Dalam hidup, ada banyak hal sederhana yang sering diabaikan. Hingga akhlak dan Budi pekerti makin jauh dari kebaikan. Dendam dan dengki, berghibah, menebar aib orang lain, hingga mengerjakan hal-hal yang tidak ada mamfaatnya. Begitulah realitas yang terjadi di kehidupan zaman now.
Penting untuk mengingat kembali. Ajaran sederhana namun menyeluruh
untuk membentuk akhlak yang mulia. Tidak usah yang berat-berat tapi cukup dari
hal-hal kecil dalam diri sendiri.
1. Ajari lisan kita untuk tidak mengucapkan kata
yang menyakitkan. Sebab ucapan memiliki dampak besar. Kata-kata yang dijaga
akan melahirkan kedamaian, sementara kata yang kasar bisa melukai.
2. Ajari penglihatan untuk tidak memandang rendah
orang lain. Melatih cara pandang agar penuh hormat. Tidak semua orang berada
pada kondisi yang sama, dan merendahkan orang lain hanya menunjukkan sempitnya
hati.
3. Ajari tangan untuk senang berbagi. Sebuah
ajakan untuk menjadikan memberi sebagai kebiasaan. Berbagi tidak selalu soal
besar, tetapi tentang keikhlasan dan kepedulian.
4. Ajari hati untuk tidak berprasangka buruk atau
membenci. Hati yang bersih akan melahirkan sikap yang lembut, mudah memaafkan,
dan tidak mudah terprovokasi oleh keburukan.
Menariknya, kata “ajari” menunjukkan bahwa semua ini adalah proses
latihan. Tidak terjadi seketika, tetapi membutuhkan kesadaran dan usaha yang
terus-menerus. Proses memang lebih penting daripada hasil.
Pada akhirnya, ajaran yang sederhana ini dapat membuat perubahan
besar dalam diri kita. Dimulai dari hal-hal sederhana: lisan yang dijaga,
pandangan yang tidak merendahkan, tangan yang memberi, dan hati yang
dibersihkan.
Dari situlah lahir pribadi yang membawa kebaikan bagi dirinya dan
orang lain. Ikut andil membangun peradaban yang lebih baik dan tetap saling
nasihat-menasihati dalam kebaikan. Salam literasi!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar