Ini tentang memberi.Seseorang yang memberi maaf, memberi waktu atau tennaga bahkan senyuman pasti membebaskan hati. Ada satu keindahan yang sering tersembunyi dalam tindakan memberi. Ia tidak selalu terlihat oleh mata dunia, tidak selalu disambut oleh pujian, dan sering kali terjadi dalam diam.
Sebaliknya, ketika seseorang memberi dengan harapan mendapatkan
penghargaan dari manusia, hatinya mudah terluka. Jika kebaikannya tidak
dihargai, merasa kecewa. Jika pengorbanannya tidak diingat, merasa dilupakan.
Namun ketika memberi dengan keyakinan bahwa balasan datang dari Tuhan, hatinya
menjadi lebih bebas. Tidak lagi bergantung pada penilaian manusia untuk merasa
damai dengan kebaikan yang dilakukan.
Keyakinan bahwa Tuhan melihat setiap kebaikan membuat seseorang
merasa bahwa tidak ada kebaikan yang benar benar sia sia. Meskipun dunia tidak
selalu mencatatnya, hati tetap tenang karena ia tahu bahwa setiap tindakan
memiliki makna yang lebih luas. Keyakinan ini membuat manusia mampu terus
berbuat baik bahkan ketika dunia tidak selalu adil.
Sebab memberi menumbuhkan empati dalam kehidupan sosial. Tindakan
memberi menciptakan jembatan yang menghubungkan manusia satu dengan yang lain. Mengurangi
jarak antara yang memiliki dan yang membutuhkan, melunakkan hati yang keras dan
menghidupkan rasa saling peduli. Ketika seseorang memberi tanpa pamrih, bukan
hanya membantu orang lain secara materi, tetapi juga menumbuhkan rasa
kemanusiaan yang lebih luas di tengah masyarakat.
Beranilah untuk memberi, apapun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar