan” kata Dr. Syarifudin Yunus, M.Pd.
di sela acara.
Secara substansi, menulis popular
bertumpu pada tulisan yang penting bagi pembaca, bukan yang penting menurut
penulis. Karena tulisan populer yang baik bukan menunjukkan seberapa banyak
penulis tahu, melainkan membuat pembaca merasa tertarik dan ada manfaatnya. Karena itu, kejelasan pesan dan aspek persuasif
dalam tulisan popular sangat penting. Penulisannya pun bersifat ringan dan
mengalir.
Workshop selama 2 jam ini
juga memberikan tips praktis mengembangkan tulisan populer berdasarkan teknik “lead”
dengan kata-kata yang mudah dipahami. Mahasiswa PBSI UNG sangat antusiasi mengikutinya
sambil mencatat bagina-bagian penting dalam menulis populer. Di sesi akhir,
kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab dan foto bersama.
Apakah menulis populer bisa jadi
profesi? Tentu saja, menulis populer bisa menghasilkan uang. Sebab menulis populer
sama seperti podcast atau youtube. Hanya saja formatnya berbeda. Tapi yang
paling penting, menulis populer bukan hanya honor tulisan tapi dapat membangun
ekosistem profesi di sekitar tulisan yang dipublikasikan.
Patut disadari dalam menulis
populer. Menulis tidak haru dibayar. Tapi yag sering terjadi, karena menulis
jadi dikenal dan dipercaya sehingga bisa mendapat peluang untuk punya relasi dan
profesi di masa depan. Karena itu, nilai ekonomi terbesar dari menulis populer bukan
pada honor artikelnya, melainkan pada reputasi yang dibangun oleh tulisan.
Mulailah untuk menulis populer.
Sebab menulis populer adalah perbuatan bukan Pelajaran. Menulis itu praktik
bukan teori bila mau terampil. Scripta manent verba volant, apa yang tertulis akan
abadi dan yang terucap akan hilang. #PBSIUNJ #WorkshopMenulisPopuler



Tidak ada komentar:
Posting Komentar