Dimulai dari pertanyaan sederhana. Apakah taman bacaan Anda pernah mendapat bantuan dana/hibah dari Pemerintah (pusat/daerah)? Faktanya, mayoritas pengelola TBM (Taman Bacaan Masyarakat) melaporkan belum pernah menerima hibah baik dari instansi pemerintah pusat maupun daerah. Kondisi serupa terjadi pada sektor privat, di mana sebagaian besar TBM belum pernah mendapat bantuan dana melalui program CSR.
Survei yang diperbaharui oleh Syarifudin Yunus (TBM Lentera Pustaka
Bogor) Bogor pada Juli 2026 yang melibatkan 172 pengelola TBM yang tersebar di
97 Kabupaten/Kota di 27 Provinsi melalui google form menyebutkan tantangan
utama yang dihadapi oleh TBM di Indonesia dalam mendapatkan dukungan dana hibah
atau bantuan luar adalah sangat rendahnya aksesibilitas atau tingkat
keberhasilan dalam memperoleh bantuan dana, baik dari sektor publik maupun
swasta. Simpulan utama survei bertajuk “Potret TBM di Indonesia” adalah sebagai
berikut:
1. Kesulitan
mengakses hibah pemerintah. Sebanyak 83% TBM menyatakan “belum pernah
mendapatkan bantuan dana atau hibah dari pemerintah”, baik dari tingkat pusat
maupun daerah. Selaian dana hibah pemerintah yang terbatas, kondisi ini menunjukkan
adanya hambatan besar bagi mayoritas TBM untuk menembus birokrasi atau memenuhi
kriteria “bantuan sosial TBM” yang ditetapkan oleh pemerintah.
2.
Keterbatasan dukungan CSR Swasta. Kondisi serupa
terjadi pada akses dana Corporate Social Responsibility (CSR), di mana 84%
TBM di Indonesia “belum pernah menerima bantuan CSR dari pihak swasta”. Hanya
16% TBM yang berhasil mendapatkan dukungan dari sektor swasta, yang
mengindikasikan bahwa kerja sama antara TBM dan perusahaan swasta masih sangat
terbatas.
Tantangan bantuan dana/hibah dan CSR swasta ini bersifat nasional. Tingginya
angka “belum pernah” mendapat bantuan dana – CSR menunjukkan bahwa masalah
pendanaan eksternal adalah kendala sistemik yang dihadapi oleh sebagian besar
pengelola literasi di lapangan. Meskipun TBM berperan penting dalam literasi
dan dianggap ujung tombak aktivitas kegemaran membaca di masyarakat, nyatanya mayoritas
TBM masih harus berjuang secara mandiri karena belum tersentuh oleh skema
bantuan dana formal dari pemerintah maupun swasta.
Tingginya angka TBM yang belum pernah menerima bantuan dana CSR (84%)
maupun hibah pemerintah (83%) membawa beberapa implikasi serius terhadap
ekosistem literasi di Indonesia:
1. Beban
finansial mandiri yang berat. Karena mayoritas besar TBM tidak tersentuh
bantuan eksternal formal, operasional TBM kemungkinan besar sangat bergantung
pada pendanaan pribadi pengelola atau swadaya masyarakat yang sangat terbatas.
Hal ini menempatkan keberlangsungan TBM pada posisi yang rentan secara
finansial.
2.
Keterbatasan skala program dan fasilitas. Tanpa
dukungan CSR atau dana hibah, TBM akan kesulitan untuk melakukan pengadaan
koleksi buku baru secara rutin, memperbaiki fasilitas bangunan, atau mengadakan
kegiatan literasi yang berskala besar. Hal ini dapat menyebabkan stagnasi
kualitas layanan bagi masyarakat di sekitarnya.
3.
Ancaman terhadap keberlanjutan (sustainability).
Tingginya angka kegagalan mendapatkan bantuan (di atas 80% pada kedua kategori
bantuan) menunjukkan bahwa TBM beroperasi dalam kondisi "bertahan
hidup". Tanpa adanya suntikan dana yang stabil, banyak TBM berisiko tutup
jika pengelola tidak lagi memiliki sumber daya pribadi untuk mendukung
operasionalnya.
4.
Lemahnya sinergi antara gerakan akar rumput dan sektor
formal. Ada kesenjangan komunikasi dan koordinasi yang lebar antara pengelola
literasi di lapangan dengan pemerintah maupun sektor swasta. Potensi TBM
sebagai garda depan literasi belum dimanfaatkan secara optimal oleh program
pemberdayaan masyarakat secara formal.
5.
Ketimpangan distribusi bantuan. Dukungan sektor
swasta masih sangat terbatas dan tersentralisasi atau sulit dijangkau oleh
sebagian besar TBM di berbagai daerah di Indonesia.
Mau tidak mau, memang saat ini gerakan literasi melalui TBM di
Indonesia masih bersifat “voluntarisme murni” yang berjalan tanpa dukungan
sistemik dari pihak luar, yang pada jangka panjang dapat menghambat upaya
peningkatan literasi nasional secara masif. Salam literasi! #SurveiTamanBacaan
#PotretTBM #TBMLenteraPustaka
%20rev.png)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar