Luar biasa,inspiratif sih untuk urusan pensiun. Sepasang suami istri di Inggris, bisa pensiun dini di usia 40 dan 35 tahun. Karena selalu membawa bekal makan siang ke tempat kerja selama 10 tahun. Namanya Alan dan Katie Donegan. Sekalipun dianggap “pelit” oleh rekan kerja, terbukti keduanya mampu menghemat Rp965 juta selama 10 tahun hanya dari kebiasaan membawa bekal makan siang ke kantor. Lebih dari itu, setiap musim dingin pun, Alan dan Katie Donegan menghindari menyalakan pemanas di rumahnya supaya tagihan tidak membengkak. Sebuah praktik berhemat yang butuh perjuangan.
Ternyata di balik kisah itu,
keduanya bertekad untuk “membeli kebebasan". Sekalipun bekerja dan punya
gaji yang cukup, keduanya selalu hemat dan terbiasa menabung agar bisa pensiun
lebih dini, lebih awal dari yang seharusnya. Selalu berusaha menempatkan uang
sebanyak mungkin dan menyisihkannya untuk kehidupan setelah pensiun dini. "Setiap
pound yang kami kumpulkan adalah satu langkah nyata untuk lebih dekat menuju
kehidupan yang kami inginkan," kata Katie sant istri.
Dan akhirnya, "kebebasan"
yang dimaksud pasangan suami istri ini adalah pensiun dini. Sang suami, Alan pensiun
dini saat usia 40 tahun dan istrinya Katie pensiun di usia 35 tahun. Keduanya
memutuskan berhenti bekerja setelah tabungan yang dikumpulkannya mencapai £1
juta (setara Rp24,1 miliar). Sebuah perencaaan pensiun yang keren!
Sementara itu, di negeri
tercinta Indonesia, mungkin banyak pekerja justru ingin tetap bekerja selama
mungkin. Alasanya karena faktor ekonomi, budaya, dan kondisi sistem
perlindungan hari tua yang belum sepenuhnya memberikan rasa aman. Ada benarnya,
sebab gaji atau pendapatan yang diperoleh setiap bulan lebih banyak digunakan
untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, membiayai pendidikan anak, membantu
keluarga besar, atau menghadapi kenaikan biaya hidup. Akibatnya, kemampuan
untuk menabung atau berinvestasi secara konsisten jadi terbatas. Dana pensiun
pun tidak punya. Bahkan hari ini, tidak sedikit pekerja yang “hantui” rasa
takut karena tabungannya tidak akan cukup untuk membiayai masa pensiun yang
bisa berlangsung puluhan tahun. Maka wajar, 9 dari 10 pekerja di Indonesia sama
sekali tidak siap pensiun atau berhenti kerja.
Budaya kerja di Indonesia pun
berperan membentuk cara pandang tersendiri. Bekerja sering kali dipandang bukan
hanya sebagai sumber penghasilan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas,
status sosial, dan cara untuk tetap produktif. Banyak pekerja merasa pensiun
dini bukanlah tujuan utama, melainkan pilihan yang hanya bisa dinikmati oleh pekerja
yang berpenghasilan tinggi atau memiliki aset besar. Di samping itu, literasi
keuangan mengenai konsep financial independence dan pensiun dini masih
relatif rendah, sehingga strategi seperti hidup hemat, berinvestasi secara
konsisten, dan merencanakan pensiun sejak usia muda belum menjadi kebiasaan
yang luas. Istilahnya, selalu ada alasan untuk “tidak menabung” atau belum mau “menyisihkan”
gaji untuk masa depan.
Apalagi di tengah gaya hidup
dan perilaku konsumtif yang “bergengsi”, banyak orang cenderung lebih menghargai
apa yang terlihat hari ini, senang terlihat dari apa yang dipakai dan
ditampilkan. Orientasinya, serba manfaat sekarang dan hari ini. Bukan manfaat
jangka panjang atau masa depan. Terlalu nafsu untuk melampiaskan gaya hidup. Katanya,
ingin meningkatkan kualitas hidup, mengikuti gaya hidup, atau memenuhi
ekspektasi sosial. Maka wajar, biaya hidup dan pengeluarannya meningkat seiring
kenaikan pendapatan. Tiap tahun pekerja naik gaji, dan penghasilan bertambah
tapi tingkat tabungan tidak ikut meningkat secara signifikan. Puluhan tahun
bekerja tetap tidak punya dana pensiun. Makin paripurna, kombinasi keterbatasan
gaji, budaya kerja yang adaptif, rendahnya literasi perencanaan pensiun, dan
perilaku konsumtif akhirnya membuat banyak pekerja memilih terus bekerja selagi
masih mampu, dibandingkan mengejar pensiun dini melalui penghematan dan
akumulasi kekayaan sejak usia produktif seperti kisah alan dan Katie di
Inggris.
Maka penting diingatkan,
apalagi untuk diri sendiri. Hiduplah sederhana, gunakan uang sesuai dengan
kebutuhan bukan keinginan. Mulailah menabung dan miliki dana pensiun. Agar bisa
pensiun dini dari pekerjaan, lalu menjalani hidup dengan sehat dan sejahtera. Sebab
pensiun, cepat atau lambat pasti tiba. #YukSiapkanPensiun


Tidak ada komentar:
Posting Komentar