Ada orang yang makan dulu sebelum bekerja. Ada pula yang bekerja dulu baru bisa makan. Begitu pula di dunia literasi. Ada anak yang bisa membeli buku lalu membacanya. Tapi ada anak yang baru bisa membaca buku bila disediakan tempatnya. Ternyata, sebegitu adilnya hidup dan dunia ini.
Karena itu, apapun selagi
baik dan bermanfaat Jalani prosesnya. Kerjakan sepenuh hati dan syukuri selapang
hati. Jangan banyak mengeluh, sampai semuanya akan indah pada waktunya. Berhentilah
menjelaskan diri kepada semua orang. Stop mengejar pengakuan. Bukan karena
menyerah, melainkan karena sadar bahwa tidak semua orang datang untuk memahami.
Ada yang hanya singgah sebentar, meninggalkan pelajaran, lalu melanjutkan
perjalanannya. Dan itu tidak apa-apa.
Ketahuilah, orang yang
membenci kita akan tetap mencari kesalahan. Dan orang yang menghargai tidak
membutuhkan penjelasan apapun. Maka jangan lagi menghabiskan energi untuk
meyakinkan semua orang. Sebab kita tidak bisa mengontrol apapu di luar kendali kita. Dan kita, tidak
akan pernah mampu menyenangkan semua orang.
Fakta yang sering terjadi
adalah kerja bagus kita selama setahun selalu dianggap sudah kewajiban. Tapi satu
kesalahan kecil kita hari Senin akan dibahas sampai hari Jumat. Realitas
itu ada di dekat kita dan terus berulang. Maka tetaplah jadi diri sendiri tanpa
kehilangan ketenangan hanya untuk mendapatkan pengertian dari mereka yang
memang tidak berniat mengerti.
Mulai hari ini, jangan lagi habiskan
waktu hanya untuk takut dan cemas pada apa yang dikatakan orang lain. Jangan memikirkan
hal-hal yang belum tentu terjadi. Karena hidup ini tidak ada yang tahu sampai
kapan. Selagi masih diberi kesempatan, nikmati, syukuri, dan jalani hidup
dengan sebaik-baiknya. Teruslah berbuat baik dan menebar manfaat di mana pun.
Percayalah, apa yang menjadi
takdir kita pasti akan mencari jalannya sendiri. Tenanglah skenario Tuhan
selalu lebih rapi dari rencana manusia manapun. Toh, pada akhirnya bukan
seberapa terkenal kita. Tapi seberapa banyak kebaikan yang bisa kita sebarkan
kepada sesama. Begitulah spirit relawan TBM Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak
Bogor. Salam literasi!

.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar